Selasa, 30 September 2014

Dinamika Pimpinan DPR/MPR ?

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/5/5f/Gedung_MPR-DPR.PNG 

Kubu Prabowo akan Kuasai Pimpinan DPR/MPR

Selasa, 30 September 2014 02:23 WIB
Kubu Prabowo akan Kuasai Pimpinan DPR/MPR
Tribunnews.com/Randa Rinaldi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberuntungan Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI hasil pemilu 2014 tidak sebaik Fraksi Partai Demokrat lima tahun lalu. Saat itu, Demokrat selaku peraih suara terbanyak di parlemen otomatis mendapat jatah kursi ketua DPR RI, sedangkan tahun ini, harus melalui pemilihan.
Melihat atmosfer politik yang menguat pada dua kubu, Koalisi Merah Putih yakni partai politik pendukung Prabowo - Hatta pada Pilpres lalu, akan menguasai pimpinan parlemen.
Kondisi ini akan terjadi setelah revisi Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 juga tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).
Apalagi Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak seluruh permohonan uji materi UU MD3 yang diajukan PDI Perjuangan, Senin (29/9) sore.
Menurut Undang-undang hasil revisi, parpol pemenang pemilu tak lagi otomatis mendapat jabatan ketua DPR dan MPR.
Dengan demikian, PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu legislatif 2014 tidak otomatis mendapatkan posisi ketua DPR periode 2014-2019.
"Menolak para pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Konstitusi Hamdan Zoelva, saat membacakan putusan di Gedung MK, Jakarta, Senin (29/9).
Dalam amar putusan, ada dua hakim konstitusi yang berbeda pendapat atau dissenting opinion, yakni Arief Hidayat dan Maria Farida Indrati.
Putusan itu terkait permohonan dengan nomor perkara 73/PUU-XII/2014 yang diajukan PDI Perjuangan yang diwakili Megawati Soekarnoputri dan Tjahjo Kumolo, serta empat orang perseorangan, yakni Dwi Ria Latifa, Junimart Girsang, Rahmani Yahya, dan Sigit Widiarto.
Mereka menguji aturan pemilihan pimpinan DPR dan pimpinan alat kelengkapan DPR sebagaimana diatur dalam Pasal 84, Pasal 97, Pasal 104, Pasal 109 Pasal 115, Pasal 121, dan Pasal 152 UU MD3.
Aturan tersebut dianggap merugikan hak konstitusional PDI-P selaku pemenang Pemilu 2014.
Dengan aturan itu, para pemangku jabatan di parlemen akan dipilih langsung oleh anggota DPR. Jabatan itu untuk pimpinan DPR, pimpinan komisi, badan legislasi, badan anggaran, badan kerja sama antar-parlemen (BKSAP), mahkamah kehormatan dewan, dan badan urusan rumah tangga (BURT).
Mahkamah berpendapat, perubahan mekanisme pemilihan pimpinan DPR dan alat kelengkapan lain dalam UU MD3 tidak bertentangan dengan konstitusi. Menurut MK, memilih pimpinan di parlemen merupakan kewenangan anggota DPR.
Hal itu dianggap lazim dengan sistem presidensial dengan multipartai. Menurut MK, kompromi antarparpol sangat menentukan dalam pemilihan pimpinan di DPR. "Kompromi dan kesepakatan tidak bisa dihindari," ucap Hamdan.
Dampak lebih lanjut dari berlakunya UU MD3 ini akan dirasakan dalam pemilihan pimpinan DPR dan MPR. Pengamat politik, Ari Junaedi mengatakan bendera Demokrasi kembali berkibar setengah tiang.
Hal ini terjadi usai MK menolak gugatan yang diajukan PDIP dan Khofifah Indar Parawansa soal keabsahan UU MD3.
Menurut Ari, UU MD3 sendiri lahir dari gagasan Koalisi Merah Putih untuk menguasai pimpinan dan alat kelengkapan DPR.
  "Padahal secara tradisi politik yang selama ini berlaku dan sekarang pun masih diterapkan di DPRD tingkat I dan II, pimpinan DPR diduduki oleh pemenang pemilu," ungkap Ari.
Dengan berlakunya UU MD3 yang disahkan 8 Juli 2014, sehari menjelang Pemilu Presiden lalu, maka akan memudahkan Koalisi Merah Putih untuk mendudukkan kader-kadernya di pimpinan dan alat kelengkapan DPR. Alhasil, hal itu senafas dengan semangat Undang-Undang Pilkada.
Lebih jauh, Mahkamah Konstitusi berpendapat, tidak ikut sertanya DPD dalam pembahasan UU MD3 bukan persoalan konstitusional. Masalah itu dianggap hanya berkaitan dengan tata cara yang baik dalam pembentukan UU.
Menurut MK, pembentukan UU yang tidak mengikuti aturan tata cara pembentukan UU tidak serta-merta membuat UU yang dihasilkan dianggap inkonstitusional.
Bisa saja UU yang dihasilkan sesuai aturan, tetapi materinya justru bertentangan dengan UUD 1945.
Sebaliknya, UU yang dibuat tidak sesuai aturan justru memiliki materi yang sesuai UUD 1945.
Perubahan UU MD3 yang dilakukan setelah diketahui hasil pemilihan umum juga tidak bertentangan dengan konstitusi.
MK menganggap hal itu lazim dilakukan dalam pembentukan UU MD3 sebelumnya. Bahkan, perubahan UU MD3 dapat terjadi segera setelah pelantikan anggota baru Dewan.
MK hanya mengingatkan, perubahan UU MD3 setiap lima tahun sekali tidak membangun sistem yang matang dan akan jadi permainan politik.
Pada masa mendatang, MK menyarankan pembentukan UU MD3 tidak dilakukan lima tahun sekali. Revisi hanya dilakukan apabila benar-benar diperlukan.
Dalam amar putusan yang dibacakan di Gedung MK, Jakarta, menurut Mahkamah, perubahan pengaturan mekanisme pemilihan pimpinan dan alat kelengkapan DPR tidak bertentangan dengan prinsip kepastian hukum yang adil serta persamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan sebagaimana yang didalilkan pemohon.
Mahkamah berpendapat, alasan pemohon tidak berdasar konfigurasi pimpinan DPR haruslah mencerminkan konfigurasi pemenang pemilu dengan alasan menghormati kedaulatan rakyat yang memilih.
Pasalnya, pemilu adalah untuk memilih anggota DPR, DPD, presiden dan wakil presiden, serta DPRD, bukan untuk memilih pimpinan DPR.
Menurut Mahkamah, masalah pimpinan DPR menjadi hak dan kewenangan anggota DPR terpilih untuk memilih pimpinannya yang akan memimpin lembaga DPR.
Hal itu dianggap lazim dalam sistem presidensial dengan sistem multipartai, karena konfigurasi pengelompokan anggota DPR berubah ketika berada di DPR berdasarkan kesepakatan masing-masing.
Berbeda halnya dengan sistem presidensial dengan dua partai politik, yang secara otomatis fraksi partai politik dengan jumlah anggota terbanyak menjadi ketua DPR.
Kalaupun dipilih, hasil pemilihannya akan sama karena dipastikan partai politik mayoritas akan memilih ketua dari partainya.
"Dalam praktik politik di Indonesia yang menganut sistem presidensial dengan sistem multipartai, kesepakatan dan kompromi politik di DPR sangat menentukan ketua dan pimpinan DPR, karena tidak ada partai politik yang benar-benar memperoleh mayoritas mutlak kursi di DPR, sehingga kompromi dan kesepakatan berdasarkan kepentingan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari," kata Hamdan.
"Berdasarakan pertimbangan tersebut, menurut Mahkamah, mekanisme pemilihan pimpinan DPR dan alat kelengkapan DPR adalah kebijakan hukum terbuka dari pembentuk Undang-Undang yang tidak bertentangan dengan UUD 1945," katanya.
Terkait dalil adanya diskriminasi dan perbedaan antara mekanisme penentuan pimpinan DPR dan pimpinan DPRD, menurut Mahkamah, hal tersebut bukanlah diskriminasi.
Praktik diskriminasi, menurut Mahkamah, adalah perbedaan yang dilakukan atas dasar ras, warna kulit, suku, dan agama.
KMP Bertemu Bahas Komposisi Pimpinan DPR-MPR
Githa Farahdina - 30 September 2014 15:55 wib
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy/Ant/Yudi Mahatma.
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy/Ant/Yudi Mahatma.
Metrotvnews.com, Jakarta: Partai-partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih menggelar rapat di ruang Fraksi Partai Golkar, Lantai 12, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy, Koalisi bertemu untuk membahas posisi pimpinan di parlemen ke depan. "Membahas kemungkinan komposisi DPR/MPR," ujar Romi, penggilan Romahurmuziy, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Sayangnya Romi enggan mengungkapkan siapa nama-nama yang hendak dicalonkan memimpin DPR/MPR dari Koalisi Merah Putih. "Tidak bagus saya ngomong kalau belum selesai rapat. Seharusnya sudah ada nama."

Semua perwakilan fraksi partai politik anggota koalisi, yakni Fraksi Golkar, Gerindra, PAN, PKS dan PAN, sudah hadir. Satu-satunya yang belum terlihat adaah Fraksi Partai Demokrat. "Mungkin terlambat," kata Romi.

Namun, Ketua Komisi IV DPR itu mengaku bingung ikhwal kepastian Demokrat bergabung di Koalisi Merah Putih. Sebab, terkadang pihak Demokrat mengklaim bergabung, namun lain kali justru mengatakan tidak.DOR

Gerindra Ajukan Fadli Zon Jadi Pimpinan DPR

Selasa, 30 September 2014 16:41 WIB
Gerindra Ajukan Fadli Zon Jadi Pimpinan DPR
Warta Kota/henry lopulalan
Wakil ketua umum Grindra Fadli Zon yang menjadi pembicara dalam diskusi Pilkada Buat Siapa? dikawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, (13/9/2014). UU Pilkada yang masih di godong DPR ini menjadi perdebatan seru bagi warga. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra sepakat mengajukan Wakil Ketua Umum Fadli Zon duduk sebagai pimpinan DPR. Sedangkan Sekjen Ahmad Muzani diajukan sebagai Pimpinan MPR.
"Pak Prabowo sepakat dan merestui. Tidak ada dissenting opinion," ujar Wakil Ketua Umum partai Gerindra Edi Prabowo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
Kedua kader partai Gerindra itu akan diajukan dalam paket Pimpinan DPR dan MPR. Partai pimpinan Prabowo itu masih menunggu apakah dalam paket yang diajukan Gerindra mendapat jatah ketua atau wakil ketua.
Edi juga ikut berkomentar mengenai sikap partai Demokrat. Bila partai berlambang mercy itu bulat mendukung Koalisi Merah Putih (KMP), maka wajar mendapatkan posisi Ketua MPR.
"Pak Prabowo juga menyatakan jabatan tidak pnting, kalau perlu dikasih orang, ya tidak apa-apa. Karena yang paling penting kita sama-sama mendorong suatu tujuan," ujarnya.
Ia mengatakan kerjasama Koalisi Merah Putih (KMP) tetap menghormati urusan internal partai. "Alhamdulilah kami solid. Apapun paketnya kami siapkan dua ini," kata Edi.

Minggu, 28 September 2014

Prabowo-Titiek Soeharto edisi Merah Putih

Bertemu Prabowo dalam Acara KMP, Titiek Soeharto Jadi "Bulan-bulanan"

Jumat, 26 September 2014 | 16:10 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ilustrasi: Koalisi merah putih.

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Koalisi Merah Putih (KMP) kembali berkumpul, Jumat (26/9/2014). Kali ini, mereka bertemu di Hotel Sultan, Jakarta, dengan agenda pembekalan terhadap calon anggota legislatif terpilih periode 2014-2019, yang tergabung dalam KMP.
Dalam pertemuan terbuka itu, hadir para pemimpin parpol KMP, antara lain Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum PBB MS Kaban.
Di antara elite parpol itu, hadir juga Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto, yang jadi pusat perhatian.
Dalam acara itu, Prabowo sempat menyebut Titiek di sela-sela pidatonya. Ketika itu, Prabowo ingin menghentikan pidato lantaran tidak enak kepada para tokoh parpol KMP. Dia menyebut satu per satu tokoh yang hadir.
"Ibu Titiek hadir juga," kata Prabowo disambut riuh tawa dan tepuk tangan para hadirin.
Prabowo juga tertawa sambil melihat mantan istrinya itu, yang duduk di barisan depan bersama para tokoh parpol.
"Ini selalu rekayasa Golkar, (Titiek duduk) disejajarkan dengan Dewan Pembina," ucap Prabowo. Ruang pertemuan pun semakin riuh.
Bukan hanya Prabowo yang menggoda Titiek. Suryadharma juga ikut berkelakar ketika menyebut satu per satu tokoh yang hadir pada awal pidatonya.
"Ibu Titiek Prabowo...," kata Suryadharma. Ruang pertemuan kembali riuh.
"Salah nggak?" tanya tersangka kasus korupsi itu lalu disambut teriakan "betul".
"Ini publik loh, Pak (Prabowo), yang mengatakan," timpal Suryadharma.

Titiek hanya tertawa. Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang duduk di samping Titiek ikut tertawa.
Hubungan Titiek dengan Prabowo sempat menjadi pembicaraan publik pada kampanye pilpres lalu. Publik mempertanyakan keberadaan ibu negara jika Prabowo memenangi pilpres lalu. (Baca: Mahfud: 56 Persen Prabowo-Titiek Rujuk)

Peringatan Hari ABRI 2014 di Surabaya, Tambah Kekuatan Armada Tempur

 
Senin, 29 September 2014 Waktu UTC: 00:41

Indonesia Tambah Kekuatan Armada Tempur

Pemerintah akan terus menambah kekuatan armada tempur melalui pengadaan sejumlah alat utama sistem senjata dari beberapa negara sahabat.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan beberapa pejabat TNI dalam jumpa pers di Jakarta. (Foto: VOA/Andylala Waluyo)
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan beberapa pejabat TNI dalam jumpa pers di Jakarta. (Foto: VOA/Andylala Waluyo)
Kementerian Pertahanan memastikan dalam waktu dekat ini akan ada penambahan hibah 24 pesawat tempur F16 dari pemerintah Amerika Serikat, hibah 10 pesawat C130 dari Pemerintah Australia, pembelian 11 helikopter anti kapal selam,  dan pengadaan tiga unit kapal selam dari pemerintah Korea Selatan.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta Rabu (15/8) memastikan, ini semua akan menambah kekuatan tempur Indonesia.
“Saya mendapat laporan dari kunjungan-kunjungan yang ada, mereka positif akan menambahkan lagi kemungkinan F16 kita. Kalau itu terjadi, skuadron kita akan kuat sekali,” ujar Purnomo pada wartawan.
Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Muda J.F.P Sitompul menjelaskan, pengadaan beberapa pesawat tempur ini juga akan diiringi dengan perekrutan calon-calon penerbang khusus pesawat tempur.
“Tiap tahun tentu saja kita sudah merekrut penerbang dari sekolah penerbang kita 30 orang. Kemudian belum ditambah lagi dari pendidikan yang dilakukan di Mabes TNI, enam sampai 10 orang khusus pesawat tempur,” ujar Sitompul.
Sementara itu, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Marsetio memastikan, dalam waktu dekat akan ada pembelian tiga kapal selam dari Korea Selatan dan 11 helikopter anti kapal selam, namun belum diketahui apakah helikopter yang dibeli tersebut berasal dari Amerika atau Eropa.
“Di dalam perencanaan kita sampai 2014, kita akan beli tiga kapal selam untuk menambah  dua kapal selam yang kita punya. Dan ini sudah kontrak dengan Korea, dengan skema dua kapal selam dibuat di Korea Selatan dan satu kapal selam dibuat di PT PAL. Sampai 2014 kita akan membeli 11 helikopter anti kapal selam. Ini untuk menjawab tantangan perlunya kendaraan tersebut,” ujar Marsetio.
Purnomo berharap dengan adanya modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), Indonesia dapat menjadi macan Asia.
“Artinya program pembangunan kekuatan yang impiannya itu 30 persen dicapai pada 2014, itu bisa lebih cepat lagi nanti. Jadi kekuatan Indonesia akan luar biasa. Saya ingat waktu di cilangkap Presiden ditanya, apa mungkin Indonesia akan kembali menjadi macan Asia? Saya pastikan bisa, apalagi dengan mempercepat ini semua,” tutur Purnomo.
Pengamat militer Wawan Purwanto kepada VoA memastikan Indonesia mampu menjadi macan Asia.
“Dengan kekuatan alutsista yang tangguh maka kita bisa melindungi kepentingan-kepentingan ekonomi kita. Kalau menjadi macan asia kita mengarah ke situ sangat bisa. Karena pertumbuhan ekonomi kita boleh dibilang melejit di antara negara-negara lain yang minus, kita kan plus ya bersama dengan Tiongkok dan India. Apalagi sekarang cadangan devisa kita US$160 miliar, dan kita menyumbang ke IMF. Ini menunjukkan ada kekuatan yang dahsyat nantinya,” ujar Wawan.

TNI AL : Menuju Tiga Kekuatan Armada Tempur Modern

Oleh: 
Armada Kapal Perang Indonesia (KRI) Dalam Latihan Pengamanan Laut Nusantara.
koranabri.com, Surabaya -Indonesia sebagai negara  kepulauan terbesar di dunia, sudah selayaknya dan harus memiliki kekuatan armada Angkatan Laut (AL) yang kuat. Dengan semboyan jalesveva jayamahe bisa diterjemahkan sebagai postur kekuatan TNI AL yang kuat, besar dan profesional.

Embrionya mulai menampakkan tunas dan semakin membentuk patron itu, TNI AL sedang dan akan menuju tahapan strategis, menuju kekuatan tiga armada tempur.

Saat ini TNI AL memiliki kekuatan dua armada tempur yaitu armada barat dan timur dengan alutsista utama 154 KRI dan 209 KAL, 2 divisi Marinir dan sebaran pangkalan yang merata.

Armada Barat

Pangkalann utama di Tanjung Pinang dan Belawan, pangkalan pendukung Dumai, Batam, Natuna, Lhok Seumawe, Sabang, Padang, Mempawah.  Jumlah KRI berkisar 80-85 KRI dari berbagai jenis (Fregat, Korvet, KCR, LPD, LST).  Wilayah pengawasan Armada barat adalah Selat Malaka, Selat Singapura, Laut Natuna, Selat Karimata dan Pantai Barat Sumatera diperkuat dengan 3 Brigade Marinir.

Armada Tengah

Pangkalan utama di Surabaya dan Jakarta, pangkalan pendukung Makassar, Balikpapan, Tarakan, Bitung, Cilacap, Teluk Lampung dan Benoa.

Armada Tengah diperkuat dengan 85-90 KRI dari berbagai jenis termasuk satuan kapal selam, kapal rumah sakit.  Wilayah pengawasannya adalah Selat Sunda, Laut Jawa, Pantai Selatan Jawa, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Makassar dan Laut Sulawesi.  Armada Tengah diperkuat dengan 4 Brigade Marinir.

Armada Timur

Pangkalan utama  di Ambon dan Kupang, pangkalan pendukung di Merauke, Jayapura, Sorong dan Ternate.  Sebaran KRI berkisar antara 82-85 KRI dari berbagai jenis (Fregat, Korvet, Kapal Selam).  Wilayah pengawasan adalah Laut Timor, Laut Arafuru, Laut Banda, Laut Maluku, Pantai Utara Papua. 

Mengingat kontur laut di wiayah ini adalah laut dalam maka KRI yang beroperasi adalah dari jenis Fregat dan Korvet.  Armada Timur diperkuat dengan 3 Brigade Marinir.

Jumlah seluruh KRI yang dimiliki 3 armada tempur itu berkisar 250 KRI. Ini adalah jumlah minimal yang akan mengisi ketiga armada tersebut, sementara dalam Buku Putih Kemhan jumlah kekuatan KRI yang harus dipunyai oleh TNI AL adalah 274 KRI. Dari jumlah KRI sebanyak itu, persentase jenis FPB (Fast Patrol Boat) adalah yang terbesar, yaitu minimal ada 100 FPB yang mengisi arsenal TNI AL, semuanya dilengkapi peluru kendali dari jenis C-802.

Untuk pemenuhan KRI kelas FPB, secara teknis tidak mengalami hambatan karena TNI AL punya 4 Fasharkan yang sudah berpengalaman memproduksi FPB. Artinya alutsista ini dapat dipenuhi dengan memaksimalkan seluruh potensi  galangan kapal dalam negeri.

Secara maksimal PT PAL dan Fasharkan dapat memproduksi 12-15 FPB 57/FPB 60 per tahun. Ini merupakan kebanggaan tersendiri karena sejatinya kita sudah mampu membuat kapal perang sampai setingkat LPD, bahkan saat ini sudah memproses pembuatan kapal perang jenis light fregat bekerjasama dengan Schelde Belanda.

Untuk menuju kekuatan tiga armada itu TN AL sudah melebarkan sayapnya dengan membentuk pangkalan-pangkalan baru yaitu Teluk Bayur, Kupang, Merauke, Tarakan. Sesuai skenario sebaran KRI maka setiap pangkalan pendukung ditempatkan secara permanen satuan KRI minimal ada 3 korvet/Fregat dan 5 FPB untuk mengawasi perairan di sekitarnya.

Di pangkalan pendukung itu akan ditempatkan 1 batalyon pasukan marinir pertahanan pangkalan. Sementara di pangkalan utama ada barisan Korvet, Fregat, FPB, LPD, Kapal Selam dan lain-lain yang dikawal satuan Marinir setingkat brigade lengkap dengan persenjataannya (Tank Amphibi, Panser Amphibi, Rudal, Howitzer).

Starting point dari semua rencana strategis ini dimulai pada tahun 2011. Persiapan kearah starting point itu selama dua tahun terakhir ini sudah dipersiapkan dengan berbagai fasilitas dan perkuatan alutsista TNI AL. Sampai dengan tahun 2011 kita sudah dan akan menerima senjata strategis Marinir berupa 50 Tank Amphibi BMP-3F, 1200 Rudal QW3, 20 RM Grad, 60 Howitzer. Marinir juga akan melakukan retrofit pada sejumlah Tank Amphibi yang dimilikinya agar menjadi alat pukul yang memiliki power strike.

TNI AL diprediksi akan menerima 4 Kapal Selam baru.  Jumlah kapal selam ini akan terus ditambah sampai mencapai jumlah 12 unit. Proyek Korvet Nasional sudah dimulai tahun 2010 dengan pembuatan 2-3 korvet setiap tahun di PT PAL. TNI AL juga memesan 8 kapal jenis trimaran buatan dalam negeri, 11 LST buatan PAL dan 27 Kapal Cepat Rudal.

Dengan semua rencana strategis itu diharapkan pada tahun 2014 kekuatan TNI AL yang kuat, besar dan profesional akan mulai terlihat bentuknya dan akan semakin sempurna pada lima tahun berikutnya.

Tinggal bagaimana para decision maker di jajaran TNI AL dan petinggi Kemhan mampu mengoptimalkan PT PAL, PT DI dan Pindad sebagai industri hankam strategis untuk perkuatan alutsista. Jayalah TNI AL, jalesveva jayamahe. kac 05

Sumber ; militerindonesiamy.blogspot.com

RPG-7: Rahasia Di Balik Kelemahan dan Keunggulan Granat Berpeluncur Roket Terpopuler

RPG-7: Simple & Deadly – Andalan Senjata Bantu Infanteri Korps Marinir TNI AL

GSh-30K 30 mm: “Si Penghantar Maut” – Kanon Internal Mil Mi-35P

mi-35-tni-ad1Selain punya desain garang dengan lapisan proteksi tahan peluru di sekujur bodi. Hal lain yang membuat Mi-35P terasa beda dengan helikopter kombatan TNI lainnya adalah keberadaan kanon internal dan dua sayap dengan hardpoint yang bisa dipasangi aneka senjata, termasuk roket, bom dan rudal anti tank. Tapi tetap diantara bekal senjata yang dipersiapkan, yang utama adalah kanon internal yang melekat pada sisi kanan kokpit pilot dan kopilot.

Ada Perayaan HUT TNI, Bandara Juanda Bakal Ditutup Sementara

Sabtu, 6 September 2014 21:41 WIB
Ada Perayaan HUT TNI, Bandara Juanda Bakal Ditutup Sementara
http://3.bp.blogspot.com
ilustrasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam waktu dekat Bandara Juanda, Surabaya kemungkinan akan ditutup sementara untuk penerbangan sipil. Pasalnya, bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) tersebut bakal digunakan untuk perayaan Hari Ulang Tahun Ke-69 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Trikora Harjo, General Manager Bandara Internasional Juanda, mengatakan mulai 26 September hingga 30 September secara bertahap sekitar 219 pesawat militer akan memenuhi Bandara Juanda. Rencananya, ratusan pesawat militer tersebut akan memenuhi 10 parking stand di Terminal 1 dan Terminal 2.
Jika pesawat sudah terkumpul di Juanda, maka mulai 26 September hingga 30 September TNI bakal menggelar latihan secara parsial. TNI mulai menggelar latihan gabungan pada 1 Oktober-4 Oktober. "Tanggal 5-6 Oktober latihan diliburkan, kemudian pelaksanaan pada 7 Oktober."
"Latihan militer bakal dilakukan mulai pukul 07.00 hingga pukul 14.00 WIB. Jika keputusan ini sudah final maka selama latihan tersebut, penerbangan sipil bakal ditiadakan di Juanda. Bandara kembali dibuka setelah pukul 14.00. Tapi, kemungkinan besar Juanda benar-benar ditutup pada 3-4 Oktober 2014 yaitu saat gladi bersih pelaksanaan HUT TNI," ujarnya kepada Tribunnews.com, Sabtu (6 /9/2014).
Tri menjelaskan, berdasarkan rapat dengan Otoritas Bandara Juanda dan sejumlah maskapai memang sudah dipikirkan dampak dari penutupan bandara tersebut. Hasil dari pertemuan tersebut juga sudah dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Tapi sekali lagi Tri menjelaskan, hasil rapat tersebut belum final dan masih menunggu keputusan dari sejumlah pihak.
"Untuk mengurangi kepanikan dari penumpang yang sudah memesan tiket di tanggal-tanggal tersebut, maka solusi terbaik yaitu mengubah jadwal (reschedule) penerbangannya melalui maskapai bersangkutan. Jika ada penumpang yang terbang pagi kemungkinan bakal digeser setelah pukul 14.00," ungkapnya.
Untuk itu, kata Tri, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penutupan bandara tersebut.
Sementara itu, konsekuensi bagi penumpang dari penutupan sementara bandara tersebut yaitu akan terjadi delay panjang dan mungkin banyak yang melakukan cancellation (pembatalan). Dan menurut info yang beredar, maskapai tidak wajib memberikan kompensasi apapun kepada penumpang.
JA Barata, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, membenarkan hal tersebut. "Memang aturannya demikian, delay dan cancellation itu bukan disebabkan oleh maskapai (pihak pengangkut)."
"Untuk itu, dalam rangka mengurangi banyaknya penumpang yang terkena cancellation, yang penting penjualan tiket yang terkait dengan adanya penutupan bandara tersebut, jangan dilakukan," ujarnya.

Pilkada tak langsung .... Jokowi akan veto?

Membaca Tujuan Akhir UU Pilkada Versi Prabowo

Membaca Tujuan Akhir UU Pilkada Versi Prabowo
Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto tiba menghadiri Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai KPU di Hotel Bidakara, Jakarta (3/6). Deklarasi ini mengharapkan masa kampanye Capres dan Cawapres berlangsung tertib dan aman seperti tertuang dalam peraturan KPU nomor 16 tahun 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, mengatakan dalam lima tahun ke depan, ada peluang presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Peluang ini terbuka setelah Rancangan Undang-undang Pilkada tak kangsung berhasil diluluskan di rapat paripurna oleh Koalisi Merah Putih. (Baca: UU Pilkada, Netizen Minta SBY Stop Bersandiwara)

"Jika dalam lima tahun ini koalisi merah putih menguasai DPRD, menguasai kepala daerah, menguasai MPR, maka mudah sekali mengandamen UUD 1945. Jadi rakyat nanti tidak sadar di-bully oleh MPR," kata Hayono seusai diskusi di Restoran Rarampa, Sabtu, 27 September 2014. (Baca: Pilkada, PPP: Demokrat Mainkan Skenario Prabowo)

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti, membenarkan peluang itu. Menurut dia, tujuan akhir politik Koalisi Merah Putih yang mengusung calon presiden Prabowo Subianto, memang bukan hanya Pemilukada. (Baca: Pengamat: RUU Pilkada Balas Dendam Kubu Prabowo)

"Bukan mustahil pemilu presiden nanti (tak dipilih langsung oleh rakyat)," kata Ikrar. Alasannya, menurut dia, Prabowo tahu persis, sulit bagi dia untuk terpilih lagi dalam pemilihan umum langsung oleh rakyat. (Baca: Sindir Ahok, Prabowo: Kutu Busuk, Kutu Loncat?)

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, gembira dengan disahkannya Revisi Undang-Undang Pilkada. "Cukup menegangkan, tetapi cukup membanggakan, saudara-saudara sekalian," kata Prabowo saat membuka acara Silaturahmi dan Orientasi Anggota DPR RI Periode 2014-2019 Koalisi Merah Putih di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat, 26 September 2014. (Baca:
Prabowo Senang Pilkada Langsung Dihapus)

Karena itu, Prabowo menyatakan salut dan bangga serta menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada anggota DPR dari Koalisi Merah Putih yang berjuang menggolkan RUU Pilkada. "Saya bangga kepada pelaku Koalisi Merah Putih di parlemen yang gigih dan memperlihatkan bahwa Koalisi Merah Putih adalah koalisi yang riil, nyata, solid, serta punya komitmen kepada idealisme dan ideologi." (Baca juga: Prabowo Kumpulkan Koalisi Bahas RUU Pilkada)

FEBRIANA FIRDAUS | PRIHANDOKO

Bertemu Prabowo dalam Acara KMP, Titiek Soeharto Jadi "Bulan-bulanan"

Jumat, 26 September 2014 | 16:10 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ilustrasi: Koalisi merah putih.

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Koalisi Merah Putih (KMP) kembali berkumpul, Jumat (26/9/2014). Kali ini, mereka bertemu di Hotel Sultan, Jakarta, dengan agenda pembekalan terhadap calon anggota legislatif terpilih periode 2014-2019, yang tergabung dalam KMP.
Dalam pertemuan terbuka itu, hadir para pemimpin parpol KMP, antara lain Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum PBB MS Kaban.
Di antara elite parpol itu, hadir juga Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto, yang jadi pusat perhatian.
Dalam acara itu, Prabowo sempat menyebut Titiek di sela-sela pidatonya. Ketika itu, Prabowo ingin menghentikan pidato lantaran tidak enak kepada para tokoh parpol KMP. Dia menyebut satu per satu tokoh yang hadir.
"Ibu Titiek hadir juga," kata Prabowo disambut riuh tawa dan tepuk tangan para hadirin.
Prabowo juga tertawa sambil melihat mantan istrinya itu, yang duduk di barisan depan bersama para tokoh parpol.
"Ini selalu rekayasa Golkar, (Titiek duduk) disejajarkan dengan Dewan Pembina," ucap Prabowo. Ruang pertemuan pun semakin riuh.
Bukan hanya Prabowo yang menggoda Titiek. Suryadharma juga ikut berkelakar ketika menyebut satu per satu tokoh yang hadir pada awal pidatonya.
"Ibu Titiek Prabowo...," kata Suryadharma. Ruang pertemuan kembali riuh.
"Salah nggak?" tanya tersangka kasus korupsi itu lalu disambut teriakan "betul".
"Ini publik loh, Pak (Prabowo), yang mengatakan," timpal Suryadharma.

Titiek hanya tertawa. Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang duduk di samping Titiek ikut tertawa.
Hubungan Titiek dengan Prabowo sempat menjadi pembicaraan publik pada kampanye pilpres lalu. Publik mempertanyakan keberadaan ibu negara jika Prabowo memenangi pilpres lalu. (Baca: Mahfud: 56 Persen Prabowo-Titiek Rujuk)

Kartika Putri akan menikah juga? siapa pacar dia

Dikabarkan Menikah dengan Bule, Apa Kata Kartika Putri?

Jumat, 7 Maret 2014 06:51 WIB
Dikabarkan Menikah dengan Bule, Apa Kata Kartika Putri?
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Pemain film dan presenter, Kartika Putri saat ditemui seusai acara konferensi pers program Ramadhan ANTV yang bertajuk Majelis Cinta ANTV di lobby Gedung ANTV, Epicentrum Studio Complex, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2013). Kartika Putri akan bermain pada program Ramadhan variety komedi Sahurnya Pesbukers yang akan mulai tayang pada 8/9 Juli 2013 di ANTV. (Tribun Jakarta/Jeprima)
TRIBUNNEWS.COM - Kartika Putri dikabarkan sudah melangsungkan pernikahan. Kabarnya, pernikahan itu dilaksanakan di pulau dewata Bali.
Hal itu semakin ditegaskan dengan diunggahnya sebuah video berdurasi 1 menit 22 detik berjudul 'Kartika Putri Nice Moment in Bali'. Video singkat itu berisi kumpulan foto Kartika dengan sang pria bule dalam sebuah sesi foto pra nikah.

 Di dalam video itu, terdapat 13 foto Kartika dan sang pria bule. Dalam slide pertama, terlihat Kartika yang sedang mematut diri di depan cermin sambil memasang anting di kedua telinganya. Setelah itu, terdapat dua buah cincin yang diletakkan dalam sebuah kotak cincin berbentuk hati berwarna merah tua. Dalam slide selanjutnya, terpampang kemesraan Kartika dengan seorang pria bule.

 "Very soon I'm hoping that I ... Kartika Putri's Day," begitulah penggalan kalimat yang ada di beberapa foto pra nikah Kartika. Ia tampak cantik mengenakan gaun berwarna putih, lengkap dengan mahkotanya. Sementara sang pria bule tampak gagah mengenakan jas berwarna putih dipadu dengan celana hitam.

 Dalam video itu pula dibubuhi keterangan bahwa foto-foto romantis itu diambil di Uluwatu, Bali 26 Januari 2014. Apa tanggapan Kartika?
"Doain saja ya, ini kan kabar baik untuk aku atau dia. Benar atau tidak doain semua dapat yang terbaik," tutur Kartika saat dijumpai tabloidnova.com di gedung Trans TV, Jalan Kapt P Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (6/3).

 Sebelumnya, artis yang terkenal lantaran gaya medoknya itu sempat dikabarkan punya hubungan khusus dengan Raffi Ahmad. Namun, seiring waktu, kabar itu lantas menguap. (Okki/Tabloidnova.com

Kartika Putri Mulai Biasa Cium Tangan Kakak Jessica Iskandar

Selasa, 23 September 2014 08:31 | 
Kartika Putri Mulai Biasa Cium Tangan Kakak Jessica Iskandar
Kapanlagi.com - Presenter Kartika Putri semakin mesra saja dengan kakak kandung Jessica Iskandar, Erick. Bahkan, perempuan kelahiran 20 Januari 1991 sudah memiliki kebiasaan mencium tangan saat bertemu sang calon suami. "Aku memang begitu adatnya, salim sopan, sama siapapun begitu," kata Kartika Putri berdalih saat ditanya kebiasaannya itu, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (22/9).
Erick dan Kartika mengaku diperkenalkan oleh Jessica saat mereka sedang syuting. Sudah dua tahun, keduanya saling kenal, namun mereka belum lama menjalani kebersamaan. "Sejak 9 September itu jalan pertama kali berdua," katanya.
Kartika Putri © KapanLagi.comKartika Putri © KapanLagi.com
Tapi status kebersamaan itu belum begitu tegas, lantaran hingga saat ini mereka mengaku belum ada kesepakatan apa-apa di antara mereka. Erick belum juga menembak. "Belum curahkan. Dia cuek, aku cuek, bertiga jalan bareng," katanya.
Kartika sendiri mengaku mendapat tekanan dari Jessica agar secepatnya mengikuti jejaknya, mengakhiri masa lajang. Namun perempuan kelahiran 20 Januari 1991 itu belum juga mendapatkan sinyal untuk segera melamar.
"Kalau Jess nge-push terus suruh married, Jessica kan sudah married, pengin kakaknya cepat," ucapnya. 
Kartika Putri Nunggu Ditembak Kakak Jessica Iskandar
Kamis, 28 Agustus 2014 12:51
Kartika Putri Nunggu Ditembak Kakak Jessica Iskandar
Kapanlagi.com - Sebelumnya Kartika Putri sempat berencana menikah, bahkan pestanya pun sudah dipersiapkan. Namun mendadak pernikahan itu gagal, dan membekas menjadi cerita yang menyakitkan. Kini Kartika digosipkan tengah dekat dengan kakak kandung Jessica Iskandar bernama Eric. Namun dia masih malu-malu dan berusaha menyembunyikan kedekatan mereka.
"Kita hubungan baik saja. Sejauh ini nggak ada hubungan spesial bagaimana-bagaimananya," kata Kartika Putri saat ditemui di kawasan Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (25/8).
Sebelumnya, Kartika pernah digosipkan dengan Eric, tetapi selalu saja membantah. Saat diledek, kalau mereka CLBK, keduanya spontan membantah. "Hah CLBK? Belum pernah jadian sebelumnya. Tapi berhubungan baik saja sih," kata Kartika yang diamini Eric.
 Kartika Putri © KapanLagi.com 
 Kartika Putri © KapanLagi.com
Eric mengaku sudah lama mengenal Kartika, apalagi selama ini juga dikenal dekat dengan Jessica. Keseharian mereka kerap syuting bareng di Pesbukers ANTV. "Kenal sudah lama. Syuting juga kan sama Jessica," katanya.
Selama wawancara Kartika dan Eric terlihat mesra dan penuh canda. Mereka mengaku senang bisa saling bersahabat, namun, saat didesak selalu mengaku hanya sebagai teman. "Iya nih belum ditembak-tembak he...he...," kata Kartika sambil melirik ke arah Eric.
"Ha...ha..nggak, kita memang suka bercanda. Dia kayaknya sudah ilfil kayaknya ha...ha...ha," sahut Eric sambil senyum-senyum.
Kartika Putri Senang Sang Pacar Sudah Mualaf 
Kartika Putri Senang Sang Pacar Sudah Mualaf PictureSelasa, 16 September 2014 11:24 | Oleh : Erlangga Kartika Putri Senang Sang Pacar Sudah Mualaf Picture Kartika Putri dan Erick Iskandar LagiNgetop.com - Pacar Kartika Putri tak lain kakak Jessica Iskandar, Erick, ternyata sudah menjadi mualaf. Kartika Putri pun langsung mengucap syukur karena sang pacar Erick memeluk agama yang sama dengannya. “Dia (Erick) sudah mualaf, Syukur alhamdulillah, bonus juga buat aku,”ucapnya. Kartika patut merasa senang saat mengetahui kekasihnya sudah menjadi muslim, pasalnya hal ini juga akan memudahkan keduanya bila mereka ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. “Kalau aku sih, kalau masalah perbedaan aku tetap menghargai apapun perbedaan itu,” ujar dara manis ini. Kabar Erick yang menjadi mualaf, menuai beberapa spekulasi di masyarakat. Santer terdengar kabar bahwa Erick masuk islam karena sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan Kartika. “Masih jalani saja. Jalani saja santai banget,”kata Kartika. Kartika mengungkapkan hubungannya dengan Erick baru sampai tahap pendekatan. Tapi ia memang tidak menutup kemungkinan menikah dengannya. Saat menghadiri acara pernikahan Fitri Tropica, Kartika dan Erick selalu terlihat berduaan. Saat sesi foto dengan pengantinpun Erick pun berada di samping Kartika. (alx)

Sumber: http://www.lagingetop.com/spotlight/2014/09/16/4235/kartika-putri-senang-sang-pacar-sudah-mualaf
Follow Twitter @lagingetop dan FB lagingetop

REAKSI PENGESAHAN PILKADA TIDAK LANGSUNG (MELALUI DPRD

Pilkada DPRD, Kecaman untuk PD dan Senyum Sumringah Koalisi Merah Putih

Indah Mutiara Kami - detikNews
 
 Silaturahmi Koalisi Merah Putih 
Jakarta - Sikap Fraksi Partai Demokrat yang walk out dari rapat paripurna pengesahan RUU Pilkada dikecam banyak pihak. Di sisi lain, ada Koalisi Merah Putih yang sumringah karena terbukti solid untuk menggolkan opsi Pilkada lewat DPRD.
Kecaman untuk Partai Demokrat datang dari partai-partai pendukung Pilkada langsung yaitu PDIP, Hanura, dan PKB. Partai Demokrat dianggap mempertontonkan sandiwara politik. Opsi Pilkada langsung dengan 10 syarat pun dianggap pura-pura semata.

"Kami merasa dipermainkan. Ini sandiwara politik. Setelah mereka merasa pilkada langsung akan menang, mereka walkout jadi kami pasti kalah," kata Anggota Panja RUU Pilkada dari F-PDIP Yasona Laoly.

Kekalahan opsi Pilkada langsung pun dibebankan kepada partai berlambang mercy ini. Bagaimana tidak, PD memiliki suara terbesar di DPR namun suara itu hilang begitu saja karena memilih walk out.

"Penyebab utama kekalahan opsi langsung adalah di PD," ucap Wasekjen PKB Abdul Malik Haramain.

Kekecewaan tidak hanya datang dari para elite politik. Rakyat yang merasa hak suara mereka dirampas pun bersuara. Ramai-ramai, mereka menjadikan media sosial sebagai wadah curahan kekesalan akibat sikap walk out PD.

Tak hanya lewat media sosial, berbagai kalangan mengambil sikap lewat berbagai petisi menolak UU Pilkada. Seruan untuk menggugat UU seumur jagung ini ke Mahkamah Konstitusi pun bermunculan.

Bila Presiden SBY Tak Tanda Tangan, Apakah RUU Pilkada Bisa Diundangkan?

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jakarta - Mensesneg Sudi Silalahi menyatakan bahwa RUU Pilkada tidak bisa berlaku bila tidak ditandatangani oleh Presiden. Namun, berdasarkan aturan di UUD 1945, UU tetap bisa diundangkan dalam 30 hari meski tanpa tanda tangan Presiden.

Hal itu diatur dalam Pasal 20 ayat 5 UU Dasar 1945 setelah amandemen. Pasal tersebut mengatur tentang kewenangan DPR untuk membentuk undang-undang.

"Jadi, menurut UUD 1945 Pasal 20 Ayat 5, RUU yang sudah disetujui oleh DPR tapi tidak ditanda tangani presiden dalam waktu 30 hari, rancangan itu tetap akan berlaku," kata ahli hukum tata negara dari Universitas Padjajaran, Susi Dwi Haryani, LLM, Ph.d ketika berbincang dengan detikcom, Minggu (28/9/2014).

Susi menuturkan bahwa ayat 5 tersebut muncul setelah Presiden Soeharto tidak mau menandatangani RUU Penyiaran yang sudah disetujui DPR. "Saat masa reformasi, untuk menghindari hal ini terjadi, dibuatlah klausul ayat 5 tersebut di pasal 20," ujarnya.

Berikut adalah bunyi Pasal 20 Ayat 5 UUD 1945:

Dalam hal rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama tersebut tidak disahkan oleh presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak rancangan undang-undang tersebut disetujui, rancangan tersebut sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan.

Sementara itu menurut ahli hukum tata negara Refly Harun, dalam tulisannya Khianat Demokrat, SBY memegang 50 persen kekuasaan legislatif. Pasal 20 Ayat (2) UUD 1945 menentukan bahwa setiap RUU dibahas Presiden dan DPR untuk mendapatkan persetujuan bersama. Bila tidak mendapatkan persetujuan bersama, Pasal 20 Ayat (3) UUD 1945 menentukan bahwa RUU tersebut tidak dapat diajukan dalam persidangan masa itu.

Seandainya SBY dalam waktu yang penting dan genting menjelang persetujuan RUU Pilkada menyatakan tidak setuju melalui Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, maka RUU Pilkada tidak dapat disetujui.

Sebelumnya, Sudi mengungkapkan bahwa pimpinan DPR nantinya akan menyurati Presiden untuk meminta agar UU Pilkada itu ditandatangani.

"Kalau presiden tidak menandatangani, ya tidak bisa diberlakukan," kata Mensesneg Sudi Silalahi seusai mengikuti jumpa pers Presiden SBY di Hotel Willard Intercontinental, Washington, DC, Sabtu (27/9/2014) pukul 09.00 waktu setempat.

SBY Bersumpah Terus Perjuangkan Pilkada Langsung dengan Perbaikan

Arifin Asydhad - detikNews
 
Foto: ArifinWashington, DC - Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat memahami kemarahan masyarakat yang ditimpakan kepadanya. Namun, masyarakat harus jernih melihatnya. SBY bersumpah dia akan perjuangkan Pilkada Langsung dengan 10 perbaikan.

"‎Jadi sikap saya tetap tidak akan berubah. Setelah tidka jadi presiden nanti, saya akan terus berjuang bersama rakyat agar pilkada dilakukan secara langsung dengan perbaikan. Ini sumpah saya, meski saya sudah tidak jadi presiden‎," kata SBY.

Penegasan sikap Presiden SBY ini disampaikan dalam jumpa pers di Hotel Willard Intercontinental sesaat sebelum meninggalkan Washington, DC, Amerika Serikat, Sabtu (27/9/2014) pukul 09.00 waktu setempat. SBY menjelaskan tentang Pilkada ini dengan mimik serius. Bahkan, SBY meminta maaf bila terlihat agak emosi.

"‎Jernihlah melihat persoalan. Partai Demokrat dengan segala kekurangan, saya tidak boleh menyalahkan mereka. Mereka (fraksi Demokrat) bilang ke saya, pak kami dihadang, kami dipertanyakan kenapa nggak mengusulkan dari dulu-dulu," jelas SBY.

SBY menyesalkan munculnya anggapan masyarakat bahwa dirinya dan PD telah membuat Pilkada via DPRD disahkan oleh DPR. Padahal, selama ini, PD tidak pernah memunculkan opsi Pilkada dipilih DPR.

"Kami tidak pernah sama sekali membuat opsi Pilkada lewat DPR. Yang kami dorong adalah Pilkada langsung dengan perbaikan-perbaikan. Karena selama 10 tahun saya memimpin, banyak ekses-ekses dan penyakit yang terjadi akibat Pilkada langsung. Saya tidak bisa menutup mata, sehingga perlu ada perbaikan-perbaikan," kata SBY.

Dia dan PD menolak dengan tegas Pilkada lewat DPRD. ‎‎"Kalau nanti dipilih DPRD, siapa yang akan menentukan calonnya. Sangat bisa yang menentukan adalah ketua umumnya. Akan ada top down, maunya pusat yang menentukan," tegas SBY.

SBY juga membantah isu bahwa PD akan mendapatkan keuntungan dari Pilkada lewat DPRD. ‎"Tidak ada untungnya untuk Demokrat. Kok dikatakan saya membuat sandiwara. Bagaimana kami bisa bermain di DPRD. Demokrat hanya punya suara 10 persen, bahkan di beberapa daerah hanya 6 persen," tepis SBY.

Dalam jumpa pers ini, SBY menjelaskan panjang lebar mengenai 'kisruh' Pilkada lewat DPRD setelah ditanya wartawan. ‎Hingga saat ini SBY masih menegaskan bahwa opsi yang diusung Partai Demokrat, yaitu Pilkada langsung dengan 10 syarat perbaikan ditolak semua fraksi di DPR. Karena itulah, Fraksi PD melakukan walk out.
Minggu, 28/09/2014 08:31 WIB

Sejumlah Kelompok Masyarakat Ramai-ramai Tolak UU Pilkada di Bundaran HI

Ayunda W Savitri - detikNews
Jakarta - Sejumlah kelompok yang mengatasnamakan dirinya dari 'Rakyat Menggugat Undang-undang Pilkada' beraksi di patung Bundaran HI, Jakarta Pusat. Tak hanya sekadar membentangkan atibut berisi penolakan, tetapi juga mereka mengumpulkan fotokopi KTP warga yang tidak setuju dengan pengembalian Pilkada via DPRD.

"Ini respon kita dari masyarakat umum dan aktivis sosmed yang resah setelah UU Pilkada disahkan. Masalahnya sangat prinsip ini nyangkut hak politik kita. Hak suara yang melekat di tiap individu diambil sama DPRD. Kami nggak punya ruang lagi secara langsung," ujar jubir aksi ini, Alfa Gumilang, Minggu (28/9/2014).

"Pada prakteknya pemilihan DPRD dan masyarakat secara langsung berbeda, misalkan Pilkada DKI Jakarta hampir semua partai dukung Foke tapi rakyat berkehendak mamilih Jokowi yang menang. Ketika hak politik jadi milik elite politik, kesempatan rakyat dikebiri dan hilang," lanjutnya.

Aksi ini sedikit terhalang dengan banyaknya peserta fun bike HUT ke-69 TNI yang tersendat melintasi Bundaran HI. Meski demikian, tak menghalangi partisipasi warga untuk beramai-ramai tolak Pilkada tidak langsung dengan memberikan fotokopi KTP mereka.

"Semua orang yang waras saja nggak ada yang setuju. Saya merasakan sendiri. DPR dan DPRD banyak malingnya," tutur salah seorang warga dari Jakarta Timur, Muhammad Nur, saat memasukkan fotokopi identitasnya dalam sebuah kardus.

"Suara langsung kita yang nentuin harusnya kan tujuan reformasi supaya suara rakyat dihargai bukan diwakilkan," timpal warga lainnya, Herman.

Rencananya, KTP ini akan diserahkan ke KontraS untuk nantinya dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada saat pendaftaran gugatan. Meski tak ada target secara spesifik, namun mereka berniat untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya selama beberapa waktu ke depan.
"KTP ini akan kita kumpulkan dan serahkan kepada KontraS yang niat mengajukan gugatan ke MK. Kita akan bareng-bareng sama teman-teman yang aksi untuk nantinya pendaftaran gugatan itu disampaikan ke MK," kata Alfa.

Aksi serupa juga akan dilakukan di daerah-daerah lainnya untuk menggalang aksi dukungan. "Kita baru mulai di Jakarta, ternyata respon teman-teman di daerah sangat besar. Mereka juga ingin melakukan di daerah-daerah," imbuhnya.

Aksi ini juga digelar di jejaring sosial. Dengan menggunakan tagar #TolakOrbaJilid2, netizen juga dapat ikut berpartisipasi menyuarakan hak politiknya. Atau warga juga bisa mengirimkan scanning KTP-nya ke kontras_98@kontras.org selama beberapa hari ke depan.

"Harapannya mendapat dukungan rakyat. Kampanye kepada masyarakat kalau hak kita diambil sama elite politik setelah susah payah diperjuangkan," pungkas Alfa.

Rabu, 24 September 2014

Hak Siar Pernikahan Raffi dan Gigi Diperebutkan Stasiun TV?Tanggal Lahir Prabowo Jadikan Momen Spesial Raffi Ahmad

Tanggal Lahir Prabowo Jadikan Momen Spesial Raffi Ahmad Kamis, 12 Juni 2014 11:08 | Oleh : Erlangga Tanggal Lahir Prabowo Jadikan Momen Spesial Raffi Ahmad Picture prabowo dan raffi ahmad LagiNgetop.com - Kabar pernikahan Raffi Ahmad dengan Nagita Slavina makin berembus kencang. Disebut-sebut, sejoli ini akan mengikat janji suci pada 17 Oktober 2014. Yang menarik, konon Raffi meminta Prabowo Subianto untuk menjadi saksi dalam prosesi sakral tersebut. Benarkah? Sekedar catatan, tanggal 17 Oktober juga merupakan tanggal lahir Prabowo. Di satu sisi, hubungan Raffi dan Prabowo juga erat lantaran ia pernah mendeklarasikan diri sebagai pendukung Prabowo. Ketika hal itu ditanyakan kepada Syahnaz, adik Raffi itu justru terkaget-kaget. “Hah, aku juga baru tahu. Belum ada omongan apa-apa kok. Biasanya kan riweuh-riweuh. Insya Allah lihat saja nanti, nggak bisa bilang iya atau nggak,” jelas Syahnaz usai menjalani sesi foto di Studio Diera Bachir di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (11/6/2014). Nagita-Raffi Syahnaz berkilah, kalaupun Raffi menikah pada 17 Oktober, hal itu bukan sengaja mencocokan dengan tanggal lahir Prabowo. “17 Oktober itu ultah teteh aku. Tanyain saja ke Raffi, doain saja berjalan lancar, kalau jadi nikah biar didoakan,” tukas Syahnaz. Meski Syahnaz berusaha menutupi, namun beberapa sahabat Raffi sudah menunjukkan tanda-tanda kalau personel Bukan Bintang Biasa itu akan menikah dalam waktu dekat. Bahkan, Syahrini mengaku sudah diminta menyanyi di pesta pernikahan.(liputan6/alx)

Sumber: http://www.lagingetop.com/spotlight/2014/06/12/2746/tanggal-lahir-prabowo-jadikan-momen-spesial-raffi-ahmad
Follow Twitter @lagingetop dan FB lagingetop
Tanggal Lahir Prabowo Jadikan Momen Spesial Raffi Ahmad Kamis, 12 Juni 2014 11:08 | Oleh : Erlangga Tanggal Lahir Prabowo Jadikan Momen Spesial Raffi Ahmad Picture prabowo dan raffi ahmad LagiNgetop.com - Kabar pernikahan Raffi Ahmad dengan Nagita Slavina makin berembus kencang. Disebut-sebut, sejoli ini akan mengikat janji suci pada 17 Oktober 2014. Yang menarik, konon Raffi meminta Prabowo Subianto untuk menjadi saksi dalam prosesi sakral tersebut. Benarkah? Sekedar catatan, tanggal 17 Oktober juga merupakan tanggal lahir Prabowo. Di satu sisi, hubungan Raffi dan Prabowo juga erat lantaran ia pernah mendeklarasikan diri sebagai pendukung Prabowo. Ketika hal itu ditanyakan kepada Syahnaz, adik Raffi itu justru terkaget-kaget. “Hah, aku juga baru tahu. Belum ada omongan apa-apa kok. Biasanya kan riweuh-riweuh. Insya Allah lihat saja nanti, nggak bisa bilang iya atau nggak,” jelas Syahnaz usai menjalani sesi foto di Studio Diera Bachir di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (11/6/2014). Nagita-Raffi Syahnaz berkilah, kalaupun Raffi menikah pada 17 Oktober, hal itu bukan sengaja mencocokan dengan tanggal lahir Prabowo. “17 Oktober itu ultah teteh aku. Tanyain saja ke Raffi, doain saja berjalan lancar, kalau jadi nikah biar didoakan,” tukas Syahnaz. Meski Syahnaz berusaha menutupi, namun beberapa sahabat Raffi sudah menunjukkan tanda-tanda kalau personel Bukan Bintang Biasa itu akan menikah dalam waktu dekat. Bahkan, Syahrini mengaku sudah diminta menyanyi di pesta pernikahan.(liputan6/alx)

Sumber: http://www.lagingetop.com/spotlight/2014/06/12/2746/tanggal-lahir-prabowo-jadikan-momen-spesial-raffi-ahmad
Follow Twitter @lagingetop dan FB lagingetop


Tanggal Lahir Prabowo Jadikan Momen Spesial Raffi Ahmad PictureKamis,12 Juni 2014 11:08 | Oleh : Erlangga 
Tanggal Lahir Prabowo Jadikan Momen Spesial Raffi Ahmad Picture prabowo dan raffi ahmad LagiNgetop.com - Kabar pernikahan Raffi Ahmad dengan Nagita Slavina makin berembus kencang. Disebut-sebut, sejoli ini akan mengikat janji suci pada 17 Oktober 2014. Yang menarik, konon Raffi meminta Prabowo Subianto untuk menjadi saksi dalam prosesi sakral tersebut. Benarkah? Sekedar catatan, tanggal 17 Oktober juga merupakan tanggal lahir Prabowo. Di satu sisi, hubungan Raffi dan Prabowo juga erat lantaran ia pernah mendeklarasikan diri sebagai pendukung Prabowo. Ketika hal itu ditanyakan kepada Syahnaz, adik Raffi itu justru terkaget-kaget. “Hah, aku juga baru tahu. Belum ada omongan apa-apa kok. Biasanya kan riweuh-riweuh. Insya Allah lihat saja nanti, nggak bisa bilang iya atau nggak,” jelas Syahnaz usai menjalani sesi foto di Studio Diera Bachir di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Nagita-RaffiRabu (11/6/2014). Nagita-Raffi Syahnaz berkilah, kalaupun Raffi menikah pada 17 Oktober, hal itu bukan sengaja mencocokan dengan tanggal lahir Prabowo. “17 Oktober itu ultah teteh aku. Tanyain saja ke Raffi, doain saja berjalan lancar, kalau jadi nikah biar didoakan,” tukas Syahnaz. Meski Syahnaz berusaha menutupi, namun beberapa sahabat Raffi sudah menunjukkan tanda-tanda kalau personel Bukan Bintang Biasa itu akan menikah dalam waktu dekat. Bahkan, Syahrini mengaku sudah diminta menyanyi di pesta pernikahan.(liputan6/alx)

Sumber: http://www.lagingetop.com/spotlight/2014/06/12/2746/tanggal-lahir-prabowo-jadikan-momen-spesial-raffi-ahmad
Follow Twitter @lagingetop dan FB lagingetop
Rabu, 24 September 2014 08:32 | Amy Qanita

Hak Siar Pernikahan Raffi dan Gigi Diperebutkan Stasiun TV?


Kapanlagi.com - Kabar pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina atau Gigi cukup menyita perhatian banyak orang. Apalagi pesta pernikahan mereka dikabarkan menelan dana hingga miliaran rupiah.
Tak ayal pernikahan Raffi dan Gigi digadang-gadang menjadi pernikahan termewah tahun ini. Konon beberapa stasiun TV pun berebut mendapatkan hak siar ekslusif dari serangkaian acara yang akan berlangsung. Bagaimana tanggapan ibunda Raffi, Amy Qanita tentang hal itu.
"Alhamdulilah, ternyata sosok anak saya begitu diminati semua pihak. Alhamdulilah saya bersyukur," ucap Amy di Rumah mode Anne Avantie, West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Amy Qanita © KapanLagi.com®/Muhammad RasyadAmy Qanita © KapanLagi.com®/Muhammad Rasyad
Amy tak menampik banyaknya sponsor yang membantu berlangsungnya pernikahan Raffi dan Gigi. Ia berharap serangkaian acara yang bakal dihelat nanti akan berjalan dengan lancar.
"Ya sepertinya begitu. Kalau ada yang kasih sponsor boleh. Mohon doanya semoga pernikahan anak saya diberi keberkahan," harapnya.
Rencananya Raffi dan Gigi akan mengikat janji suci ijab kabul di Hotel Ritz-Carlton, SCBD Jakarta pada 17 Oktober 2014 mendatang. Sedangkan resepsi digelar berselang sehari pada tanggal 19 Oktober di tempat yang sama.

Berita Seputar Pernikahan Raffi & Gigi

Punya Rumah Mewah Baru, Raffi Ahmad Bakal Siraman di Sana?
Busana Apa Yang Dikenakan Keluarga Raffi Ahmad di Pernikahan?
Kasus Narkoba Raffi Kembali Mencuat, Pernikahan Tetap Jalan
Amy Qanita: Raffi - Nagita Tak Perlu Perjanjian Pranikah
Kompak, Amy Qanita dan Calon Besan Fitting Seragam Pesta Nikah
(kpl/sic)