Rabu, 08 Juni 2011

Membuat Bahan Bakar alkohol Jelly


Alkohol Jelly sebagai bahan bakar
Etanol dapat dibakar untuk menghasilkan karbon dioksida dan air serta bisa digunakan sebagai bahan bakar baik sendiri maupun dicampur dengan petrol (bensin)."Gasohol/ bio premium" (adalah sebuah petrol / campuran etanol yang mengandung sekitar 10 – 20% etanol.). Karena etanol bisa dihasilkan melalui fermentasi, maka alkohol bisa menjadi sebuah cara yang bermanfaat bagi negara-negara yang tidak memiliki industri minyak untuk mengurangi import petrol mereka.
Ethanol gel adalah etanol dengan bentuk fisik berupa gel. Produk ethanol gel sangat prospektif dikembangkan. Keunggulan dari ethanol gel dibandingkan fase cairnya yaitu praktis dan aman. Praktis karena berbentuk gel sehingga bias disimpan di dalam botol serta tidak mudah tumpah. Dalam bentuk gel, factor keamanan dalam penggunaan etanol dalam rumah tangga pun terjamin karena produk ethanol gel tidak mudah menguap (volatile) dan tidak mudah terbakar.Seandainya pun ethanol gel tumpah dalam keadaan masih terbakar, kekentalannya tidak akan membuatnya cepat mengalir seperti halnya etanol dalam bentuk cair. Ethanol gel merupakan produk aman karena tidak volatil serta tidak mengeluarkan asap atau gas beracun ketika dibakar.Untuk membentuk ethanol gel ini diperlukan bahan pengental etanol. Bahan yang digunakan dalam hai ini berupa carbopol yang merupakan polimer asam akrilik. carbopol dicampurkan ke dalam etanol dan dihomogenisasi. Lalu, beberapa milliliter Natrium Hidroksida (NaOH) ditambahkan ke dalam campuran agar terbentuk gel. Tujuannya untuk mengubah pH campuran menjadi semakin tinggi karena gel akan terbentuk jika pH campuran meningkat (Vivandra,2009). Ethanol gel dapat digunakan sebagai bahan alternatif yang aman penggantiparafn karena keuntungan utama menggunakannya adalah ethanol gel tanpa asap dan tidak ada emisi gas berbahaya. Masyarakat di Afrika Selatan yang telah memakai ethanol gel mengatakan bahwa hasil pembakaran ethanol gel bersih dan tidak menimbulkan jelaga pada panci bekas memasak.

formula membuat alkohol Jelly/gel kontak email sugianto.gik256@gmail.com , Hp 081313430785
Sejarah Etanol Gel/Jelly
Parafin merupakan bahan bakar padat yang seringkali digunakan oleh para tentara yang sedang bertugas di hutan - hutan dan para pencinta alam pun sering kali menggunakannya sebagai bahan bakar. Bentuknya yang sangat ringkas sangat bermanfaat digunakan dalam kondisi darurat. Nama lain parafin jika di luar negeri disebut Hexamine Solid Fuel Tablets. Beberapa negara dijual dengan nama ESBIT, (Erich Schumm Brennstoff In Tabletten - Erich Schumm fuel in tablets).

Parafin sangat praktis dibawa dalam perjalanan, tidak ada resiko tumpah diransel atau dalam kemasan. Selain itu parafin sangat mudah didapatkan di supermarket, toko peralatan outdoor dan juga terdapat di toko penjual seragam TNI/ Polri. Aplikasi parafin juga dipakai oleh agent catering untuk menghangatkan makanan. Tetapi parafin juga mempunyai beberapa kekurangan dan akibat buruk dalam penggunaannya. Parafin bersumber dari minyak bumi sehingga tidak terbaharukan, menimbulkan jelaga selama pembakaran serta menimbulkan emisi gas beracun. Selain itu, bau hasil pembakaran parafin cukup kuat dan menyengat. Karena itu banyak yang tidak suka memasukan parafin kedalam tas akibat bau parafin.

Ethanol gel memiliki beberapa kelebihan dibanding bahan bakar padat parafin yaitu terbaharukan, selama pembakaran tidak berasap, tidak menimbulkan jelaga, tidak menghasilkan gas berbahaya, bersifat non karsinogenik dan non korosif. Bentuknya gel memudahkan dalam pengemasan dan pendistribusian. Ethanol gel sangat cocok digunakan untuk pemanas pada saat pesta, pada saat berkemah, dan untuk keperluan tentara. Untuk membuat ethanol gel dibutuhkan pengental berupa tepung, seperti kalsium asetat, atau pengental lainnya seperti xanthan gum, carbopol dan berbagai material turunan selulosa. Untuk pengental jenis carbopol dibutuhkan air untuk membentuk struktur gel yang diinginkan. Pada carbopol, pH sangat berpengaruh dalam pembentukan gel, carbopol terbentuk gel dengan kisaran pH 5-7 dan pH dapat diatur pada nilai yang netral, sifat gel dapat dirusak dengan nilai pH yang berlebih yaitu menggunakan basa sederhana anorganik, seperti sodium, ammonium, atau potassium hidroksida atau garam basa seperti sodium carbonat.

Variabel – variabel proses saat pembuatan ethanol gel yang mungkin berpengaruh terhadap karakteristik gel yang dihasilkan antara lain: kadar etanol, jumlah penambahan carbopol, pH campuran dan pengadukan. Karena etanol bersifat asam dan carbopol efektif pada rentang pH 5-7 maka pH campuran dikendalikan dengan penambahan NaOH. Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja. Merupakan sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalamkehidupan sehari-hari.

Etanol merupakan senyawa alkohol yang diperoleh lewat proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Bahan baku pembuatan etanol dapat berupa ubi kayu, jagung, ubi jalar, dan tebu. Semuanya merupakan tanaman penghasil karbohidrat yang sangat mudah ditemukan di Indonesia karena iklim dan keadaan tanah Indonesia yang mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Di Indonesia, ubi kayu dinilai sebagai sumber karbohidrat yang paling potensial untuk diolah menjadi etanol. Hal ini karena ubi kayu memiliki daya tahan yang tinggi terhadap penyakit, dapat diatur waktu panennya serta dapat tumbuh di tempat yang kurang subur. Namun, kadar patinya tergolong rendah (30%) dibandingkan dengan jagung (70%) dan tebu (55%) (Agil,2007).


Dalam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar. Etanol adalah salah satu bahan bakar alternatif (yang dapat diperbaharui) yang ramah lingkungan yang menghasilkan gas emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bensin atau sejenisnya. Etanol jelas lebih menguntungkan karena lebih ramah lingkungan dan bahan bakar alternatif yang satu ini dapat
diperbaharui (renewable).
Sifat-sifat fisis etanol (Perry,1984) :
· Rumus molekul : C2H5OH
· Berat molekul : 46,07 gram / mol
· Tithk didih pada 1 atm : 78.4°C
· Titik beku : -112°C
· Bentuk dan warna : cair tidak berwarna
· Spesifik gravity : 0,786 pada 20°C
Sifat-sifat kimia etanol (Vogel,1985) :
· Bersifat hidrofob
· Rantai karbon cukup panjang
· Untuk minuman diperoleh dari peragian karbohidrat 
GelGel adalah sistem padat atau setengah padat dari paling sedikit dua konstituen yang terdiri dari massa seperti agar yang rapat dan diisi oleh cairan. Gel terdiri dari dua fase kontinyu yang saling berpenetrasi. Fase yang satu berupa padatan, tersusun dari partikel – partikel yang sangat tidak simetris dengan luas permukaan besar, sedang yang lain adalah cairan (Martin, 1993).

Sebagai Pelarut
Etanol banyak digunakan sebagai sebuah pelarut. Etanol relatif aman, dan bisadigunakan untuk melarutkan berbagai senyawa organik yang tidak dapat larutdalam air. Sebagai contoh, etanol digunakan pada berbagai parfum dan kosmetik.
Sebagai Minuman
"Alkohol"yang terdapat dalam minuman beralkohol adalah etanol.
Spirit(minuman keras) bermetil yang diproduksi dalam skala industri
Etanol biasanya dijual sebagai spirit (minuman keras) bermetil yang diproduksi dalam skala industri yang sebenarnya merupakan sebuah etanol yang telah ditambahkan sedikit metanol dan kemungkinan beberapa zat warna. Metanol beracun, sehingga spirit bermetil dalam skala industri tidak cocok untuk diminum. Penjualan dalam bentuk spirit dapat menghindari pajak tinggi yang dikenakan untuk minuman beralkohol 


2 komentar:

diaz hantoro mengatakan...

Kalo karbopol diganti dng cmc bisa?

Sugianto mengatakan...

CMC , air ya yang jadi kental bukan alkoholnya, alkohol masih tetap bebas tidak jadi jelly