Sabtu, 16 April 2016

Arema: menuju Juara ISC 2016, Berapa danan yang dibutuhkan?


Profil Arema: Kandidat Utama Juara ISC

By

Liputan6.com, Jakarta Kinerja Arema Cronus dalam beberapa bulan terakhir begitu mengesankan, khususnya di 2 turnamen terbaru. Tentu saja, mereka layak dijadikan sebagai kandidat utama juara Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

Arema sudah membuktikan diri betapa kualitas mereka layak disegani tim-tim lain di Indonesia. Mereka unjuk gigi dengan menguasai dua turnamen terkini. Setelah Bali IslandCup 2016, Arema juga sukses menguasai Torabika Bhayangkara Cup 2016.
Sebelumnya, terhentinya segala kegiatan sepakbola Indonesia akibat sanksi FIFA sempat membuat Arema dinilai mengalami penurunan kualitas. Pasalnya, Arema gagal menampilkan kinerja terbaik di beberapa turnamen.
Kala mereka turun di Piala Presiden 2015, Arema hanya mampu merebut posisi ketiga. Setelah menjadi runner up Grup B yang dihuni Sriwijaya FC, PSGC Ciamis, dan Persela Lamongan, mereka memang sukses melewati hadangan Bali United di 8 besar.

Sayang, mereka kalah dari Sriwijaya pada laga semifinal. Untung, tim Singo Edan mampu menaklukkan Mitra Kukar dalam laga perebutan posisi ketiga. Sialnya, nasib buruk itu juga berlanjut saat Arema turun di Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015.

Di Grup A, Arema tampil begitu sempurna dengan menyapu bersih 4 laga dengan kemenangan. Mereka bungkam Gresik United 4-1, Persipasi Bandung Raya 4-2, Sriwijaya 2-0, dan Persija Jakarta 1-0. Kinerja sempurna juga diperlihatkan Arema pada laga Grup E 8 besar.

Kala itu, Arema sukses mempecundangi Persipura Jayapura 1-0, Surabaya United 3-1, dan Pusamania Borneo FC lewat adu penalti. Sialnya, kesempurnaan Arema harus berakhir di tangan Mitra Kukar saat bentrok pada laga semifinal.Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija (tengah) memberikan arahan saat memimpin latihan di Stadion GBK Jakarta, Sabtu (2/4/2016). Arema Cronus menantang Persib Bandung pada final Piala Bhayangkara 2016. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Untungnya, kegagalan di 2 kompetisi itu membuat manajemen Arema melakukan evaluasi. Mereka pun mengambil keputusan tepat dengan merekrut Milomir Seslija. Ia adalah pria kelahiran 21 Juli 1964 yang sudah malang melintang dalam jagat sepakbola Eropa Timur.

Sebelum bergabung resmi dengan Arema di awal 2016, Seslija sempat menjadi pelatih kepala di beberapa negara, seperti F.C Rudar, Bosnia and Herzegovina (2009-2010), F.C Seeb, Oman (2009-2010), F.C. Dhofar, Oman (2007-2008).

Selain itu, F.C. Velez, Bosnia and Herzegovina (2005-2007), F.C. SASK Naapredak, Bosnia and Herzegovina (2004-2005). F.C. Slavija, Bosnia and Herzegovina (2002-2003), F.C. Solunac, dan Serbia (2001-2002) juga sempat ditanganinya.

Meski begitu, Arema bukan tempat yang asing bagi Seslija. Ia sempat menjalin kerja sama dengan Arema pada 2011. Sayang, dualisme yang melanda internal Arema membuat Seslija hanya sempat melatih selama 3 bulan. Pada akhirnya, ia digantikan Dejan Antonic.
 Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija (Dewi Divianta)
Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija (Dewi Divianta)

Kedatangan Seslija pun bisa disebut sebagai titik balik kebangkitan Arema. Sejak itu, Arema kembali menjadi tim yang ditakuti. Aksi perdana Seslija bersama Arema terlihat saat mereka tampil di Bali Island Cup 2016.

Tiga lawan menjadi korban keganasan Arema. Mereka adalah PSS Sleman, tuan rumah Bali United, dan Persib Bandung. Pada laga pamungkas, mereka menaklukkan Persib 1-0. Gol tunggal Srdan Lopicic membawa Arema ke tangga juara.

Setelah Bali Island Cup 2016, giliran Torabika Bhayangkara Cup 2016 yang menjadi ajang kesuksesan Arema bersama Seslija. Di awal, mereka lebih dulu merajai Grup B setelah menang 2-1 atas Bali United, 0-0 kontra PS Polri, 1-0 atas Persija, dan 0-0 kontra Persipura.

Di semifinal, Sriwijaya kembali menjadi korban kehebatan Arema. Gol tunggal Johan Alfarizie membawa Singo Edan ke final. Di laga puncak, tim sekaliber Persib yang notabene juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden 2015 dibuat bertekuk lutut.

Bentrok di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Arema mempecundangi Persib 3-1 lewat gol Raphel Maitimo dan Sunarto. Gelar juara Torabika Bhayangkara Cup 2016 pun resmi menjadi milik mereka.

Dengan kesuksesan di 2 kompetisi terakhir, Cristian Gonzales dkk pun layak masuk dalam bursa juara ISC A 2016. Komposisi skuad mumpuni plus kehadiran pelatih cerdas akan membuat Arema memiliki senjata untuk bertarung dengan tim-tim besar lain di ISC A 2016.

Ini Kisaran Pengeluaran Gaji Arema di ISC

Jumat, 15 April 2016 13:07 WIB
Arema Cronus diperkirakan mengeluarkan dana Rp750-800 juta per bulan untuk ISC.Ini Kisaran Pengeluaran Gaji Arema di ISCIan/Indosport
  • Ruddy Widodo (kiri) bersama pemain baru Arema Cronus, Syaiful Indra Cahya.
Menyiasati kondisi finansial tetap normal, Arema Cronus menerapkan kebijakan dengan hanya membayar 50 persen dari total nilai kontrak setiap pemain untuk Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, Jumat (15/04/16). Alasannya untuk mengikuti regulasi gaji untuk ISC A.
Dicap sebagai klub kaya dengan materi pemain bergaji mahal, ternyata bukan berarti Arema mengeluarkan dana banyak di setiap bulan untuk gaji pemain. Klub berlogo kepala singa itu menerapkan standarisasi gaji karena ISC bukan kompetisi resmi, melainkan hanya turnamen dengan durasi panjang.
"Memang banyak yang mengira kami keluar banyak uang hingga miliaran rupiah untuk gaji pemain di setiap bulan. Padahal, ternyata tidak sampai segitu," tutur Ruddy Widodo.
"Karena, sejak ISL (Indonesia Super League) kami berhenti menerapkan standar gaji secara khusus, yakni 25 persen untuk turnamen, 50 persen untuk ISC, dan 100 persen untuk ISL karena sudah kompetisi resmi," lanjutnya.

Manajer Arema Cronus, Ruddy Widodo.
Meski tidak menjelaskan detail nominal, namun manajer Arema Cronus tersebut memberikan gambaran. Khusus untuk ISC A, semua pemain Arema hanya menerima 50 persen dari nilai total kontrak, karena bukan kompetisi resmi.
"Jadi misal si A kita kontrak Rp500 juta satu musim, selama ISC dia akan dapat setengahnya. Kebijakan ini sudah kita diskusikan di Arema, tidak tahu kalau tim lain," ujar pengusaha transportasi di Malang tersebut menjelaskan.
Menurut perhitungan INDOSPORT, jika nilai di atas yang menjadi patokan, maka Arema bakal mengeluarkan total untuk gaji pemain sebesar Rp6 miliar selama ISC berlangsung dengan asumsi 24 pemain.
Nilai itu pun menjadi ringan karena gaji setiap pemain dibayarkan setiap bulan. Dengan asumsi ISC berjalan delapan bulan, maka jumlah dana yang dikeluarkan Arema untuk gaji pemain sekitar Rp750-800 juta setiap bulan.
"Jadi kita sudah berada dalam batas aman regulasi gaji untuk ISC, yang menerapkan batas minimal gaji setiap bulan sebesar Rp500 juta dan batas maksimal Rp1 miliar untuk setiap tim," jelasnya.
Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Liga Indonesia
Kontributor : Ian Setiawan
Editor : Joko Sedayu

Tidak ada komentar: