Rabu, 30 Maret 2016

10 WNI Ditawan Kelompok Abu Sayyaf, Begini Reaksi Jokowi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan sejumlah pihak terkait untuk membebaskan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf di Filipina. Sebanyak 10 WNI yang ditawan adalah awak kapal tugboat Brahma 12 bermuatan batu bara yang bertolak dari Banjarmasin menuju Filipina. Kapal mereka dibajak pada Sabtu 26 Maret 2016.

"Siang ini baru akan saya kumpulkan," ujar Jokowi di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (29/3/2016). Bajak Kapal RI, Kelompok Abu Sayyaf Kesulitan Dana) Pemerintah membenarkan 10 WNI disandera kelompok Abu Sayyaf. Pemerintah tengah mengupayakan terhadap pembebasan mereka.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengaku Presiden telah mendapatkan laporan mengenai penyanderaan 10 WNI di Filipina. "Semua hal yang terjadi, baik malam ataupun pagi sudah disampaikan kepada Preisden," kata Pramono di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (29/3/2016). (Baca juga: Pemerintah Siap Bebaskan 10 WNI yang Ditawan Kelompok Abu Sayyaf)

Pramono mengatakan, pemerintah siap membebaskan 10 sandera yang diduga ditawan kelompok Abu Sayyaf. Menurut dia, pemerintah telah memerintahkan aparat Kepolisian dan TNI untuk menangkap para penyandera.Kelompok Abu Sayyaf siap membebaskan 10 WNI dengan syarat uang tebusan sebesar 50 juta peso dengan tenggat waktu hingga 31 Maret 2016.

Tidak ada komentar: