Jumat, 24 April 2015

60 Tahun Konferensi Asia Afrika


Relawan Jokowi Marah Andi Widjajanto Bocorkan Pembuat Pidato Presiden

Jumat, 24 April 2015 | 10:34 WIB
TRIBUNNEWS / DANY PERMANA Presiden Joko Widodo bersama para pimpinan negara lainnya berfoto bersama dalam pembukaan Asian African Summit yang merupakan rangkaian Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (22/4/2015). Sebanyak 106 negara yang berpartisipasi akan menghadiri rangkaian Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta dan Bandung yang digelar hingga 24 April.

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Barisan Relawan Jokowi for Presiden (Bara JP) marah ada pihak yang mengungkap siapa pembuat isi pidato Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Asia Afrika ke-60. Relawan menganggap aksi itu sebagai bentuk merendahkan bangsa Indonesia.
"Jokowi bicara sebagai kepala negara. Kepala negara peserta KAA pun masih di sini. Kok sudah ngomong siapa penulis pidato?" ujar Ketua Umum Bara JP Sihol Manulang dalam siaran persnya, Kamis (23/4/2015).
Sihol lebih menyesalkan hal ini lantaran pembocor pembuat naskah pidato tersebut berasal dari lingkungan Istana Kepresidenan. Dia mengatakan, perilaku sang oknum tak pantas sebagai birokrat. (
"Kalaupun ada yang menuliskan pidato, pasti dia hanya membahasakan pemikiran Jokowi; bukan ada orang nulis, lalu Presiden baca. Janganlah menganggap diri hebat. Lingkaran Istana ini rupanya gemar bocor-bocoran ya," ujar Sihol.
Sihol mengatakan, oknum yang mengungkap pembuat pidato kenegaraan Presiden itu pasti sudah dihukum berat jika Indonesia adalah negara berprinsip kediktatoran. Namun, bukan berarti juga pelakunya tidak laik dihukum di negara demokrasi seperti Indonesia.
"Di negara demokrasi, hal ini juga sudah dianggap keterlaluan. Ingat ya, ini bukan soal Presiden, melainkan soal martabat bangsa," ujar Sihol.
Bara JP meminta oknum yang mengungkap pembuat pidato kenegaraan Presiden memberi klarifikasi kepada khalayak.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengungkapkan siapa saja yang ikut menyusun pidato Presiden saat pembukaan KAA. Menurut Andi, pidato itu disusun sejak lama oleh tim yang dinamakan Tim Substantif.
Isi tim itu adalah Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Andi, dan beberapa orang lainnya.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Sandro Gatra

Semifinal Liga Champions, Barcelona Jumpa Bayern, Juve Hadapi Real Madrid

Semifinal Liga Champions, Barcelona Lawan Bayern Muenchen

Semifinal Liga Champions, Barcelona Lawan Bayern Muenchen
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon (kiri), menyapa kiper Monaco, Danijel Subasic, usai pertandingan perempat final Liga Champions di stadion Louis II, Monaco, Prancis, 22 April 2015. Juventus menjadi tim Italia yang lolos ke semifinal Champions setelah Inter memenangkan kompetisi ini pada 2010. AP/Lionel Cironneau
TEMPO.CO, Jakarta - Hasil undian jadwal semifinal Liga Champions 2015 sudah diketahui. Berdasarkan undian itu, Barcelona akan berhadapan dengan Bayern Muenchen. Sedangkan, Juventus akan melawan Real Madrid. Pertarungan empat klub papan atas itu bakal berlangsung pada tanggal 6 dan 7 Mei 2015.

Undian tersebut dilakukan dengan sistem terbuka di markas besar UEFA di Nyon, Swiss, pada Jumat dini hari waktu setempat, 24 April 2015. Klub dari asosiasi sepak bola atau negara yang sama bisa bertemu. Akan tetapi, dalam undian kali ini, Barca tidak bertemu dengan Madrid.

Nantinya, di leg pertama, Barcelona akan lebih dulu menjamu Muenchen. Pada laga lain, Juventus akan menjadi tuan rumah Madrid. Leg kedua, akan digelar pada 13 dan 14 Mei 2015.

Real Madrid dan Juventus merupakan dua klub terakhir yang memastikan maju ke babak empat besar Liga Champions. Madrid mendapat tiket semifinal setelah menaklukkan rival satu kota yaitu Atletico Madrid dengan agregat 1-0. Sedangkan, Juventus melangkah ke semifinal setelah menyingkirkan Monaco dengan agregat 1-0.

Untuk Muenchen telah lebih dulu memastikan ke semifinal memetik kemenangan fantastis 6-1 di kandang setelah sebelumnya kalah 3-1. Dengan hasil itu, mereka unggul angregat 7-4. Sedangkan, Barca mengalahkan Paris Saint Germain dengan agregat 5-1.

BBC | RINA W

Terbongkar, Jet Pribadi Syahrini Ternyata Pinjaman

Jumat, 24 April 2015 , 02:10:00
Terbongkar, Jet Pribadi Syahrini Ternyata Pinjaman
JPNN.com JAKARTA - Gaya hidup mewah yang selalu dipamerkan Syahrini hanya palsu. Ternyata pesawat jet yang selama ini membawa Syahrini terbang ke luar negeri hanya sewaan bukan milik pribadi.
Seperti diketahui, Syahrini selalu pamer pesawat pribadinya saat pergi keluar negeri.
Contohnya saat pergi ke Jogjakarta bersama DJ dunia, Dash Berlin, Syahrini memakai pesawat Beechcraft Premie I dengan kapasitas 6 orang. Bahkan saat Syahrini melancong ke Eropa, ia memakai pesawat Hawker XP yang berkapasitas lebih besar.
“Saya nggak pakai jet pribadi, hanya sewa saja. Sebenarnya semua fasilitas mewah itu bisa kita sewa,” ungkap Syahrini ketika ditemui di Studio MNC TV, kebon Sirih, Jakarta Pusat seperti yang dilansir Nonstop (Grup JPNN.com).
Namun, penyanyi yang juga terkenal dengan jargon-jargon uniknya tersebut punya alasan menyewa pesawat ketika menyambangi beberapa kota untuk bernyanyi.
Syahrini memilih menyewa jet dibanding harus menghadapi kemungkinan delay bila menggunakan peswat komersil.
“Jadi, daripada kita telat ikut commercial flight, lebih baik sewa fasilitas jet. Ya, mudah-mudahan punya jet pribadi, doain saja,” tutupnya. (adt/nonstop/jpnn)

Kamis, 23 April 2015

Pangeran Salim Maafkan Jodha

Syarifudin Tertangkap, Pangeran Salim Maafkan JodhaPangeran Salim di Jodha Akbar Antv (Youtube) 

Pangeran Salim di Jodha Akbar Antv (Youtube)
Jodha Akbar Antv episode 390-391 malam ini berkisah tentang Pangeran Salim yang akhirnya mau memaafkan ibunya.

Solopos.com, SOLO – Serial Bollywood Jodha Akbar Antv, Rabu (22/4/2015) malam ini, berlanjut dengan Jalal berbincang santai dengan Maan Singh di istana. Tiba-tiba Jalal terkena lemparan bola oleh para pangeran kecil yang sedang main bola.
Jalal di Jodha Akbar Antv terlihat marah, ia bertanya siapa yang sengaja melemparkan bola kepadanya? Pangeran Salim mengakui dirinya tak sengaja melempar bola itu. Jalal mengajarkan para pangeran melepar bola agar tepat sasaran. Setelah mengajari para pangeran, Jalal memanggil Pangeran Salim untuk berbincang dengannya.
Raja Jalal mengatakan kepada Pangeran Salim bahwa dirinya sangat istimewa karena nantinya ia akan menjadi seorang raja. Setelah berbincang dengan Salim, Jalal menemui Jodha di kamarnya. Jalal mengajak Jodha pergi ke hutan bersamanya.
Jodha menyetujui ajakan Jalal, ia menemui Salim untuk berpamitan. Hamida dan Rukaiya meyakinkan Jodha Salim akan baik-baik saja di istana. Raja dan Jodha pergi ke hutan ditemani oleh para pengawal. Saat perjalanan di hutan, Syarifuddin menyelinap untuk menemui Jodha. Syarifudin berambisi ingin memiliki Jodha dan membunuh Jalal.
Di tenda, Zakira sibuk merias Jodha. Zakira mengatakan Jodha sangat cantik malam ini. Jalal menemui Jodha di tenda, suasana menjadi sangat romantis. Jodha berbaring di tempat tidur bersama Jalal. Ia jadi teringat bagaimana awal mereka bertemu.
Tiba-tiba terjadi keributan di luar. Jalal meminta Maan Singh menyelesaikan permasalahan yang ada di luar. Keributan terus terjadi, Jalal pun harus turun tangan. Jodha yang saat itu sendirian di tenda dimanfaatkan oleh Syarifuddin untuk membawa Jodha. Jodha terkejut melihat Syarifuddin dan berteriak.
Jalal mendengar teriakan Jodha langsung kembali ke tenda. Syarifudin pun lari. Jodha mengatakan Syarifudin telah mendatanginya. Jalal meminta prajurit mengejar Syarifudin. Maan Sighn berhasil menangka Syarifudin dan membawanya ke istana. Syarifuddin meminta maaf kepada Bakshi Bano, tapi Bakshi tak mau memaafkannya.
Jodha menemui Pangeran Salim. Untuk kesekian kalinya Pangeran Salim tak mau melihat ibunya. Ia masih marah dengan Jodha. Jodha meminta maaf atas segala kesalahannya kepada Salim, Jodha memeluk anaknya. Pangeran Salim membalas pelukan Jodha. Semua orang terharu melihat kebersamaan mereka.

Semifinal Liga Champion 2015

Jadwal Semifinal Liga Champion 2015, Waktu Drawing & Tim-Tim Yang Lolos 4 Besar Liga Champions
by Fitra Firdaus / Published on Thursday, 23 Apr 2015
Jadwal Semifinal Liga Champion 2015, Waktu Drawing & Tim-Tim Yang Lolos
Jadwal semifinal Liga Champion 2015 akan digelar pada 6-7 Mei (leg pertama) dan 13-14 Mei (leg kedua) mendatang. Namun sebelum itu, tim-tim yang lolos empat besar Liga Champions: Barcelona, Real Madrid, Bayern Munchen, dan Juventus akan menjalani jadwal drawing Liga Champion pada Jumat, 24 April 2015.
Seperti halnya drawing perempat final Liga Champion, jadwal undian semifinal kompetisi tersebut digelar bersaman dengan undian semifinal Liga Europa. Waktunya adalah Jumat (24/4) pukul 18.00 WIB. UEFA akan mempertemukan dua wakil Liga Spanyol, satu wakil Liga Italia, dan satu dari Bundesliga. Tidak ada aturan menghindari tim yang berasal dari negara yang sama.
Dengan demikian, kita bisa saja melihat El Clasico Jilid III dan IV digelar pada semifinal Liga Champions. Mungkin pula Real Madrid bertemu Bayern Munchen sebagai ulangan semifinal tahun lalu. Dan, Los Blancos juga bisa bersua Juventus untuk mengulang sejarah final Liga Champions 1998.
Mungkin pula Barcelona untuk pertama kalinya bertemu dengan Bayern Munchen dalam laga resmi sejak Pep Guardiola hijrah ke Allianz Arena. Duel ini akan mempersuakan Pep dengan rekan seperjuangannya dahulu, Luis Enrique. Namun masih ada pula kemungkinan Barca harus menjajal Juventus, yang sudah menyingkirkan Borussia Dortmund dan AS Monaco.
Baik Real Madrid, Bayern Munchen, Barcelona, maupun Juventus sama-sama sudah pernah merebut gelar Liga Champions. Los Blancos menjadi tim terkuat dengan 10 gelar. Mereka disusul oleh Bayern Munchen dengan lima gelar, yang terakhir pada 2013. Barcelona sudah mencicipi gelar itu empat kali, sementara Juventus dua; yang terakhir pada 1996.
Berikut ini jadwal semifinal Liga Champion 2015
Leg Pertama: 6 dan 7 Mei 2015
Leg Kedua: 13 dan 14 Mei 2015

Puan Maharani Siap Bantu Benahi Kisruh Persepakbolaan Indonesia

Ketum PSSI Temui Puan Maharani, Ada Apa?

Selasa,  21 April 2015  −  15:19 WIB
Ketum PSSI Temui Puan Maharani Ada Apa
La Nyalla mengunjungi Kantor Kemenko PMK RI/ Susanto-Sindonews
JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Matalitti memenuhi janjinya berkunjung ke kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) guna bertemu Menteri Puan Maharani. La Nyalla akan mengadu soal pembekuan PSSI yang dilakukan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

La Nyalla yang sudah ditunggu Puan, tiba di Kementrian PMK sekitar pukul 13.15 WIB. Saat tiba, ia tidak basa-basi dan langsung menuju ke lantai atas. Sayangnya, pertemuan tersebut berlangsung tertutup.

Sehari sebelumnya, La Nyalla sudah mendatangi Kantor Kemenpora. Namun ia gagal bertemu Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Saat itu Imam sedang ada tugas di luar kota.

Perjalanan La Nyalla tak berhenti sampai di situ. Ia beserta beberapa orang dari PSSI kemudian mendatangi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk mengadu soal nasib PSSI. Perjalanan Ketua Umum PSSI yang baru terpilih itu diakhiri dengan menggelar rapat bersama Komisi X DPR RI. (Baca juga: KONI Akui Kepengurusan Baru PSSI)


Waketum PSSI Klaim Puan Maharani Siap Bantu Benahi Kisruh Persepakbolaan Indonesia

Rendy Renuki H - 21 April 2015 15:58 wib
Wakil ketua umum PSSI, Hinca Pandjaitan bertemu dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, Selasa 21 April. (MTVN/ Rendy Renuki)
Wakil ketua umum PSSI, Hinca Pandjaitan bertemu dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, Selasa 21 April. (MTVN/ Rendy Renuki)
Metrotvnews.com, Jakarta: Jajaran pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menemui Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, Selasa 21 April. Pertemuan ini dilakukan guna melaporkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya dan pembekuan PSSI oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Siang ini Menko menerima PSSI. Kami melaporkan hasil kongres sudah selesai dengan baik dan mendiskusikan soal SK Menpora," tutur wakil ketua umum PSSI, Hinca Pandjaitan kepada awak media, Selasa (21/4/2015).

Dari hasil rapat, Hinca mengatakan Puan bakal mempelajari laporan PSSI dalam beberapa hari ke depan. Hingga waktu itu tiba,  PSSI diminta tetap tenang menghadapi masalah ini.

Menurut Hinca, Puan bersedia menjadi penengah antara PSSI dan Menpora. Puan juga mendukung pesepakbolaan Indonesia agar bisa terus berjalan.

"Menko akan mempelajari data yang kami berikan dan memediasi dengan Menpora. Namun mediasi dilakukan menunggu hasil rapat kerja Komisi X DPR dengan Menpora terlebih dulu Selasa (21 April)," kata Hinca.

Menko PMK menjadi lawatan ketiga pengurus PSSI baru periode 2015--2019. Kemarin, Senin 20 April, jajarang pengurus PSSI sudah lebih dulu berkunjung ke Menpora, KONI, dan Komisi XI DPR/RI.
HIL

Ayu Ting Ting dan Shaheer Sheikh Sudah Pacaran, Kencan Romantis di Bioskop

Pasca Akui Pacaran, Shaheer Ajak Ayu Kencan Romantis di Bioskop

Kamis, 23 April 2015 14:38 | 

Pasca Akui Pacaran, Shaheer Ajak Ayu Kencan Romantis di BioskopShaheer dan Ayu Ting Ting @KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Setelah mengakui ke hadapan umum bahwa di antara mereka memang sedang terjalin hubungan spesial, Shaheer Sheikh dan Ayu Ting Ting tak ragu lagi menunjukkan kemesraan di depan umum. Pria asal India itu juga mengajak kekasihnya kencan layaknya pasangan lain yang tengah dimabuk cinta. Tempat yang dipilih Shaheer pun masih standar, yaitu gedung bioskop. Dan seolah tak mau rugi, ia memilih untuk menonton filmnya sendiri, TURIS ROMANTIS untuk ditonton bareng Ayu siang tadi.
Sebelum berangkat ke bioskop, Shaheer sempat memamerkan tiket yang sudah ia beli. Ada dua lembar tiket TURIS ROMANTIS yang ia pajang di Twitter dan memberikan tebakan kepada fans, siapa yang akan ia ajak nonton.
Melihat status yang diunggah Shaheer, Ayu membalasnya dengan tawa. Dan beberapa saat kemudian, ia mengunggah foto bareng Shaheer di depan poster TURIS ROMANTIS yang terpajang di depan studio.
Kamis, 23 April 2015 , 08:44:00Ayu Ting Ting dan Shaheer Sheikh Sudah Pacaran. Foto JPNN.com
Ayu Ting Ting dan Shaheer Sheikh Sudah Pacaran. Foto JPNN.com
JPNN.com JAKARTA - Tak ada asap jika tak ada api. Kemesraan yang ditunjukkan Ayu Ting Ting dengan Shaheer Sheikh ternyata memang menunjukkan hubungan spesial seperti yang menjadi rekaan publik.
Gosip pacaran keduanya akhirnya terkonfirmasi. Ayu Ting Ting dan Shaheer Sheikh mengikrarkan hubungan asmaranya. Ikrar itu diumumkan di acara Pesbukers, Selasa (21/4). Keduanya menyiratkan sudah jadian.
Dalam episode yang tayang pada Selasa (21/4), Shaheer menyebut Ayu Ting Ting orang yang spesial.
Sementara Ayu Ting Ting tak menyiratkan sikap penolakan. Di hadapan Jessica Iskandar, Raffi Ahmad, dan Ruben Onsu. Ayu mengaku nyaman berhubungan dengan Shaheer Sheikh.
"Dia bilang kangen, saya seneng. Saya juga kangen sama dia," ungkap Shaheer Sheikh.
Di penghujung acara, Raffi Ahmad memaksa Shaheer mendeskripsikan apa hubungan Shaheer dengan Ayu.

Ulala! Pakai Mahkota Anti Tawon, Syahrini Pukau Penggemar

Rabu, 22 April 2015 20:49 | 
[FOTO] Ulala! Pakai Mahkota Anti Tawon, Syahrini Pukau Penggemar
Kapanlagi.com - Sebagai penyanyi kelas atas, Syahrini memang dituntut untuk memberikan sajian yang tak biasa pada penonton. Demi terlihat wow setiap penampilannya, perempuan 32 tahun ini kerap memukau penggemarnya dengan outfit yang sangat cetar membahana. Beberapa saat yang lalu, Syahrini kembali memukau penggemarnya. Seperti biasanya, penampilan Syahrini saat itu terlihat sangat mewah dan glamor. Dengan mengenakan dress putih panjang yang menjuntai hingga ke lantai, ia tampil bak putri kerajaan.
Ada yang lebih istimewa dari outfit yang dikenakan Syahrini kala itu. Ya, headpiece yang ia kenakan memiliki desain yang unik dan tak biasa. Meski wajah Syahrini menjadi tak terlihat dengan jelas, tapi pesona yang ia pancarkan seolah menerangi seluruh ruangan.
Syahrini pakai headpiece anti tawon © Instagram/Syahrini
Syahrini pakai headpiece anti tawon © Instagram/Syahrini
Tentu saja penampilan Syahrini kala itu mendapat perhatian dari netizen. Banyak yang berkomentar bahwa Syahrini terlihat sangat cantik. Tak sedikit pula mereka memberikan nama untuk head piece yang dikenakan Syahrini itu.
Komentar untuk Syahrini © Instagram/Syahrini
Komentar untuk Syahrini © Instagram/Syahrini
"Topinya anti tawon," tulis salah satu pengguna Instagram.
Tak hanya anti tawon, ada pengguna Instagram yang menyebutnya seperti ubur-ubur bahkan juga kelambu anak bayi. Well, kalau menurut kamu, apa sih nama yang cocok untuk headpiece yang dikenakan Syahrini itu?

Rabu, 22 April 2015

INOVASI TERKINI, MEMBUAT DETERGEN GEL /JELLY TANPA BILAS meyempurnakan mencuci dengan air dan dry cleaning


Hasil gambar untuk pakaian bersih beautyHasil gambar untuk dry cleaning machineMENCUCI CARA BASAH
Membersihkan pakaian / perabot/helm dll menggunakan detergen dan air banyak menimbulkan masalah bagi kita semua seperti:
1. masalah  lingkungan, limbah buangan cucian
2. kebutuhan air yang banyak untuk membilas
3. mesin cuci dengan air banyak menyebabkan beban kerja mesin cuci besar
4. parfum yang diberikan terbuang tak berbekas bersama air bilasan
5. sering kali dibutuhkan  softener untuk melembutkan dan parfum untuk memberi aroma
6. menambah beban pengeluaran listrik.
dll

Hasil gambar untuk laundry  tanpa bilas


Dry Cleaning


1. Relatif tidak ada masalah dengan lingkungan, limbah buangan cucian tidak ada
2. Tidak dibutuhkan air pembilas
3. Mesin bekerja relatif dengan beban ringan
4. parfum yang diberikan banyak terbuang bersama
5. sering kali dibutuhkan parfum untuk memberi aroma
6. menambah beban pengeluaran listrik lebih ringan dari cara basah
dllmengapa dry cleaning belum populer?
Mahalnya Mesin Dry Cleaning yang dibandrol hingga ratusan juta, membuat pengusaha-pengusaha baru dibidang laundry berpikir berkali- kali lipat, jika ingin berinvestasi ke Mesin Dry Cleaning. Sebenarnya Apakah Pencucian Dry Cleaning itu? dan apakah bedannya dengan Laundry? Bagaimana prospek kedepannya Jasa Dry Clean?
Dry Cleaning: merupakan pencucian tanpa menggunakan air, solven sebagai pengganti air.
 Hasil gambar untuk dry cleaning beauty
Mengapa Teknik ini dipakai?
Coba anda perhatikan label kain pada pakaian bermerk/brand dan pakaian-pakaian yang mahal harganya, tertulis disitu Dry Clean Only.Karena dengan pencucian dry clean lebih awet(longlasting) terhadap pakaian/linen/kain dibanding mencuci dengan air.

Kami melakukan penelitian mencuci kemeja dengan cara Dry Cleaning dan Laundry (menggunakan air) setelah pencucian ke 1000 kali, maka terlihat, pakaian yang dicuci menggunakan air, mulai rusak; serat kain
menjadi tipis, warna pudar,dll
Bahan-bahan yang cocok untuk dry cleaning adalah bahan yang terbuat dari wool, Sutera, satin, dll.
Proses pencucian menggunakan dry cleaning terdiri dari beberapa tahap, antara lain :
  • Bahan Berwarna Putih
    Sebelum proses pencucian, bersihkan semua noda yang ada, periksa kancing dan aksesories lainnya. Apabila kancing tidak tahan terhadap solvent maka sebaiknya dilepas ataupun dibungkus dengan menggunakan aluminium poil.
    Bahan-bahan yang tipis sebaiknya dimasukkan dalam jaring (net) untuk menghindari kerusakan.
    Masukkan kain ke dalam mesin dry cleaning, cuci menggunakan solvent bersih, beberapa menit kemudian di extract selanjutnya di drying selama 15 menit, setelah itu dinginkan kemudian diangkat.
  • Bahan Berwarna Terang
    Periksa bahan tersebut, apakah luntur atau tidak. cuci memakai solvent sisa dari pencucian warna putih. proses selanjutnya sama dengan proses pencucian pertama.
  • Bahan Berwarna Gelap
    Periksa bahan tersebut, apakah luntur atau tidak. Cuci memakai solvent dari sisa pencucian berwarna putih dan terang. Proses selanjutnya sama seperti proses pencucian pertama dan kedua. Khusus untuk pencucian berbahan gelap dapat menggunakan solvent yang sudah dipakai tadi dua hingga tiga kali proses pencucian.
DESTILASI
Destilasi merupakan proses penyulingan solvent yang sudah kotor untuk menghasilkan solvent bersih / murni.
Keuntungan Menggunakan Dry Cleaning adalah :
  • Bahan yang di dry cleaning akan lebih awet dan tidak mudah kusut.
  • Proses pencucian dry cleaning lebih cepat dari pada proses pencucian biasa.
  • Solvent yang sudah dipakai / kotor, dapat di suling / destilasi untuk menghasilkan solvent murni, sehingga dapat dipakai berulang-ulang.
  • Proses pencucian dengan dry cleaning mengindari kain mengalami penyusutan (mengecil)
Mencuci tanpa bilas dengan detergen Jelly
keunggulan:
1. Relatif tidak ada masalah dengan lingkungan, limbah buangan cucian tidak ada
2. Tidak perlu ada distilasi pelarut
3. Tidak dibutuhkan air pembilas
4. Mesin bekerja relatif dengan beban ringan
5. Parfum relatif melekat pada bahan cucian
6. Aroma sabun relatif masih melekat
7. Dapat menggunakan mesin laundry pada umumnya (tidak harus dry cleaning)
8.Mmelembutkan pakaian (sudah ada pelembut)
t

Hasil gambar untuk detergen  laundryjelly
Dimana ada detergen jelly tanpa bilas?
sebenarnya bisa kita buat sendiri dengan mudah , ingin tahu caranya ?
kontak :
email sugianto.gik256@gmail.com
Hp   : 081313430785
whatsapp: 088805572433
pin bb: 7617E0B7
skype : ir sugianto, malang Indonesia

Sabtu, 18 April 2015

Seorang anggota Denjaka (Detasemen Jala Mangkara) jatuh dan tertabrak mobil TNI di hadapan Jokowi.

Insiden Mengejutkan di Depan Jokowi Coreng Wajah Moeldoko

Insiden Mengejutkan di Depan Jokowi Coreng Wajah Moeldoko
Insiden seorang prajurit jatuh disaksikan Jokowi (foto: Syamsul AK/Okezone)
JAKARTA - Saat Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyerahkan baret dan brevet kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Mabes TNI Cilangkap, terjadi insiden yang mengejutkan. Seorang anggota Denjaka (Detasemen Jala Mangkara) jatuh dan tertabrak mobil TNI di hadapan Jokowi.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPR, Dave Akbarshah Fikarno, mengatakan kejadian tersebut telah mencoreng Moeldoko sebagai panglima tertinggi TNI.
"Menurut saya, ini kelalaian ya dari pihak panitia, dan ini harus terus menjadi koreksi," ujar putra bungsu Agung Laksono tersebut kepada Okezone, di Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Politikus Partai Golkar hasil Munas IV Jakarta itu menambahkan, TNI perlu latihan lebih matang untuk acara-acara besar, terlebih jika disaksikan oleh kepala negara. Sebab, menurut Dave, dengan adanya insiden tersebut Jokowi pasti kaget.
"Iya itu adalah kesalahan, dan TNI harus perlu latihan lagi dalam setiap acara penting, dan saya rasa Pak Jokowi juga melihat kejadian itu pasti kaget," ungkapnya.
Sebelumnya, sebuah insiden terjadi saat pasukan antiteror TNI melakukan simulasi menindak teroris yang bersembunyi di dalam Gedung Soedirman Mabes TNI.
Namun, usai turun dari helikopter dan akan meluncur masuk ke gedung menggunakan tali, salah satu prajurit tergelincir kemudian tertabrak mobil yang juga tengah melakukan demo.
Kejadian itu disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi. Sejauh ini belum diketahui pasti identitas serta asal satuan prajurit itu. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit, sementara upacara pengangkatan Jokowi sebagai warga kehormatan pasukan khusus TNI tetap berlangsung.
(uky)

PSSI seperti Udang ....dibekukan, bisakah anak FIFA bertahan hidup?

La Nyalla: Yang Bisa Bekukan PSSI Itu FIFA

La Nyalla: Yang Bisa Bekukan PSSI Itu FIFA Menurut La Nyalla Matalliti yang bisa membekukan PSSI hanya FIFA. (REUTERS/Arnd Wiegmann)
Surabaya, CNN Indonesia -- La Nyalla Mahmud Mattalitti yang baru saja terpilih sebagai ketua umum PSSI pada Kongres Luar Biasa PSSI 2015 mengatakan bahwa ia tak menggubris surat pembekuan yang dilayangkan Kemenpora.

"Jalan terus, karena PSSI punya badan hukum sendiri. Jalani tugas dulu, nanti lihat ke depan," kata La Nyalla kepada para awak media usai pemungutan suara, Sabtu siang (18/4) sembari menambahkan bahwa yang berhak membekukan PSSI adalah FIFA.

Sebelumnya Kemenpora mengirimkan surat sanksi administratif kepada PSSI. Surat bernomor 0137 tahun 2015 tersebut ditandatangani oleh Imam pada tanggal 17 April 2015 dan menyatakan bahwa Kemenpora tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI. (Baca Juga: Menpora Resmi Bekukan PSSI)

Sementara itu, seluruh kegiatan tim nasional dan kompetisi akan diserahkan kepada KONI dan KOI (Baca: Di Sini)

Selain itu, Kemenpora juga menyatakan bahwa keputusan yang dihasilkan dari Kongres Luar Biasa tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, termasuk di antaranya La Nyalla yang terpilih sebagai ketua umum.

La Nyalla mendapatkan suara terbanyak, yaitu 92 suara dari total 106, pada pemilihan Ketua Umum PSSI pada Kongres Luar Biasa yang terselenggara Sabtu (18/4) di Hotel JW Marriott Surabaya. (Baca Juga: PSSI Dibekukan, La Nyalla Terpilih Sebagai Ketua)

Berada di bawah La Nyalla, Syarif Bastaman, hanya memperoleh 14 suara. Sementara Muhammad Zein, Subardi, dan Benhard Limbong tidak mendapatkan suara sama sekali.

Sebelumnya Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, Sekertaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, Achsanul Qosasi, dan Sarman resmi mengundurkan diri bursa pemilihan ketua umum otoritas sepak bola Indonesia tersebut. Pengunduran ketiganya dibacakan Ketua Komisi Pemilihan, Dhiman Abror.

Senada dengan La Nyalla, CEO Persebaya I Gede Widiade pun memilih agar hal tersebut disikapi melalui jalur hukum.

Sementara manajer Persib, Umuh Muchtar, mengharapkan adanya komunikasi antara Kemenpora dan PSSI yang lebih baik. "Semua harus ada kesinambungan, singkirkan dulu ego masing-masing. Kasihan para pemain," katanya.

Umuh enggan berkomentar banyak soal pembekuan PSSI. Ia pun tidak bisa menilai apakah pembekuan tersebut adalah tepat adanya.

"Lagi tidak enak situasinya untuk membahas itu," ucap Umuh kepada CNN Indonesia. (vws)

Pemerintah Bekukan PSSI!

Sabtu, 18 April 2015 | 12:47 WIB
Tjahjo Sasongko/Kompas.com Menpora Imam Nahrawi.
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akhirnya mengambil langkah tegas terhadap PSSI. Lantaran mengabaikan tiga surat teguran tertulis, PSSI pun dibekukan oleh Menpora.

Sebagai informasi, Menpora telah melayangkan tiga surat peringatan dalam satu pekan terakhir. PSSI diminta untuk memerintahkan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya untuk memenuhi permintaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Akan tetapi, PSSI tak kunjung memenuhi peringatan Menpora hingga tenggat waktu yang ditetapkan pada Jumat (17/4/2015) sore. Pada hari yang sama, Menpora pun menjatuhkan sanksi kepada PSSI.

"Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang pengenaan sanksi administratif berupa kegiatan keolahragaan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia tidak diakui," demikian bunyi surat yang menyertakan tanda tangan Imam Nahrawi.

Dalam surat tersebut, Menpora juga menegaskan tak akan mengakui Kongres Luar Biasa (KLB) atau Kongres Biasa yang digelar PSSI. Padahal, KLB sedang digelar pada Sabtu (18/4/2015) ini di Surabaya guna memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif untuk periode 2015-2019.

Seiring pembekuan ini, PSSI bakal diambil alih oleh Tim Transisi. Tim ini juga bakal bertanggung jawab untuk persiapan Timnas Indonesia jelang SEA Games 2015 di Singapura.

Kendati demikian, KLB PSSI tetap berjalan. La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih sebagai ketua umum yang baru.

Penulis: Anju Christian
Editor : Jalu Wisnu Wirajati

Jumat, 17 April 2015

Gerindra 2015 ter-update, Rekrut anggota baru

Prabowo: Ada Rachmawati dan Fuad Bawazier di Gerindra

Prabowo: Ada Rachmawati dan Fuad Bawazier di Gerindra
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah), menghadiri kampanye akbar Partai Gerindra di Gelora Bung Karno, Jakarta, 23 Maret 2014. TEMPO/Dasril Roszandi
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumumkan sejumlah nama tokoh yang baru bergabung di partainya. Sebagian dari mereka merupakan tokoh partai lain dan pendukung Prabowo saat pemilihan presiden tahun lalu.

Prabowo mengutarakan kebahagiaannya karena mampu mengapit tokoh-tokoh tersebut.


"Ada berita mutakhir, Pak Fuad Bawazier resmi bergabung di Gerindra," kata Prabowo saat pidato di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Jakarta, Rabu, 8 April 2015.

Prabowo mengukuhkan susunan pengurus pusat Partai Gerindra. Prabowo menunjuk Ahmad Muzani sebagai sekretaris jenderal, Burhanudin Abdullah sebagai dewan pakar, Hasyim S. Djojohadikusumo sebagai wakil ketua umum, dan ketua dewan Haryadi Darmawan.

Adapun anggota baru antara lain Fuad Bawazier, Djoko Santoso, Yunus Yosfiah, dan Sandiaga S. Uno. Mereka diangkat Prabowo menjadi anggota dewan pembina. "Sandiaga ini seperti isian baru dalam senjata TNI," kata Prabowo.

Selain mereka, Rahmawati Soekarnoputri, Elza Syarif, dan Jamal Mirdad juga turut bergabung di Gerindra. Rahmawati didapuk sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra.

PUTRI ADITYOWATI

Prabowo Lantik Pengurus Gerindra, Ada Ahmad Dhani dan Jamal Mirdad

Prabowo Lantik Pengurus Gerindra, Ada Ahmad Dhani dan Jamal Mirdad
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melambaikan tangan ketika tibanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 29 Januari 2015. Prabowo menemui Presiden Joko Widodo untuk bersilahturahim dan membicarakan masalah terkini bangsa. ANTARA/Widodo S. Jusuf
TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah petinggi partai pendukung calon presiden Prabowo Subianto atau Koalisi Merah Putih menghadiri acara pelantikan pengurus pusat Partai Gerindra di kantor Dewan Pengurus Pusat Gerindra, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan.

Ketua Dewan Pembinaan Gerindra Prabowo Subianto ikut hadir di sana. Beberapa petinggi Golkar juga tampak hadir, yaitu Ketua Umum Aburizal Bakrie, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Setya Novanto, dan Akbar Tandjung. Idrus dan Novanto memasuki gedung bersama Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Hadir pula Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta bersama Hilmi Aminuddin dan Fahri Hamzah. Dari Partai Amanat Nasional hadir Amien Rais dan Hanafi Rais, tanpa didampingi Ketua Umum Zulkifli Hasan. Sementara dari Demokrat ada Dewan Penasehat Demokrat Agus Hermanto.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang M.S. Kaban juga hadir dalam acara ini.

Prabowo Subianto tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Prabowo didampingi oleh Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani dan Fadli Zon serta pengurus lainnya.

Ratusan pengurus daerah Gerindra juga hadir menggunakan seragam partai putih. Adapun selebriti kader Gerindra yang terlihat hadir, yaitu Jamal Mirdad dan Ahmad Dhani.

Rencananya Prabowo akan melantik pengurus pusat Gerindra, antara lain dewan pembina, dewan penasehat, dewan pakar, dan struktur lain.

PUTRI ADITYOWATI

Antara Istana dan PDIP

Orang Istana Dituding PDIP Tak Amanah, Ini Kisah Lengkapnya…

Peringatan HUT ke-42 PDIP , Sabtu (10/1/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja)Peringatan HUT ke-42 PDIP , Sabtu (10/1/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja)
Jokowi-Mega terkesan pecah, usut punya usut memang ada jalur komunikasi yang bermasalah. Di manakah itu?
Solopos.com, JAKARTA — Pangkal masalah komunikasi di antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya terkuak. Diduga, kesan perpecahan Jokowi-Mega yang mengemuka selama ini dipicu pesan Jokowi ke partai politik pengusungnya yang tidak tersampaikan secara utuh.
Wasekjen Bidang Program dan Pemerintahan DPP PDIP Ahmad Basarah secara terang-terangan menyebut pembawa pesan yang tak amanah adalah pihak Istana. ”Kemarin dibicarakan dan diidentifikasi latar belakang yang timbulkan masalah komunikasi politik Jokowi dengan partai pengusung dan pendukung, terutama dengan PDIP. Salah satunya adalah tidak berfungsinya secara efektif pihak-pihak yang digunakan untuk menyampaikan pesan politik atau pesan pribadi Jokowi melalui orang yang ditugaskan,” kata Basarah, Rabu (15/4/2015).
Basarah menyebut ada barrier atau pembatas yang membuat komunikasi Jokowi dengan partai pengusung tidak efektif. Hal itu sudah disampaikan Jokowi secara langsung saat bertemu dengan elite PDIP. ”Jokowi merespons ternyata selama ini yang disampaikan pesan yang tidak jujur, tidak amanah, sering pesannya diedit, itu yang terjadi,” beber anggota Komisi III DPR itu.
PDIP dan partai pengusung lalu membuat formulasi untuk menyempurnakan komunikasi khusus Jokowi dengan partai pengusungnya agar lebih efektif. Meski demikian, Basarah belum memerinci formulasi dimaksud.
Pesan Bias
Sebelumnya, dalam jamuan makan siang dengan pengamat, Selasa (14/4/2015), Jokowi mengungkap adanya pengantar pesan yang tidak valid. Hal ini menyebabkan informasi dari Jokowi ke Megawati agak bias.
Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Tomagola, yang ikut makan siang itu menuturkan Jokowi memastikan hubungannya dengan putri pertama Bung Karno ada sedikit masalah komunikasi tak langsung. ”Beliau merasa ada pihak tertentu menyampaikan informasi dari dirinya ke Bu Megawati yang diedit. Bahasanya Pak Jokowi informasi dari pihak saya ke Ibu Mega diedit sedikit, begitu bahasanya,” tutur Thamrin.
Presiden Jokowi tak mau mengungkap siapa ”pembawa pesan” yang mengedit pesannya. Namun gara-gara si pemalsu pesan itu, kadang terjadi kesalahpahaman. Jokowi pun kini kapok berkirim pesan dengan Megawati dengan menggunakan orang lain.
”Dia bilang akan mengusahakan untuk komunikasi langsung, jangan lewat orang lain. Dia enggak sebut siapa orangnya, karakter dia kan memang begitu. Tapi dia menekankan tidak perlu dikhawatirkan,” papar Thamrin.
Tokoh PDIP?
Selama ini, ada beberapa tokoh penting PDIP yang berkomunikasi langsung dengan Jokowi dan Megawati, seperti politikus senior Pramono Anung, politikus senior yang kini jadi Wantimpres Sidharto Danusubroto, anggota DPR dari PDIP Aria Bima. Putri Megawati, Puan Maharani, juga kerap dipanggil secara khusus oleh Presiden Jokowi.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto mengaku tidak pernah ditugasi Jokowi sebagai pembawa pesan? kepada parpol koalisi. Tugas utama Andi hanya urusan membantu Jokowi dalam mengelola kabinet. “Tidak ada satu pun tugas saya sebagai Seskab yang berkaitan dengan partai-partai politik mana pun,” kata Andi.
Beberapa kali ditanya, Andi menegaskan tugasnya yang hanya seputaran para menteri. Lagi pula, lanjut Andi, di kantornya tidak ada perangkat yang membuat dia bisa melakukan tugas itu. ?Andi menjelaskan di Istana ada dua orang yang memiliki tugas bidang komunikasi politik. Mereka adalah Mensesneg Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan.
Kepala Staf Membantah
Di Setneg, bidang yang bertugas sebagai komunikasi politik diemban oleh eselon I Bidang Hubungan Kelembagaan. Seda?ngkan di kantor Luhut, tugas itu dimiliki oleh Deputi Komunikasi Politik.
Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan membantah kerap memelintir informasi Presiden Jokowi ke partai pendukung. ”Saya enggak paham itu. saya pikir Presiden komunikasi baik lah,” kata Luhut di Istana Negara.
Luhut pun mengaku tak mengurusi komunikasi antara Presiden dengan partai pengusung. Sejauh ini dia melihat komunikasi yang terjalim tak ada masalah.
Terpisah Deputi Kantor Staf Kepresidenan Eko Sulistyo yang membidangi komunikasi pun senada dengan Luhut. Menurut dia permasalahan bukan pada adanya messenger yang membelokkan informasi.
”Kalau menurut saya ini kan tindak lanjut dalam penyampaian Kongres [PDIP]. Intinya adalah bagaimana komunikasi ini diperbaiki. Itu sesuai amanat di kongres untuk dievaluasi diperbaiki supaya tak terjadi disinformasi,” kata Eko.
Sekretaris Kabinet?
Politikus PDIP, Masinton Pasaribu, menyindir penyampai pesan yang mengganggu komunikasi Jokowi dengan PDIP adalah pihak di ring 1 Istana Negara. Salah satunya ia menyentil Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.
Ia yakin bukan kader PDIP yang dimaksud sebagai penyampai pesan ini. ”Ya itu brutus-brutus yang buat itu bias kan kami sudah sampaikan. Salah satunya Seskab. Kan yang selama ini menyampaikan pernyataan Pak Presiden ke publik itu Seskab,” sebutnya.
Lantas, apakah sudah seharusnya Jokowi punya juru bicara kepresidenan? Ia mengatakan urusan ini merupakan wewenang Presiden Jokowi. Namun, jika terkait urusan pemerintah maka diperlukan juru bicara.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem Johnny G. Plate, saat ini, Jokowi belum membutuhkan seorang juru bicara. Dia menyarankan agar Jokowi aktif berkomunikasi secara langsung dengan partai pengusung tanpa seorang perantara. Cara ini dianggap lebih efisien sehingga komunikasi antara Presiden dengan partai pendukung berjalan mulus.
Komunikasi Langsung
Diakuinya, selama ini komunikasi politik Presiden Jokowi ke koalisi parpol KIH masih terhambat. Kadang menurutnya penyampaian pesan yang diinginkan Jokowi tidak sampai dengan benar. Melalui komunikasi langsung Johnny yakin komunikasi politik Jokowi disampaikan secara langsung maka hubungan dua arah bisa terjalin.
Di sisi lain, kinerja menteri Kabinet Kerja dalam sorotan sejak mereka dilantik pada Oktober 2014 silam.? Rupanya, dari beberapa evaluasi, ada yang kinerjanya tidak memuaskan. Salah satu sorotan tajam itu datang dari partai utama pengusung Jokowi-JK, PDIP.
Ahmad Basarah mengatakan evaluasi menteri yang diwacanakan dalam reshuffle itu sudah dibahas dalam Kongres PDIP di Bali beberapa hari lalu. ”?Salah satu materi yang dibahas dalam Kongres IV adalah banyak menteri yang tidak maksimal melaksanakan tugas sebagai pembantu Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menjalankan pemerintahan,” kata dia.
Reshuffle?
Basarah menuturkan beberapa nama menteri diidentifikasi kinerjanya oleh PDIP. Beberapa nama menteri itu sudah dikantongi PDIP dan masih dalam kajian. Pada saatnya, kata Basarah, PDIP sebagai partai pengusung akan memberi masukan kepada Jokowi soal menteri yang bisa di-reshuffle. PDIP menyadari reshuffle hak prerogatif Presiden.
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mempresentasikan hasil survei terkininya soal kinerja menteri yang memang dinilai belum maksimal. Qodari melihat reshuffle kabinet mungkin solusinya. “Evaluasi kabinet sangat perlu, perlu reposisi dan pergantian pemain,” kata Qodari.
Nasdem yakin kadernya yang diamanahkan bertugas sebagai menteri akan aman dan tidak terkena reshuffle. Ketua DPP Nasdem Johnny G Plate menegaskan persoalan reshuflle adalah urusan presiden. Ia mengatakan hal tersebut merupakan hak prerogatif Jokowi demi kebaikan program pemerintahannya. (JIBI/Solopos/Detik)

Sang Petugas Partai.

"Megawati Jangan Sering-sering Sebut Jokowi Petugas Partai..."

Kamis, 16 April 2015 | 19:12 WIB
Sabrina Asril/KOMPAS.com Presiden kelima yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ikut menghadiri pelantikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/11/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Politik LIPI Ikrar Nusa Bakti menyoroti komunikasi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang kerap menyebut 'petugas partai'. Kalimat itu kerap dikaitkan dengan Presiden Joko Widodo.
"Megawati itu jangan terus-terusan bilang soal petugas partai, petugas partailah. Jangan juga dia bilang Presiden terpilih karena partai pengusung," ujar Ikrar dalam acara diskusi di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (16/4/2015).
"Sebab kalau kalimat itu diulang-ulang terus, seolah-olah dia menagih sesuatu ke petugas partai yang dimaksud. Mirip sistem ijon kalau di pertanian," lanjut Ikrar.
Ikrar menyebut kalimat tersebut mengganggu kepresidensialan Jokowi. Kalimat itu jugalah, sebut Ikrar, yang membuat publik selalu berpendapat bahwa Jokowi, meski menjadi presiden, tetap tunduk kepada kepentingan partai politik pengusungnya. (Baca: Istilah "Petugas Partai" Rugikan Jokowi)
Padahal, menurut Ikrar, Presiden tidak tunduk ke partai politiknya. Salah satu contohnya yakni dengan teguh tetap tidak melantik Budi Gunawan sebagai Kepala Polri dan digantikan dengan nama Badrodin Haiti. Ikrar mewanti-wanti masyarakat untuk hati-hati terhadap pernyataan elit partai politik yang seolah-olah tegas.
"Ingat, kepentingan partai politik tidak selalu sama dengan pemerintah. Akuntabilitas parpol itu hanya ke konstituen. Sementara, akuntabilitas pemerintah itu sudah pasti ke seluruh masyarakat Indonesia," ujar Ikrar. (Baca: PDI-P Harus Hati-hati Gunakan Istilah "Petugas Partai" untuk Jokowi)
Pernyataan yang dimaksud yakni ketika Mega melayangkan pidato penutup Kongres PDI-P, Sabtu (11/4/2015). Mega menuntut seluruh kader PDI-P yang ada di unsur eksekutif dan legislatif untuk menjalankan tugas sejalan dengan garis perjuangan partai. Instruksi Mega itu diberikan tanpa bisa ditawar.
"Sebagai kepanjangan tangan partai, kalian adalah petugas partai. Kalau enggak mau disebut petugas partai, keluar!" ujar Megawati. (Baca: Megawati: Kalau Tidak Mau Disebut Petugas Partai, Keluar!)

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Fidel Ali Permana

Kamis, 16 April 2015

Kecewakan Jokowi, 'The Failed Messenger' Bakal Direshuffle?


"Rapor Kinerja Jokowi Merah seperti Warna PDI-P"

Rabu, 15 April 2015 | 16:48 WIB
AFP PHOTO / PRESIDEN PALACE / Laily Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat Kabinet di Istana Presiden di Jakarta, Senin (17/11/2014). Presiden mengatakan akan memotong subsidi BBM yang telah memakan 20 persen APBN, danmengalihkan uang subsidi untuk memperbaiki infrastruktur dan program-program membantu rakyat miskin. AFP PHOTO / PRESIDEN PALACE / Laily

JAKARTA, KOMPAS.com
- Kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Kabinet Kerja dalam enam bulan masa pemerintahannya dinilai tidak memuaskan. Revolusi mental dan Nawacita yang selama ini didengungkan oleh Jokowi-JK dianggap belum terealisasi dengan baik.
"Berdasarkan kajian, rapor (kinerja) Jokowi itu merah seperti warna partainya (PDI-P). Dalam Nawacita, Jokowi akhirnya terjebak dalam retorika politik, tapi dalam realisasi seperti tidak digambarkan," kata Wakil Ketua Komisi I Fahrurozi dalam sebuah diskusi bertajuk 'Rapor Kabinet Kerja Jokowi' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2015).
Alih-alih menerapkan revolusi mental, lanjut dia, Jokowi justru mengambil kebijakan yang tidak prorakyat seperti menaikkan harga bahan bakar minyak. Harga bahan pokok pun langsung naik karena kebijakan tersebut.
Akibatnya, muncul kekecewaan tidak hanya dari rakyat, tetapi juga relawan hingga elite parpol pendukung.
"Istilah nawacita dan revolusi mental justru bisa serang kembali Jokowi," ujarnya.
Ia menilai, sudah seharusnya Jokowi-JK mengevaluasi para pembantunya di kabinet kerja. Dengan evaluasi tersebut, diharapkan kinerja pemerintahan Jokowi akan menjadi lebih baik.
"Satu kali dua puluh empat jam kinerja harus dievaluasi. Sama, Presiden, DPD, DPR juga harus dievaluasi semua," ujarnya.

Penulis: Ihsanuddin
Editor : Sandro Gatra
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kecewakan Jokowi, The Failed Messenger Bakal Direshuffle?
Jakarta - Presiden Joko Widodo gundah gulana setelah menyadari salah paham dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri kerap terjadi karena ulah orang kepercayaan yang mengedit pesannya. Akankah pengantar pesan yang gagal alias 'failed messenger' bakal didepak dari ring 1 Istana Negara.

Adalah elite PDIP Masinton Pasaribu yang menyebut ring 1 Istana-lah yang menjadi barrier komunikasi antara Ketum PDIP Megawati dengan Presiden Jokowi. Sebuah penghubung mestinya jadi pelancar komunikasi, namun yang terjadi ternyata sebaliknya.

Kekecewaan Presiden Joko Widodo pun telah memuncak. Kabarnya Jokowi telah menegur secara langsung tiga orang menteri dan sosok di ring 1 Istana yang dianggap tak mengantarkan pesan secara benar kepada Megawati sehingga yang terjadi adalah kesalahpahaman.

Kepada para pengamat politik yang diundangnya makan siang pada Selasa (14/4) lalu, Jokowi berbagi cerita soal adanya pengantar pesan yang mengedit pesannya. Namun Jokowi tak mau buka-bukaan soal siapa sosok ring 1 Istana yang bertugas menjalin komunikasi dengan PDIP.

Seskab Andi Widjajanto mengungkap komunikasi politik Presiden menjadi tugas Mensesneg Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan. "Tugas komunikasi politik itu, secara lingkungan Istana, itu ada di Pak Mensesneg yang punya eselon 1 namanya hubungan kelembagaan, dan ada di Pak Luhut yang punya eselon I namanya Deputi Komunikasi Politik. Kalau saya tidak punya perangkat untuk melakukan komunikasi politik itu," kata Andi, Rabu (15/4/2015).

Namun saat dikonfirmasi terpisah Luhut mengaku tak paham dengan pesan Jokowi yang tak mulus sampai ke Mega. "Saya enggak paham itu, saya pikir Presiden komunikasi baiklah," kata Luhut di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2015).

Isu pembawa pesan yang gagal dan mengecewakan Jokowi bertepatan dengan rencana reshuffle kabinet yang makin mengerucut. Bahkan PDIP telah membahas rencana reshuffle di Kongres IV yang digelar di Bali. PDIP pun akan mendorong sejumlah menteri yang bekerja tak baik untuk direshuffle. Lalu apakah pembawa pesan yang gagal juga akan kena gusur?

Selasa, 14 April 2015

TRAGISNYA SEPAK BOLA INDONESIA, DUKUNGAN PEMERINTAH TIDAK ...., SANKSI FIFA MENGANCAM

Agar Tak Dihukum, DPR Tuntut Menpora Ikuti Aturan FIFA

Agar Tak Dihukum, DPR Tuntut Menpora Ikuti Aturan FIFA
Suasana salah satu ruangan Kantor PSSI yang telah selesai direnovasi di areal Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, 2 Januari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto
TEMPO.CO, Padang - Wakil Ketua Komisi Olahraga DPR Nuroji meminta pemerintah mengikuti aturan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) ihwal kisruh kompetisi Liga Super Indonesia atau QNB League. Menurut dia, dengan menuruti aturan FIFA, dunia sepak bola Indonesia tidak mendapat sanksi. "Pemerintah jangan ngotot. Ikuti peraturan FIFA. Kementerian banyak urusan, jangan urus sepak bola saja," kata politikus Partai Gerindra ini di Kota Padang Sumatera Barat, Selasa, 14 April 2015.

FIFA mengirim surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga. Surat yang diteken Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke pada Jumat pekan lalu itu, FIFA meminta Kemenpora melalui BOPI tidak mencampuri urusan PSSI. Sebab, lembaga yang mereka naungi itu bekerja secara independen dalam mengatur kompetisi di Indpnesia. "Kegagalan untuk tidak mencampuri akan memaksa FIFA mempertimbangkan pemberian sanksi kepada PSSI.

Nuroji menambahkan, PSSI bagian dari FIFA. Jika ada permasalahan di sepak bola, biarkan FIFA yang menyelesaikannya. Jika ancaman FIFA itu terjadi sepak bola Indonesia akan rugi. Sanksi akan membuat sepak bola Indonesia mundur. "Bisa jadi sanksi itu dua hingga tiga tahun. Kasihan pemain kita yang sudah latihan." ujarnya. Jika ada klub yang bermasalah, pemerintah melakukan pembinaan. Tidak menghentikan kompetisi. "Ini terkait dengan sponsor. Akan ada dampak ekonomi. Efeknya langsung."

Wakil Ketua Komisi X DPR Sohibul Iman mengatakan akan mendalami surat FIFA dengan mengajak di forum di komisi X DPR. "Intinya di rapat kerja kami dengan Kemenpora, apa pun yang dilakukan untuk penyelesaian PSSI ini, jangan sampai FIA buat sanksi untuk kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan pemerintah tidak melakukan intervensi terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Ia menegaskan kementeriannya menjalankan kerjanya sesuai aturan. "Kalau dianggap intervensi, bagaimana dengan statuta FIFA (Federasi Sepak Bola Dunia) yang mengatakan bahwa PSSI harus tunduk pada hukum positif yang berlaku di negaranya. Itu jelas dituliskan begitu," ujar Menpora di kantornya, Senin, 13 April 2015.

ANDRI EL FARUQI

Menyoal Ancaman Sanksi FIFA

OPINI | 14 April 2015 | 10:11 

Konflik Sepakbola di Indonesia memasuki babak baru. Setelah terjadinya pembangkangan oleh PT Liga Indonesia (“PT LI”), Klub Arema Cronus, Persebaya dan PSSI terhadap hasil rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (“BOPI”), kemudian disusul adanya penghentian kompetisi QNB League 2015 secara tiba-tiba oleh PT LI dan PSSI, sekarang muncul rumor adanya surat ‘ancaman sanksi’ dari FIFA yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderalnya, Jerome Valcke kepada Menpora tertanggal 10 April 2015.
Surat tersebut kurang lebih berisi tanggapan atas surat yang dikirimkan pihak Kemenpora pada tanggal 2 April 2015 lalu yang berisi mengenai penjelasan mengenai masalah sepakbola Indonesia terkait dengan verifikasi yang dilakukan oleh BOPI terhadap klub-klub calon peserta liga Indonesia musim 2015 yang hasilnya adalah tidak memberikan rekomendasi kepada Klub Arema Cronus dan Persebaya untuk mengikuti kompetisi Liga Indonesia musim 2015 karena alasan legalitas.
Dalam surat sebagaimana tersebut di atas FIFA keberatan dengan tindakan yang dilakukan oleh BOPI/Kemenpora yang melarang Klub Arema Cronus dan Persebaya mengikuti kompetisi Liga Indonesia musim 2015 karena hal tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap aturan FIFA.
Surat tersebut mencantumkan sejumlah ketentuan dalam statute FIFA yang menyatakan bahwa semua anggota FIFA harus mengelola urusan mereka secara independen dan tanpa pengaruh pihak ketiga. Oleh karenanya FIFA meminta kepada Menpora/BOPI untuk tidak mengintervensi urusan PSSI dan membiarkan PSSI untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya sebagai anggota FIFA.
Terakhir, surat tersebut menyebutkan bahwa jika permintaan FIFA sebagaimana tersebut di atas tidak dipenuhi oleh Menpora/BOPI maka FIFA akan memberikan sanksi kepada sepakbola Indonesia.
Selama bertahun-tahun ini kita memang secara sadar maupun tidak telah terdoktrin bahwa (seolah-olah) Sepakbola adalah mutlak milik FIFA. Sepakbola itu mempunyai kedaulatan sendiri yang tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun termasuk masyarakat dan pemerintah. Dan yang lebih ekstrim adalah adanya klaim bahwa kedaulatan FIFA itu kedudukannya di atas kedaulatan Negara sehingga dengan alasan itu pula tabu bagi siapapun untuk melanggar ‘kitab sucinya’ sepakbola yaitu statute FIFA.
Doktrin sebagaimana tersebut di atas itu pula yang selama 4 (empat) tahun terakhir mengganjal upaya segenap komponen masyarakat dan pemerintah untuk ikut turun tangan dalam membenahi sepakbola Indonesia yang carut marut dan nirprestasi.

Namun demikian kondisi yang terjadi selama 4 (empat) tahun terakhir ini di dunia sepakbola Indonesia membuka mata dan hati kita bahwa sepakbola Indonesia dan PSSI perlu segera direformasi/direvolusi untuk mengembalikan kejayaan dan nama besar Indonesia sebagai macan asia.
Peringkat Indonesia di rangking FIFA terus mengalami penurunan bahkan terakhir posisi kita ada di bawah peringkat Timor Leste yang masih ‘bau kencur’ dalam urusan sepakbola.
Konflik dan masalah lebih akrab dan mendominasi kabar sepakbola kita. Mulai dari dualism kepemimpinan, dualism liga sampai dualism Timnas.
Kompetisi yang berlabel professional namun dalam pelaksanaannya jauh dari professional. Mulai dari format dan jadwal kompetisi yang berubah-ubah, kasus suap, ‘sepakbola gajah’, match fixing, isu mafia, gaji Pesepakbola yang terlambat dan tidak dibayar serta pelanggaran-pelanggaran lain terkait dengan syarat Klub Profesional yang disyaratkan dalam FIFA/AFC Club Licensing Regulation.
Bahkan dalam 4 (empat) tahun terakhir ada 4 (empat) Pesepakbola asing dan 1 (satu) pelatih asing yang meninggal dunia karena gajinya tidak dibayar sehingga mereka tidak mampu membayar biaya rumah sakit untuk mengobati penyakitnya yakni Bruno Zonandi (Brazil), Diego Mendieta (Paraguay), Camara Sekou (Mali) dan Salomon Begondo (Kamerun) serta Miroslav Janu (Pelatih asing dari Republik Ceko).
Menggambarkan kondisi sepakbola Indonesia 4 (empat) tahun terakhir ini Brendan Schwabb dari FIFPro memperingatkan bahwa masalah keterlambatan dan tidak dibayarnya gaji para Pesepakbola di Indonesia sudah dalam level bencana. Brendan juga menyampaikan bahwa tidak ada satu negarapun di dunia yang memiliki masalah yang lebih serius daripada Indonesia.
Bagaimana peran dan keterlibatan FIFA dalam menangani masalah sepakbola Indonesia sebagaimana tersebut di atas? Apakah FIFA membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut? Apakah FIFA setidaknya memperingatkan dan/atau menghukum klub-klub, penyelenggara liga dan PSSI karena masalah-masalah tersebut? Bagaimana sebenarnya statute FIFA mengatur dan menyelesaikan masalah-masalah tersebut?
Yang pasti terhadap permasalahan-permasalahan tersebut di atas PSSI sebagai anggota FIFA telah lalai dan gagal menanganinya. FIFA sendiri terhadap masalah-masalah dimaksud juga terkesan membiarkan dan tidak proaktif sehingga permasalahan-permasalahan tersebut terus terjadi dan berulang dari tahun ke tahun.
Kasus keterlambatan dan tidak dibayarkannya gaji Pesepakbola adalah contoh konkret gagal dan dzolimnya klub, penyelenggara liga dan PSSI serta FIFA kepada Pesepakbola di Indonesia. Kasus ini terjadi berulang dari musim 2011/2012 sampai dengan sekarang musim 2015.
FIFA/AFC Club Licensing Regulation sebenarnya telah menentukan syarat-syarat untuk menjadi Klub professional yakni memenuhi minimum 5 aspek antara lain aspek legal, aspek finansial, administrasi personal, supporting (youth & coaching) dan infrastruktur yang penjabarannya kurang lebih antara lain :
  • Klub adalah entitas komersial di bawah badan hukum.

  • Pemain dikontrak secara profesional.

  • Memiliki pendapatan seperti penjualan tiket, hak siar, sponsor, pernak-pernik, fee transfer, dan distribusi dari liga.

  • Tidak memiliki tunggakan pembayaran (utang) baik ke pemain, pelatih, staff dan lainnya.

  • Memiliki laporan laba dan rugi dalam neraca keuangan yang sudah teraudit.

  • Memiliki budget dan proyeksi keuangan kedepannya.

  • Memiliki staf manajemen yang kompeten atas tugas-tugas seperti kompetisi, pemasaran, media, legal officer dan keuangan (organisasi & sumber daya manusia).

  • Tidak boleh berstatus lintas kepemilikan klub.

  • Para direktur dan karyawan klub, tidak boleh diperkejakan di klub lain.

  • Memiliki program pengembangan pemain muda yang terafiliasi ke klub.

  • Sistem perhitungan jumlah penonton dan dokumen business plan Klub.

  • Memiliki tempat latihan yang terpisah dengan stadion laga kandang.

  • Terlibat dalam peran sosial komunitas lokal tempat klub berasal.

  • Mendapat dukungan dari pemerintah daerah untuk stadion dan tempat latihan/Surat jaminan penggunaan stadion dari pemilik/pengelola stadion.

  • Mempunyai visi, misi dan target.

  • Memiliki program dan strategi yang dituangkan dalam rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk mencapai target.
Berdasarkan syarat regulasi di atas, jika proses verifikasi dilaksanakan dengan baik dan benar oleh operator liga dan PSSI maka kasus keterlambatan dan tidak dibayarnya gaji Pesepakbola seharusnya tidak terjadi apalagi sampai berulang.
Pada saat kita mengkritisi hasil verifikasi dari operator Liga dan PSSI yang tetap meloloskan klub yang masih punya tunggakan gaji kepada pemainnya untuk mengikuti kompetisi maka jawaban ‘klasik’ yang selalu disampaikan adalah mereka memberikan toleransi kepada klub tersebut agar klub tersebut tetap bisa berkompetisi dan memperoleh penghasilan yang nantinya hasilnya akan dibayarkan untuk membayar keterlambatan gaji pemain dimaksud. Namun yang terjadi ternyata kasus itu berulang terus tiap tahun dan baik operator liga maupun PSSI tidak belajar dari hal tersebut. Parahnya, tidak ada sanksi dan ketegasan yang ditunjukkan oleh PSSI dan/atau Operator Liga terhadap Klub penunggak gaji Pesepakbola yang tetap diijinkan untuk mengikuti kompetisi padahal jelas hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap aspek finansial sebagai salah satu syarat Klub professional yang ditentukan oleh FIFA/AFC.
Hal buruk lain yang terjadi di Sepakbola Indonesia sekarang yang memperparah kasus/kondisi di atas adalah belum terbentuknya/adanya forum penyelesaian sengketa bagi Pesepakbola local yang bermasalah termasuk soal keterlambatan dan tidak dibayarkannya gaji mereka oleh Klub.
Tidak adanya forum penyelesaian sengketa ini tentunya sangat merugikan bagi Pesepakbola karena hal ini mengakibatkan tidak ada kepastian hukum terhadap penyelesaian kasus yang menimpanya.
Kondisi ini tentunya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, satu sisi ketika akhirnya Pesepakbola mencari keadilan dan membawa kasus ini ke pengadilan umum maupun ke Pengadilan Hubungan Industrial (“PHI”) maka langkah tersebut dianggap oleh operator Liga maupun PSSI menyalahi peraturan FIFA karena membawa dan menyelesaikan masalah sepakbola ke jalur ‘non sepakbola’ dan dianggap sebagai bentuk intervensi pemerintah juga jika pengadilan umum maupun PHI menerima dan memeriksa perkara dimaksud dimaksud.
Di sisi lain PSSI sendiri belum/tidak melaksanakan aturan FIFA yang mengamanatkan dibentuknya National Dispute Resolution Chamber (NDRC) untuk memeriksa dan memutus kasus yang melibatkan Pesepakbola lokal.
Kondisi carut marut dan kekosongan hukum itulah yang sebenarnya bisa diperbaiki dan diisi dengan hukum Negara sehingga bisa saling melengkapi. FIFA sendiri dalam statutanya tidak menutup diri untuk berlakunya hukum Negara jika aturan FIFA belum/tidak ‘mengkover’ di Negara tersebut.
UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional jo. Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Nasional jo. Peraturan Menpora No. 0463 Tahun 2014 tentang Kedudukan, Fungsi, Tugas dan Susunan Organisasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) adalah pintu masuk bagi pemerintah untuk ikut turun tangan dalam membantu PSSI dan FIFA menegakkan aturannya di Indonesia.
Sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya, sejauh ini pemerintah telah bertindak proporsional dalam rangka membina, mengembangkan, mengawasi dan mengendalikan sepakbola professional agar kasus-kasus dalam sepakbola Indonesia yang terjadi dan terus berulang bisa diminimalisir dan bahkan dinihilkan.
Dari uraian di atas kita bisa menilai bahwa surat ancaman FIFA ke Menpora untuk memberikan sanksi kepada Sepakbola Indonesia adalah suatu hal yang berlebihan.
PSSI dan/atau FIFA bahkan gagal menangani dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan timbul di Sepakbola Indonesia sehingga selain merugikan Pesepakbola juga prestasi Timnas semakin menurun.
Dan ironisnya ketika pemerintah turun tangan untuk membantu menangani dan menyelesaikan masalah-masalah di atas secara proporsional demi kemajuan sepakbola nasional sesuai dengan tugas dan fungsinya yang diamanatkan peraturan perundang-undangan di Indonesia justru ancaman sanksi yang diterima.
Tapi andaikata pun FIFA tetap akan menjatuhkan sanksi, hal tersebut bukanlah kiamat bagi Sepakbola Indonesia. Justru sebaliknya sanksi  ini harus kita jadikan momentum sebagai titik awal kebangkitan sepakbola Indonesia.
Sanksi FIFA akan memberikan ruang dan waktu yang cukup bagi stakeholder Sepakbola Indonesia untuk membenahi dan memperbaiki Sepakbola Indonesia.
Sebagai referensi, Australia yang dulu pernah di sanksi FIFA Sepakbolanya menjadi jauh lebih maju pasca sanksi tersebut dan bahkan terakhir menjuari AFC Asian Cup 2015.
Ancaman sanksi FIFA? Siapa takut..?!