Jumat, 16 Maret 2012

Jantung Sehat Berkat Makan Semangka

Oleh Innes | ghiboo.com
Ghiboo.com - Rasanya yang manis dan mengandung banyak air, tak hanya menjadikan buah semangka sebagai buah favorit. Ternyata, buah dengan daging berwarna merah cerah ini amat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Menurut penelitian, makan semangka baik bagi penderita hipertensi. Pasalnya, memakan buah ini dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi bisa memicu risiko penyakit jantung dan stroke.

Penelitian di Florida telah menemukan bahwa senyawa alami dalam buah semangka, yaitu citrulline, yang membantu melebarkan dan merilekskan pembuluh darah, sehingga jantung tidak harus bekerja keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.Menurut riset, kadar citrulline lebih banyak ditemukan pada kulitnya dan dapat ditemukan pada semua warna semangka. Namun, yang paling tinggi kandungannya terdapat dalam jenis semangka kuning.Penelitian lain dari University Kentucky juga menunjukkan bahwa semangka baik dikonsumsi untuk menjaga berat badan dan membantu kesehatan jantung.

Tak hanya itu, penelitian di Inggris juga menunjukkan manfaat lain semangka. Menggunakan tikus yang telah diberi makanan berkolesterol tinggi, peneliti kemudian memberikannya jus semangka setiap hari. Hasilnya, tikus tampak lebih sehat bahkan jumlah kolesterol jahat menjadi lebih rendah dalam darahnya.Sebaiknya mengonsumsi semangka dalam porsi yang cukup. Terlalu banyak makan semangka bisa membuat Anda buang air kecil terus menerus, karena semangka bersifat diuretik. Kandungan gula yang tinggi dalam semangka juga harus jadi perhatian.

21-23 Maret 2012 , Kulminasi Matahari, Pontianak tanpa Bayangan

Anda Pernah ke Pontianak? atau anda tinggal di Pontianak tentu sudah tak ansing langi dengan Tugu Kaltulistiwa pada saat tertentu ada beberapa hari-hari yang merupakan keajaiban katulistiwa, apa itu? pada hari itu " tidak ada bayangan karena sinar matahari" mau tahu silahkan datang ke Pontianak pada tanggal tersebut!
Minggu kemaren saya dan rekan-rekan berkunjung di tugu khatulistiwa. Kunjungan ini bertepatan dengan peristiwa kulminasi matahari. Kulminasi matahari adalah fenomena alam yang terjadi ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa bayangan tugu dan bayangan orang serta benda-benda di sekitar tugu akan menghilang beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. (kaskus.us)
KULMINASI MATAHARI

Kulminasi matahari adalah peristiwa alam yang hanya terjadi di sejumlah negara. Selain di Indonesia, kejadian serupa bisa ditemui di Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, dan Somalia, semuanya di Afrika. Di Amerika Latin garis itu juga melintasi empat negara yaitu, Ekuador, Peru, Columbia dan Brazil. Dari semua kota atau negara yang dilewati tersebut, hanya ada satu di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis khatulistiwa yaitu Kota Pontianak sehingga menjadi ciri khusus.

Kota Pontinak, tepatnya Tugu Khatulistiwa, saat ini berada pada posisi 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur. Karena itulah Kota Pontianak juga dikenal dengan sebutan Kota Khatulistiwa. Peristiwa kulminasi itu selalu terjadi setahun dua kali, pada 21 - 23 Maret dengan titik kulminasi tepat pukul 11.51 WIB, dan 21 - 23 September dengan titik kulminasi tepat pada pukul 11.38 WIB di Tugu Khatulistiwa.


Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tidak menggelar seremoni budaya dan wisata pada peristiwa kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak 21-23 Maret 2012 karena pembangunan tribun dan dermaga di kompleks tersebut belum terwujud.

"Tidak dilakukannya serangkaian acara, termasuk puncaknya pada 21-23 Maret dikarenakan dikompleks Tugu Khatulistiwa sedang dibangun tribun dan dermaga yang saat ini masih tahap tender," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak Helfira Hamid, Minggu.

Ia menjelaskan, tidak digelarnya serangkaian acara seremonial itu karena khawatir masyarakat maupun wisatawan kecewa karena belum tersedianya fasilitas tribun guna menyaksikan peristiwa alam yang unik tersebut.

"Rencananya, tribun dan dermaga itu akan diresmikan bersamaan dengan peristiwa kulminasi pada 21-23 Oktober 2012 atau bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Kota Pontianak," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi menjelaskan, pada saat peristiwa titik kulminasi matahari terjadi maka benda yang ditancapkan tegak lurus tidak terlihat ada bayangan karena matahari berada tegak lurus di atas kepala pada 21-23 Maret pukul 11.50 WIB, dan 21-23 September pada pukul 11.38 WIB di Tugu Khatulistiwa Pontianak.

Dikatakannya, kulminasi matahari adalah peristiwa alam yang hanya terjadi di lima negara, yaitu di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Indonesia), Afrika, yaitu Gabon, Zaire, Uganda, Kenya dan Somalia. Di Amerika Latin, garis itu juga melintasi empat negara yaitu, Equador, Peru, Columbia dan Brazil.

Dari semua kota atau negara yang dilewati tersebut, hanya ada satu di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis khatulistiwa yaitu Kota Pontianak sehingga menjadi ciri khusus.

Karena itulah Kota Pontianak juga dikenal dengan sebutan Kota Khatulistiwa, kata Paryadi. (tp)