Minggu, 31 Agustus 2014

Inilah Astronot yang "Ngetwit" dari Luar Angkasa

Kamis, 28 Agustus 2014 | 15:54 WIB
Chris Hadfield Inilah penampakan kota Sydney dari stasiun luar angkasa yang direkam oleh Chris Hadfield. (Foto: Chris Hadfield)
KOMPAS.com  Chris Hadfield dikenal sebagai astronot yang gemar menyanyi sekaligus orang yang ngetwit foto dari luar angkasa. Bagi Hadfiled, yang telah mengelilingi Bumi sebanyak 2.593 kali, setiap menit di luar angkasa begitu berarti.

Ia merupakan orang Kanada pertama yang hidup di luar angkasa. "Pengalaman yang begitu berkesan," katanya kepada ABC pekan ini.

"Justru saya tidak merasa terpisah, karena yang ada adalah kedekatan dengan semua manusia karena saya bisa melihat mereka setiap saat dari luar sana," tuturnya.

Dari stasiun luar angkasa tersebut, ia memaknai kota seperti Sydney atau La Paz, bukanlah sesuatu yang abstrak.

"Ada perasaan bahwa orang di bawah sana menatap ke atas saat saya melihat ke bawah," kata Hadfield. "Ada rasa keterikatan yang kuat."

Bagi banyak orang, masa kanak-kanak biasanya diwarnai dengan cita-cita menjadi astronot.

Itu juga yang dialami Hadfield, yang tumbuh di daerah pertanian di Ontario dan menjadi komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Menurut pengakuannya, mimpinya menjadi astronot mulai tumbuh saat ia berusia 9 tahun ketika melihat manusia mendarat di bulan.

Ia menamatkan pendidikan sebagai insinyur di Sekolah Militer Royal Kanada sebelum akhirnya diterima dalam program astronot di Badan Luar Angkasa Kanada tahun 1992.

Ia menghabiskan 26 tahun pelatihan sebelum akhirnya ikut dalam misi ke luar angkasa.

"Mendapat kesempatan melihat bumi dari atas sana, melihat seluruh Australia, dari Perth ke Sydney hanya dalam enam menit, sungguh pengalaman sangat berharga," ujar Hadfield.

Alasan BBM Tak Naik di 2014, Tapi Tahun Depan

Sabtu, 30 Agustus 2014 11:34 wib | Selfiani Hasanah - Okezone
 BBM tidak akan naik di 2014, tapi di 2015. (Ilustrasi foto: Reuters)  
BBM tidak akan naik di 2014, tapi di 2015. (Ilustrasi foto: Reuters) JAKARTA - Partai Demokrat pada Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan tidak menyetujui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, kenaikan tersebut akan memberikan dampak pada masyarakat berpenghasilan rendah.

"Yang mengonsumsi BBM memang rakyat menengah ke atas, tetapi ketika harga BBM tersebut dinaikkan 70-75 persen, yang kena imbasnya adalah menengah ke bawah," jelas Juru Bicara Partai Demokrat Ikhsan Modjo dalam diskusi Polemik Sindo di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (30/8/2014).

Dia mengatakan, hal inilah yang menjadi pertimbangan SBY, sehingga tidak melakukan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. "Sampai di akhir masa pemerintahan SBY 20 Oktober 2014 tidak akan ada kenaikan harga BBM," jelas dia.

Menurutnya, dalam pertemuan SBY dengan Jokowi di Nusa Dua, Bali, ada beberapa pembicaraan seperti ruang fiskal, dan dampak sosial yang terjadi karena kenaikan BBM.

"Jadi ini (kenaikan BBM) tidak pada konteks 2014 tapi 2015, tapi media yang membuat harus naik 2014, padahal persoalan dalam masalah migas, masalah bauran energi, masalah goverment atau masalah hubungan institusi itu juga banyak, masa semuanya fokus pada BBM," tutur dia.

"Kenapa tidak menyusun cara untuk pindah ke gas dan lain-lain, ini yang harus dipikirkan bersama jangan semata-mata selalu kenaikan harga BBM," tutupnya.

Khofifah Mengaku Siap jika Ditunjuk sebagai Menteri

Jumat, 29 Agustus 2014 | 09:46 WIB
Arimbi Ramadhiani Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (27/5/2014).
JAKARTA, KOMPAS.com — Khofifah Indar Parawansa, mantan juru bicara pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) pada pilpres lalu, mengaku siap jika Jokowi menunjuk dirinya untuk mengisi salah satu pos di kabinet mendatang.
"Saya siap asal sesuai kompetensi saya," kata Khofifah kepada wartawan di Rumah Transisi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2014), seperti dikutip Tribunnews.com.
Pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Khofifah sempat menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan pada 1999-2001, dan pada saat yang sama ia juga menjadi Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Di legislasi, ia sempat menjadi pimpinan Komisi VIII DPR dari Fraksi PPP (1992-1997) dan anggota Komisi II DPR dari PPP (1997-1999). Khofifah lalu menjadi anggota DPR dari PKB (1999-2004 dan 2004-2009).
Khofifah sempat dua kali maju pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur, tetapi ia kalah.
Saat ditanya mengenai kementerian mana yang sesuai dengan kompetensi dirinya, Khofifah tidak mau banyak bicara. Sambil tersenyum ia menjawab, "Terserah bapak."

Editor : Sandro Gatra
Sumber: Tribunnews.com

Diusulkan Jadi Menpera dalam Kabinet Jokowi-JK, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Jumat, 29 Agustus 2014 | 18:30 WIB
KOMPAS.com/Putra Prima Perdana Wali Kota Bandung Ridwan Kamil
BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena dirinya telah diberi kepercayaan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI) untuk menjadi calon Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) RI dalam kabinet Jokowi-JK.

"Intinya saya mengucapkan banyak terima kasih karena sudah dipercaya, saya ucapkan terima kasih kepada AP2ERSI atas apresiasi dan usulannya untuk menjadi Menpera RI," kata Ridwan saat ditemui seusai menghadiri acara pelantikan Smart City di Hotel Panghegar, Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2014).

Namun demikian, Ridwan mengaku tak bisa menjawab atas pengusulan dirinya menjadi Menpera RI dalam kabinet Jokowi-JK.

"Kalau masalah iya, bersedia dan tidaknya (dicalonkan menjadi Menpera) saya kira enggak bisa dijawab sekarang," katanya.

Sepertinya, lanjut Ridwan, jabatan dan pangkat apapun yang ditawarkan, Ridwan mengaku berat untuk menerimanya. Pasalnya, Kota Bandung yang kini ditanganinya masih belum beres dan masih semerawut.

Ridwan mengaku akan menerima tawaran dengan pangkat dan jabatan dengan satu catatan, yakni, cita-citanya sesuai harapan, yakni menjadikan kota Kembang ini sesuai dengan motonya, "Bandung Juara".

"Pada prinsipnya, saya ingin membereskan kewajiban saya dulu di Kota Bandung, itu berkali-kali saya sampaikan, karena saya pertama baru setahun menjadi wali kota, hasilnya juga belum banyak kelihatan. Kalau Bandung sudah beres, mau (loncat) kemana aja lebih leluasa, intinya saya ingin membereskan Kota Bandung saja dulu," tegas Ridwan.

Menurut dia, DPP AP2ERSI mengusulkan dirinya dan tiga nama kandidat lainnya termasuk logis, karena empat nama yang diusulkan menjadi Menpera itu memenuhi kriteria jika berbicara latar belakang profesi.

"Bidang-bidang yang diusulkan mungkin menyesuaikan dengan latar belakang profesi, mungkin logis lah ya," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi salah satu kandidat calon Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) yang diusulkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI). Selain Ridwan Kamil ada tiga nama yang diusulkan AP2ERSI ke kabinet Jokowi-JK, yakni Enggartiasto Lukita (politisi), Zulfi Syarif Koto, dan Mochamad Jehansyah Siregar.

BBM Naik, Jokowi: Harus Ngerti Dong!

Minggu, 31 Agustus 2014 00:02 wib | Marieska Harya Virdhani - Okezone
BBM Naik, Jokowi: Harus Ngerti Dong! Joko Widodo (Foto: Dok Okezone) DEPOK - Meski Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai pengusung Presiden RI terpilih, Joko Widodo (Jokowi) pernah menolak kenaikan BBM ketika Presiden SBY hendak menaikan BBM tahun lalu, namun Jokowi tidak mau ambil pusing.

Sebab menurutnya, setiap kebijakan yang dianggap tidak populer itu pasti mengandung pro dan kontra.

"Ya pasti adalah, kebijakan yang enggak populer itu ada yang pro ada yang kontra," kata Jokowi dalam Sarasehan Nasional Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2014).

Mantan Wali Kota Solo itu menjelaskan apabila kebijakan kenaikan BBM itu harus dilakukannya, namun tidak serta merta merugikan rakyat. Karena masih ada opsi-opsi yang masih di kalkulasi oleh dirinya.

"Tapi saya enggak mau bicara sekarang yang jelas ada opsi-opsi atau pilihan-pilihan yang harus Kita kalkulasi, atau kita hitung. Jadi buat saya, misalnya itu kita putuskan tidak populer itu risiko (menaikan BBM)," ungkapnya.

Ia mengaku pernyataan soal kenaikan BBM itu karena alasan untuk menekan difisit anggaran negara tahun 2015. "Kan bolak-balik saya sampaikan, bahwa untuk menekan defisit negara di 2015 itu memang jalan satu-satunya disitu," ujarnya.

Karena itu, dia mengajak kepada masyarakat untuk mengerti, kenapa pemerintannya harus menaikan BBM tersebut. Karena itu tegas dia, apabila tidak dinaikan BBM tersebut maka imbasnya yakni cashflow anggaran negara akan terganggu.

"Harus ngerti dong, subsidi BBM gede banget lho. (Angaran negara) tahun ini 400-an. Subsidi 433 untuk tahun depan," tegasnya. (put)

Sabtu, 30 Agustus 2014

Jokowi Akan Jadi "Presiden Lumpuh"

Kamis, 28 Agustus 2014 - 14:27 wib | Isnaini - Okezone
Jokowi Akan Jadi  
Joko Widodo JAKARTA- Program pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla diprediksi akan terganjal di tingkat parlemen. Hal itu berdasarkan mayoritas parlemen dikuasai oleh koalisi lawan politik.

"Jokowi-JK akan menjadi presiden yang lumpuh karena mayoritas parlemen dikuasai oleh koalisi Merah-Putih," ujar Peneliti LSI, Rully Akbar di Jakarta Timur, Kamis (28/8/2014).

Berdasar hasil temuan survei LSI, sebanyak 45,60 persen publik meyakini bahwa program Jokowi-JK akan terhambat di DPR. Sementara hanya 31,09 persen publik percaya bahwa programnya akan terus berjalan tanpa hambatan. "Jika di DPR didominasi koalisi merah putih, publik yakin program Jokowi akan terhambat di sana," jelasnya.

Survei tersebut, kata Rully, dilakukan pada periode 24-26 Agustus 2014 yang menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 1.200 orang.

"Margin of error dalam survei ini sebesar kurang lebih 2,9 persen" ucapnya.

Diketahui, pemerintahan Jokowi-JK akan secara resmi dimulai setelah pelantikan keduanya pada Oktober 2014 mendatang. (ugo)

Ketua Gerindra M Taufik Pasang Foto 'Presiden' Prabowo di DPRD DKI

Kamis, 28/08/2014 15:11 WIB,Elza Astari Retaduari - detikNews
 
M Taufik di kantornya (Foto: Elza/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sementara, M Taufik, memasang foto Prabowo Subianto sebagai 'Presiden' di kantornya. Taufik merupakan wakil rakyat DKI dari Fraksi Gerindra.

"Yang penting Presiden saya tetap Prabowo," kata Taufik sambil menunjukkan foto Prabowo di kantor barunya itu.

Taufik memasang foto Prabowo di ruang kantornya di Gedung DPRD DKI di Jl Kebon Sirih, Jakpus, Kamis (28/8/2014). Foto besar Prabowo dipasang di bawah lambang Garuda Indonesia. Garuda dan foto Prabowo berada di tembok belakang meja dan kursi kerja Taufik.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini mengaku akan tetap memasang foto Prabowo sebagai Presidennya. Tak perduli meski nanti Presiden Terpilih Jokowi telah dilantik.

"Saya konsisten pasang Pak Prabowo karena calon Presiden saya Prabowo. Saya akan tetap pasang Pak Prabowo (jika Jokowi sudah dilantik)," tegas Taufik.

Romantika Prabowo -Suhardi

Sempat Ditolak Prabowo, Suhardi Malah Dapat Pajero  

Sempat Ditolak Prabowo, Suhardi Malah Dapat Pajero  
Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi meninggal dunia pada Kamis 28 Agustus 2014, pukul 21.40 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Suhardi menderita kanker paru-paru stadium 4. dok TEMPO/Panca Syurkani
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Suhardi sempat ditolak oleh Prabowo Subianto saat mengajukan konsep awal partai baru. Menghadap Prabowo pada 2006 untuk menawarkan konsep partai, Prabowo tak melirik konsep yang diajukan Suhardi. (Baca: Prabowo Pilih Suhardi karena Kloset Jongkok)
Saat itu Suhardi mengajukan nama Partai Indonesia Raya. Menurut Suhardi, Prabowo menolak idenya karena mengira konsep partai yang disodorkan Suhardi berfokus hanya pada sektor pertanian. Apalagi, saat itu Prabowo masih menjadi anggota Dewan Penasihat Partai Golkar.

"Pak Prabowo ingin partai yang nasionalis," ujar Suhardi ketika diwawancaraTempo, Juli lalu. (Baca:Ajukan Konsep Awal Gerindra, Suhardi Sempat Ditolak Prabowo)

Belakangan, akhir 2007, Prabowo malah mendekati Suhardi dan memintanya menjadi ketua umum. Bahkan, Prabowo meminjamkan satu unit Mitsubishi Pajero beserta sopir dan seorang ajudan untuk Suhardi. (Baca: Fadli Zon: Suhardi 27 Tahun Tak ke Rumah Sakit)

Prabowo juga memberikan rumah bagi Dekan Fakultas Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu di Jakarta. Tujuannya untuk memudahkan pengurusan pendirian partai. (Baca: Rachel Maryam Anggap Suhardi Ayah Sendiri)

Suhardi meninggal pada Kamis, 28 Agustus 2014 pukul 21.44 di Rumah Sakit Pusat Pertamina karena kanker tenggorokan yang menyebar hingga ke paru-paru. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Saat ini jenazah disemayamkan di DPP Partai Gerindra, Ragunan, dan diberingkatkan ke Yogyakarta pukul 08.00 pagi.

Majalah TEMPO| TIKA PRIMANDARI

Ini 8 Anggota ISIS yang Mirip Pemenggal Jurnalis AS

Selasa, 26 Agustus 2014 | 14:25 WIB
Ini 8 Anggota ISIS yang Mirip Pemenggal Jurnalis AS
Militan ISIS memegang pisau berbicara dengan pria yang diduga sebagai jurnalis Amerika James Foley dalam video yang diunggah ke media sosial pada 19 Agustus 2014. Dalam video berjudul "A Message to America" ini nyawa James Foley berakhir dengan dipenggal. REUTERS/Social Media Website
TEMPO.CO, London - Badan intelijen Inggris, MI5, merilis daftar nama terduga pelaku pemenggalan jurnalis asal Amerika Serikat, James Foley, 40 tahun. Si algojo dipercaya sebagai warga negara Inggris lantaran beraksen London saat berbicara sebelum memenggal leher Foley.

Mirror mengabarkan, Senin, 25 Agustus 2014, Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat Sir Peter Westmacott mengatakan penyelidikan terhadap pembunuh Foley semakin mendekati titik terang. Pihak keamanan Inggris telah merilis daftar nama sekitar 20 orang kelahiran Inggris terduga anggota ISIS yang ditengarai membunuh jurnalis lepas itu.(Baca:Diduga Terkait ISIS, 3 Pedagang Sayur Diawasi)Dari 20 nama yang menjadi buron, sumber intelijen Inggris telah mengidentifikasi 8 nama yang diduga sebagai orang di balik topeng dalam video sadis pemenggalan Foley. Berikut kedelapan orang yang diduga sebagai algojo yang dijuluki John si Pejihad itu:(Baca:Wartawan Dipenggal ISIS, AS Luncurkan 14 Serangan)

1. Abu Abdullah Al-Britani, 32 tahun, asal Portsmouth. Dia adalah 1 dari 6 orang asal Portsmouth yang pergi ke Suriah. Bentuk tubuh, mata dan warna kulitnya terlihat sama dengan John.
2. Aline Davis, 30, asal London. Mantan pengedar obat-obatan terlarang yang masuk Islam pada umur 15 tahun. Istrinya, Amal El-Wahabi, 27, didakwa mendanai gerakan teroris.
3. Amer Deghayes, 20, asal Brighton. Mahasiswa yang terbang ke Suriah pada Oktober 2014 dengan saudara laki-lakinya. Mukanya yang panjang dan posturnya tinggi membuatnya mirip dengan John.
4. Isl Jabbar, 22, asal London. Dia bekerja di House of Fraser, kemudian meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan Brigade Bin Laden di Suriah.
5. Junaid Hussain, 20, asal Birmingham. Dia pernah dipenjara selama 6 bulan karena mencuri informasi dari mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Matanya sama dengan John, tetapi dia memiliki aksen Birmingham, bukan London.
6. Aseel Muthana, 17, asal Cardiff. Dia pergi ke Suriah pada Februari 2014 untuk bergabung degan kakaknya, Nasser Muthana, 20.
7. Razul Islam, 21, asal London. Kakaknya, Shajul, ditangkap karena menculik seorang jurnalis asal negara Barat di Suriah.
8. Abdel-Majed Abdel Bary, 23, asal London. Seorang rapper dan anak mantan anggota milisi Mesir. Namun suaranya tidak begitu mirip dengan suara algojo di video.
MIRROR | VIQIANSAH DENNIS

Ini Sebab Ahok Suka Djarot Syaiful Hidayat

Ini Sebab Ahok Suka Djarot Syaiful Hidayat
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. ADEK BERRY/AFP/Getty Images
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah lama memberikan sinyal mengenai siapa yang diinginkannya untuk menjadi wakil gubernur DKI Jakarta. Tidak lama setelah Jokowi memberikan kepastian pencalonan menjadi presiden di Rumah Si Pitung, Ahok, begitu Basuki biasa dipanggil, langsung memberikan bocoran nama calon wakilnya.

Rupanya Ahok menginginkan mantan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat. "Kalau saya boleh milih saya ingin Pak Djarot," kata dia di Balai Kota, Selasa, 25 Maret 2014.

Selama 10 tahun memimpin Blitar sejak tahun 2000-2010, Djarot rupanya membuat Ahok jatuh hati. Pengalaman menjadi alasan utama Ahok tertarik Djarot. "Kalau aktivis kan belum terbukti di pemerintahan," kata dia. "Tapi di sini kan stresnya tinggi. Di sini kan bukan latihan otak tapi latihan otot juga," ujarnya sambil tertawa.

Satu hal yang bakal klop antara Ahok dan Djarot adalah pedagang kaki lima. Ahok yang sempat bertindak keras terhadap pedagang kaki lima di Monas juga punya konsep pengelolaan pedagang kaki lima. (Baca: Kritik Ahok: Jokowi Lelet Ambil Keputusan)

Ahok menawarkan konsep menyatukan mal dengan pedagang kaki lima, pasar tradisional dan produk mereka. Menurut dia, pengelola mesti menyediakan ruang untuk menampung pedagang kaki lima. Sebab, banyak pegawai mal yang tidak sanggup makan di restoran.

"Selalu berpikir mal tidak boleh dekat pasar tradisional, tidak ada PKL, dan produk UMKM, itu salah," kata Ahok pada 8 Juni 2014.

Begitu juga Djarot. "Saya bangga, kota saya dipenuhi pedagang kaki lima," katanya ketika menemui Tempo tahun 2008. Djarot berhasil mengelola pedagang kaki lima di sekitar alun-alun. "Lumayan, satu kaki lima menyerap paling sedikit tiga orang tenaga kerja," katanya. Djarot yakin, ini potensi perekonomian yang tak kalah dibanding pembangunan mal. (Baca: Ahok Diminta Waspadai Serangan PKS)

Prestasi Djarot yang juga bakal disukai Ahok adalah menata birokrasi. Di Blitar, Djarot merasa birokrasi Pemkot Blitar seperti gajah yang susah bergerak. "Ini ndak bisa dibiarkan," ujar Djarot.

Djarot langsung membuat kebijakan tidak memperpanjang usia pensiun pejabat. Posisi jabatan yang tidak efektif pun dibiarkan Djarot kosong. Rekrutmen pegawai pun, Djarot menggandeng Universitas Airlangga, Surabaya. "Saya percaya, untuk mendapat birokrat berkualitas, harus dimulai dari rekrutmen." Bahkan proses seleksi tanpa campur tangan Pemkot dan menyerahkan seluruhnya ke tim Universitas Airlangga. "Saya melarang staf saya masuk," katanya.

Pemberantasan kemiskinan, Djarot pun punya cara unik. Ketika tahun 2003 meresmikan Jembatan Sukorejo, ia terhenyak mengetahui sejumlah rumah berdinding bambu bolong-bolong. (Baca: Seberapa Sering Ahok Bertemu Prabowo?)

Sejak itu, Pemkot Blitar mengucurkan uang insentif untuk memperbaiki rumah warga yang tak layak huni. Nilainya Rp 4,5-7 juta per rumah. Masyarakat bergotong-royong menyumbang dan melaksanakan.

Gebrakan terakhir sebelum Djarot mengakhiri jabatannya saat membantu keluarga besar Sukarno. Pihak ahli waris pada tahun 2008 berniat menjual rumah masa kecil Bung Karno di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar, Jawa Timur.

Banyak pihak menyesali keinginan menjual rumah bersejarah itu. Akhirnya Djarot mau membeli rumah itu dan dijadikan cagar budaya. "Kami bertanggung jawab atas kelestarian aset sejarah," katanya.

Evan/PDAT Sumber Diolah Tempo


Biodata Djarot Syaiful Hidayat


Kelahiran : Magelang, 6 Juli 1962
Pendidikan :
- Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Malang (S-1, 1986)
- Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (S-2, 1991)

Karier:
Pembantu Rektor I Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya (1997-1999)
Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (1999-2000)
Wali Kota Blitar dua periode (2000-2010)
Anggota DPR

Penghargaan:
Penghargaan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (2008)
Penghargaan Terbaik Citizen’s Charter Bidang Kesehatan
Anugerah Adipura (2006, 2007, 2008)

Jumat, 29 Agustus 2014

Presiden Yudhoyono Tolak Permintaan Jokowi Naikkan BBM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menolak permintaan presiden terpilih Joko Widodo agar pemerintahan saat ini menaikkan harga Bahan Bakar Minyak, untuk mengurangi beban anggaran.
Indonesia yang pernah menjadi anggota organisasi negara pengekspor minyak dunia OPEC, sedang berjuang untuk mengatasi terus membengkaknya subsidi bahan bakar minyak yang menyebabkan defisit dan meninggalkan sedikit ruang budget bagi pemerintahan Jokowi. (Baca: Memahami Jokoway)
Menaikkan harga BBM adalah isu sensitif yang berpotensi mendorong demonstrasi menentang pemerintahan Jokowi.
Kenaikan harga minyak akan memberikan pukulan paling keras bagi hampir 40 persen rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan menurut para penasihat Jokowi, langkah itu akan disertai paket kompensasi bagi rakyat miskin.
"Saya tanya pikiran (Susilo Bamgbang Yudhoyono) dan pandangannya tentang anggaran 2015… tapi detailnya akan didiskusikan nanti dengan tim transisi dan para menteri kabinet sekarang,” kata Jokowi dalam pernyataannya menyusul pertemuan tertutup selama dua jam di Bali.
Ditolak
Yudhoyono mengatakan ia “secara moral berkewajiban membantu presiden terpilih dan pemerintahan berikutnya”, sambil menambahkan bahwa ini adalah pertemuan awal dan akan ada pertemuan berikutnya.
Mengenai pertemuan itu, Joko Widodo hari Kamis mengaku bahwa usulannya agar pemerintahan saat ini menaikkan harga BBM ditolak oleh Presiden Yudhoyono.
Jokowi dalam pertemuan Rabu di Bali meminta pemerintah menaikkan BBM untuk mengurangi defisit anggaran tahun depan, untuk memberi ruang fiskal dan memindahkan alokasi subsidi BBM, salah satunya untuk pembangunan ekonomi pedesaan.
“Terus terang saya sampaikan, tadi malam secara khusus saya meminta pada Presiden SBY untuk menekan defisit APBN dengan menaikan harga BBM,” kata Jokowi sebagaimana dikutip oleh portal KBR68H.
“Namun saat ini kondisinya dianggap masih kurang tepat untuk menaikan harga BBM. Jangan tanya saya kenapa, itu kira-kira jawabannya.”
Tapi Jokowi menegaskan dirinya siap mengambil risiko atas kebijakan yang tidak banyak populer tersebut.
Tahun depan, anggaran subsidi BBM diperkirakan menyedot Rp 392 triliun atau sekitar 20 persen dari seluruh anggaran.
ab/hp (afp,dpa,rtr)

Laporan Pilihan

Rabu, 27 Agustus 2014

BBM naik 40% Nopember 2014? atau sebelumnya

Tim Ekonomi Jokowi Usul BBM Naik 40%; Bersyukurlah yang telah memilih Jokowi..


BBM.... Bolak Balik Mundak... Sepertinya ini yang akan menjadi kebijakan awal pemerintahan era Jokowi. Belum dilantik saja, Jokowi lewat Tim Ekonominya sudah merekomendasikan kenaikan harga BBM sampai 40%. Wow!

Namun, rekomendasi Tim Ekonomi Jokowi untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sampai 40 persen secara bertahap ditanggapi santai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung (CT).

Dia mengaku, penyesuaian harga bukanlah satu-satunya jalan untuk menyehatkan fiskal Indonesia. "Siapa yang bilang?. Timnya Jokowi kan?. Bukan Jokowinya. Saya selalu nggak mau bicara kenaikan harga BBM, tapi tentang penurunan subsidi BBM. Caranya nggak harus naikkan harga," kata Chairul Tanjung di Jakarta, Jumat (25/7/2014), seperti diberitakan Liputan6.

Sebagai contoh, lanjut CT, melarang kendaraan pribadi untuk membeli dan mengonsumsi BBM bersubsidi. Itu merupakan salah satu cara untuk bisa menurunkan subsidi BBM.

"Menurunkan subsidi BBM, jangan langsung dengan kenaikan. Yang kita harus bicarakan adalah penurunan subsidi BBM," ucapnya.

Dia menyarankan agar pemerintahan baru mengurangi anggaran subsidi BBM. Sebab alokasi subsidi BBM sudah terlalu besar sehingga memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kenaikan harga BBM wajib dilakukan oleh pemerintah baru karena jumlah subsidinya sudah terlalu besar dan persentase terhadap pengeluaran pemerintah sudah besar. Daripada ini dibuang untuk suatu yang tak bermanfaat, lebih baik uangnya untuk mengurangi angka kemiskinan yang menjadi permasalahan sekarang," terang CT.

Sebelumnya, Ekonom Bank Standard Chartered yang juga Tim Ekonomi Jokowi Fauzi Ichsan menyarankan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga BBM 20 persen. Lalu presiden terpilih, Jokowi menaikkan lagi 20 persen.

“Negara-negara miskin, seperti India, Vietnam dan Kamboja saja sudah memberlakukan harga BBM lebih mahal dari kita. Makanya pemerintahan SBY 20 persen, pemerintahan Jokowi 20 persen,” kata Fauzi.

Ini Mau Jokowi soal Kebijakan Subsidi BBM...

Selasa, 26 Agustus 2014 | 07:54 WIB
KompasOtomotif SPBU Pertamina 
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden terpilih Joko Widodo tengah melakukan kajian terhadap rencana pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Dua alternatif waktu kenaikan harga BBM sedang digodok, dalam satu deret pilihan bersama skenario besaran kenaikan harga BBM untuk mengurangi beban subsidi energi.

"Alangkah baiknya (subsidi BBM dikurangi) sebelum (saya dilantik jadi presiden)," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (25/8/2014), soal waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

Alternatif pertama soal waktu untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, sebut Jokowi, adalah satu penggal waktu pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan pada periode pemerintahan Jokowi. Alternatif kedua, harga bensin naik setelah Jokowi dilantik menjadi presiden.

Jokowi mengaku belum bisa memprediksi berapa besaran subsidi BBM yang akan dikurangi. Jokowi mengatakan, ia bersama tim transisinya tengah melakukan kajian terhadap besaran pengurangan subsidi dalam rupa kenaikan harga BBM itu.

Namun, Jokowi menegaskan, angka subsidi BBM yang mencapai Rp 363,53 triliun terlalu membebani rancangan anggaran pendapatan dan belanja (RAPBN) untuk tahun 2015. Dia pun berencana membawa hasil kajian timnya soal BBM ini dalam pertemuannya dengan Presiden SBY, di Bali, Rabu (27/8/2014).

Menurut Jokowi, alangkah baiknya bila subsidi dialihkan ke sektor lain yang dapat bermanfaat bagi rakyat miskin. Jokowi menyebutkan beberapa unit usaha yang bakal dijadikan sasaran pengalihan subsidi.

Sasarannya antara lain subsidi bagi usaha kecil di kampung-kampung, menambah subsidi pupuk dan pestisida bagi petani, menambah subsidi solar, hingga modernisasi mesin kapal nelayan. Jokowi pun berjanji menjalankan program-program "pengalihan" subsidi BBM itu secara tepat sasaran.

Pilah pilih skenario untuk BBM bersubsidi

Salah satu Deputi Tim Transisi, Andi Widjajanto, mengatakan, pembahasan pengurangan subsidi BBM terakhir dibahas pada Minggu (24/8/2014). Hasto Kristiyanto, deputi lain yang membidangi APBN, kata Andi, memaparkan beragam skenario terkait subsidi BBM ini.

Skenario pertama, subsidi BBM tak dikurangi atau harga bensin tetap. Andi mengatakan, skenario tersebut memunculkan prediksi kuota BBM bersubsidi jebol pada akhir November dan Desember 2015.

Pada periode November hingga Desember, ujar Andi, tren tingkat konsumsi BBM selalu tinggi. Dengan skenario pertama ini, pemerintah pun tak akan lagi punya dana untuk memberikan subsidi BBM pada Januari 2015.

Adapun skenario kedua, lanjut Andi, Hasto memaparkan kenaikan harga BBM dengan beberapa kemungkinan. Pilihannya adalah kenaikan harga dari Rp 500, Rp 1.000, Rp 1.500, hingga Rp 3.000 per liter BBM bersubsidi. Masing-masing kenaikan harga tersebut, kata dia, disimulasikan oleh tim transisi.

Dari kalkulasi sementara, ujar Andi, menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 1.000 saja sudah akan mengurangi subsidi Rp 48 triliun hingga Rp 52 triliun. Jika kenaikan mencapai Rp 3.000 per liter BBM subsidi, dia mengatakan, beban subsidi diperkirakan berkurang Rp 100 triliun.

Skenario ketiga, menaikkan harga bensin secara bertahap, dimulai pada masa pemerintahan Presiden SBY dan dilanjutkan pada era pemerintahan Jokowi. Skenario keempat, kenaikan harga hanya akan dilakukan setelah Jokowi dilantik menjadi presiden.

"Dengan simulasi ini, kami hitung inflasinya berapa, kenaikan angka masyarakat miskin berapa banyak, dan yang paling penting berapa uang yang dibutuhkan untuk pos jaminan sosial masyarakat sebagai dampak kenaikan BBM itu," ujar Andi.

Lobi SBY

Pengurangan subsidi BBM demi kelancaran program kerakyatan, menurut Andi, adalah keniscayaan, cuma soal waktu. Hanya, Jokowi ingin membagi kebijakan yang penuh risiko sosial tersebut dengan pemerintahan SBY.

Oleh sebab itu, Jokowi minta kajian itu diperdalam oleh tim transisi sebagai bahan lobi ke SBY. "Supaya nanti pas bertemu dengan Pak SBY, Pak Jokowi dan JK punya dasar pemikiran yang kuat bahwa beban pengurangan subsidi harus dibagi di pemerintahan SBY dan Jokowi," ujar Andi.

Deputi lain di tim transisi Jokowi, Akbar Faizal, menambahkan, mereka berharap Presiden SBY mau mengambil risiko menaikkan harga BBM sebelum masa baktinya berakhir


Jika SBY Tak Naikkan Harga BBM, Jokowi-JK Akan Lakukan di November

Muhammad Taufiqqurahman - detikfinance,Senin, 25/08/2014 19:24 WIB
http://images.detik.com/content/2014/08/25/1034/spbusolar4.jpg
Jakarta -Jusuf Kalla, wakil presiden terpilih 2014-2019, ingin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi segera dinaikkan oleh pemerintahan saat ini. Namun jika tidak, maka pemerintahan baru berencana menaikkan harga pada November tahun ini.

"Tergantung pemerintahan sekarang ini. Kalau mereka naikkan (harga BBM), tidak perlu kami naikkan nanti November," ungkap JK, sapaan Jusuf Kalla, di kediamannya di daerah Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (25/8/2014).

JK berharap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menaikkan harga BBM bersubsidi. "Pemerintahan baru kan dilantik 20 Oktober. Berarti kalau November tak ada lagi bensin di jual, kami yang salah. Harus dari sekarang naikkan," katanya.

Menurut JK, kenaikan harga BBM bersubsidi memang sudah sulit terhindarkan. Tanpa ada kenaikan harga, masyarakat akan terus boros mengonsumsi BBM bersubsidi dan kuota 46 juta kilo liter bisa terlampaui.

"Kalau pemerintah biarkan BBM itu melebihi pagu yang ada, pemerintah salah. Kebetulan pemerintah baru berada di situ, jadi pemerintah langsung salah," tuturnya.

Apalagi, demikian JK, kuota BBM bersubsidi diperkirakan tidak akan bertahan hingga akhir tahun. "Hari ini subsidi BBM diperkirakan akan habis November. Kalau tidak dinaikkan (harga BBM), berarti tak ada dana lagi. Itu harus naikkan, kalau tidak di mana ambil uang untuk dua bulan ke depan?" paparnya.

Jika terus mengeluarkan anggaran subsidi BBM ratusan triliun rupiah per tahun, lanjut JK, negara bisa bangkrut. Tidak ada lagi sisa untuk membangun infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

"Tidak ada orang tolak naikkan (harga) BBM, tak pernah ada yang tolak termaksud rakyat kecil. Lebih suka mana, ada BBM atau tidak ada tapi harga murah? Nanti terjadi itu, akibatnya negara bangkrut," tegasnya.(hds/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Selasa, 26 Agustus 2014

Ruhut Masuk Kabinet Jokowi-JK?

Ruhut Siap Masuk Kabinet Jokowi-JK Jika Diizinkan SBY

M Rodhi Aulia - 23 Agustus 2014 17:05 wib
Ruhut Sitompul--Antara/Yudhi Mahatma
Ruhut Sitompul--Antara/Yudhi Mahatma
Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menegaskan dukungannya kepada Jokowi-JK murni dari bisikan hati kecilnya, bukan untuk mengharapkan jabatan.

"Kata hati aku mendukung Jokowi bukan jabatan, yang bidang aku saja. Hukumlah, yang berkaitan dengan bidangku saja. Mau dimana, tapi yang ada kaitan dengan hukum," ujar Ruhut saat ditemui usai menghadiri Halal Bihalal Bravo 5 di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, (23/8/2014).

Meski demikian, sebagai kader Partai Demokrat, bila ada penawaran sebagai menteri, Ruhut mengaku akan meminta izin kepada Ketua Umumnya di partai berlambang mercy itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Jika SBY tidak mengizinkan, maka Ruhut akan patuh dan tunduk atas perintah ketua umumnya.

"Demokrat bukan partaiku yang pertama tapi partaiku yang terakhir. Aku kader Pak SBY. Kalau dilihat Pak Jokowi, saya rasa tidak lepas dari partai Pak SBY apalagi saya Jubir Demokrat. Karena itu aku terima kasih sama Tuhan, juga sama SBY, aku pasti pamit. Dan apabila aku pamit, Pak SBY mengatakan, kita harus urus partai kita dulu, aku akan mengurus partai," tukas Ruhut.
(Lal)

3 Mobil Unimog Dibawa Pendukung Prabowo dari Jabar Khusus Demo di MK

Senin, 25 Agustus 2014 | 17:57 WIB
TRIBUNNEWS/HERUDIN Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah massa pendukung Prabowo-Hatta yang mendesak mendekati Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014). Massa memaksa mendekati Gedung MK melalui Jalan Medan Merdeka Barat yang disterilkan polisi karena adanya sidang putusan gugatan Pilpres 2014.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga mobil Mercedes Benz Unimog yang kini berada di Polda Metro Jaya ternyata sengaja didatangkan dari Jawa Barat untuk digunakan saat sidang putusan sengketa Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan relawan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang berasal dari Jawa Barat datang dan berkumpul di Djoko Santoso Center.

"Mereka datang dari Jawa Barat, kumpul di sana setelah itu baru unjuk rasa ke Patung Kuda. Itu mobil (Unimog) dari relawan Jawa Barat yang datang ke Jakarta untuk ikut unjuk rasa. Tetapi disalahgunakan untuk rusak barikade kawat berduri," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/8/2014).

Menurut Rikwanto, pemilik tiga kendaraan besar itu berbeda-beda. Dan nama pemilik di STNK, tidak mencerminkan pemilik sebenarnya lantara Unimog kerap berpindah tangan.

"Selama belum ada bukti kepemilikan yang sah, Unimog akan terus di Polda," kata Rikwanto.

Beberapa perwakilan Relawan Djoko Santoso Center siang tadi mendatangi Polda Metro Jaya. Mereka datang membawa tiga STNK mobil Mercedes Benz Unimog yang disita sebagai barang bukti.

Dalam waktu dekat ini beberapa perwakilan akan datang kembali membawa serta BPKB tiga Unimog tersebut. Belum diketahui siapa sebenarnya pemilik tiga unit Unimog tersebut. (Theresia Felisiani).

Wali Kota Risma Tolak Masuk Kabinet Pemerintahan Baru ?

Risma/detikcom
Bantul, - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma menolak jika nantinya ada tawaran datang untuk mengisi kursi kabinet hasil pemilu presiden 2014. Bahkan jika nantinya hasil pilpres menetapkan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pemenanganya.

"Tidak usah berandai-andai. Jikalaupun ditawari saya tidak mau, saya akan menolaknya," ujarnya saat ditemui usai menghadiri HUT Kabupaten Bantul ke 183 di Lapangan Trirenggo Bantul, Minggu (20/07/2014).

Terpilih sebagai wali kota menggunakan gerbong PDI Perjuangan, Risma tercatat sebagai salah satu kepala daerah dengan prestasi moncer. Meski begitu ia bersikukuh akan melanjutkan masa pemerintahannya di Surabaya.

"Saya di Surabaya saja. Nanti saya dimarahi warga surabaya kalau berhenti di tengah jalan," tambahnya.

Risma berdalih, daripada harus memulai pekerjaan baru, ia memilih meneruskan apa yang menjadi tanggung jawabnya di Surabaya. Terlepas siapapun pemenanganya, Risma tegas akan meneruskan pengabdiannya hingga masa pemerintahannya berakhir.

"Ya kalaupun ditawari, saya akan bicara dengan Ibu (Megawati). Tapi tawaran itu kan belum tentu ada juga, jadi tidak perlu ada yang didiskusikan," ujarnya.

Jokowi pertimbangkan kepala daerah berprestasi masuk kabinet

Jokowi pertimbangkan kepala daerah berprestasi masuk kabinet
Pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) menyaksikan pengambilan sumpah anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (25/8). Sebanyak 106 orang dilantik menjadi anggora DPRD DKI Jakarta. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean) ()
Jakarta (ANTARA News) - Presiden terpilih Joko Widodo mempertimbangkan kepala daerah berprestasi masuk kabinet untuk membantu dirinya dalam rangka menjalankan roda pemerintahan mendatang.

"Kepala daerah masuk kabinet Jokowi-JK bisa saja, kenapa tidak, karena semuanya memungkinkan," ujar Joko Widodo kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, penyusunan kabinet belum final karena masih digodok secara matang dan fokus dengan mempertimbangkan segala aspek.

"Penyusunan maupun penetapan kabinet itu belum final karena masih digodok dengan matang," katanya.

Sebelumnya, pakar politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan kepala daerah yang mempunyai rekam jejak teruji serta berintegritas luar biasa patut dipertimbangkan masuk jajaran kabinet.

Sosok dimaksud di antaranya Wali Kota Surabaya (Tri Rismaharini), Walikota Bogor (Bima Arya), Walikota Bandung (Ridwan Kamil), dan Bupati Kudus (Musthofa).

"Tidak ada masalah gubernur maupun bupati dan wali kota masuk jajaran kabinet Jokowi-Jk. Yang penting memenuhi syarat dan karakter yang baik seperti yang dimiliki Jokowi," ujar Emrus Sihombing di Jakarta, Rabu.

"Syarat kepala daerah yang menjadi menteri antara lain, berintegritas luar biasa, bermoral yang kukuh, rekam jejak yang sudah teruji, dan punya keberanian mengambil keputusan demi perbaikan," ujar dia.

Kriteria lainnya adalah mau melaporkan ke aparat hukum dan kepada Presiden bila bawahannya melakukan korupsi, berani memecat bawahannya bila korupsi, dan punya kapabilitas sesuai dengan kementerian yang dipimpinnya.

"Lalu, tidak mau kompropmi dengan kekuatan politik apa pun dalam menjalankan kementerian, bersedia dan rela mundur bila melakukan dugaan tindakan pidana dalam bentuk apa pun, menyatakan bersedia diaudit publik kekayaannya dan keluarganya setiap saat, tidak mempunyai beban politik pada pemerintahsn masa lalu serta memiliki kesamaan dalam bidang kejujuran, ketulusan, mau bekerja keras seperti Jokowi," katanya.
(A063/H-KWR),Editor: Tasrief Tarmizi

Minggu, 24 Agustus 2014

Ahok Akan Ajukan Dua Nama Calon Wakil Gubernur

Ahok Akan Ajukan Dua Nama Calon Wakil Gubernur   
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Aditia Noviansyah
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan menduduki posisi yang ditinggalkan Jokowi sebagai Gubernur DKI. Ahok, sapaan Basuki, akan mengajukan dua nama calon wakil gubernur ke DPRD.

Menurut Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi DKI Jakarta Muhammad Sanusi, setelah nanti Ahok dilantik jadi gubernur, maka PDIP dan Gerindra masing-masing akan memberikan nama sebagai calon wakil gubernur ke Ahok. Dua partai tersebut adalah pengusung pasangan Jokowi-Ahok dalam pilgub 2012 lalu. (Baca: Untuk Apa Jokowi Bentuk Pengadilan HAM Ad Hoc?)

"PDIP dan Gerindra sebagai partai pengusung masing-masing akan memberikan nama calon wakil gubernur ke Ahok," kata Sanusi pada Sabtu, 23 Agustus 2014.

Kedua nama yang disodorkan itu lantas diajukan Ahok ke DPRD. Di tahap ini, DPRD akan memilih siapa dari kedua nama yang diajukan Ahok itu sebagai wakil gubernur.

Hingga kini, kata Sanusi, pihaknya belum mengetahui siapa nama yang akan diajukan partainya sebagai calon wakil gubernur. Di Gerindra, Sanusi melanjutkan, keputusan siapa yang akan jadi kepala daerah bukan dilakukan DPD, tapi DPP.

"Hingga kini DPP Gerindra belum menentukan siapa yang bakal diusung sebagai wakil gubernur," kata dia. (Baca: Ingin Tetap Blusukan, Jokowi Pangkas Pengawalan)

Jokowi bakal dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2014 mendatang. Jokowi belum mengajukan surat pengunduran diri sebagai Gubernur DKI ke Menteri Dalam Negeri. Padahal, Mahkamah Konstitusi telah menolak permohonan sengketa pilpres yang diajukan pasangan Prabowo-Hatta pada 21 Agustus lalu.

Sanusi menyarankan Jokowi untuk segera mengajukan surat pengunduran diri tersebut dalam dua pekan ke depan. Selain karena alasan telah adanya putusan MK, pengajuan surat pengunduran diri itu harus diajukan ke DPRD DKI terlebih dahulu, sebelum ke Mendagri.

DPRD DKI periode 2014-2019 akan dilantik pada Senin pekan depan. Menurut Sanusi, kira-kira DPRD butuh waktu sepekan untuk menyusun perangkat-perangkat Dewan, seperti penyusunan pimpinan dan komisi-komisi.

"Paling tidak penyusunan perangkat itu kelar Jumat pekan depan. Karena itu, surat pengajuan pengunduran diri bisa diajukan setelah tanggal tersebut," kata Sanusi, yang terpilih kembali duduk di DPRD DKI.

Tol Laut prioritas pemerintahan JOKOWI-JK

Bahas Kabinet, Jokowi Bakal Bertemu Ketua Umum  

Bahas Kabinet, Jokowi Bakal Bertemu Ketua Umum    
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengacungkan tiga jari saat konferensi pers di rumah dinas Gubernur, Jakarta (21/8). Dalam Konferensi pers Jokowi mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak semua gugatan atas sidang sengketa perselisihan hasil pemilu presiden. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden terpilih, Joko Widodo, mengatakan akan bertemu dengan para ketua umum partai pendukung pada akhir Agustus ini. Dia mengatakan pertemuan ini akan membicarakan komposisi menteri dan perlu atau tidaknya perampingan kabinet.
"Jadi perampingan atau tidak, keputusannya belum final," kata Jokowi, seusai Halalbihalal Bravo 5, Sabtu, 23 Agustus 2014.

Jokowi mengatakan memang masih ada beda pendapat dengan Jusuf Kalla terkait kabinet. Namun, dia yakin akan ada titik temu setelah rapat bersama para ketua umum. (Baca: Enggan Naikkan BBM, Ini Alternatif Untuk Jokowi)

Terkait transisi pemerintahan, Jokowi juga belum bisa menjelaskan lebih rinci karena belum bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Beliau masih di Papua," ujarnya. Setelah Yudhoyono kembali ke Jakarta, akan digelar pertemuan terkait transisi pemerintahan.

Jokowi mengatakan topik yang akan dibicarakan dengan Yudhoyono salah satunya adalah terkait Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2015. Jokowi menuturkan penting dibicarakan karena anggaran itu disusun oleh Yudhoyono, tetapi akan dijalankan di eranya. (Baca: Pelaku Usaha Tunggu Susunan Kabinet Jokowi-JK)

Terkait maritim dan desa, kata Jokowi, juga akan dibicarakan dengan Yudhoyono. Dia berharap sejumlah programnya sudah bisa dijalankan di tahun mendatang. "Tol laut masih prioritas," ujar Jokowi.

PAN-Golkar Tolak Posisi Menteri Kabinet Jokowi

PAN-Golkar Tolak Posisi Menteri Kabinet Jokowi  
Capres Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Cawapres Hatta Rajasa (kanan) dan Ketum Golkar Aburizal Bakrie (kiri) disela upacara peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Cibinong, Jabar, 17 Agustus 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo mengatakan bahwa partainya akan menolak jika ditawari posisi menteri dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Alasannya, PAN telah bergabung dengan Koalisi Merah Putih. "Ini keputusan organisasi," kata Drajad di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 Agustus 2014.

Namun, Drajad menyilakan jika ada kader PAN yang diajak bergabung. "Selama bukan struktur pimpinan pusat," kata dia. Drajad mengatakan kader yang merapat ke kubu Jokowi-Kalla tidak akan dipecat. (Baca: Prabowo Curhat di Facebook, Hatta di Twitter)

Dia memastikan bahwa koalisi permanen yang digagas Partai Gerakan Indonesia Raya akan tetap solid meski berada di luar pemerintahan. Drajad juga optimistis dapat menjadi penyeimbang eksekutif saat berada di luar kabinet Jokowi-Kalla.

Meski begitu, Drajad enggan besar kepala. Keputusan arah kebijakan partai bisa saja berubah. "Tahun depan PAN ada rakernas. Siapa tahu ada kebijakan baru."

Wakil Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Partai Golongan Karya Ali Muchtar Ngabalin juga berpendapat sama. Golkar, menurut dia, tidak akan bergabung dengan pemerintah. "Lebih baik kami berada di luar sebagai penyeimbang bersama Koalisi Merah Putih," ujanya di tempat yang sama. (Baca: Prabowo Gugat ke PTUN, Popularitasnya Bakal Turun)

Ali beranggapan jika ada kader Golkar yang masuk ke dalam kabinet pemerintahan baru, berarti kader tersebut bukan dari struktur partai, melainkan individu yang membelot.

Jokowi-Kalla resmi sebagai presiden dan wakil presiden terpilih setelah Mahkamah Konstitusi menolak sepenuhnya gugatan tim advokasi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Tim Transisi Jokowi-Kalla pun diminta menggenjot pekerjaannya dalam menyiapkan kabinet. (Baca: Untung-Rugi Prabowo Terus Menggugat)

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maruarar Sirait menyatakan bahwa partainya masih terbuka menerima jika anggota Koalisi Merah Putih ingin menyeberang. Dia pun memperkirakan Oktober mendatang peta politik akan berubah.

"Bukan karena pragmatis, tapi karena butuh bekerja bersama dengan pemerintah," kata Maruarar di Warung Daun, Jakarta Pusat.

AMRI MAHBUB

Kamis, 21 Agustus 2014

Formasi Real Madrd terkini luar biasa

Inilah Tim Impian Real Madrid Musim Depan

18 Jul 2014 18:08
James Rodriguez, Radamel Falcao dan Toni Kroos (Istimewa)
Liputan6.com, Madrid: Real Madrid sudah resmi memiliki gelandang Bayern Muenchen, Toni Kroos. Los Blancos mengikat Kroos selama enam tahun.
Menurut sejumlah media Eropa, Madrid harus mengeluarkan uang sebesar 25 juta euro atau sekitar Rp 395 miliar. Kroos sudah sejak lama dihubungkan dengan Madrid. Kini, transfer itu akhirnya terealisasi juga.
Jendela transfer musim panas kurang bergairah jika Madrid tidak meregangkan otot keuangan mereka. Tahun lalu mereka memecahkan rekor transfer dunia untuk mendatangkan Gareth Bale dari Tottenham.

Dan, musim ini bintang-bintang dunia dikabarkan akan bergabung ke Madrid. Pertama, Madrid telah berhasil merekrut Kroos. Setelah itu, Madrid mencoba untuk menyelesaikan kesepakatan dengan bintang baru sepak bola dunia James Rodriguez dari AS Monaco.
Menurut laporan AS, Madrid bakal mengabulkan keinginan Monaco yang meminta 80 juta euro atau setara Rp 1,2 triliun.
Setelah Rodriguez, rekan senegara dan rekan setimnya di Monaco, Radamel Falcao, diharapkan segera mengikuti langkah topskor dalam pesta sepakbola empat tahunan tersebut.
Jika transfer para pemain ini terwujud, skuad asuhan Carlo Ancelotti, yang sudah memenangkan Liga Champions ke-sepuluh ini, akan semakin kuat. Tapi, masalahnya bagaimana Ancelotti memilih starting XI untuk tim terkuat dengan begitu banyak pemain kelas dunia yang dimilikinya?
Sportsmail mencoba memberikan gambaran kepada pelatih asal Italia tersebut untuk menyusun pemainnya:
http://cdn0-e.production.liputan6.com/medias/710422/original/dream-team-madrid-140718.jpg
Baca Juga:

Ancelotti: Real Madrid sekarang lebih baik dari musim lalu

Sumber : | Senin, 18 Agustus 2014 20:31
Ancelotti: Real Madrid sekarang lebih baik dari musim lalu

Merdeka.com - Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti menyebut timnya saat ini lebih baik ketimbang tim yang sama musim lalu.

Meskipun musim lalu Los Blancos sukses meraih trofi Liga Champions dan juga trofi Copa del Rey, namun menurut Ancelotti, kehadiran James Rodriguez, Toni Kroos dan Keylor Navas telah membuat skuatnya kini lebih baik.

Dengan tambahan tiga pemain tersebut, Los Blancos memang menjadi tim yang memiliki skuat "mahal" dan berkualitas. Apalagi sebelumnya dalam skuat mereka telah bercokol nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Angel di Maria hingga Iker Casillas.

"Saya pikir kami memiliki tim yang lebih baik daripada musim lalu karena kami mendatangkan tiga pemain yang menambahkan kualitas dalam tim," tegasnya.

Real Madrid sendiri akan melawan Atletico Madrid tengah pekan ini dalam leg pertama Supercoppa de Espana. (afp/dzi)

Baju Jokowi Tak Ber-merk

Dosen Unismuh Kaget Terima Undangan Jokowi

Kamis, 21 Agustus 2014 07:20 WIB
Dosen Unismuh Kaget Terima Undangan Jokowi


Dok /muhammadiyah
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas, Muhammadiyah Makassar DR Mahmud Nuhung
TRIBUNNEWS.COM..MAKASSAR -DR Mahmud Nuhung tak bergeming beberapa saat. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu tercengang.
Dia tak bisa berkata apa-apa dalam hitungan beberapa detik mendengar kabar bahwa dirinya diundang oleh calon presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi).  Dosen Unismuh M Husni Yunus MPd yang menyampaikan undangan ke Mahmud kaget karena mengira koleganya itu kena serangan jantung.
"Saya kaget melihat reaksi Pak Doktor Mahmud waktu saya sampaikan undangan itu. Saya kira beliau pingsan," ujar Husni yang juga Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Sulsel.
Dia juga mengaku terperanjat menerima undangan itu, sebelumnya.
Kisah undangan Jokowi itu disampaikan Husni dan Mahmud di redaksi Tribun Timur, Jl Cenderawasih, Makassar, Rabu (20/8/2014) sore.
"Saya kaget, Pak. Sama sekali tidak menyangka saya dapat undangan seperti itu," ujar Mahmud.
Betapa tidak, dari ribuan dosen di Makassar yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi, hanya nama mereka berdua yang tertera dalam undangan tersebut.
Dalam undangan ditandatangani oleh Presidium Seknas Jokowi, Dadang Juliantara, itu, keduanya diundang bersama 40 dosen dari perguruan tinggi se-Indonesia lainnya untuk dimintai masukan oleh Jokowi dalam Simposium Nasional II Jalan Kemandirian Bangsa.
Acara itu digelar di Senin (18/8/2014) di Hotel Ambarukmo, Jogyakarta.
Mahmud dan Husni semangat menunjukkan foto-fotonya bersama Jokowi dalam acara tersebut.
"Itulah pertama kalinya saya melihat langsung dan berjabat tangan langsung dengan Jokowi," kata Mahmud.
Mahmud menceritakan, saat berdekatan dengan Jokowi, dia perhatikan betul baju sang presiden terpilih untuk membuktikan, "Apa benar yang dikatakan orang selama ini."
"Ternyata benar, Pak. Bajunya saya perhatikan lama, tidak ada mereknya. Luar biasa. Saya jadi malu karena baju putih yang saya pakai saat itu lebih mahal karena pakai merek terkenal," ujar Mahmud.
Menurut Mahmud, peserta simposium tidak perlu berebutan untuk jabat tangan dengan Jokowi. Bahkan para peserta tidak perlu bergeser dari tempat semula karena Jokowi yang mendatangi mereka satu per satu untuk menyapa dan salaman.
"Oh, dari Makassar, terima kasih, Pak, mau datang," ujar Jokowi ditirukan Husni dan menjabat tangannya.
Dalam acara itu, para peserta dimintai masukan, baik secara lisan maupun tertulis, untuk rancangan program Jokowi setelah dilantik.
"Sama sekali tidak ada pembicaraan tentang MK (Mahkamah Konstitusi). Pak Jokowi sepertinya sudah yakin sekali akan dilantik dan seakan-akan tidak ada sengketa di MK," ujar Mahmud.(as kambie)

Selasa, 19 Agustus 2014

Ini Tiga Prediksi Putusan MK Terkait Gugatan Prabowo

Tuesday, 19 August 2014, 12:22 WIB

 Suasana sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2014 di Gedung MK, Jakarta, Kamis (14/8). (Republika/Agung Supriyanto)
Suasana sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2014 di Gedung MK, Jakarta, Kamis (14/8). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago memprediksi ada tiga kemungkinan Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan sengketa pilpres pada 21 Agustus.

Pertama, menerima gugatan termohon (Prabowo-Hatta). Namun, putusan ini tetap berisiko tinggi terhadap kestabilan politik, terutama menyangkut pendukung Jokowi yang mempertanyakan keputusan tersebut.

Kedua, menolak semua gugatan Prabowo-Hatta. Putusan MK tersebut tetap akan membuat suasana politik menjadi gaduh, memanas dan mengancam stabilitas politik. Ketiga, memenuhi sebagian gugatan Prabowo-Hatta.

Dengan konsekuensi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa Provinsi atau semua TPS di Papua atau sebagian TPS di Indonesia. "Saya berkeyakinan amar putusan MK tanggal 21 Agustus, mengambil opsi ketiga," ujar Pangi Syarwi Chaniago kepada Republika, Selasa (19/8).

Ia menuturkan itu dilakukan sebagai keputusan kompromi atau jalan tengah, untuk mengakomodir kepentingan kedua belah pihak. "Ketika MK tidak mengambil jalan tengah tentu akan membuat suasana gaduh, mengancam kesatuan bangsa yang berujung konflik horizontal artinya putusan MK berisiko besar membuat rakyat terbelah," katanya.

Pangi mengatakan publik merindukan keputusan yang memenuhi rasa keadilan dan keputusan yang mengakomodir kepentingan kedua belah pihak. Menurutnya, MK jangan terjebak pada angka angka semata.
"Ini ujian besar bagi hakim MK atas pertaruhan independensi, objektifitas, faktual hukum dan realitas sehingga amar putusan atau vonis MK betul betul memenuhi rasa keadilan," katanya.

Senin, 18 Agustus 2014

mas, saya bisa minta resep untuk membuat : - ice cream Shampoo untuk motor. - semir ban - pengkilat body motor. email saya : andy_pratama55@yahoo.com atau oke.pangkas@gmail.com terimakasih sebelumnya. pada MEMBUAT SENDIRI, PRODUK KEBUTUHAN RUMAH TANGGA

Novela Nawipa beraksi, dari telenovela sampai Komnasham

Novela Nawipa Bagai Telenovel1407875496451322624


Photo: Facebook/Novela Nawipa

Sesaat yang tak terlupakan….
Di kala malam menyiratkan rasa yang mendalam..
Menguntai bait manis ditangkai sebuah senyuman..
Kesepian membungkusku dalam aroma rindu diruang hati..
Meraih sejuta bunga kedalam pelukan mimpi..
Asa cinta diujung langkah yang s
edang kucari..
Aku menemukan bias cintamu..
Dalam titik kabut yang menyelimutiku..­
Dalam kesunyian kuterdiam seribu kata..
Menorehkan d
alam syair yang tak bermakna..
Di sini…
Rasa itu semakin lirih…
Kian menghentakkan hasrat ini…
Dlm merdunya suara hati…
Aku mendengar lirik cinta…
Di sebuah ketukan indah dijantung hatiku..
Terukir indah Namamu di dlm kalbuku.
(Novela Nawipa, Jakarta, 9 Agustus 2014)
Bait-bait puisi “kasmaran” itu, saya temukan di halaman Facebook milik seorang perempuan Papua. Perempuan dimaksud tak lain adalah Novela Nawipa, yang siang kemarin membuat ruang sidang Mahkamah Konstitusi yang sekian lama dianggap serius, tegang dan “angker” itu, tiba-tiba berubah gaduh dan penuh gelak tawa. Perempuan itu membuat pengunjung sidang tertawa, para kuasa hukum dan sejumlah hakim pun ikut pula tertawa. Bahkan siapa saja di negeri ini yang sempat menyaksikan siaran televisi “live” dari Mahkamah Konstutusi siang kemarin, pasti tak akan mampu menahan diri untuk tak ikut tertawa.
Ia ada di Mahkamah Konstitusi karena dihadirkan kuasa hukum Prabowo-Hatta sebagai saksi sidang sengketa Pilpres 2014. Membuat lucu karena Novela menyampaikankesaksiannya, selalu dengan nada meledak-ledak laiknya aksen orang Papua saat berbicara. Novela tampil percaya diri untuk mengemban misi yang dititipkan padanya, menyampaikan kesaksian jika di kampungnya tidak ada gelaran Pilpres. Dijegat kuasa Jokowi-JK bahwa pemungutan suara tidak ada karena digunakan sistem noken. Novela menepisnya, bahwa“Apapun sistemnya, noken atau lainnya yang penting Pemilu harus ada di kampung saya,tuturnya.
Hakim Mahkamah Konstitusi yang selama ini dikenal garang mencerca pertanyaan kepada sejumlah saksi, tapi ini kali serasa kewalahan menghadapi Novela. Ia menceritakan jika di kampungnya Awabatu, Papua, tidak terjadi pemungutan suara. “Tak ada pemilu, tak ada bilik suara, tak ada petugas KPPS, tak ada tanda tangan formulir,” ujarnya. Ketua Majelis Hakim menanyai, “Bagaimana keadaan kampung lainnya?” dengan nada tinggi ia menjawab, “Saya tak mau bicara kampung lain, saya mau bicara kampung saya saja.” Anggota Majelis Hakim lain ikut bertanya, apakah ada aktivitas lain dilihat sekitar kampungnya. Novela tak mau menjawab, hakim pun nyelutuk, “Saya bisa kacau kalau dilanjutkan,” sontak Novela menyela, “Bapak kacau, saya lebih kacau pak”, ujarnya yang membuat seisi ruang sidang kembali tertawa.
Tentu saja ini adalah kisah nyata dan sangat langka terjadi dalam ruang sidang Mahkamah Konstitusi yang sangat mulia itu. Novela Nawipa, si penulis bait-bait puisi “kasmaran” di atas, memecahkan rekor langka itu. Perempuan Indonesia asal Papua itu membuat penasaran, siapa gerangan dirinya yang ini kali berhasil membuat sejumlah hakim Mahkamah Konstitusi itu senyum, tertawa dan geleng-geleng kepala, bahkan sesekali ikut mendebatnya. Apa yang memberikan kita kepastian dalam hidup ini adalahkeberanian,lagi-lagi tulisnya di halaman Facebook miliknya, 25 Juli 2014.
Jika halaman Facebook-nya dicermati, ia aktif menggunakan media jejaring sosial itu. Bisa diduga jika ia bukanlah perempuan biasa. Ia berada di kampung terpencil di lereng Puncak Jaya, tetapi aktif berkomunikasi melalui Facebook. Berkat penelusuran saya selanjutnya di halaman Facebook miliknya, saya mengetahui jika bait-bait puisi di atas ia tulis ketika ia berada di Jakarta di kawasan Mangga Raya Besar, karena di halaman Facebook-nya, 07 Agustus 2014, ia menulis “Jakarta I’am coming”. Berbahasa Inggris pula. Semakin membuat penasaran. Ia tentu memiliki akses luas untuk belajar bahasa Inggris.
Kalau demikian keadaannya, tentu dia tidaklah selugu-lugu amat seperti diduga ketika ia membuat ruang sidang Mahkamah Konstitusi menjadi riuh gaduh gelak tawa. Dan ternyata benar, “National Geographic Indonesia” (14 Juni 2014), menguraikan bahwa Novela Nawipa, adalah sesosok perempuan yang belakangan ini getol memperjuangkan kemajuan pendidikan masyarakat Papua. Janda kelahiran 14 September 1984 dengan seorang anak tunggal ini, juga adalah seorang pengusaha muda asal Wamena-Papua yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan emas di bawah payung usaha CV. Iyobai.
Ia meniti jalur hidupnya mulai dari bawah. Berasal dari keluarga tak mampu, masih duduk di bangku Sekolah Dasar ia harus berjualan sayur dan hasil kebun lainnya di pasar. Hasil jualan sayur dan menjadi tukang cuci pakaian itulah yang digunakan membiayai hidup adik-adiknya dan juga menamatkan sekolah tingkat SMP. Ketika melanjutkan ke tingkat SMA, ia bekerja sebagai tukang ojek khusus perempuan. Setelahnya bertekad memasuki perguruan tinggi, memilih Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ). Biaya kuliah didapatkan dari keringat membantu temannya menulis laporan dan skripsi.
Setelah menyelesaikan kuliah, terhitung sejak 2009 ia merintis usahanya dengan bermodal dari hasil “berkebun emas”. Kegiatannya adalah berjual-beli dan menggadaikan logam mulia bersertifikat produk Antam. Hasil gadai itulah yang diputar terus menerus hinggamemiliki lebih banyak emas lagi. Kegiatan bisnis rumahan Novela ini, sekalipun dia penganut agama Kristen, tapi memilih Bank Muamalat sebagai mitra keuangan usahanya, karena menurutnya sistem Syariah dan bagi hasil yang diterapkan, dirasakan memberi keuntungan. “Bagaimana bisa saling menguntungkan, itu yang penting buat saya”, jelasnya.
Apapun keberhasilan dicapainya — yang katanya miliknya sementara waktu saja — dicapai dari hasil sebuah perjuangan panjang lelehan keringat dan tetesan air mata. “Saya jatuh bangun dalam menapak hidup, tapi saya terus melangkah karena saya melihat ada cahaya di ujung lorong”, ujarnya. Menurutnya, kegetiran dan kerasnya hidup yang ia lalui, cukuphanya ia yang merasakan. Jangan sampai generasi muda Papua lainnya juga merasakan nasib yang sama”. Itu sebabnya, sebagian keuntungan usahanya digunakan membiayai sekian anak-anak Papua melanjutkan kuliah. Sekian diantaranya telah sarjana dan mengajar di pelosok.
Selain aktif mengembangkan usahanya, ia juga bergerak dibidang sosial, kegiatan gereja dan gerakan perempuan, karena ia mendambakan Papua yang maju dan sejahtera. Selain itu ia aktif pula di dunia politik sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Piniai, Papua. Atas konsekuensi jabatan politiknya itulah sehingga pada Pilpres 2014, ia ditunjuk menjadi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di Papua. Konsekuensi itu jugalah yang menghantarnya untuk hadir dengan lagak kelugu-luguan di ruang sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi yang kemarin membuat seisi ruang sidang tertawa, tanpa siapapun menduga jika dia adalah seorang perempuan pebisnis emas yang menjalani hidupnya bagai cerita telenovela.
Makassar, 13 Agustus 2014
Reference sidang MK yang menghadirkaan Novela Nawipa yang seru itu;
http://www.youtube.com/watch?v=qcrgWaZMeMM

Saksi Kubu Prabowo-Hatta, Novela Nawipa, Datangi Komnas HAM

Minggu, 17 Agustus 2014 | 17:13 WIB
KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO Novela Nawipa, saksi mandat tempat pemungutan suara Kampung Awaputu, Kabupaten Paniai, Papua, memberikan kesaksian di sidang perselisihan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Selasa (12/8/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com — Novela Nawipa, politisi Partai Gerindra yang menjadi saksi di persidangan perselisihan hasil pemilihan umum di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu, mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta, Minggu (17/8/2014). Novela adalah saksi yang diajukan pasangan Prabowo-Hatta. (baca: Selain Menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Paniai, Novela Juga Seorang Direktur)

Novela datang pada pukul 16.30 WIB dengan mobil Innova berwarna hitam. Mengenakan baju merah muda dan celana hitam, ia disambut Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai di gerbang Gedung Komnas HAM. 

Pigai langsung mengajak Novela ke lantai tiga untuk melakukan pembicaraan. Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Novela saat wartawan bertanya tentang maksud kedatangannya. Pertemuan antara Novela dan Pigai dilakukan tertutup.

"Teman-teman media nanti ya," ucap Pigai.

Nama Novela mendadak populer menjadi pemberitaan media massa seusai ia memberikan kesaksian di sidang MK. Dalam sidang Selasa lalu, kehadiran Novela menyegarkan ruang sidang MK karena logat Papua yang kental dan jawaban-jawabannya yang spontan kepada para hakim MK. (Baca: Saksi Prabowo-Hatta Asal Papua Segarkan Suasana Sidang MK)

Seusai bersaksi di MK, pagar rumah Novela dirusak orang. (Baca: Kapolres Paniai Sebut Pagar Rumah Novela Dirusak Usai Beri Kesaksian di MK)

Minggu, 17 Agustus 2014

Prabowo dan Cita-Cintanya

Tanyakan Pada Prabowo, Kemana Dirinya Saat Titiek Menangis Duka...?!


Sesungguhnya tidak ada yang diharapkan seorang wanita pada calon suaminya, kecuali seorang pria yang dapat menjaga, melindungi dan selalu mendampinginya setiap saat. Bukanlah seorang suami yang kerap berjibaku dengan lumpur, hutan, rawa-rawa, apalagi bermain dengan kematian dan nyawa.

Yang dinikahi Prabowo Subianto adalah Siti Hediati Hariyadi, putri kesayangan Soeharto. Seorang dara keturunan kraton yang selalu berbicara lembut dan jauh dari kehidupan keras dan kasar. Namun saat cinta datang, Titiek tak bisa mengelak memilih suami seorang prajurit ABRI. Taman Mini Indonesia Indah menjadi saksi, bersatunya dua keluarga, Soeharto dan Soemitro ini. Lalu kemudian, Titiek pun mulai merajut asa rumah tangganya dengan angan indah dan bahagia hingga akhir hayat nanti.

Saat itu, kewibawaan negeri tengah dirongrong pihak asing. Saat Portugal dan Australia menginginkan kemerdekaan Timor Timur. Mereka ciptakan GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) dari warga lokal untuk melakukan pemberontakan. Aksi GPK jelas mengancam stabilitas nasional. Mereka bergerilya di hutan-hutan untuk menyerang ABRI dengan senjata otomatis. Puluhan tentara RI meregang nyawa dengan tubuh penuh luka peluru. Pemerintah tak bisa tinggal diam. Telalu banyak pasukan keamanan RI yang telah mereka bunuh. Prajurit ABRI pun diterjunkan pemerintah untuk mempertahankan teritorial tumpah darah ibu pertiwi.

Namun sayangnya, Soeharto tak tebang pilih saat mengirim prajurit untuk berperang. Suami putrinya yang belum menghabiskan masa bulan madu turut diterjunkan ke medan tempur. Sebagai prajurit, Prabowo siap kapan pun dipanggil tugas mengabdi pada negara. Tapi tidak dengan Titiek. Namun Titiek harus pasrah. Ini bukan pilihan, tapi perintah! Saat Prabowo akhirnya angkat tas, tinggalkan istri yang baru saja ia nikahi untuk berjuang, Titiek menangis, tak menyangka ayahnya begitu tega melepas menantunya mengadu jiwa dengan GPK. Kenapa bukan yang lain saja? Itu yang ada di benak Titiek.

Seorang prajurit seperti yang sering Titiek dengar dari ayah kandungnya adalah, siap membela negara, siap hidup di alam liar, siap mengadu jiwa, dan siap pulang hanya tinggal nama. Titiek sangat mengerti, dan itu yang membuatnya menangis. Namun air mata Titiek tak dapat mengubah keputusan ayahnya, tak dapat mengubah tekad Prabowo, dan tak dapat mengubah apapun.

Prabowo saat bertugas di NTT

Beratus malam putri Soeharto tidur dalam kesendirian dan kekuatiran yang mendalam. Di dalam kamar nyaman yang tak pernah terasa nyaman, karena bulir-bulir air mata Titiek kembali meleleh dan membasahi bantal dan guling. Malam-malamnya ia lalui di atas pembaringan yang empuk, gizi makanan yang terjamin, pakaian yang elok, tapi yang ada di pikirannya adalah, apa yang sedang terjadi pada suaminya di luar sana? Adakah ia terluka? Ataukah ia dalam keadaan sehat? Di tengah malam pekat gulita, di antara dinginnya cuaca, dengan perihnya perut karena lapar, Prabowo dengan kondisinya yang letih dan sangat lelah harus tidur di atas rerumputan dan bahkan di tanah lumpur alam terbuka.

Titiek merasa ia telah diperlakukan tidak adil oleh ayahnya. Lebih dari itu, Titiek bahkan merasa ia sedang dipelakukan tidak adil oleh negaranya. Kenapa rumah tangganya yang harus dikorbankan untuk bangsa? Kenapa kebahagiaannya yang harus digadaikan untuk negara? Tidak bisakah seorang Soeharto menukar Prabowo dengan prajurit lain, atau setidaknya memerintahkan suaminya pulang ke rumah barang sejenak. “Titek rindu..., Titiek kangen suami Bapak...,”  tangis Titiek di depan Soeharto kala itu. Namun ayahnya, dari dulu, selalu hanya bisa menjawab, “Sabar nduk..., sabar..., ”.

Ketidakadilan dirasa Titiek tidak hanya sampai disitu, hatinya sedih dan berkecamuk, ia ingin bertanya kepada siapa saja yang bisa menjawab, ke mana suaminya saat ia ingin berkeluh kesah? Ke mana suaminya saat ia ingin bermanja? ke mana suaminya saat dirinya tergolek sakit? Ke mana suaminya saat ia mulai merasakan kehamilan? Di mana suaminya saat ia mengidam? Di mana Prabowo saat perutnya kerap mengalami kontraksi? Di mana putra Soemitro itu kala dirinya mulai memasuki masa melahirkan? Dan di mana pria yang selalu mengaku cinta kepadanya itu saat ia harus merawat dan mengasuh putranya sendirian? Tanyakan pada Didit kecil yang selalu menunggu ayahnya pulang di depan pintu. Tanyakan pada Titiek seperti apa rasa deg-degan hati ketika suaminya selalu berada di garis depan pada setiap pertempuran. Tanyakan juga pada Titiek seberapa tegar dirinya saat mendengar suaminya sempat berhari-hari hilang di tengah pertempuran, dan saat Prabowo ditemukan dalam kondisi pingsan dengan tubuh dipenuhi semut dan ulat. Prabowo selamat setelah nyaris saja tewas.

Titiek sulit menjalani kehidupan normal seperti saudari-saudarinya yang lain. Ayah dan ibunya mencoba menghiburnya seraya mengajarkan, bahwa cinta tak selamanya harus di sisi. Cinta tak selamanya selalu mendampingi. Cinta adalah mengabdi pada negeri. Bahwa cinta adalah pengabdian, dan cinta adalah pengorbanan meski harus beresiko tinggi dan menyakitkan hati. Titiek mencoba untuk belajar mengerti apa yang disebut dengan kalimat ‘mengabdi pada ibu pertiwi’.

Kisah keluarga yang tak memperoleh kasih sayang sempurna dari seorang suami dan ayah, hanya karena membela ideologi bangsa. Kisah suami dan ayah yang lebih memilih tidur di hutan, makan rerumputan dan dedaunan, meminum air mentah, dan lebih memilih tertembak mati di medan tempur dari pada sekedar membelai rambut anak dan istrinya dengan kasih dan cinta

Saat meledak peristiwa Mei 1998, Letjen (Purn) Prabowo Subianto tiba-tiba dipersalahkan atas kasus yang tidak pernah ia lakukan. Prabowo Subianto dituduh melakukan serangkaian pelanggaran HAM.

Diantara heningnya malam, di sela-sela renungan, kepada sang Pencipta, Prabowo tiba-tiba dikejutkan oleh kabar dari putra mahkota Yordania, Pangeran Abdullah, yang mengajaknya tinggal di negaranya. Prabowo pun kembali harus berpisah dari istri dan anaknya. Dan ini sebuah hal yang harus mereka lalui. Sebuah proses kehidupan yang tak ada satupun orang mengetahuinya kecuali Tuhan.

Di bahu kekar Prabowo Titiek terisak, di dada Jenderal Prabowo Titiek menangis. Kisah cinta sangat menyakitkan. Tapi inilah pengorbanan yang harus dipersembahkan untuk ibu pertiwi. Bahwa butuh lebih dari sekedar cinta untuk berkorban pada bangsa dan negara. (Ibnu Umar Junior/spektanews)