Kamis, 18 Desember 2014

Titiek Bersaing jadi ketua PMI dengan JK , JK Walk Out, Titiek: Ngambek atau Mau Bobo?

JK Walk Out, Titiek: Ngambek atau Mau Bobo?

JK Walk Out, Titiek: Ngambek atau Mau Bobo?
Anggota DPR terpilih dari Partai Golkar Titiek Soeharto, tiba menghadiri Pelantikan dan Sumpah Jabatan Anggota MPR-DPR-DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas ReviyantoTEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Siti Hediyati Heriyadi atau Titiek Soeharto tak mengira Wakil Presiden Jusuf Kalla meninggalkan ruang Musyawarah Nasional Palang Merah Indonesia (PMI).

Titiek mengaku tak tahu alasan mantan Ketua PMI tersebut. "Mungkin capek, mau bobo di kamar atas," kata Titiek di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Desember 2014. Sesaat sebelum meninggalkan ruangan, kata Titiek, JK sempat mengatakan lima menit lagi akan keluar ruangan. Namun, JK tak menyertakan alasannya.
Benar saja, tak sampai dua menit setelah percakapan tersebut, JK langsung berdiri dan ngeloyor meninggalkan Munas. Raut wajah Kalla terlihat lelah dan muram. Saat ditanya wartawan, Kalla bungkam. JK hanya melambaikan tangan dan tersenyum tipis.
Titiek bingung dan menduga apakah JK ngambek? "Tapi, ngambek karena apa ya?" ujar Titiek. Menurut salah satu asisten Yadi, Kalla sangat lelah karena menghadiri banyak acara sejak subuh. "Ini tadi baru dari Surabaya, langsung ke sini. Sekarang mau langsung pulang, besok masih banyak agenda lagi," ujar Yadi. Sikap JK tak mempengaruhi proses penjaringan calon ketua umum PMI. Pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada peserta setiap daerah untuk memberikan suaranya. Setelah penjaringan, pengesahan calon ketua umum dilaksanakan. Kemudian, ada pandangan pokok pikiran dari setiap calon. "Nah, saya belum tahu kalau tidak ada Pak JK, gimana prosedurnya. Apa mau diubah atau gimana," ujar Titiek.
Kamis, 18 Desember 2014 | 06:14 WIB

Prabowo dan Ical Restui Titiek Bersaing dengan JK  

Prabowo dan Ical Restui Titiek Bersaing dengan JK  
Titiek Soeharto. TEMPO/Dhemas Reviyanto
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Sri Hediyati Heriyadi alias Titiek Soeharto mengaku telah mendapat restu dari Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie alias Ical untuk maju menjadi calon Ketua Umum Palang Merah Indonesia.
"Semua merestui. Namanya juga mau berbuat sosial, masak, mau dihalangi," kata Titiek di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Desember 2014. Selain itu, Titiek mengklaim telah mendapat restu dari keluarga serta mantan suaminya, Prabowo Subianto. "Mantan suami mendukung dan mendoakan saja," kata Titiek sumringah.
Titiek yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu bersaing dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memperebutkan kursi Ketua Umum PMI. Titiek mengatakan telah menggalang dukungan beberapa bulan sebelum Musyawarah Nasional PMI ke-20 yang mengagendakan pemilihan ketua umum digelar. "Saya hanya melakukan pendekatan ke daerah-daerah untuk mendapat dukungan," ujar Titiek.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa ada lobi-lobi politik ke PMI di daerah. Titiek disebut memberikan iming-iming berupa akomodasi peserta Munas PMI dari daerah. Saat dimintai konfirmasi ihwal selentingan tersebut, putri mantan Presiden Soeharto itu menepis. "Tidak ada itu," kata Titiek singkat. (Baca juga:

DEWI SUCI RAHAYU

Penghina Prabowo Ditahan Satu Bulan Lagi

Penghina Prabowo Ditahan Satu Bulan Lagi  
Ilustrasi. prolife.org.nz
TEMPO.CO, Surabaya - Terpidana pencemaran nama baik terhadap mantan calon presiden Prabowo Subianto, Brama Japon Janua, 31 tahun, memilih menjalani tambahan satu bulan masa tahanan. Vonis penjara selama empat bulan potong masa tahanan yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Surabaya, kemarin, sebenarnya sudah cukup untuk membuatnya bebas.

Tapi pilihan lain harus diambilnya karena majelis hakim, yang diketuai Manungku Prasetyo, menambah hukuman dengan denda Rp 10 juta subsider satu bulan kurungan. Mendengar putusan itu, Brama, yang sebelum ditahan bekerja sebagai anggota satpam di pelabuhan itu, menjawab tak bisa membayar denda. "Saya tambah satu bulan lagi saja," katanya, usai pembacaan putusan hakim.

Vonis penjara yang diterima Brama sesuai dengan tuntutan jaksa sebelumnya. Hanya saja denda yang diputus hakim lebih besar ketimbang tuntutan yang sebesar Rp 250 ribu. "Kalau enggak menerima, bisa ajukan banding," ujar Manungku.

Brama ditahan di Rumah Tahanan Klas I Surabaya sejak 5 Agustus 2014. Dia didakwa mencemarkan nama baik institusi Polda Jawa Timur dan Prabowo Subianto gara-gara status Facebook yang dibuatnya.

Mengaku sebagai anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur berpangkat Brigadir Polisi Dua bernama Candra Tanzil, Brama menulis “Kalau sampai negara ini dipimpin oleh pecatan kopasus, tak terpikirkan olehku. Takutnya kejahatan akan merajalela. Ya Allah aku hanya pengen hidup tenang, menangkan jokowi ya Allah, karena aku sangat yakin dengan kepemimpinannya jokowi kalau beliau bisa menjadi presiden RI."

"Confidence atas Manajemen Ekonomi Jokowi Rendah, Menjelang 2015 ekonomi Indonesia melemah, Rupiah anjlok

Ekonomi Indonesia Lagi Dirantai (Sofyan Djalil: Okezone)

Ekonomi Indonesia Lagi Dirantai
JAKARTA – Laju perekonomian Indonesia masih belum sesuai harapan. Pasalnya, laju ekonomi Indonesia terhambat oleh tingginya impor, yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi tidak sehat.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini sedang dirantai. Menurutnya, banyak belenggu-belenggu yang menghalangi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Jago kungfu pun kalau di rantai tidak bisa apa-apa," kata Sofyan di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (18/12/2014).
Pembelenggu ekonomi tersebut bisa berasal dari luar dan dalam negeri. Sofyan mengatakan, belenggu terbesar diperoleh dari dalam negeri yang belum bisa menghasilkan hal-hal produktif.
"Mari kita lepaskan rakyat Indonesia dari belenggu kemiskinan, birokrasi, dan sebagainya. Dengan mengubah hal-hal tidak produktif tersebut sehingga negara kita bisa lebih mandiri," kata dia.
Dengan kemandirian dalam negeri, diharapkan Indonesia dapat menyumbang lebih banyak untuk pembangunan perekonomian. Sehingga masalah kemiskinan, infrastruktur, pengangguran dan yang lainnya bisa teratasi.
(rzy)

"Confidence atas Manajemen Ekonomi Jokowi Rendah, Penyebab Lain Pelemahan Rupiah"

Selasa, 16 Desember 2014 | 11:00 WIB
TRIBUNNEWS/HERUDIN Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat.
JAKARTA, KOMPAS.com -- Tren nilai tukar rupiah masih terus melemah, Selasa (16/12/2014). Faktor dinamika perekonomian global disebut bukan alasan tunggal ataupun yang terkuat. (Baca juga: Rupiah Loyo, Ekonom Bilang Kita Tak Bisa Lawan Arah Dunia).

"Anjloknya (nilai tukar) rupiah juga disebabkan rendahnya confidence terhadap macroeconomic management pemerintahan Jokowi (Presiden Joko Widodo, red)," papar ekonom dari Sustainable Development Indonesia Dradjad Hari Wibowo, Selasa.

Dradjad tidak menampik penghentian stimulus (quantitative easing) The Fed memang membuat pasar berkeyakinan bahwa suku bunga di Amerika akan naik, dollar AS bakal berbalik ke negeri asalnya, dan yang karenanya terjadi penguatan kurs dollar AS.

Namun, bila faktor Amerika dan dinamika ekonomi global ini merupakan penyebab utama, Dradjad menyodorkan India terbukti tak terimbas sebesar Indonesia, meski sama-sama berada di kawasan negara berkembang.

"India sekarang menikmati confidence yang cukup tinggi sehingga rupee relatif stabil terhadap dollar AS meski mata uang lain melemah. Ini karena masuknya banyak modal baru ke India," tutur Dradjad.

Bukan seketika


Kepercayaan pelaku pasar kepada Indonesia, kata Dradjad, memang tidak merosot drastis. "Tapi melemah," sebut dia. (Baca juga: Pak Jokowi, Beker Sudah Berbunyi Nyaring).

Pemicu dari pelemahan kepercayaan pasar itu, papar Dradjad, adalah inflasi setelah kenaikan harga bahan bakar minyak yang ternyata melampaui ekspektasi.

Menurut Dradjad, pasar juga tak yakin akan ada perbaikan signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia, setelah kenaikan harga bahan bakar ini.

"Indonesia terlalu tergantung pada ekspor komoditas, sementara harga komoditas ikut anjlok sejalan merosotnya harga minyak," urai Dradjad soal ketidakyakinan atas neraca perdagangan itu.

Dradjad juga menganalisa, kemampuan pemerintah untuk menggenjot pajak dan membiayai pembangunan pun disangsikan, seiring anjloknya harga komoditas yang jadi andalan pendapatan dari perdagangan itu.

"Intinya, pemerintah harus bisa meyakinkan pasar bahwa pemerintah punya strategi untuk mengompensasi dampak anjloknya harga komoditas (bagi neraca perdagangan Indonesia)," tegas Dradjad.

Sebelumnya, ekonom Raden Pardede mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah merupakan imbas dari arah perekonomian global yang berbalik ke Amerika setelah penghentian kucuran stimulus The Fed.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil pun menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah semata akibat dollar yang "pulang kampung" karena ekspektasi perbaikan perekonomian Amerika. Argumentasinya, pelemahan kurs tak hanya dialami rupiah.


Penulis: Palupi Annisa Auliani
Editor : Palupi Annisa Auliani

Rupiah Anjlok, Kemampuan Tim Ekonomi Jokowi Dipertanyakan,"Ini Pak Menteri punya kebijakan ekonomi yang jitu nggak?"

Selasa, 16 Desember 2014,Oleh : Suryanta Bakti Susila
Ilustrasi uang rupiah
VIVAnews - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. Bahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Mencapai Rp12.900 per US$1. Pelemahan ini merupakan yang terendah sejak tahun 1998.

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Marwan Cik Asan, meminta Presiden Joko Widodo menjelaskan kepada rakyat, penyebab dan langkah-langkah untuk mengatasi pelemahan rupiah tersebut.

"Kita harapkan menteri terkait dapat menjelaskan kepada masyarakat penyebab melemahnya rupiah. Juga memaparkan secara jelas dan konkret program-program ekonomi, termasuk pengendalian moneter bersama BI," kata Marwan dalam keterangannya, Selasa 16 Desember 2014.

Menurut politikus asal Lampung ini, ada faktor global terhadap melemahnya rupiah hingga titik terendah pada era reformasi ini. Faktor global itu antara lain, penguatan US$ sebagai akibat membaiknya ekonomi Amerika Serikat yang memicu rencana kenaikan suku bunga sebagaimana hasil rapat The Federal Market Open Comitte (FMOC).

Meski demikian, Marwan melihat adanya faktor dari dalam negeri yang membuat investor tidak yakin terhadap kepiawaian tim ekonomi Pemerintahan Jokowi-JK.
Dia mencontohkan salah satunya, blunder yang dibuat Jokowi dengan mencabut subsidi, sehingga harga BBM naik di saat harga minyak dunia turun.

"Meningkatnya demand US$ secara nasional menjelang akhir tahun, juga yang paling utama disebabkan ketidakyakinan investor atau publik pada program ekonomi kabinet Jokowi," kata politisi Partai Demokrat itu.

Marwan menyangkal pernyataan Menko Perekonomian Sofyan Djalil bahwa pelemahan rupiah dipicu kebijakan salah pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, tidak tepat Menko Sofyan mengeluarkan dalih seperti itu.

"Jadi sangat tidak tepat dan tidak bijak jika Menko Perekonomian Sofyan Djalil menyatakan bahwa melemahnya rupiah saat ini sebagai akibat residual kebijakan ekonomi masa lalu," ujar Marwan.

Menurut Marwan, mestinya tim ekonomi kabinet Jokowi lebih fokus pada program yang tepat ketimbang menimpakan kesalahan kepada pejabat sebelumnya.

"Ini Pak Menteri punya kebijakan ekonomi yang jitu nggak? Jangan karena tidak punya kebijakan yang jitu untuk meredam pelemahan rupiah malah menyalahkan orang lain. Ini bukan sifat negarawan," kata dia.

Presiden Jokowi, kata Marwan, sebaiknya segera mengevaluasi kemampuan tim ekonominya, apakah benar bisa bekerja atau malah memberikan beban di kemudian hari.

"Jangan sampai akibat ketidakpercayaan publik pada tim ekonomi mengakibatkan capaian 10 tahun kemajuan ekonomi di era presiden SBY gagal di lanjutkan oleh Presiden Jokowi," ujarnya. (ase)

Senin, 15 Desember 2014

Ashanty melahirkan,mirip Ashanty, apa kata Krisdayanti?

Anang Minta Maaf atas Siaran Langsung Persalinan Ashanty

Penulis : Irfan Maullana | Minggu, 14 Desember 2014 | 18:45
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA
Anang Hermansyah menunjukkan foto-foto kelahiran buah hati pernikahannya dengan Ashanty Siddik, dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com — Vokalis Anang Hermansyah menyadari adanya kontroversi yang tercipta terkait siaran langsung kelahiran anak pertamanya dari penyanyi Ashanty Siddik di salah satu televisi swasta sejak Minggu (14/12/2014) pagi.
"Aku terima banyak pihak yang enggak suka. Buat aku ini dinamika. Buat yang senang, aku terima kasih sudah ikut doain, dan yang buat enggak suka, tinggal ganti channel," kata Anang dalam jumpa pers seusai operasi caesar Ashanty, di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2014) sore.
Agaknya Anang tidak ingin kontrovesi ini terus berlanjut. Dia pun meminta maaf kepada publik. "Saya minta maaf kepada pihak yang enggak merasa nyaman," ucap Anang.
Anang berharap siapa pun yang merasa tidak nyaman atas siaran langsung ini bisa memakluminya. Menurut dia, ada nilai edukasi dalam proses persalinan ini, terutama karena Ashanty pernah mengalami keguguran dan bertahan hingga melahirkan bayi perempuan setelah dua tahun pernikahan mereka.


Editor :
Laksono Hari Wiwoho

Foto Bayi Arsy, Mirip Ashanty Banget Delia Arnindita Larasati 

Minggu, 14/12/2014 18:23 WIB
http://images.detik.com/content/2014/12/14/230/182444_asdalem.jpg dok Instagram
 
Bersama Anang, Ashanty dan Azriel, Aurel berpose seksi. (Dok. Diera Bachir)

Ini Arti Nama Arsy Adara Musisia Nurhermansyah, Putri Anang-Ashanty

Penulis : Irfan Maullana | Minggu, 14 Desember 2014 | 18:38
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA
Anang Hermansyah menunjukkan foto-foto kelahiran buah hati pernikahannya dengan Ashanty Siddik, dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com
- Artis musik Anang Hermansyah memberi nama Arsy Adara Musisia Nurhermansyah untuk buah hati pertamanya dari pernikahan dengan Ashanty Siddik. Masing-masing kata dalam nama itu memiliki arti tersendiri.
"Artinya, Arsy itu singgasana. Adara itu kecantikan. Musisia itu jelas musisi dan Nurhermansyah itu Nur-nya (cahaya) Anang. Sama kayak kakaknya, Aurelia Nurhermansyah, kalau perempuan mesti ada Nur-nya," kata Anang dalam jumpa pers seusai proses persalinan secara caesar yang dijalani Ashanty, di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2014).
Anang yang kini menjadi anggota DPR dari Partai Amanat Nasional itu telah memiliki dua orang anak dari mantan istrinya, Krisdayanti, sebelum ia menikah dengan Ashanty. Bersama Krisdayanti, Anang telah dikaruniai buah hati bernama Aurelia Nurhermansyah dan Azriel Akbar Hermansyah.
Asry merupakan anak ketiga Anang dan yang pertama bagi Ashanty. Keduanya bersama-sama merencanakan nama untuk si kecil. "Nama Musisia itu dari ibunya, jadi Arsy Adara itu dari ibunya. Awalnya bukan Adara, tapi diganti," kata Anang.
Anang dan Ashanty menikah pada 14 Desember 2012 pukul 14.12 WIB. Kini keduanya memiliki buah hati yang lahir sama persis dengan tanggal, bulan serta jam pernikahan mereka. Arsy lahir melalui operasi bedah caesar di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2014) pukul 14.12 WIB. Ashanty menjalani perawatan prapersalinan sejak Jumat (12/12/2014).


Editor :Laksono Hari Wiwoho

Syahrini di Amerika Ala Boneka Barbie

Ingin Terlihat Seksi di Amerika, Syahrini Sulam Bibir KristalIngin Terlihat Seksi di Amerika, Syahrini Sulam Bibir Kristal

Minggu, 14 Desember

Ogah Kerja di Malam Tahun Baru, Syahrini

 

Tahun Baruan di Amerika, Ini yang akan Dilakukan Syahrini

Dwi Ayu Rohani - 16 Desember 2014 15:20 wib
Syahrini (Foto:Antara/Teresia May)
Syahrini (Foto:Antara/Teresia May)
Metrotvnews.com, Jakarta: Syahrini memilih menghabiskan waktu malam tahun baru dengan berlibur ke Amerika selama tiga pekan.

"Enggak, aku enggak ambil job, kan tiga pekan mau liburan ke Amerika," ucap Syahrini ditemui di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (15/16/2014).

Jika bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, berlibur ke Amerika dan negara Eropa lainnya adalah liburan mewah, tidak bagi Syahrini. Mantan teman duet Anang Hermansyah itu sudah bolak-balik berlibur ke Amerika dan Eropa.

"Enggak ada persiapan, biasa saja, karena kan sudah biasa setiap tahun ke sana. Jadi, enggak ada persiapan apa-apa. Biasa aja," kata Syahrini.

Selama di Amerika, penyanyi asal Bogor ini akan berbelanja kebutuhan kostum yang akan dikenakannya untuk manggung.

"Iya, nanti sedapatnya saja. Sesuai dengan kebutuhan saya untuk tampil saja. Kalau sesuai budget, dibeli. Kalau enggak, ya enggak," imbuhnya.
 
ROS

Pilih Liburan ke Amerika

Selasa, 16 Desember 2014 14:40 WIB

Ogah Kerja di Malam Tahun Baru, Syahrini Pilih Liburan ke Amerika
Tribunnews/Jeprima
Penyanyi, Syahrini tampil dalam acara SCTV Awards 2014 di Studio 6 Indosiar dan SCTV, Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (29/11/2014) malam. Pada ajang tersebut Syahrini berhasil meraih penghargaan sebagai Penyanyi Paling Ngetop setelah mengalahkan para pesaingnya yang tak kalah ngetop, yaitu Afgan, Fatin, Judika, dan Raisa. (Tribunnews/Jeprima)
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Junianto Hamonangan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Syahrini (32) akan menghabiskan malam tahun baru tanpa pekerjaan. Pelantun lagu 'Jangan Memilih Aku' itu ingin liburan setelah bekerja setahun penuh.
"Enggak (kerja), kan tiga pekan mau liburan ke Amerika. Udah setahun bekerja, jadi aku mau libur," katanya, saat ditemui di acara '13 Karya Gemilang Transmedia' di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2014) malam.
Tiga pekan di negeri orang, bukan berarti Syahrini melakukan persiapan khusus. Ia hanya berusaha membawa baju yang berbahan tebal sebagai antisipasi selam musim dingin di Negeri Paman Sam.
"Enggak lah, (persiapan) biasa aja karena kan sudah biasa tiap tahun ke sana. Jadi enggak ada persiapan apa-apa, palingan menyesuaikan cuaca saja karena sudah masuk musim dingin," ungkapnya.
Pemilik nama asli Rini Fatimah Jaelani itu menambahkan selama berada di sana, dirinya tidak akan berburu barang-barang tertentu. Pasalnya kepergiannya kali ini murni untuk liburan.
Namun demikian, mantan rekan duet Anang Hermansyah tersebut tidak menampik akan membeli barang-barang yang dirasanya menarik dan sesuai dengan kondisi keuangan.
"Kalau dapatnya sesuai kebutuhan saya untuk tampil dan sesuai bujetnya ya dibeli, kalau enggak ya enggak. Aku santai sih, namanya liburan enggak ada yang diburu. Cari suasana aja," tuturnya.
Syahrini sendiri berangkat ke Amerika Serikat bersama sahabat-sahabatnya. Lalu apakah momen liburannya kali sekaligus untuk bertemu sang kekasih?
"Ya, Insya Allah doain aja," tutupnya sambil tertawa.
2014 22:08 |
Kapanlagi.com - Pesona kecantikan yang dimiliki oleh Syahrini memang begitu luar biasa. Begitu banyak wanita yang ingin menjadi sepertinya. Namun, sepertinya penyanyi cantik berusia 34 tahun ini masih saja merasa kurang dengan penampilannya. Karena itulah tak heran jika dalam waktu dekat ini, Syahrini akan mengubah sedikit penampilannya. Dalam rangka jalan-jalan ke Amerika, wanita kelahiran 1 Agustus 1980 ini melakukan shading alis dan sulam bibir, agar nantinya tidak repot lagi berdandan.
"Jadi bangun tidur cantik, bibir nggak usah pakai lipstik. Semua cantik karena disulam kristal. Aku juga mau buat alis semut beriring, supaya alisnya seperti semut beriring," ucapnya di Studio Ali Tattoo Sulam, Mangga Dua Square, lantai 3, Jakarta Utara, Sabtu (13/12) malam.
Syahrini saat menjalani treatment ©KapanLagi.com®
Syahrini saat menjalani treatment ©KapanLagi.com®
Tak hanya itu, salah satu alasan pemilik nama lengkap Rini Fatimah Jaelani ini melakukan perawatan tersebut karena ingin makin terlihat seksi. Apalagi, ia sadar betul kalau sebagai wanita dan publik figur, harus selalu bisa merawat kecantikan.
"Warna bibir asli sudah pink, tapi nanti jadi shining yang bikin bibir sehat dan seksi," kata mantan rekan duet Anang Hermansyah tersebut sambil tersenyum.
Sang ahli kecantikan yang diketahui bernama Ali tersebut memang sudah tahu apa yang harus dilakukannya. "Saya juga cocokan dengan warna kulit. Kulitnya putih, makanya saya kasih pink muda, benar-benar warna bibir yang asli," tutup Ali.

 Syahrini Lakukan Ini Agar Bibirnya Mirip



on

Liputan6.com, Jakarta Kecantikan menjadi faktor penting dalam hidup Syahrini. Setelah mengutak-atik jambul dan bulu mata, kini pelantun Aku Tak Biasa itu fokus membenahi bibirnya. Syahrini kepingin bibirnya mirip dengan boneka barbie.

Karena hasrat itulah, Syahrini pun melakukan perawatan bibir sulam crystal. "Aku pengin bibir ku warna bibir cantik yaitu pink, kayak boneka barbie makanya disulam seperti ini. Sebenarnya warna bibir aku aslinya sudah pink, tapi nanti di sulam crystal jadi shining. Jadi selain bikin bibir sehat, juga seksi," ungkap Syahrini usai menjalani perawatan di Klinik Ali Tatoo Sulam, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Ini adalah kali pertama Syahrini melakukan perawatan khusus di bagian bibir. Selain bikin seksi, sulam bibir crystal membuat Syahrini tak perlu lagi memoles bibirnya sering-sering dengan lipstik.
Diakui Syahrini, tak butuh waktu lama untuk mempercantik bagian bibirnya. Melakukan perawatan sekitar satu jam, Syahrini pun memamerkan bibirnya yang merah merona. Merasa makin cantik, rasa percaya diri Syahrini pun melambung.

"Kalau cantik kan jadi lebih pede nyanyi off air dan on air. Apalagi jadi nggak repot pakai lipstik lagi. Sulam bibir ini kan bisa bertahan sampai empat tahun," imbuh dia.

Tak hanya bibir, Syahrini juga turut melakukan shading alis. Dengan begitu, alis mata kini bagaikan semut yang sedang beriringan.

"Tuh, jadi bagus kan kayak semut berurutan. Aku sengaja lakukan perawatan ini karena mau ke Amerika Serikat selama tiga minggu. Jadi sebelum travelling, ya harus cantik dulu," tandas Syahrini.(Jul/Mer)

Biduk Cinta Rini Soewandi di Ujung Tanduk

MESKI PAHIT, INILAH YANG TERBAIK

Setelah 23 tahun membina rumah tangga, Didik mengajukan cerai terhadap istrinya, Rini Soewandi. Menurut Didik, sang istri sudah berubah delapan tahun belakangan. Apa sebenarnya masalah mereka?

Rumah tangga pasangan Rini Soewandi (48), mantan Menteri Perdagangan dan Perindustrian dengan Didik Soewandi (52) kini di ujung tanduk. Setelah 23 tahun membina rumah tangga bersama, Didik mengajukan talak cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Rabu (6/4) silam merupakan sidang pertama perceraian keduanya. "Saya menyalami Rini, tapi kami tidak sempat ngobrol," ujar Didik saat ditemui di sebuah kafe di Jakarta Selatan, Jumat (7/4). Pada sidang kedua, menurut Didik, Rini absen.

Didik menceritakan awal pertemuannya dengan Rini. Mereka berkenalan tahun 1977 saat keduanya sama-sama kuliah di Boston, Amerika. Dua tahun kemudian, mereka bertunangan. Lalu, mereka menikah tahun 1982. "Kepribadian wanita yang ingin saya jadikan istri ada pada dia. Rini juga wanita yang sangat pintar, berani mengambil risiko, cekatan, dan sangat sayang pada anak-anak," kenang Didik.

Saat itu, Rini bekerja di Citibank. Mereka lalu memiliki tiga anak, Nindia Felicia Soewandi (22), Yodhananta Soewandi (19) dan Fauzan Rahman (7). Awal pernikahan berjalan mulus. Meski ada pertengkaran layaknya sebuah rumah tangga, hal itu bisa diatasi berkat adanya komunikasi. "Rini juga bersikap layaknya ibu rumah tangga. Dia mengurus anak, dan pada hari libur kami sekeluarga jalan-jalan," ujar pria pengusaha ini.

Rumah tangga mereka tetap berjalan harmonis, meski kesibukan Rini dalam pekerjaan makin lama makin meningkat. Setelah tak lagi di Citibank, Rini pindah ke Astra sebagai General Manager Finance Division Astra International. Kariernya terus menanjak dan pada tahun 1998 ia menjadi Presiden Direktur PT Astra International.

Tak hanya itu, ia juga menjadi Komisaris Bursa Efek Jakarta, Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Staf Ahli Departemen Keuangan, dan Presiden Komisaris PT Semesta Citra Motorindo. Karier Rini menuju puncak ketika tahun 2001 - 2004 dipercaya menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan oleh Presiden Megawati.

MULAI BERUBAH SIKAP
Seiring melesatnya karier sang istri, rumah tangga pasangan ini mulai goyah. Sekitar delapan tahun belakangan, Didik merasa Rini mulai berubah sikap. "Saya bisa merasakan perubahan itu. Namanya juga suami-istri dan tinggal serumah, pasti bisa merasakan bila pasangannya berubah. Saya tak tahu persis apa penyebabnya. Mungkin dia berubah karena lingkungan, bisa juga karena pekerjaan," ujar Didik yang enggan merinci perubahan tersebut.

Menurut Didik, sudah bertahun-tahun terjadi argumentasi dan perbedaan pendapat yang terus-menerus. Perubahan inilah yang menyebabkan komunikasi antara keduanya tidak pernah ketemu. Setelah Rini berubah, apakah penghormatan istri terhadap suami sebagai kepala rumah tangga masih terjadi dalam keluarga?

"Tidak. Lalu, dalam pengambilan keputusan-keputusan dalam rumah tangga, terlalu banyak argumen, termasuk untuk hal-hal kecil. Juga masalah sekolah anak. Hal sekecil apa pun jadi bahan argumentasi. Capek! Karena ini tidak akan ada hentinya. Kalau sudah begini, saya memilih pergi," tuturnya.

Ketika ditanya apakah Rini bersikap dominan dalam rumah tangga, Didik terdiam cukup lama. "Mungkin begitu," ujarnya diplomatis. Ia mengatakan, setiap manusia punya takdir dan kodrat yang tidak boleh terlalu jauh dilewati. Didik mengibaratkan, bila cangkir terus diisi kopi, kopi tersebut akan meluber. Ini seperti seseorang yang sudah jauh keluar dari kodratnya. Menurut Didik, itulah yang terjadi pada istrinya.

"Kalau orang sudah keluar terlalu jauh dari kodratnya dalam keluarga, bisa jadi masalah. Dia tidak akan menemukan kebahagiaan. Materi bisa dicari. Kebahagiaan dunia dan akhirat susah dicari. Itu enggak main-main, karena saya sudah merasakan. Semua ada takarannya, termasuk kodrat sebagai seorang wanita dan istri. Namun, itu risiko bagi wanita berkarier kalau dia tidak pandai memenej pekerjaan di kantor dan rumah, " papar pria berkaca mata ini.

PEMBANTU PUN MELIHAT
Didik mengaku tidak menentang istrinya berkarier sampai mana pun. Sejak awal menikah, Didik mendukung istrinya bekerja. Namun, menurutnya, manusia punya kodrat. Kalau dulu Didik masih bisa menangani kerasnya watak Rini, kini ia sudah angkat tangan.

Diakui Didik, ia sudah berusaha memperbaiki rumah tangganya dengan berbagai cara. Namun, ia melihat Rini tak berubah, sehingga di antara keduanya tak pernah ada titik temu. "Selalu mengarahnya ke menang kalah. Ini, kan, susah," ujar Didik yang beberapa kali lama terdiam sebelum menjawab pertanyaan.

Kalau pun ia bertahan dalam perkawinan, lebih karena memikirkan anak. "Saya tipe orang yang dekat dengan anak-anak. Waktu anak-anak masih kecil, saya juga membuat susu dan menyuapi mereka. Malah, yang bungsu ini sering sekali tidur sama saya," ujarnya.

Didik mencontohkan, bila pukul 20.30 si bungsu Fauzan menelepon dan mengabarkan dia sudah mengantuk sementara Didik masih rapat atau di luar rumah, Didik bisa panik. "Saya usahakan sebelum jam sembilan harus pulang. Kalau sampai rumah Fauzan sudah tidur, saya merasa sangat bersalah. Saat bangun pagi, saya dipeluk. Saya minta maaf pada dia," kenang Didik yang merasa hubungan batinnya dengan Fauzan sangat erat. Ia mengaku Fauzan sangat dekat dengannya, terutama saat Rini menjadi menteri. Pada hari libur, Didik sering mengajaknya main game ke mal.

Jauh sebelum gugatan cerai diajukan, anak-anaknya sudah melihat sekaligus merasakan kedua orang tuanya tidak lagi rukun. "Ini sering terjadi. Bila suami-istri tidak saling bicara, bukan hanya anak yang tahu. Pembantu pun bisa ikut melihat. Mereka memang tidak bertanya dan saya tidak menjelaskan. Tapi saya menetralisir. Saya tidak ingin membuat jiwa anak-anak terluka," ujar Didik.

Sang penguasa laut ternyata putri Duyung ?