Kamis, 31 Maret 2016

resuffle menteri Jokowi 2016, Erick Thohir Menpora?

Bos Inter Milan Erick Thohir Diusulkan Menjadi MenporaBos Inter Milan Erick Thohir Diusulkan Menjadi Menpora Jakarta - Salah satu pembaca Seleksi Menteri dengan akun @Bim_Peace mengusulkan nama Erick Thohir untuk memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga. Erick dinilai memiliki perhatian yang kuat terhadap dunia olahraga. Dia pernah terlibat aktif dalam kepengurusan pembinaan olahraga basket baik untuk tingkat Indonesia maupun Asia Tenggara.

Perhatiannya pada dunia olahraga kembali ditunjukkan saat pria kelahiran 30 Mei 1970 itu membeli 70 persen saham klub seri A Italia, Inter Milan. Nilai transaksinya disebut mencapai 350 juta euro, atau hampir Rp 5,4 triliun.

"Pembelian saham klub Inter Milan menjadi alasan betapa perhatiannya beliau terhadap dunia sepak bola. Dengan alasan tersebut mudah-mudahan ke depan beliau bisa meng-go international-kan bibit-bibit muda Timnas Garuda," tulis @Bim_Peace melalui kanal Seleksi Menteri, Senin (18/8/2014).

Selain itu menurut dia, di usia yang masih muda Erick sudah menunjukkan keberhasilannya sebagai pengusaha.

Figur lain yang diusulkan sebagai calon menteri pemuda dan olahraga adalah Bambang Pamungkas. Mantan kapten kesebelasan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia itu dinilai memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia kepemudaan dan olahraga.

"Dedikasi (Bambang Pamungkas) terhadap kepemudaan dan olahraga terutama sepakbola Indonesia. Cerdas dan sosok panutan," tulis akun @Noengklirputra.

Nama Adhyaksa Dault juga kembali diusulkan sebagai calon menteri. Dia dianggap berhasil saat memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga di Kabinet Indonesia Bersatu jilid I.

Program Seleksi Menteri diluncurkan sebagai respons atas terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2014-2019. Melalui program ini kami mencoba menyeleksi figur-figur yang layak duduk di kabinet, dan memberikan usulan lembaga-lembaga kementerian yang perlu ada.

Proses Seleksi Menteri dilakukan secara objektif dengan melibatkan 3 unsur: tim pakar, redaksi dan masyarakat. Tim pakar terdiri dari mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Martha Hamzah (Ketua), pakar hukum tata negara Refly Harun, ekonom Fauzi Ichsan, ahli teknologi informasi Onno W Purbo, dan pakar komunikasi Aqua Dwipayana.(erd/nrl)

Tidak ada komentar: