Senin, 28 September 2015

Jokowi: Saya Mantan Pengusaha, "Ngertilah" Cara Mainnya...

Kementrian Pertanian targetkan swasembada padi 2015

Kementerian Pertanian menargetkan swasembada padi pada tahun 2015 mencapai 73,4 Juta Ton, gabah kering giling (GKG), Target produksi tersebut naik 2,79 juta ton dibandingkan realisasi pada tahun 2014 yang diprediksi sebesar 70,61 juta ton GKG, Dengan asumsi produksi padi naik 5 persen hingga 10 persen disetiap Provinsi.

Buruh tani merontokan biji padi menggunakan alat perontok padi tradisional saat panen di persawahan Desa Tugurejo,Kediri, Jawa Timur, Jumat (2/1). Kementerian Pertanian menargetkan swasembada padi pada tahun 2015 mencapai 73,4 Juta Ton, gabah kering giling (GKG), Target produksi tersebut naik 2,79 juta ton dibandingkan realisasi pada tahun 2014 yang diprediksi sebesar 70,61 juta ton GKG, Dengan asumsi produksi padi naik 5 persen hingga 10 persen disetiap Provinsi. ANTARA FOTO/Rudi Mulya.
Buruh tani merontokan biji padi menggunakan alat perontok padi tradisional saat panen di persawahan Desa Tugurejo,Kediri, Jawa Timur, Jumat (2/1). ANTARA FOTO/Rudi Mulya.
Senin, 28 September 2015 | 14:22 WIB
KOMPAS.com/Sabrina Asril Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai mengunjungi Karawang, Jawa Barat, Minggu (27/9/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo mengaku selalu memantau harga beras yang beredar di pasaran. Ia ingin memastikan harga beras tidak dipermainkan oleh pihak tertentu di lapangan.
"Saya melihat di pasar, secara harian itu selalu saya lihat, beras turun atau naik atau tetap, karena saya harus melakukan sesuatu," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada pengusaha penggilingan padi serta pengusaha dan pedagang beras di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9/2015).
Jokowi mengatakan, pemerintah akan melakukan operasi pasar saat harga beras melambung. Ketika operasi pasar itu belum menyelesaikan masalah, maka solusi lain akan dicari. (Baca: Varietas 3S Bertahan Saat Kekeringan, IPB Diminta Garap 100.000 Hektar)
"Supaya Bapak-Ibu tahu saja, saya kan juga mantan pengusaha, ngertilah cara mainnya seperti apa dan harus melakukan apa," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Jokowi meminta petani meningkatkan hasil pertaniannya. Pemerintah, ia sebut, akan melakukan intervensi untuk menerima hasil pertanian.
Ke depan, kata Jokowi, seluruh hasil pertanian akan dibeli oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) sehingga para petani tidak perlu khawatir mendistribusikan hasil pertanian dengan harga yang layak.
Presiden sebelumnya mengaku belum memutuskan soal impor beras. Menurut Jokowi, kajian sedang dilakukan terhadap seberapa besar dampak kekeringan akibat El Nino tersebut. (Baca: Belum Putuskan Impor Beras, Jokowi Masih Kaji Dampak El Nino)
Dia menjelaskan, hingga saat ini, cadangan beras di Bulog masih aman atau mencapai 1,7 juta ton. Jumlah itu akan bertambah 200.000-300.000 ton dari hasil panen pada bulan Oktober dan November.
Penulis: Indra Akuntono
Editor : Sandro Gatra

Tidak ada komentar: