Kamis, 24 April 2014

Jendral Moeldoko banting Jam tangannya seharga 1 M ?

Inikah Jam Tangan Jenderal Moeldoko yang Jadi Sorotan?

Rabu, 23 April 2014 | 10:25 WIB
RICHARD MILLE Richard Mille RM 011 Felipe Massa Flyback Chronograph Black Kite.

KOMPAS.com
 — Jam tangan yang dipakai Panglima TNI Jenderal Moeldoko sempat disorot sejumlah media di Singapura pada awal pekan ini. Konon, jam tangan tersebut langka dan sangat mahal, dengan harga di atas Rp 1 miliar.
Sebenarnya ulasan mengenai jam yang melekat di tangan kiri jenderal bintang empat itu sudah muncul sejak 16 April 2014 di situs www.themillenary.com. Situs dari Singapura itu memang sering membahas apa pun terkait jam tangan.
Namun, sorotan terhadap jam tangan Moeldoko baru ramai sejak awal pekan ini setelah tulisan tersebut dikutip situs lainnya, www.mothership.sq. Cerita jam tangan yang wah itu pun segera beredar di dunia maya dan juga menjadi perbincangan para pengguna media sosial Facebook dan Twitter di Indonesia.

Situs www.themillenary.com menengarai bahwa jam tangan yang dipakai Jenderal Moeldoko adalah tipe Richard Mille RM 011 Felipe Massa Flyback Chronograph "Black Kite".
Jam tangan tersebut adalah model terbaru dari tipe sejenis Felipe Massa Flyback Chronograph "Red Kite" yang keluar tahun 2011.
Casing-nya berbahan logam titanium berwarna hitam. Titanium terkenal sebagai logam yang sangat kuat dan tahan panas sehingga menjadi pelapis pesawat luar angkasa.
Desain raptor pada jam tangan tersebut dengan bagian dalam yang transparan membuatnya terlihat kental dengan kesan militer dan sporty, khas jam-jam besutan produsen Richard Mille.
Selain fungsi chronograph yang bisa mengukur interval waktu hingga sepersekian detik layaknya stopwatch, jam ini juga dilengkapi fitur kalender.
Yang membuatnya istimewa adalah karena jam tangan ini hanya diproduksi sangat terbatas. Alokasi untuk pasar Amerika Utara dan Amerika Selatan hanya 30 unit. Varian lainnya untuk pasar Asia hanya diproduksi 45 unit. Entah tipe dari mana yang dimiliki Moeldoko.
Proses pembuatannya memang memakan waktu yang tidak sebentar. Untuk memasang bezel atau bagian panel terluarnya saja butuh waktu 8 hari. Sementara itu, pemasangan bagian dalam dan casing belakang perlu tambahan 5 hari. Total ada 202 komponen yang menyusun jam tangan spesial ini. Sekrupnya juga berbahan titanium dan dilapisi karet sehingga bisa dipakai di air hingga kedalaman 50 meter.
Harganya pun tidak main-main, yakni lebih dari 100.000 dollar AS alias di atas Rp 1 miliar.

Tulisan yang menyorot gaya hidup Moeldoko itu muncul tak lama setelah kontroversi permintaan maafnya kepada Singapura di Channel News Asia terkait penamaan kapal perang KRI Usman Harun yang diprotes Pemerintah Singapura. Namun, tulisan tersebut dibantah Moeldoko, dan menyebut Channel News Asia salah kutip pernyataannya bahwa ia minta maaf tidak dapat memenuhi permintaan Singapura agar tidak menggunakan nama tersebut.

Usman dan Harun adalah dua prajurit Korps Komando Operasi (KKO) TNI AL yang dihukum mati karena melakukan pengeboman di Gedung MacDonald House di Orchard Road pada tahun 1965 saat berkobarnya Dwikora oleh Presiden Soekarno. Kedua orang tersebut dianggap sebagai pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Moeldoko Banting Jam Tangan Palsunya

Rabu, 23 April 2014 | 12:59 WIB
TRIBUNNEWS/HERUDIN Panglima TNI Jenderal Moeldoko menunjukkan jam tangannya saat jumpa pers acara kerja sama TNI dengan militer Filipina di Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2014). Moeldoko membantah isu yang menyebutkan jam tangan yang ia pakai seharga Rp 1 miliar, ia mengaku hanya membelinya seharga Rp 5 juta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku bahwa jam tangan miliknya yang dibicarakan masyarakat di Indonesia ataupun internasional hanya barang tiruan alias palsu. Ia mengaku membeli jam itu seharga Rp 5 juta.
Seusai bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Emmanuel T Bautista di Hotel Borobudur di Jakarta, Rabu (23/4/2014), Moeldoko sempat membuka jam dan menunjukkannya kepada wartawan.
"Kayak gini kok orisinal," kata Moeldoko ketika ditanya apakah itu barang asli atau tiruan.
Moeldoko mengatakan, harga jual jam tangan asli di pasaran bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Namun, ia membelinya hanya dengan Rp 5 juta. Moeldoko mengaku membeli jam tersebut karena mengagumi inovasi yang terdapat di dalamnya.
"Begitu melihat, yang ada di pikiran saya adalah inovasi dan inovasi. Setiap kali lihat jam ini, saya ingat inovasi dan inovasi. Jadi bukan mau pamer," ucapnya.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu juga mengaku mengoleksi jam tangan dari berbagai merek. Namun, ia tak menyebutkan merek jam tangan apa saja yang dimilikinya. "(Saya) kolektor spesialis jam. Ada se-ruko (jumlahnya)," katanya.
Dalam percakapan dengan wartawan, ia tak cukup memperlihatkan jamnya. Moeldoko lalu membanting jam berwarna hitam itu ke lantai. Jam Moeldoko lalu diambil anak buahnya dan diserahkan ke wartawan untuk dilihat lebih dekat. Sambil tertawa, Moeldoko lalu pergi meninggalkan kerumunan wartawan.
Jam tangan yang dipakai Moeldoko sempat disorot sejumlah media di Singapura pada awal pekan ini. Cerita jam tangan yang aslinya berharga di atas Rp 1 miliar itu segera beredar di dunia maya dan juga menjadi perbincangan para pengguna media sosial Facebook dan Twitter di Indonesia.
Situs www.themillenary.com menengarai bahwa jam tangan yang dipakai Jenderal Moeldoko adalah tipe Richard Mille RM 011 Felipe Massa Flyback Chronograph "Black Kite". Jam tangan tersebut adalah model terbaru dari tipe sejenis Felipe Massa Flyback Chronograph "Red Kite" yang keluar tahun 2011.
Yang membuatnya istimewa, jam tangan ini hanya diproduksi dalam jumlah sangat terbatas. Alokasi untuk pasar Amerika Utara dan Amerika Selatan hanya 30 unit. Varian lainnya untuk pasar Asia hanya diproduksi 45 unit. Entah tipe dari mana yang dimiliki Moeldoko.

Jokowi: Diserang, Masa "Diem" Saja?

Rabu, 23 April 2014 | 18:34 WIB
VITALIS YOGI TRISNA Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, melakukan orasi pada kampanye terbuka di Lapangan Sukun, Malang, Jawa Timur, Minggu (30/3/2014). Pria yang akrab disapa Jokowi meminta kepada masyarakat agar memberikan dukungan kepada PDI-P sekaligus turut mengawasi pelaksanaan Pemilu 2014. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
LAMPUNG, KOMPAS.com — Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, mengatakan wajar jika ia didukung oleh relawan tim cyber untuk menangkal serangan-serangan di media sosial.

"Kalau punya, ya wajar saja. Masa diserang diem-diem saja sih. Kayak kita ndak punya kemampuan," ujar Jokowi saat bincang santai dengan wartawan di Bandara Radin Inten II, Lampung, Rabu (23/4/2014) petang.

Namun, Jokowi ingin meluruskan berita miring yang beredar di publik bahwa ia membayar tim cyber tersebut. Menurutnya, keberadaan tim tersebut bukanlah berasal dari kocek-nya. Dia juga tak mengetahui asal mereka.

"Itu yang harus diluruskan. Kita enggak ngerti mereka itu siapa dan dari mana. Mereka memang jawab-jawab di media sosial," lanjut Jokowi.

Ke depannya, Jokowi berencana menyatukan ribuan tim itu ke dalam satu wadah organisasi. Di dalam wadah tersebut, Jokowi berencana memberikan panduan kepada para relawan cyber bagaimana mengelola media sosial yang efektif.

"Nanti kalau organisasi pilpresnya jadi, bisa saja relawan-relawan itu disatukan, tapi kalau mau. Karena waktu pilgub yang dulu itu, mereka enggak mau disatukan, enggak mau diatur-atur," ujarnya

Rabu, 23 April 2014

4 Serangan Guruh Soekarnoputra ke Jokowi

Reporter : Dedi Rahmadi | Rabu, 16 April 2014 09:11
4 Serangan Guruh Soekarnoputra ke JokowiMerdeka.com - Guruh Soekarnoputra merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang selalu mengkritik dengan capres partai banteng moncong putih itu, Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, Guruh menilai Jokowi belum pantas jadi presiden. Guruh juga menyatakan Gubernur DKI Jakarta itu belum pantas disamakan dengan Presiden Soekarno. Menurut Guruh, Jokowi masih perlu belajar lagi tentang paham Soekarno. Dalam setiap kesempatan, Guruh sering menyerang dengan ucapan pedas kepada Jokowi. Berikut empat serangan Guruh kepada Jokowi:
1. Jokowi gubernur setengah jalan 4 Serangan Guruh Soekarnoputra ke Jokowi

Merdeka.com - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Guruh Soekarnoputra menilai konstitusi Indonesia sudah menyeleweng dari Pancasila dan UUD 1945. Dia pun meyakini ada pihak asing yang sengaja membuat Indonesia menjadi negara liberal.

Ketika ditanya, apakah PDIP mampu merubah pendapatnya tersebut, terlebih partai benteng itu menjadi pemenang Pemilu 2014, dia tak mampu menjawab. Menurut dia, hal itu bisa ditanyakan langsung kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri .

"Lebih baik itu bukan saya yang jawab, tanya langsung sama Bu Mega. Saya bicara sebagai warga negara bangsa yang membela Indonesia. Tanpa memandang partai, bahkan saya anggota partai itu sendiri," kata Guruh di Gedung DPR , Jakarta, Selasa (15/4).

Kendati begitu, Guruh melihat capres yang ada saat ini dinilai belum mampu melakukan perubahan terhadap hal tersebut. Termasuk Capres PDIP Joko Widodo, Capres Gerindra Prabowo Subianto ataupun Capres Golkar Aburizal Bakrie. "kalau saya belum melihat itu," kata dia.

Kendati begitu, Guruh mengaku sudah pernah bicara soal konstitusi dan UUD 45 dengan Jokowi . Namun, dia tetap saja melihat Jokowi belum mampu. "Sudah pernah bertemu yah beberapa kali," singkat dia.

Sebetulnya, dia melihat Jokowi adalah sosok yang baik dan calon pemimpin yang hebat. Namun dia tak setuju dengan pencapresan Jokowi yang dinilainya terlalu dini.

"Dari zaman dulu saya bilang Pak Jokowi Insya Allah ya orang kan bisa berubah-rubah. Pak Jokowi orang yang suka kerja, giat dan konsisten di bidangnya dari wali kota sampai gubernur. Tetapi gubernur masih setengah jalan, masih waktunya baru 20 persen dari masa baktinya, dia belum menghasilkan signifikan," tegas dia.


4 Serangan Guruh Soekarnoputra ke Jokowi

2. Wawasan Jokowi belum luas soal kepemimpinan

Merdeka.com - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Guruh Soekarnoputra tak setuju dengan pencalonan Joko Widodo ( Jokowi ) sebagai presiden di Pilpres 2014. Menurut dia, Jokowi masih harus banyak belajar sebelum memimpin Indonesia.

Guruh mengatakan, seorang presiden harus memiliki wawasan yang luas. Selain itu, kata dia, capres juga harus punya pengetahuan tentang dunia politik luar negeri.

"Pak Jokowi itu masih harus perlu waktu banyak belajar apalagi presiden wawasannya harus luas, tahu politik secara dalam dan mau enggak mau harus dibawa ke alam dunia politik nasional atau internasional," ujar Guruh di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/4).
 Reporter : Dedi Rahmadi | Rabu, 16 April 2014 09:11
4 Serangan Guruh Soekarnoputra ke Jokowi

3. Belum ada jiwa Soekarno dalam diri Jokowi

Merdeka.com - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Guruh Soekarnoputri melihat, jiwa Soekarno belum ada di dalam diri Jokowi . Bahkan menurut dia,Jokowi belum matang sebagai calon pemimpin bangsa.

"Kami penerus perjuangan Bung Karno memegang ajaran Bung Karno . Pak Jokowi sudah sematang apa dalam hal ajaran Bung Karno? Ajaran Bung Karno mengajarkan kita tentang ideologi NKRI," terang putra bungsu Bung Karno ini.

Guruh meragukan ideologi yang dimiliki oleh para kandidat capres yang ada saat ini. Dia pun mempertanyakan, pemahaman seperti apa yang dimiliki oleh para capres tentang ideologi.

"Pemimpin yang ada bermunculan itu apakah mereka paham tentang ideologi, ideologi mana yang mereka pegang," pungkasnya.

4 Serangan Guruh Soekarnoputra ke Jokowi

4. Jokowi tak pantas jadi capres tahun ini  

Merdeka.com - Politikus PDIP, Guruh Soekarnoputra, memiliki pandangan tersendiri soal ramainya dukungan Joko Widodo (Jokowi) maju nyapres. Menurutnya, Jokowi belum pantas maju jadi calon presiden 2014.

Menurut saya Pak Jokowi tidak untuk tahun ini lah, jadi untuk pilpres mendatang saja, kata Guruh yang juga anggota Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (24/10).

Pepabri: Prabowo Hadapi Rival Politik Harus Dengan Cara Konstitusional

Selasa, 22 April 2014 21:02 WIB, Ralian Jawalsen Manurung
Agum Gumelar (Jaringnews/Nandang Permana Sidik)
Agum Gumelar (Jaringnews/Nandang Permana Sidik)
Rival dalam konteks demokrasi bukan menghancur leburkan
JAKARTA, Jaringnews.com - Ketua Umum Pepabri, Jenderal (Purn) Agum Gumelar ingatkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi calon presiden karena berdasarkan keinginan dalam pengabdian kepada negara.

"Pesan dan harapan, agar Prabowo melalukan dalam menyebarkan pemikiran brilian kepada masyarakat Indonesia sebarkan, tanpa caci maki atau hujat menghujat," tegas Agum dalam keterangan persnya, di gedung Pepabri, Jakarta, Selasa (22/4). Dia mengimbau semua Capres dan Cawapres harus menganggap rival dalam konteks demokrasi, dan bukan menghancur leburkan dengan lawan politik dalam pertarungan Pemilihan Presiden.

Pepabri, lanjutnya,  merespon pesan dan harapan, pertama, apa yang menjadi latar belakang itu motivasi menuju kedudukan menuju RI1 (presiden-red). Dan juga, didasari keinginan pengabdian dengan melakukan perubahan secara damai dan konstitusional.  "Kalau seperti ini dilandasi maka Indonesia yakin menjadi negara besar," tukasnya.

Di tempat yang sama, Prabowo mengatakan, dirinya baru datang ke Pepabri. "Tadinya ingin menjaga Pepabri agar kesan netral dan bukan meminta dukungan. Pepabri milik semua bangsa diatas semua golongan, saya tidak berharap meminta endorsman, dan menjaga netralitas," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dirinya memberikan paparan dan konsep-konsep ke depan, dan membangun ekonomi kuat, dan berdiiri sendiri. "Dan tidak menjadi pasar bagi negara lain," tegas Prabowo. Seusai Prabowo memberikan keterangan pers, selanjutnya,  Prabowo meninggalkan gedung Pepabri masuk ke dalam mobil Lexus berwarnai putiih dengan nomor polisi B 17 PSD.
(Ral / Mys)

Ketua Umum Pepabri Kagumi Visi Misi Prabowo

Selasa, 22 April 2014 18:34 WIB
Ketua Umum Pepabri Kagumi Visi Misi Prabowo
Muhammad Zulfikar/Tribun Jakarta
Agum Gumelar dan Prabowo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Agum Gumelar merasa kagum dengan visi dan misi yang disampaikan oleh calon presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto.
Menurutnya, visi dan misi yang disampaikan Prabowo kepada Pepabri membuat kagum para purnawirawan."Semua yang dijelaskan beliau (Prabowo) adalah konsep menuju Indonesia menjadi negara maju," kata Agum di Kantor Pepabri, Jalan Diponegoro Nomor 53, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2014).
Agum menuturkan, visi dan misi yang disampaikan Prabowo adalah untuk menguatkan ekonomi Indonesia menuju bangsa yang makmur dan sejahtera. Agum pun mendukung agar Prabowo menyebarluaskan visi dan misinya tersebut kepada rakyat."Dengan niatan ekonomi kerakyatan yang dimiliki beliau, seharusnya tim dan Pak Prabowo harus menyebarluaskan pemikiran brilian beliau ini keseluruh rakyat Indonesia," tuturnya.
Dalam pertemuan Pepabri dengan Prabowo selain dihadiri Agum Gumelar, turut hadir Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Pepabri Wismoyo Arismunandar dan mantan Kepala Staf Umum Mabes TNI, Suryo Prabowo.

Dahsyatnya Lulusan D3 Farmasi Putra Indonesia Malang

Taman Selecta, Batu, Malang, 2013
Benar. Kuliah di farmasi itu sangat menyita energi. Apalagi bila tak ada cinta yang menyertai. Pasti dan pasti akan terbengkalai. Akan tetapi, dibalik semua cerita pahit itu, suatu saat pasti akan berbuah manis. Semua jerih payah itu, akan terbayar dengan lunas. Semua pengorbanan itu, akan menuai hasilnya. Nanti saat waktunya telah tiba.
Lulusan farmasi dengan keterampilan hard soft skill yang memadai. Tak perlu pusing Masalah karier. Bulan ini saja saja saya yang lulusan D3 Farmasi tahun kemarin sudah mendapat tawaran open recrutment dari tiga perusahaan sekaligus, diantaranya PT Zensie Indonesia sebagai Quality Control Staff, PT Pertiwi Agung dan PT Meiji sebagai Quality Control Staff, dan PT Pertiwi Lakson Farma.
Semua itu belum termasuk yang tertempel di papan pegumuman khusus lowongan kerja di kampus. Ironisnya lagi tawaran open recruetment itu selalu saja ada dan datang hampir di tiap bulan. Kalau saja saya tidak sedang menempuh studi lanjut S1. Sudah pasti akan saya ambil salah satu terbaik dari berbagai tawaran open recruetment tadi.
Sebenarnya lulusan D3 itu lebih dibutuhkan di dunia kerja daripada lulusan S1. Lalu mengapa saya memilih lanjut S1 kalau peluang kerja D3 itu lebih menjajnjikan? Simpel sebenarnya jawabannya, selagi saya muda dan selagi ada yang membiayai mengapa tidak? Walau memang sebenarnya di dunia kerja lebih menjanjikan lulusan farmasi dari D3 daripada S1. Tapi, kalau bisa sampai ke Profesinya. Itu juga akan sama menjanjikannya seperti halnya lulusan diploma tiga tadi.
Keunggulan D3 adalah hard soft skill nya sudah pasti teruji karena memang kurikulumnya dipersiapkan untuk itu. Beda lagi lulusan S1 yang hanya sebatas pendalaman materi dan sedikit praktik. Sebanarnya S1 itu tanggung kalau tidak dilanjutkan ke jenjang profesi Apoteker. Masalahnya dari S1 ke Apoteker itu jelas butuh biaya yang tidak sedikit.
Perkiraan praktisnya, jika untuk saat ini biaya persemester untuk jenjang D3 berada pada kisaran Rp 4.500.000.- untuk S1 bisa dua hingga tiga kali lipat dari itu. Sementara untuk profesi Apotekernya bisa lebih mahal lagi, kisaran lima sampai sepuluh kalilipat dari biaya persemester di jenjang D3. Tergantung akreditasi kampusnya. Wooww bukan.??
Begini saran saya, kalau memang cita – citanya menjadi seorang Apoteker akan lebih cepat kalau langsung masuk S1. Tapi, kalau keadaan seperti tidak memungkinkan sebaiknya masuk D3 saja. Sebab lulusan D3 jauh lebih menjanjikan di dunia kerja dari pada S1. Lulusan Apoteker juga memang menjanjikan, tapi itu terlalu mahal dan butuh waktu yang memang sedikit lebih lama.
“Kembali ke minat dan kemauan masing masing...!!”
Sukses itu tidak bergantung pada titel, tapi bergantung pada seberapa banyaknya manfaat yang telah berhasil seorang lakukan dan itu berdampak pada lingkungan sekitarnya. Itu saja. Simple sebenarnya. Ingat..!! Sukses di kehidupan..!! Bukan hanya sekedar sukses di bangku sekolahan dan bangku perkuliahan.
Sukses di kehidupan berarti sukses di dunia kerja. Sukses di dunia karier!!
Sekarang pertanyaannya, apa yang dibutuhkan di dunia kerja?? Nilai?? Iya nilai memang ikut ambil andil. Tapi itu hanya berpengaruh pada proses seleksi saat di meja adminitrasi. Selanjutnya nilai tidak lagi diperlukan. Misalnya saat proses interview, di sini yang paling menentukan tentu adalah kemampuan menjalin komunikasi, kemampuan berinisiatif, tingkat integritas, pasion, lalu kemudian visi dan misi.
Selama kuliah sah - sah saja mengejar nilai, tapi tetap utamakan pada prosesnya. Sebab proseslah yang akan mengasah hard soft skill menjadi lebih mumpuni. Dengan kemampuan hard soft skill yang di atas rata – rata. Percaya seseorang bisa lebih sukses baik di perusahaan ataupun mandiri swasta. Nilai buruk hanya akan menyulitkan di awal. Tapi hard soft skill yang buruk tak hanya akan menyulitkan di awal tapi juga akan menyulikan hingga di akhir karier kehidupan. (Ali Ridwan, 01/01/14)

Dino: Target Realistis Demokrat Tawarkan Cawapres

Rabu, 23 April 2014 | 09:35 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Peserta konvensi Partai Demokrat Dino Patti Djalal memaparkan visi dan misinya dalam acara Konvensi Demokrat Tahap II di Jakarta, Kamis (9/1/2014). Hari ini selain Dino peserta konvensi lainnya juga akan menyampaikan pidato politiknya yaitu Anies Baswedan dan Marzuki Alie.

SEMARANG, KOMPAS.com
- Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Dino Patti Djalal berpendapat, melihat hasil hitung cepat pemilu legislatif 2014, target realistis Demokrat adalah menawarkan calon wakil presiden kepada partai lain untuk menghadapi pemilu presiden mendatang.
"Menurut saya secara pribadi, target realistis dan peluang paling bagus adalah menawarkan cawapres kepada partai lain. Itu realistis dan pragmatis," kata Dino di sela-sela kegiatan safari politiknya di Semarang seperti dikutip dari Antara.
Dino mengatakan bahwa Demokrat lebih mudah menawarkan figur cawapres daripada mengusung capres sendiri. Perhitungannya, jika mengusung capres sendiri, Demokrat perlu meyakinkan partai lain untuk memberikan dukungannya.
"Akan tetapi, kalau Demokrat tetap mengusung capres sendiri dengan menciptakan poros baru, ya, mungkin saja," ujar dia.
Sebagai peserta konvensi capres Demokrat, Dino hanya berupaya bersaing sebaik-baiknya dengan menyuarakan gagasan untuk pembangunan bangsa ini. Adapun langkah dan kebijakan partai, kata dia, sepenuhnya menjadi kewenangan Susilo Bambang Yudhoyono selaku pimpinan partai.
"Saat ini benar-benar Pak SBY yang bermain 'catur'. Saya meyakini beliau sangat fokus beberapa hari ini," kata mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat itu.
Berdasarkan hasil hitung cepat berbagai lembaga, tidak ada parpol yang bisa mengusung capres-cawapres tanpa koalisi. Syarat ambang batas pengusungan capres-cawapres dalam UU Pilpres,  yakni 20 persen perolehan kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional.
Hingga saat ini, Demokrat belum menentukan pemenang konvensi. Pandangan di internal Demokrat dan Konvensi juga terbelah, tetap mengusung capres atau menurunkan menjadi cawapres.

Dua Kubu PPP Akhirnya Islah

Pertemuan islah lanjutan antara Suryadharma dan DPW PPP digelar.
Rabu, 23 April 2014, 10:40 Dwifantya Aquina , Nila Chrisna Yulika
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin, dan Wasekjen PPP Romahurmuziy
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin, dan Wasekjen PPP Romahurmuziy (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
VIVAnews - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy mengatakan setelah terjadinya kisruh di internal partai beberapa hari ini, akhirnya terjadi islah pada Selasa malam, 22 April 2014.

"Setelah sekian kali seruan saya sejak pekan lalu untuk terjadinya islah. Alhamdulilah, semalam telah terjadi pertemuan islah di Hotel Park Lane, Jakarta, sekitar pukul 21.00-23.30," kata Romi dalam pesan singkatnya, Rabu 23 April 2014.

Pertemuan itu, kata Romi dipimpin ketua Majelis Syariah DPP KH Maimoen Zubair, dan dihadiri oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Wakil Ketua Umum Hasrul Azwar dan Lukman Saifudin, Sekjen Romahurmuziy serta ketua Majelis Pertimbangan DPP KH Zarkasih Nur.

"Fatwa yang disampaikan Mbah Moen (Maemoen Zubair) dibacakan kembali, kemudian masing-masing yang hadir ditanyakan sikapnya," ujar dia.

Atas fatwa itu, kata Romi semua pihak yang berseteru akhirnya bisa menerima. "Bagi saya, karena PPP didirikan oleh para ulama dan Mbah Moen adalah ulama partai yang tertinggi, tidak ada kata lain kecuali sam'an wa tho'atan, saya dengar dan saya patuhi," kata dia.

Awalnya, Romi berkata sudah berkali-kali menyerukan islah atas terjadinya perseteruan antara kubu SDA dan kubu Romi. Namun, ternyata situasi justru semakin panas hingga mengakibatkan dirinya diberhentikan sebagai sekjen.

Kemudian, Romi melanjutkan, pada malam setelah digelarnya rapimnas I yang semula dimaksudkan untuk islah, dirinya melaporkan kejadian ini kepada Maimoen Zubair.

"Saya minta agar beliau turun tangan langsung menyelesaikan semua ini dengan mengundang Rapat Majelis Musyawarah Partai," kata dia. Sehingga pada akhirnya, perseteruan PPP dinyatakan selesai.

Setelah perdamaian ini, kata Romi, agenda selanjutnya, adalah melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh untuk mempersiapkan Pemilihan Presiden. "Insya Allah, siang nanti akan ada pertemuan islah lanjutan antara SDA bersama seluruh DPW se-Indonesia," kata dia.

Atas perseteruan di internal PPP pun, Romi mohon maaf kepada masyarakat. "Saya minta permohonan maaf bahwa perbedaan pendapat yang sangat tajam di tubuh PPP telah menyita ruang publik sedemikian lama," tuturnya.

Modal Rp30 Juta, Caleg Cantik Ini Lolos Jadi Legislator

Kuncinya adalah membina konstituen lima tahun sebelumnya

Rabu, 16 April 2014, 13:31 Yudho Raharjo, Daru Waskita (Yogyakarta)
 Arny Tyas Palupi, legislator Partai Golkar.
Arny Tyas Palupi, legislator Partai Golkar. (VIVAnews/Daru Waskita)
VIVAnews - Terjun ke dunia politik dan merebut kursi legislatif identik dengan biaya tinggi. Namun itu tidak berlaku bagi Arny Tyas Palupi. Calon legislatif (Caleg) dari Partai Golongan Karya (Golkar) hanya mengeluarkan uang sebesar Rp30 juta dan berhasil merebut kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tingkat II Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).  

"Memang suara saya tidak banyak, tapi didukung suara partai sehingga berhasil memperoleh suara terbanyak berdasarkan nama dan meraih satu kursi," kata Arny kepada VIVAnews, Rabu 16 April 2014.

Perempuan berusia 30 tahun tersebut bertarung di daerah pemilihan (Dapil) Bantul I yang terdiri dari Kecamatan Bantul dan Sewon ini mengakui dana sebesar 30 juta tersebut berasal dari tabungannya. Dana itu dipergunakan untuk biaya operasional selama kampanye.
Menyadari dana kampanye yang dimiliki sangat minim, Arny yang juga Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) mengatakan telah membina konstituen selama lima tahun terakhir. Arny yakin tidak ada konstituennya yang berpaling meski diberi tawaran uang ratusan ribu rupiah oleh caleg lain.

"Kalau saya diberi informasi ada caleg yang akan melakukan money politic, maka saya serahkan kepada masyarakat. Namun saat coblosan tetap saya yang dipilih," ujarnya.

Perempuan yang hingga kini masih melajang tersebut mengaku ketika amanat diberikan oleh rakyat kepadanya, maka sebagai wakil rakyat dia akan berusaha  mewujudkan apa yang pernah dijanjikan.

"Komitmen yang harus saya kedepankan, karena pemilih menjatuhkan pilihan kepada saya berdasarkan kepercayaan dan komitmen," katanya.

Arny yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Komisi C DPRD Bantul dari Fraksi Golkar ini mengaku tak bisa membayangkan kalau yang terpilih caleg yang melakukan money politic.

"Ada istilah kalau caleg sudah keluar duit untuk money politic maka itu adalah bibit korupsi akan terjadi. Saya tidak berharap wakil rakyat nantinya masuk penjara," ungkapnya.

Arny mengatakan menjadi politisi bukan hal yang asing baginya karena ayahnya merupakan politisi senior partai Golkar di Bantul yang telah duduk di DPRD Bantul selama lebih dari 20 tahun.

"Dari pengalaman ayah saya itu maka saya terjun ke dunia politik yang jauh dari jurusan saat saya kuliah dahulu di UII (Universitas Islam Indonesia) jurusan arsitek," katanya. (umi)

Caleg-caleg cantik lolos jadi DPR /DPRD

Caleg-caleg cantik ini gagal melenggang ke Senayan

Reporter : Iqbal Fadil | Rabu, 23 April 2014 07:02
Caleg-caleg cantik ini gagal melenggang ke Senayan
Angel Lelga. ©2013 Merdeka.com/Dwi NarwokoMerdeka.com - Rekapitulasi suara hasil pemilu legislatif 2014 sudah berlangsung di tingkat KPU provinsi di masing-masing wilayah. Berapa perolehan kursi tiap partai mulai diketahui termasuk siapa caleg yang lolos ke Senayan menjadi anggota DPR .

Beberapa artis sudah memastikan diri bakal menjadi anggota legislatif periode 2014-2019. Di Jawa Barat misalnya,
Dede Yusuf yang meraih suara tertinggi dan memastikan Partai Demokrat mendapat satu kursi dari dapil Jabar II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat).

Dari dapil ini juga ada artis yang menjadi caleg incumbent yakni  yang mewakili Partai Gerindra., Rachel Maryam Sayidina,

Sementara pendatang baru ada Anang Hermansyah yang menjadi caleg PAN dari dapil IV Jawa Timur (Jember dan Lumajang).
Artis Desy Ratnasari juga dikabarkan lolos mewakili PAN dari dapil Jabar IV yang meliputi Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.

Ada yang lolos, ada yang gagal. Berikut beberapa caleg-caleg cantik yang hampir dipastikan gagal melenggang ke Senayan berdasarkan perhitungan sementara di tingkat KPUD.

Siapa Caleg Cantik yang Bakal Lo Coblos Pada PEMILU 2014 Nanti?



2014 tahun pemilu guys... di sini saya ga mau debat soal politik, partai, ideologi, golput itu di B&P aja. Yang mau saya tampilkan di sini adalah para calon anggota legislatif (caleg) perempuan pada Pemilu 2014 yang memiliki kelebihan berupa penampilan yang menarik...

1. NASDEM
Spoiler for Nasdem:
JAKARTA II no 2 Lathifa Marina al-Anshori (reporter MetroTV)
Spoiler for lathifa:

JAKARTA III no 3 Jane Shalimar (artis)
Spoiler for jane:

JABAR I no 2 Mira Rosana Gnagey Wiranatakusumah (dosen)
Spoiler for mira:

JABAR II Mel Shandy (lady rocker)
Spoiler for mel.shandy:

KALBAR no 1 Nonny Chirilda (model senior)
Spoiler for nonny:

SULSEL I no 2 Dian Ekawaty (penyanyi)
Spoiler for dian.e:

DPRD TANGERANG SELATAN Mirza Ervira Yulistia
Spoiler for mirza:

DPRD JAKARTA Lia Kaniasari Kusumah
Spoiler for lia.k.k:

DPRD JAKARTA Shilya Patrice Kirana Idris "Shezy Idris" (artis)
Spoiler for shezy:

DPRD KOTA BANDUNG Ahmadiawati Sejati Bintang (presenter TV/mantan ketua Ladies Viking)
Spoiler for asejati:

DPRD KOTA BANDUNG Herni Herdiani (pengurus Nasdem Jabar)
Spoiler for herni:

DPRD KAB BANDUNG Resi Fitriadi Guntari (guru TK)
Spoiler for resi:

DPRD SULSEL drg Andi Rahmatika Dewi (anggota DPRD Sulsel)
Spoiler for rahmatika:
thx to .celanaman



2. PKB
Spoiler for PKB:
JABAR I no 6 Vina Kusuma Dewi (karyawati Trans Studio)
Spoiler for vinakd:

DPRD KAB BANDUNG Rissantika Pradita Lazuardi
Spoiler for rissa:


3. PKS
Spoiler for PKS:
masih dicari...


4. PDIP
Spoiler for PDIP:
KALBAR no 2 dr Karolin Margret Natasa (anggota DPR/anak gubernur Kalbar Cornelis)
Spoiler for karolin:

DPRD KOTA BANDUNG Tiara Pratiwi (mahasiswi Unpad)
Spoiler for tiara:


5. Golkar
Spoiler for Golkar:
BANTEN II No 6 Yena Melissa
Spoiler for yena:

JAKARTA I No 3 dr Liliek Nurlinda Diyani (dokter)
Spoiler for dr.liliek:

JABAR I no 7 Dina Wahyuningrum (staf ahli DPR)
Spoiler for dina.w:

JABAR II Sandra Naholo (artis sinetron)
Spoiler for sandra.n:

JATENG V Dina Hidayana
Spoiler for dina.h:
thx to x.covic

LAMPUNG I Dwie Aroem Hadiatie (pengurus Golkar/anak Alzier Dianis Thabranie)
Spoiler for dwiearoem:

SUMUT I Meutya Hafid (anggota DPR/mantan anchor MetroTV)
Spoiler for meutya.hafid:

SULSEL I no 6 Amalia "Hany" Yaksa Parijata (politikus muda/anak anggota DPR Oelfah Syahrullah Harmanto)
Spoiler for hany:

SULTRA Sucianti Suaib Saenong
Spoiler for sucianti:
thx to mathews.yugii

DPRD BANTEN Munifah Umar (pengurus Golkar Tangsel)
Spoiler for munifah:

DPRD BANTEN Adde Rosi Khaerunnisa (menantu gubernur Banten Ratu Atut)
Spoiler for adderosi:

DPRD BALI IGAA Inda Trimafo Yudha (direktur resort)
Spoiler for inda:


6. Gerindra
Spoiler for Gerindra:
BANTEN III No 9 Li Claudia Chandra (pengusaha)
Spoiler for alin:

JABAR I no 6 Poppy Ramadhani (artis)
Spoiler for poppy:

JABAR II Rachel Maryam (anggota DPR/artis)
Spoiler for rachel maryam:

JATENG VIII no 1 Novita Wijayanti (mantan anggota DPRD Jateng)
Spoiler for novita:

DPRD JAKARTA Siti Fatonah "Ifath" Suwandi (pengurus SOKSI)
Spoiler for ifath:

DPRD JAKARTA Nuraina "Nuri Shaden" (artis)
Spoiler for nuri:

DPRD JAKARTA Wenny E. Sadikin
Spoiler for wenny:

DPRD DEPOK Juika Ratih (presenter B Channel)
Spoiler for juika:

DPRD KAB BANDUNG Adhiesta Cempaka
Spoiler for adhiesta:

DPRD KAB BANDUNG Yanti Muliawanti (wakil ketua Gerindra Kab Bandung)
Spoiler for yanti:


7. Demokrat
Spoiler for Demokrat:
BANTEN III No 7 Tatyana Sentani Sutara (pengusaha)
Spoiler for tatyana:

JAKARTA III no 2 Vera Febyanthy (anggota DPR)
Spoiler for vera.f:

BALI no 6 Renanda Laksita (model/adik Venna Melinda)
Spoiler for renanda:

DPRD TANGERANG SELATAN Reny Bibit Mekarsari
Spoiler for reny:

DPRD TANGERANG SELATAN Vita Dekasari
Spoiler for vita.d:

DPRD JAKARTA Kris Mandalina
Spoiler for kris.m:

DPRD JAKARTA Regina Andriane Saputri (jubir Farhat Abbas/mantan pacar Sammy Simorangkir)
Spoiler for regina:


8. PAN
Spoiler for PAN:
JAKARTA III no 2 Raslinna Rasidin (artis)
Spoiler for raslinna:

JAKARTA III no 3 Ida Royani (artis/desaner)
Spoiler for ida.royani:

JABAR VI no 1 Intan Fitriana Fauzi (pengusaha/kakak Gadiza Fauzi)
Spoiler for intan:

JATIM V no 1 Wahyuni Refi (aktivis)
Spoiler for wahyuni:

KALBAR no 9 Zora Vidyanata (artis)
Spoiler for zora:

DPRD DEPOK Jihan Novitasari (reporter RCTI)
Spoiler for jihan:

DPRD KOTA BEKASI Mirnawati "Niena" Said (presenter)
Spoiler for niena:


9. PPP
Spoiler for PPP:
BANTEN I no 1 Irna Narulita (anggota DPR)
Spoiler for irna:

JAKARTA II no 1 Okky Asokawati (anggota DPR/mantan model)
Spoiler for okky:

JAKARTA II no 6 Ridha Fidyana (aktivis)
Spoiler for ridha:


10. Hanura
Spoiler for Hanura:
JAKARTA III no 8 Deborah Debby Wage (artis)
Spoiler for debby:

JABAR I no 2 Patria Mutiara Nusa (pemilik butik/sosialita)
Spoiler for patria:

DPRD KOTA TANGERANG Seni Krisdiyanti (pengurus Srikandi Hanura)
Spoiler for seni:


11. PBB
Spoiler for PBB:
JAKARTA II No 2 Tri Natalie Read (menantu Yusril Ihza Mahendra)
Spoiler for trinatalie:

DPRD KOTA TANGERANG Cut Meutia Ayunda (pebisnis hijab)
Spoiler for CMA:


12. PKPI
Spoiler for PKPI:
BANTEN III no 1 Nourma Yunita (artis)
Spoiler for nourma:

JAKARTA II no 3 Camellia Panduwinata Lubis "Camel Petir" (penyanyi dangdut)
Spoiler for camel:

JAKARTA III no 8 Meliana Pancarani "Rani" (penyanyi lagu mandarin)
Spoiler for rani:

DPRD JAKARTA Aisyah Mochtar "Machicha Mochtar" (penyanyi)
Spoiler for machicha:

DPRD JABAR Lola Bandah KDI3 (penyanyi dangdut)
Spoiler for lola:

DPRD KAB TANGERANG Ramliana Bangsa
Spoiler for ramliana:

DPRD DEPOK Gracella Angelica Lalamentik
Spoiler for gracella:

DPRD KOTA BANDUNG Neneng Fitri (penyanyi pop Sunda)
Spoiler for neneng:

post 1 penuh, update post 2 Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/52c90e5d3ecb17f9678b462b