Sabtu, 19 April 2014

inilah caleg DPD Bengkulu diprediksi lolos ke Senayan

Kisah 3 Calon DPD yang Unggul Poling RB Lolos ke Senayan

Masyarakat Bengkulu bakal memiliki senator baru masa bakti 2014 – 2019. Hasil penghitungan sementara hingga pleno di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), tiga wajah baru diperkirakan lolos ke senayan yaitu Ahmad Kanedi, Riri Damayanti dan M. Soleh. Kebetulan, ketiganya juga masuk empat besar poling pembaca Rakyat Bengkulu yang digelar sebelum Pemilu. Berikut laporannya.
ANUGERAH WAHYU, Kota Bengkulu
PEMILU legislatif yang digelar 9 April lalu memang diwarnai perang bintang. Tiga calon incumbent yang maju kembali adalah Eni Khairani, Bambang Soeroso, dan Yuan Rasugi Sang. Satu incumbent lainnya, Mahyudin Shobri, memilih tidak mencalon lagi. Berdasarkan perolehan suara sementara dari pleno PPS tingkat Kelurahan pleno tingkat PPK, hanya calon incumbent Eni Khairani yang menerobos posisi 4 besar.
Diantara 3 wajah baru DPD, sosok Riri Damayanti merupakan yang paling muda. Usianya baru 24 Tahun. Meski begitu, darah politik mengalir dari sang ibu Leny Haryati John Latief yang pada Pemilu 2014 juga menjadi caleg DPR RI dari PKB. Saat ini, Riri menempati rangking ketiga perolehan suara sementara.
“Saya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat Bengkulu kepada saya. Dukungan yang telah diberikan ini merupakan suatu amanah yang akan saya wujudkan dalam bentuk aksi nyata dalam perubahan buat masyarakat yang lebih baik,” kata Riri Damayanti.
Menurut Riri, hasil perolehan suara sementara saat ini belum membuat dirinya berjumawa, lantaran dirinya masih akan menunggu hasil pleno KPU. Oleh karena itu dirinya beserta tim saat ini masih menyiapkan berkas-berkas untuk perbandingan dalam pleno KPU nanti. “Kita masih menunggu hasil pleno KPU dulu. Kan kepastiannya ada dipleno KPU nanti,” ucapnya.
Hasil perolehan suara yang didapati, tambah Riri, diperoleh berdasarkan kedekatan tersendiri oleh masyarakat sejah jauh hari dari sebelum pemilihan umum. Bahkan dana kampanye pemilu yang keluarkan relatif tidak terlalu besar. “Kalau soal dana pasti ada yang kita keluarkan untuk biaya operasional tim dan dana kampanye. Tapi itu juga tidak terlalu besar, nilainya relatif kok hampir sama dengan calon lainnya,”ungkap Alumni Psikologi Universitas Indonesia (UI) ini.
Jika nanti terpilih, Riri mempunyai tekad akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Bengkulu dan memperjuangkan pembangunan diwilayah Provinsi Bengkulu. Dengan tekad dan komitmen tersebut, ia yakin mampu berjuang dan mengabdikan diri untuk kepentingan rakyat. Dan tentunya bisa mempengaruhi kebijakan ditingkat nasional untuk memberikan perhatian penuh kepada daerah. “Selain berjuang sesuai kewenangan anggota DPD, saya juga akan selalu memperhatikan masyarakat Bengkulu, terutama kaum muda dan perempuan. Karena sudah saatnya kaum muda dan perempuan membangun sesuai dengan kemampuan dan keahliannya,” terang Perempuan Kelahiran 4 Februari 1990 ini.
Kanedi: Tak Sampai Miliaran
Sementara mantan Walikota Bengkulu H. Ahmad Kanedi, SH, MH mengungkapkan raihan suara saat ini, tidak lain berkat kerja keras bersama masyarakat Provinsi Bengkulu yang ingin ada perubahan kedepan. Namun demikian, ia tidak ingin cepat berbangga hati lantaran hasil perolehan suara belum final dan dipastikan melalui rapat pleno KPU Provinsi Bengkulu. “Suara yang diperoleh ini merupakan murni suara rakyat, dan saya sangat mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada masyarakat Provinsi Bengkulu yang telah mendukung saya untuk duduk sebagai calon DPD RI. Dukungan yang telah diberikan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik,” ujar Kanedi saat dihubungi kemarin (18/4) masih sedang berada di Jakarta.
Terkait cost atau biaya politik yang dikeluarkan dalam Pemilu kali ini, diungkapkan Kanedi, pihaknya tidak mengeluarkan biaya yang terlampau tinggi. Namun sejak jauh hari pencalonan dirinya bersama tim terus giat melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah di tiap desa yang ada di Provinsi Bengkulu. “Bicara soal biaya tentu ada yang dikeluarkan, seperti untuk biaya operasional kita sendiri. Namun yang jelas biaya itu juga tidak sampai miliaran rupiah. Karena masyarakat sekarang sudah pintar menentukan pilihannya, dan benar-benar murni suara dari hati nurani rakyat,”ungkap Kanedi.
Menurut Kanedi, Banyak hal yang masih menjadi tugas dan pekerjaan utama bagi dirinya apabila nanti ia benar bisa duduk di kursi senator di Senayan. Pengembangan potensi ekonomi masyarakat kecil dan menengah akan menjadi fokus kinerjanya di DPD RI nantinya.
“Pengembangan ekonomi kerakyatan nantinya akan saya lakukan mulai ditingkat perdesaan. Dimana nantinya tiap Desa itu akan ada perwakilan tim saya yang akan selalu memberikan informasi tentang masyarakat disana. Sebagai bentuk represntasi untuk mengakomodir berbagai jenis aspirasi masyarakat Bengkulu. Itu memang tidak mudah, namun dengan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat Bengkulu saya yakin mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang diberikan masyarakat. Apalagi kita sudah lama memiliki Rumah Aspirasi penyambung lidah masyarakat,”imbuh Bang Ken.
Soleh Ingin Bangun Ekonomi
Sedangkan H. M. Soleh, SE calon anggota DPD RI wajah baru lainnya yang mendapatkan suara terbanyak saat ini, dikenal sebagai pengusaha nasional yang memiliki PT. Solite Grup dan Prioritas Grup dengan karyawan mencapai 16.000 orang lebih. Ia pun mengucapkan ribuan terima kasih kepada masyarakat Provinsi Bengkulu yang telah memberikan dukungan penuh terhadap dirinya. Meski pelaksanaan pemilu kali ini menurutnya, terkesan agak kacau lantaran pelaksanaan perhitungan suara dilakukan hingga sampai subuh hari itu terkesan bisa saja timbul indikasi rawan kecurangan yang terjadi.
“Tidak terjadi kecurangan, bisa juga terjadi kekeliruan perhitungan suara yang dilakukan petugas penyelenggara, lantaran kerjanya hingga Subuh hari dalam perhitungan dan perekapan hasil suara membuat kondisi fisik dari petugas penyelenggara itu lemah. Namun saya tetap mengucapkan rasa syukur, bahwa dukungan ini merupakan dukungan murni dari masyarakat,” terang Pria kelahiran Curup, 10 Juli 1966 ini.
Soleh menambahkan, dukungan murni dari masyarakat ini bukan berdasarkan embel-embel apapun. Ini berdasarkan penilaian masyarakat dari sosok figur pilihan rakyat. Pasalnya  dari awal tahapan dilakukan sudah dijalankan sesuai aturan dan prosedur yang ada. “Kita tidak pernah memberikan embel-embel yang berbau kepada kecurangan untuk mendapatkan suara mayoritas. Sebab kita mendekatkan diri dari masyarakat jauh dari sebelum pemilu. Karena yang kita tawarkan adalah berdasarkan sosok figur,”ujar Soleh
Menurut Soleh, jika ia terpilih dan dilantik sebagai senator RI, dirinya mempunyai tekad akan meningkatkan perekonomian masyarakat Provinsi Bengkulu terutama di perdesaan. Pasalnya selama ini masyarakat diperdesaan masih belum berkembang maju. “Yang jelas saya akan berdayakan masyarakat eknomi kelas ke bawah nantinya. Misalnya nanti bisa membuat koperasi, berupa bantuan kepada para petani atau nelayan. Karena selama ini baik petani dan nelayan mengalami terkendala modal. Dengan tujuan bisa mensejahterakan masyarakat kaum menengah kelas bawah, dan terus berjuang masyarakat untuk bisa melakukan perubahan yang baik terhadap daerah ini,” tukas mantan Ketua BEM Unib tahun 1988 ini.(**)

inilah Caleg DPR Jatim 2014 diprediksi lolos Ke Senayan

Menurut Tim Sukses Anang Hermansyah Lolos ke Senayan

Kamis, 17 April 2014 17:02 WIB
Menurut Tim Sukses  Anang Hermansyah Lolos ke Senayan
KOMPAS.com/ Ahmad Winarno
Artis dan musisi, Anang Hermansyah, yang maju sebagai caleg DPR RI, datang ke kantor Panwaslu Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan menaiki becak, Selasa (11/3/2014). Anang diperiksa terkait dugaan kampanye terselubung di SMAN 2 Jember. 
TRIBUNNEWS.COM.JEMBER, - Tim sukses calon anggota legislatif (caleg) Anang Hermansyah mengklaim calonnya terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2014- 2019.Seperti diketahui, musisi Anang Hermansyah, maju sebagai caleg DPRI RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur IV, yang meliputi Kabupaten Jember dan Lumajang.“Kalau di Kabupaten Jember, berdasarkan entri data kami, Mas Anang sudah dapat suara sekitar 36.000 lebih. Itupun belum masuk semua di Jember, tinggal dari tiga kecamatan lagi.
Sedangkan di Kabupaten Lumajang, sejauh ini Mas Anang sudah memperoleh suara sekitar 15.000, tetapi masih kurang 3 kecamatan lagi,” ujar Ketua Tim Relawan pemenangan Anang Hermansyah, Nyoman Aribowo, Kamis (17/4/2014).Menurut Nyoman, suara terbesar Anang paling banyak berasal dari Kabupaten Jember. Hampir di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS), Anang mendapat suara.“Kalau dilihat data kami, di seluruh TPS di Jember hampir semuanya merata ada suaranya Mas Anang,” terang dia.
Nyoman mengklaim, besarnya suara Anang di Jember disebabkan karena yang bersangkutan merupakan putra daerah, dan sebelumnya sudah terkenal sebagai seorang musisi.“Kalau pemilihnya sih sepertinya paling banyak dari pemilih pemula dan ibu-ibu," ucap dia.Saat ini, lanjut dia, tim relawan pemenangan Anang Hermansyah, masih terus mengumpulkan data.“Kami masih terus entri data, kami perkirakan dua hari ke depan semuanya sudah selesai,” pungkas Nyoman.

Ayo .....Caleg menuju Senayan 2014, Jabar, Sumut

Mark-up Banggar Rp20,3 Miliar Tetap Harus DiusutSuasana rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6).
Senin, 14 April 2014 , 08:08:00
CIREBON - Perebutan kursi sementara DPR RI Dapil Jabar VIII Cirebon dan Indramayu tampaknya semakin sengit. Antar caleg internal partai bakal bersaing ketat untuk memperebutkan kursi panas itu.
Keterangan yang dihimpun Radar Cirebon (Grup JPNN) menyebutkan, Yuddy Crisnandi caleg DPR RI Partai Hanura dikabarkan menyodok posisi Miryam S Haryani. Yuddy dikabarkan mengungguli Miryam di beberapa wilayah di Cirebon.
Yuddy  dianggap memiliki basis massa yang cukup loyal sejak dia menduduki kursi anggota DPR RI dari Partai Golkar (sebelum pindah ke Hanura).
Begitu juga dengan Gerindra, Herry Ardianto dikabarkan mampu mengungguli Ferry Joko Juliantono. Herry selama ini termasuk rival berat Ferry di internal Gerindra. Posisi Herry Ardianto sebagai pengurus DPP Partai Gerindra dianggap layak meraih tiket ke Senayan dibandingkan Ferry J Juliantono yang menjabat ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat.
Partai Golkar di internal juga bersaing. Daniel Muttaqin yang diprediksi bakal unggul jauh justru malah kalah suaranya dengan pendatang baru Dave Akbarshah Fikarno di basis Golkar wilayah Cirebon dan Indramayu.
Keunggulan putra Menko Kesra Agung Laksono atas Daniel di luar prediksi internal Golkar. Di lain pihak caleg Golkar lainnya, mantan  artis, Tetty Kadi Bawono dikabarkan suaranya terus merangkak naik dan bisa menyalip caleg lainnya.
Sedangkan caleg PDIP, Anwar Asmali dikabarkan juga menyalip posisi Ono Surono yang selama ini diunggulkan  bersama Yoseph Umarhadi. Ketua APTRI ini memperoleh dukungan suara yang signifikan khususnya pemilih di wilayah Cirebon.  Sedangkan PKS suaranya cenderung stabil di Dapil Cirebon Indramayu, meskipun belum diketahui secara pasti siapa yang unggul dari internal PKS.
Tidak hanya itu, PKB untuk kursi DPR RI Dedi Wahidi dikabarkan kalah bersaing dengan KH Ali Murtadlo. Ketua PC NU Kabupaten Cirebon ini meraih dukungan suara yang signifikan dibandingkan Dedi Wahidi caleg incumbent PKB DPR RI. Ali dianggap lebih mewakili kepentingan NU kultural  dibandingkan Dedi Wahidi yang lebih banyak berkecimpung di struktural partai.
Ketua Tim Tabulasi Murtadlo Center, H Abu Tolhah Nawawi mengatakan, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh relawan di Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu menyimpulkan, perolehan suara mayoritas Dedi Wahidi ada di Kabupaten Indramayu dan Ali Murtadlo memenangi Kabupaten Cirebon.
Namun, masih dimungkinkan ada perubahan lantaran baru 600 TPS yang dihitung. “Ali Murtadlo 14.994, (51,14 persen) dari 29.320 perolehan suara PKB yang diperoleh dari 600 TPS. Total suara yang masuk 212.019 di Dapil Jabar VIII Cirebon dan Indramayu,” kata Tolhah, dalam rilisnya, kepada Radar, Minggu (13/4).
Dikatakannya, tabulasi ini murni dari seluruh relawan yang tersebar secara acak di Cirebon dan Indramayu, jadi bukan dari tabulasi OMNI. Hanya saja, hasilnya agak mirip dengan hasil survei yang dilakukan OMNI pada 4 April lalu. “Maka dengan ini kami meminta maaf kepada pihak OMNI atas kesalahan kami,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, selama ini pihaknya berkeyakinan bahwa KPU tetap bekerja sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku. "Kami jug sampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah menggunakan hak piliihnya dan kami minta maaf bila dalam sosialisasi banyak kesalahan dan kekhilafan," tuturnya.
Ditambakan Tolhah, pihaknya meminta agar Ketua Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cirebon, Fahrurozi bersikap netral, artinya jangan memihak kepada salah satu caleg. (abd/sam)
Inilah Caleg DPR RI Dapil Jabar VIII yang Diprediksi Lolos
 1.    Murtadlo (PKB)
2.    Dave Akbarsyah Fikarno (Golkar)
3.    Daniel Mutaqien (Golkar)
4.    Herman Khaeron (Demokrat)
5.    Herry Ardianto (Gerindra)
6.    Yuddy Chrisnandi (Hanura)
7.    Agus Alwafier (Nasdem)
8.    Yoseph Umarhadi (PDIP)
9.    Ono Surono (PDIP)
10.    Mahfudz Siddik (PKS)


Inilah Prediksi Nama-nama Caleg Dapil Sumut yang Lolos ke Senayan


PEMILU 20014 cenderung menjadi titik balik bangkitnya kembali kekuatan berciri politik nasionalis. Wilayah-wilayah yang dulunya merupakan kantong wilayah 'kuning' dan 'merah' kembali menemukan oase politiknya.
Menguatnya kekuatan nasionalis di Sumut bisa terlihat dari kemenangan Golkar dan PDIP dalam sejumlah hasil survei pra-Pemilu 9 April dan quick count per provinsi. Dalam quick count LSI di Sumut, Partai Golkar dan PDIP adalah dua parpol yang meraih suara terbesar dengan prediksi masing-masing di atas 17 persen pada Pemilu 2014.
Panen suara dua parpol mapan ini diperkirakan berbagi suara terutama dari wilayah bagian utara, timur, dan barat Sumut, seperti Karo, Toba Samosir, Simalungun, serta Nias. Di wilayah-wilayah 'padat pemilih' seperti Medan, Deliserdang, dan Langkat, baik Golkar maupun PDIP juga terlihat saling kejar dalam hitung cepat yang ditabulasi LSI.

Kalah dalam Pemilu 2009 tak membuat Golkar Sumut beringsut. Sebaliknya, konsolidasi para kader dan caleg di bawah kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar Sumut Ajib Shah diperkirakan akan mendudukan Golkar kembali memimpin perolehan suara pada Pemilu 2014.
Mengacu hasil quick count LSI, dari 33 kabupaten dan kota se-Sumut, Golkar tercatat berhasil menguasai 25 kabupaten/kota. Kemampuan Golkar menembus sekat-sekat agama dan suku dengan ideologi dan wajah 'baru' membuatnya mampu merebut suara di wilayah yang dimenangi Partai Demokrat dan PDIP pada pemilu sebelumnya.
Sementara itu, PDIP hanya mampu mempertahankan perolehan suaranya di wilayah yang merupakan basis fanatik kaum nasionalis sejak Pemilu 1955, yaitu Nias Barat, Tapanuli Utara, Karo, dan Deli Serdang. Saat ini, hasil Pemilu Legislatif 2014 menunjukkan kondisi peta politik Sumut kembali berubah. Perubahan dramatis terjadi dengan munculnya Partai Gerindra sebagai kekuatan baru dalam percaturan politik di Sumut.
Partai yang mengusung Prabowo Subianto sebagai presiden tersebut diperkirakan berhasil meraup suara yang cukup merata di 33 kabupaten/kota dengan raihan suara di atas 12 persen yang meliputi tiga daerah pemilihan (dapil ) DPR. Ada di urutan ketiga di bawah Golkar dan PDIP, partai berlambang burung Garuda ini diprediksi merebut posisi ketiga berimpit dengan Demokrat yang ditinggalkan pemilihnya pada Pemilu tahun ini.
Satu partai lagi yang mencuri perhatian publik pemilih, dan ikut mewarnai peta perpolitikan di Sumut adalah Partai Nasdem. Dalam hasil real count yang diturunkan oleh tim IT PDIP sejak hari pencoblosan 9 April, partai besutan pengusaha media Surya Paloh ini konsisten mengumpulkan suara 8-9 persen.
Jika mengacu hasil tabulasi anggota DPR yang dikombinasikan Sumut Pos dari hasil quick count LSI dan real count lokal, komposisi kemenangan Golkar diperkirakan bakal menghasilkan masing-masing 9 kursi dari 30 kursi DPR yang diperebutkan untuk wilayah Sumut. Sisa kursi diraih PDIP (8 kursi), Gerindra (4 kursi), Demokrat (3 kursi), Nasdem (2 kursi), PAN, PKB, PPP dan Hanura (masing-masing 1 kursi).
Modal politik dimana perolehan kursi Partai Golkar meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan Pemilu 2009 itu tentunya menjadi sebuah lembaran baru wajah nasionalisme di wilayah Sumut.
Dari hasil simulasi perhitungan, tampak hanya dua nama, apakah itu dari Golkar atau PDIP dari Dapil  Sumut 1 yang mampu menembus angka bilangan pembagi pemilih (BPP) dengan perolehan suara di atas 190.000 (BPP Pemilu 2009, Red).
Golkar dan PDIP memperoleh banyak dukungan dari pemilih di inti Kota Medan. Dukungan suara dari kota ini juga banyak didulang caleg DPR dari Gerindra dan Nasdem yang ramai-ramai 'menggergaji' suara Partai Demokrat yang pesta besar di Pemilu 2009 silam.
Caleg Gerindra nomor urut 1, yang juga mantan cawagubsu, HR Muhammad Syafi'i atau akrab disapa Romo atau caleg Gerindra nomor urut 10 Posma Sitompul yang giat menyosialisasikan dirinya kepada pemilih, serta caleg Nasdem nomor urut 1 Prananda Surya Paloh diperkirakan bakal lolos ke Senayan menyusul dukungan pemilih Kota Medan dan Deliserdang kepada partai baru ini.
Beberapa caleg incumbent juga diprediksi akan melenggang dari dapil ini, termasuk caleg nomor urut 1 PKS yang juga Menkominfo Tifatul Sembiring, caleg nomor urut 1 dari Hanura Nurdin Tampubolon, caleg nomor urut 1 PPP, Hasrul Azwar, serta caleg nomor urut 1 Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. Pengacara eksentrik yang dikenal sebagai juru bicara partai besutan Presiden SBY ini diperkirakan satu-satunya caleg Demokrat yang bakal menembus Senayan dari Dapil Sumut I dengan memanfaatkan kekuatan suara di Medan dan Langkat.
Ada pun Partai Golkar dan PDIP diprediksi akan meloloskan sedikitnya dua caleg ke Senayan dengan dukungan suara terbesar dari Medan, Langkat, dan Deliserdang. Satu kursi hampir dipastikan kepada caleg nomor urut 1 yang juga Koorwil Golkar Sumut, Leo Nababan. Ada pun
Meutya Hafid, kader Partai Golkar nomor urut 2 dari Dapil Sumut I, diperkirakan bakal mewarnai komposisi wakil rakyat Sumut kali ini. Meutya adalah caleg incumbent dari Partai Golkar setelah menjadi anggota DPR Pengganti Antar-waktu (PAW) periode 2009-2014 menggantikan tokoh senior Golkar Sumut Burhanuddin Napitupulu yang meninggal dunia.
Jika Meutya terpilih, kondisi ini sedikit lebih maju daripada pemilu-pemilu sebelumnya yang jarang sekali mendudukkan perempuan sebagai legislator Senayan. Selama ini kursi wakil rakyat Sumut di DPR masih lebih banyak diwakili kaum Adam. Dominasi laki-laki tetap mewarnai sosok wakil rakyat dalam Pemilu 2014 meskipun kini dari 30 anggota DPR dari tiga dapil di Sumut kemungkinan besar akan ada satu perempuan yang duduk di Senayan.
Selain itu, beberapa nama tokoh politik yang merupakan 'wajah lama' juga bakal masih menjadi wakil rakyat dari wilayah ini. Prediksi dua kursi PDIP untuk DPR dari Dapil 1 kemungkinan besar diraih oleh anggota DPR periode sebelumnya Irmadi Lubis, tokoh pendidikan Sofyan Tan, atau politisi senior Firman Jaya Daeli. Kendati maju dengan nomor urut 5, kemampuan mantan anggota DPR periode 2004-2009 ini dalam menggalang akar rumput  tak perlu diragukan. Firman adalah politisi yang cukup cair sekaligus dikenal sebagai kader militan PDIP.     
Dilihat dari latar belakang profesi dan tingkat pendidikan, wakil rakyat dari Dapil Sumut I cenderung didominasi oleh swasta dan politisi yang berpendidikan S-1 dan S-2.
Litbang Sumut Pos mencoba memprediksi calon peraih kursi DPR RI dari Dapil  Sumut II, yang meliputi 19 kabupaten/kota dengan alokasi 10 kursi berdasarkan hasil quick count LSI dan analisis hasil Pemilu 2009. Aspek lainnya adalah popularitas, jaringan, dan kapital para caleg yang bertanding.
Dapil  Sumut II terdiri atas Labuhanbatu, Labusel, Labura, Tapsel, Padangsidimpuan, Mandina, Nias, Nisel, Nias Utara, Nias Barat, Gunungsitoli, Sibolga, Tapteng, Taput, Humbahas, Tobasa, Samosir, Paluta, dan Padanglawas.
Dari analisis Sumut Pos, perolehan 10 kursi parpol pada Dapil Sumut II hanya memperebutkan kursi Demokrat pada Pemilu 2009. Prediksinya, PDIP dua kursi, Golkar dua kursi, PDIP masing-masing dua kursi, sementara Demokrat, PAN, PKS, Hanura, Gerindra, PKB, dan Nasdem mendapat jatah satu kursi. Dari Golkar, kemungkinan besar yang duduk di Senayan adalah caleg nomor urut 1 Rambe Kamarul Zaman, dan caleg nomor urut 2 Neil Iskandar Daulay. Keduanya adalah juga anggota DPR periode 2009-2014 dari wilayah ini. Akan halnya PDIP, diprediksi meloloskan caleg incumbent Trimedya Panjaitan dan Yasonna Hamonangan Laoly yang masing-masing tercatat sebagai caleg nomor urut 1 dan 2. Boleh dibilang pertarungan kursi DPR di dapil Sumut II merupakan kompetisi antar-caleg incumbent, terutama diantara  Golkar, PDIP, dan Demokrat.   
Satu-satunya caleg Demokrat yang diprediksi lolos ke Senayan dari dapil ini cuma Jhoni Allen Marbun. Lima kursi lainnya akan terbagi secara merata. Mantan cagubsu Gus Irawan Pasaribu, caleg incumbent PKS Iskan Qolba Lubis, dan caleg PKB Marwan Dasopang akan menjadi caleg-caleg  nomor urut 1 yang meloloskan diri ke Senayan. Dua kursi lagi yang menjadi jatah Nasdem dan Hanura belum tentu direbut oleh caleg nomor urut teratas.
Meskipun Martin Manurung tercatat caleg nomor urut satu Nasdem di Dapil Sumut II, namun popularitas Edward Sihombing yang berada di bawahnya tak bisa dianggap remeh. Di wilayah ini, Edward memiliki jaringan massa yang cukup kokoh. Edward dikenal caleg yang rajin turun ke bawah dan gemar menyosialisasikan diri lewat media massa.
Begitu pula Hanura. Kendati ada nama Armyn Gulton di nomor urut satu, namun Herry Lontung Siregar adalah sosok politisi yang memiliki kapital dan jejaring yang luas di wilayah. Entah apa penyebabnya, anggota DPR periode 2009-2014 oleh partainya  diposisikan sebagai caleg nomor urut 5 dalam Pemilu 2014.
Hasil quick count LSI juga menjadi acuan Sumut Pos dalam melihat peta caleg di Dapil Sumut III. Sejauh pantauan, pertarungan di wilayah ini tergolong sengit. Keunggulan masing-masing caleg dapat dilihat dari kemampuan dan antusiasme mereka dalam 'menggarap' massa. Sama dengan dua dapil sebelumnya, wilayah dapil yang mencakup Langkat, Kota Binjai, Tanahkaro, Dairi, Pakpak Bharat, Siantar, Simalungun, Batubara, Asahan, dan Tanjungbalai ini juga punya kuota 10 kursi DPR.
Estimasi kasar Sumut Pos dari hasil quick count LSI dan real count tim TI PDIP, di dapil ini Golkar akan merebut kursi mayoritas yakni tiga kursi, disusul PDIP dengan dua kursi. Lima kursi sisa akan dibagi secara merata kepada Demokrat, Gerindra, Nasdem, Hanura, dan PAN. Kemenangan Golkar di wilayah ini disokong oleh kerja keras Ketua DPD Partai Golkar Sumut Ajib Shah yang rajin berkeliling seluruh wilayah Sumut, terutama kantong-kantong suara Golkar di Siantar, Simalungun, Batubara, Asahan, dan Tanjungbalai.
Ajib sendiri tercatat sebagai caleg DPRD Provinsi dari dapil Sumut 10 yang mencakup wilayah Simalungun dan kota Pematangsiantar. ''Saya ingin mengembalikan kejayaan Golkar di masa lalu. Banyak simpatisan yang menjadi apatis lantaran partai ini lama tak diurus,'' ujar Ajib kepada Sumut Pos dalam percakapan menjelang hari pencoblosan. Wajar Ajib bertekad keras mengembalikan suara yang terserak mengingat Golkar punya historis yang kuat dalam mengiringi  perjalanan pemerintahan Sumut dari masa ke masa.   
Dalam pemilu 2014 ini, tiga kursi Golkar di Dapil Sumut III kemungkinan besar akan diraih caleg incumbent yang duduk di nomor urut satu yakni Anthon Sihombing dan caleg nomor urut 2 Ahmad Doli Kurnia. Satu kursi lagi untuk partai beringin ini diperkirakan jatuh kepada Ali Wongso Sinaga. Meskipun berada di nomor urut 4, Ali Wongso adalah caleg incumbent yang memiliki jejaring kuat di Langkat, Binjai, Siantar, dan Simalungun. Dia juga sosok yang rajin 'blusukan' semasa menjabat wakil rakyat, disamping giat menyosialisasikan diri lewat media massa.
Di dapil ini dua kursi PDIP diprediksi akan dimenangkan oleh caleg nomor urut satu caleg incumbent yang juga mantan cagubsu Tritamtomo, sementara satu kursi lagi kemungkinan diperebutkan secara sengit oleh caleg nomor urut 2 Sudirman Tarigan dan caleg nomor urut 4 Junimart Girsang. Kedua caleg itu memiliki basis massa di wilayah tersebut. Sudirman adalah politisi berdarah Karo yang punya jejaring di Tanahkaro dan Langkat, sedangkan kiprah Junimart sebagai pengacara terkenal tentulah tak bisa diremehkan.
Meskipun baru terjun di dunia politik, lelaki berdarah Simalungun ini punya modal sosial yang kuat karena bertarung di kampung halaman sendiri. Kursi sisa di dapil Sumut III tampaknya menjadi ajang pertarungan 'antar kawan' bagi para caleg Demokrat, Nasdem, dan PKS. Satu kursi yang relatif aman hanya milik caleg incumbent yang duduk di nomor urut satu Gerindra, Marthin Hutabarat dan caleg incumbent  yang juga mendapat nomor urut satu PAN, Nasril Bahar. Nasril dikenal punya basis massa kuat di wilayah Langkat dan Binjai.
Di kubu Demokrat, pertarungan berebut satu kursi antara caleg nomor urut 1 Eddy Ramli Sitanggang dan caleg nomor urut 2 Hinca Panjaitan tak terhindarkan. Tapi diprediksi Eddy akan lolos ke Senayan lantaran diuntungkan nomor urut dan namanya yang telanjur dikenal sebagai anggota DPR periode 2009-2014. Perebutan kursi juga diprediksi akan terjadi di PKS yang mendudukkan Anshory Siregar dan Sigit Pramono Asri. Anshory adalah caleg incumbent yang dijatah nomor urut 1, sementara di bawahnya ada Sigit yang kemampuan menggalang massanya tak perlu diragukan. Sigit juga tercatat beberapa kali menjadi anggota DPRD Sumut, dan terakhir menjabat wakil ketua DPRD Sumut.
Namun diperkirakan Sigit tak akan mampu melawan jejaring Anshory yang lebih dulu mapan di wilayah ini. Di dapil ini hasil mengejutkan mungkin terjadi di Nasdem. Pertarungan antara caleg nomor 1 Ali Umri dan caleg nomor 2 Elam Saragih akan berlangsung tajam dan keras. Ali Umri adalah mantan Wali Kota Binjai yang punya basis massa kuat di kota rambutan itu, sedangkan Elman yang mantan pemimpin redaksi Metro TV adalah putera asli Simalungun.
Ali Umri  dan Elman Saragih akan berebut suara massa kultural di wilayah andalan mereka masing-masing. Boleh jadi Elman mengungguli Ali Umri secara riil, namun posisi Ali Umri diuntungkan oleh nomor urut dan marwah partai karena jabatannya sebagai ketua DPD Partai Nasdem Sumut. Satu suara DPR di Dapil III untuk Nasdem kemungkinan besar akan jatuh ke tangan Ali Umri. (valdesz)
Prediksi Anggota DPR  Periode 2014-2019
Dapil Sumut I
1. Leo Nababan                 (Golkar)
2. Meutya Hafid                 (Golkar)
3. Irmadi Lubis                     (PDIP)
4. Sofyan Tan                     (PDIP)
5. HR Muh. Syafi'i / Posma Sitompul         (Gerindra)
6. Prananda Surya Paloh             (Nasdem)
7. Nurdin Tampubolon                 (Hanura)
8. Tifatul Sembiring                 (PKS)
9. Hasrul Azwar                 (PPP)
10. Ruhut Sitompul                 (Demokrat)
Dapil Sumut II
1. Rambe Kamarul Zaman             (Golkar)
2. Neil Iskandar Daulay                 (Golkar)
3. Trimedya Panjaitan                 (PDIP)
4. Yasonna H. Laoly                 (PDIP)
5. Jhoni Allen Marbun                 (Demokrat)
6. Gus Irawan Pasaribu                 (Gerindra)
7. Iskan Qolba Lubis                 (PKS)
8. Marwan Dasopang                 (PKB)
9. Martin Manurung / Edward Sihombing     (Nasdem)
10. Armyn Gulton / Herry Lontung Siregar     (Hanura)
Dapil Sumut III
1. Anthon Sihombing                 (Golkar)
2. Ahmad Doli Kurnia                 (Golkar)
3. Ali Wongso Sinaga                 (Golkar)
4. Tritamtomo                     (PDIP)
5. Sudirman Tarigan/Junimart Girsang         (PDIP)
6. Marthin Hutabarat                 (Gerindra)
7. Nasril Bahar                     (PAN)
8. Eddy Ramli Sitanggang/Hinca Panjaitan     (Demokrat)
9. Anshory Siregar / Sigit Pramono Asri     (PKS)
10. Ali Umri / Elman Saragih             (Nasdem)

Anggota DPR periode 2009-2014
Dapil Sumut I
1. Nurdin Tampubolon         (Hanura)
2. M. Idris Luthfi         (PKS)
3. Ibrahim Sakty Batubara     (PAN)
4. Meutya Hafid         (Golkar)
5. Hasrul Azwar         (PPP)
6. Irmadi Lubis         (PDIP)
7. Abdul Wahab Dalimunthe     (Demokrat)
8. Sutan Bhatoegana         (Demokrat)
9. Sri Novida             (Demokrat)
10. Jafar Nainggolan         (Demokrat)
Dapil Sumut II
1. Herry Lontung Siregar     (Hanura)
2. Iskan Qolba Lubis        (PKS)
3. Yahdil Abdi Harahap        (PAN)
4. Chairuman Harahap        (Golkar)
5. Neil Iskandar Daulay        (Golkar)
6. Trimedya Panjaitan         (PDIP)
7. Yassonna H. Laoly         (PDIP)
8. Jhoni Allen Marbun         (Demokrat)
9. Saidi Butar-Butar         (Demokrat)
10. Jonny Buyung Saragih     (Demokrat)
Dapil Sumut III
1. Martin Hutabarat         (Gerindra)
2. Ansory Siregar         (PKS)
3. Nasril Bahar             (PAN)
4. Ali Wongso Sinaga         (Golkar)
5. Anthon Sihombing        (Golkar)
6. Maiyasyak Johan         (PPP)
7. Tri Tamtomo            (PDIP)
8. Ruhut Sitompul         (Demokrat)
9. Edi Ramli Sitanggang    (Demokrat)
10. Imran Muchtar        (Demokrat)

Keramas, Tidak Perlu Banyak Sampo Lho


Jum'at, 18 April 2014 - 18:40 wib | Restika Ayu Prasasty - Okezone
Saat keramas (Foto: Boldsky) Saat keras (Foto: Boldsky) Keramas, Tidak Perlu Banyak Sampo {Lho}

ADA banyak mitos dan teori tentang membersihkan rambut Anda - tetapi sekarang saatnya untuk meluruskan semua hal tersebut. Apa pasal?

Berikut adalah fakta-fakta tentang keramas yang akan membuat rambut Anda mengembang dan lebih lembut dari sebelumnya, seperti dilansir Women's Health Mag.

Anda tidak memerlukan sampo terlalu banyak
 
Menggunakan sampo terlalu banyak akan membuat busa tambahan yang dapat membuat Anda sulit memijatkan ke kulit kepala.

Suhu air berpengaruh
 
Cuci rambut Anda dengan air panas akan membuat rambut lemas dan tak bernyawa. Cobalah keramas dengan air hangat dan bilas dengan air dingin. Air dingin membuat kutikula rambut mengunci kelembapan dan kilau.

Harga tidak penting
 
Sampo yang ada di salon tidak selalu lebih baik daripada sampo yang Anda beli di toko obat atau supermarket biasa. Jadi daripada memilih sampo mahal, lebih baik pilih sampo dengan formula yang sesuai untuk rambut Anda.

Sampo kering lebih baik digunakan pada malam hari

Jika Anda tidak punya waktu untuk keramas dan memutuskan untuk beralih ke sampo kering, cobalah mengaplikasikannya pada malam sebelumnya. Hal ini akan memberikan rambut Anda cukup waktu untuk menyerap semua bubuk sampo dan Anda akan bangun dengan volume rambut yang ekstra.

Anda dapat membuat sampo sendiri

Campurkan baking soda, cuka, dan air untuk membuat sampo yang akan membuat rambut mengembang dan menghilangkan bau (plus tanpa tambahan bahan kimia yang ditemukan dalam banyak sampo yang dibeli di toko).
(tty)

Jumat, 18 April 2014

Mengenal Timnas Brasil Piala Dunia 2014

Daftar Pemain Sepak Bola Timnas Brazil Piala Dunia 2014

Brazil adalah salah satu negara yang memiliki prestasi sepak bola yang sangat besar dan juga kuat di dunia. Brazil seolah tidak pernah kehabisan pemain sepak bola yang memiliki kualitas permainan kelas dunia pada setiap generasinya dan prestasi Brazil di kancah dunia tidak perlu diragukan lagi. Brazil merupakan juara dunia lima kali akan menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2014 ini dan Brazil juga berharap bisa menjadi juara di rumah sendiri untuk memberikan gelar kepada seluruh masyarakat Brazil yang selalu mendukung timnas mereka bertanding.
Sebagai tuan rumah Brazil pun berhak langsung lolos ke Piala Dunia tanpa melewati babak kualifikasi lagi seperti klub lainnya. Brazil pun memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi juara karena dukungan dari para suporter yang tiada hentinya pada setiap pertandingan. Menyambut pergelaran Piala Dunia 2014 sang pelatih Luiz Scolari masih merancang strategi yang akan digunakan pada setip pertandingan dan juga menentukan lini up pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia. Tentu pemain yang bermain regular pada klub nya akan memiliki peluang lebih besar untk dapat masuk dalam skuad utama dibandingkan pemain yang tidak tampil secara regular.
Untuk saat ini Timnas Brazil telah dipenuhi oleh banyak pemain top dunia pada segala lini dan bahkan Timnas Brazil kebanjiran stok pemain dan disinilah peran dari pelatih untuk jeli dapat menentukan pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia. Persaingan pada skuad utama timnas Brazil sangatlah ketat karena kualitas dari para pemain hampir sama. Sang pelatih tampaknya tidak mau terlalu memusingkan hal ini dan akan memilih sesuai kualitas yang ditampilkan oleh sang pemain pada klub mereka masing-masing.

Daftar Pemain Sepak Bola Timnas Brazil

NAMA TANGGAL LAHIR KLUB
Penjaga Gawang
Victor 21 Januari 1983 Atletico Mineiro
Julio Cesar 3 September 1979 Queens Park Rangers
Bek
Dani Alves 6 Mei 1983 Barcelona
Dante 18 Oktober 1983 Bayern Munchen
David Luiz 22 April 1987 Chelsea
Maicon 26 Juli 1981 AS Roma
Marquinhos 14 Mei 1994 Paris Saint-Germain
Thiago Silva 22 September 1984 Paris Saint-Germain
Maxwell 27 Agustus 1981 Paris Saint-Germain
Marcelo 12 Mei 1988 Real Madrid
GELANDANG
Paulinho 25 Juli 1988 Tottenham Hotspur
Bernard 8 September 1992 Shakhtar Donetsk
Luiz Gustavo 23 Juli 1987 VfL Wolfsburg
Lucas Leiva 9 Januari 1987 Liverpool
Willian 9 Agustus 1988 Chelsea
Hernanes 29 Mei 1985 Lazio
Oscar 9 September 1991 Chelsea
Ramires 24 Maret 1987 Chelsea
Penyerang
Neymar 5 Februari 1992 Barcelona
Robinho 25 Januari 1984 AC Milan
Jo 20 Maret 1987 Atletico Mineiro
Hulk 25 Juli 1986 Zenit
Pelatih
 Luiz Felipe Scolari

Jadwal Pertandingan Piala Dunia Grup A B C D E F G H


Grup A

Tim Main M S K MG KG SG Poin
 Brasil 0 0 0 0 0 0 0 0
 Kroasia 0 0 0 0 0 0 0 0
 Meksiko 0 0 0 0 0 0 0 0
 Kamerun 0 0 0 0 0 0 0 0
12 Juni 2014
17.00 UTC-3
Brasil  Pertandingan 1  Kroasia Arena Corinthians, São Paulo




13 Juni 2014
13.00 UTC-3
Meksiko  Pertandingan 2  Kamerun Estádio das Dunas, Natal




17 Juni 2014
16.00 UTC-3
Brasil  Pertandingan 17  Meksiko Estádio Castelão, Fortaleza




18 Juni 2014
19.00 UTC-3
Kamerun  Pertandingan 18  Kroasia Arena Amazônia, Manaus




23 Juni 2014
17.00 UTC-3
Kamerun  Pertandingan 33  Brasil Estádio Nacional, Brasília




23 Juni 2014
17.00 UTC-3
Kroasia  Pertandingan 34  Meksiko Arena Pernambuco, Recife



Grup B

Tim Main M S K MG KG SG Poin
 Spanyol 0 0 0 0 0 0 0 0
 Belanda 0 0 0 0 0 0 0 0
 Chili 0 0 0 0 0 0 0 0
 Australia 0 0 0 0 0 0 0 0
13 Juni 2014
16.00 UTC-3
Spanyol  Pertandingan 3  Belanda Arena Fonte Nova, Salvador




13 Juni 2014
19.00 UTC-3
Chili  Pertandingan 4  Australia Arena Pantanal, Cuiabá




18 Juni 2014
13.00 UTC-3
Australia  Pertandingan 20  Belanda Estádio do Maracanã, Rio de Janeiro




18 Juni 2014
16.00 UTC-3
Spanyol  Pertandingan 19  Chili Estádio Beira-Rio, Porto Alegre




23 Juni 2014
13.00 UTC-3
Australia  Pertandingan 35  Spanyol Arena da Baixada, Curitiba




23 Juni 2014
13.00 UTC-3
Belanda  Pertandingan 36  Chili Arena Corinthians, São Paulo



Grup C

Tim Main M S K MG KG SG Poin
 Kolombia 0 0 0 0 0 0 0 0
 Yunani 0 0 0 0 0 0 0 0
 Pantai Gading 0 0 0 0 0 0 0 0
 Jepang 0 0 0 0 0 0 0 0
14 Juni 2014
13.00 UTC-3
Kolombia  Pertandingan 5  Yunani Estádio Mineirão, Belo Horizonte




14 Juni 2014
22.00 UTC-3
Pantai Gading  Pertandingan 6  Jepang Arena Pernambuco, Recife




19 Juni 2014
13.00 UTC-3
Kolombia  Pertandingan 21  Pantai Gading Estádio Nacional, Brasília




19 Juni 2014
19.00 UTC-3
Jepang  Pertandingan 22  Yunani Estádio das Dunas, Natal




24 Juni 2014
17.00 UTC-3
Jepang  Pertandingan 37  Kolombia Arena Pantanal, Cuiabá




24 Juni 2014
17.00 UTC-3
Yunani  Pertandingan 38  Pantai Gading Estádio Castelão, Fortaleza



Grup D

Tim Main M S K MG KG SG Poin
 Uruguay 0 0 0 0 0 0 0 0
 Kosta Rika 0 0 0 0 0 0 0 0
 Inggris 0 0 0 0 0 0 0 0
 Italia 0 0 0 0 0 0 0 0
14 Juni 2014
16.00 UTC-3
Uruguay  Pertandingan 7  Kosta Rika Estádio Castelão, Fortaleza




14 Juni 2014
19.00 UTC-3
Inggris  Pertandingan 8  Italia Arena Amazônia, Manaus




19 Juni 2014
16.00 UTC-3
Uruguay  Pertandingan 23  Inggris Arena Corinthians, São Paulo




20 Juni 2014
13.00 UTC-3
Italia  Pertandingan 24  Kosta Rika Arena Pernambuco, Recife




24 Juni 2014
13.00 UTC-3
Italia  Pertandingan 39  Uruguay Estádio das Dunas, Natal




24 Juni 2014
13.00 UTC-3
Kosta Rika  Pertandingan 40  Inggris Estádio Mineirão, Belo Horizonte



Grup E

Tim Main M S K MG KG SG Poin
 Swiss 0 0 0 0 0 0 0 0
 Ekuador 0 0 0 0 0 0 0 0
 Perancis 0 0 0 0 0 0 0 0
 Honduras 0 0 0 0 0 0 0 0
15 Juni 2014
13.00 UTC-3
Swiss  Pertandingan 9  Ekuador Estádio Nacional, Brasília




15 Juni 2014
16.00 UTC-3
Perancis  Pertandingan 10  Honduras Estádio Beira-Rio, Porto Alegre




20 Juni 2014
16.00 UTC-3
Swiss  Pertandingan 25  Perancis Arena Fonte Nova, Salvador




20 Juni 2014
19.00 UTC-3
Honduras  Pertandingan 26  Ekuador Arena da Baixada, Curitiba




25 Juni 2014
17.00 UTC-3
Honduras  Pertandingan 41  Swiss Arena Amazônia, Manaus




25 Juni 2014
17.00 UTC-3
Ekuador  Pertandingan 42  Perancis Estádio do Maracanã, Rio de Janeiro



Grup F

Tim Main M S K MG KG SG Poin
 Argentina 0 0 0 0 0 0 0 0
 Bosnia dan Herzegovina 0 0 0 0 0 0 0 0
 Iran 0 0 0 0 0 0 0 0
 Nigeria 0 0 0 0 0 0 0 0
15 Juni 2014
19.00 UTC-3
Argentina  Pertandingan 11  Bosnia dan Herzegovina Estádio do Maracanã, Rio de Janeiro




16 Juni 2014
16.00 UTC-3
Iran  Pertandingan 12  Nigeria Arena da Baixada, Curitiba




21 Juni 2014
13.00 UTC-3
Argentina  Pertandingan 27  Iran Estádio Mineirão, Belo Horizonte




21 Juni 2014
19.00 UTC-3
Nigeria  Pertandingan 28  Bosnia dan Herzegovina Arena Pantanal, Cuiabá




25 Juni 2014
13.00 UTC-3
Nigeria  Pertandingan 43  Argentina Estádio Beira-Rio, Porto Alegre




25 Juni 2014
13.00 UTC-3
Bosnia dan Herzegovina  Pertandingan 44  Iran Arena Fonte Nova, Salvador



Grup G

Tim Main M S K MG KG SG Poin
 Jerman 0 0 0 0 0 0 0 0
 Portugal 0 0 0 0 0 0 0 0
 Ghana 0 0 0 0 0 0 0 0
 Amerika Serikat 0 0 0 0 0 0 0 0
16 Juni 2014
13.00 UTC-3
Jerman  Pertandingan 13  Portugal Arena Fonte Nova, Salvador




16 Juni 2014
19.00 UTC-3
Ghana  Pertandingan 14  Amerika Serikat Estádio das Dunas, Natal




21 Juni 2014
16.00 UTC-3
Jerman  Pertandingan 29  Ghana Estádio Castelão, Fortaleza




22 Juni 2014
19.00 UTC-3
Amerika Serikat  Pertandingan 30  Portugal Arena Amazônia, Manaus




26 Juni 2014
13.00 UTC-3
Amerika Serikat  Pertandingan 45  Jerman Arena Pernambuco, Recife




26 Juni 2014
13.00 UTC-3
Portugal  Pertandingan 46  Ghana Estádio Nacional, Brasília



Grup H

Tim Main M S K MG KG SG Poin
 Belgia 0 0 0 0 0 0 0 0
 Aljazair 0 0 0 0 0 0 0 0
 Rusia 0 0 0 0 0 0 0 0
 Korea Selatan 0 0 0 0 0 0 0 0
17 Juni 2014
13.00 UTC-3
Belgia  Pertandingan 15  Aljazair Estádio Mineirão, Belo Horizonte




17 Juni 2014
19.00 UTC-3
Rusia  Pertandingan 16  Korea Selatan Arena Pantanal, Cuiabá




22 Juni 2014
13.00 UTC-3
Belgia  Pertandingan 31  Rusia Estádio do Maracanã, Rio de Janeiro




22 Juni 2014
16.00 UTC-3
Korea Selatan  Pertandingan 32  Aljazair Estádio Beira-Rio, Porto Alegre




26 Juni 2014
17.00 UTC-3
Korea Selatan  Pertandingan 47  Belgia Arena Corinthians, São Paulo




26 Juni 2014
17.00 UTC-3
 Aljazair Pertandingan 48  Rusia Arena da Baixada, Curitiba