Milo mengatakan saat ini seluruh tim mempelajari permainan Arema, sehingga timnya harus selalu mengubah gaya permainan. Arema Cronus menang tipis atas Persija Jakarta, skor 1-0, dalam pertandingan uji coba di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (16/4). Gol kemenangan Arema dicetak oleh pemain seleksi Gustavo Giron Marulanda.
Di babak pertama, Arema yang menurunkan formasi inti terlihat langsung menampilkan pemain cepat. Kerja sama satu-dua yang digalang Dendi Santoso, Esteban Vicarra, dan Cristian Gonzales sukses membuat kiper Persija, Reky Rahayu, bekerja ekstra keras menyelamatkan gawangnya. Sementara anak asuh Paulo Camargo hanya mengandalkan serangan balik.
Tetapi, serangan balik Persija sempat menimbulkan peluang emas di menit ke-28, melalui sebuah skema serangan balik membuat Hamka melakukan pelanggaran di depan kotak penalti. Rafael yang kemudian menjadi algojo tendangan bebas melakukan tembakan keras yang membahayakan gawang Arema. Beruntung, ada Kurnia Meiga yang mampu melakukan penyelamatan gemilang.
Arema yang terus menggempur pertahanan Persija beberapa kali mendapatkan peluang, tetapi sepanjang babak pertama serangan itu gagal menjadi gol. Skor kaca mata mengakhiri babak pertama.
Di babak kedua, pelatih Arema Milomir Seslija, memasukkan pemain seleksi Gustavo untuk menggantikan Srdan Lopicic. Pemain berdarah Kolombia berpaspor Australia ini tampil cukup baik.
Di menit ke-87, pergerakan Fery Aman Saragih yang lolos dari jebakan off-side sukses membuat Reky menjatuhkan dirinya di kotak terlarang. Tendangan penalti yang kemudian dieksekusi oleh Gustavo mampu diselesaikan dengan baik. Skor 1-0 untuk Arema bertahan hingga laga usai.
Setelah pertandingan, Milo mengakui pertahanan Persija tampil bagus di laga ini. Mereka melakukan pressing ketat terhadap pemain Arema.
"Para pemain bermain dengan sangat baik hari ini, menang adalah menang apapun caranya termasuk dengan tendangan penalti. Karena hukuman itu juga terjadi karena pressing yang ketat dari para pemain. Saya senang anak-anak bermain maksimal sore ini," tegas Milo.
"Setiap tim kini mulai mempelajari permainan Arema dan kami selalu mengubah tempo dan gaya permainan kami. Yang jelas, kami masih bisa melakukan perbaikan di saat ISC tersisa dua minggu lagi," tuturnya. (gk-48)