Selasa, 26 April 2016

Jokowi Kecewa: Sejak Masuk Istana Sampai Sekarang, Data Selalu Berbeda-beda

Jokowi Kecewa: Sejak Masuk Istana Sampai Sekarang, Data Selalu Berbeda-beda Foto: Maikel Jefriando
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekecewaannya soal data yang disuguhkan oleh berbagai Kementerian/Lembaga (K/L), yang cenderung berbeda-beda. Padahal data sangat penting dalam pengambilan keputusan.

"Dari sejak masuk istana sampai sekarang kalau saya ingin misalnya data kemiskinan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada, Kementerian Sosial (Kemensos) ada, BPS (Badan Pusat Statistik) ada. Datanya? Berbeda-beda," ujar Jokowi, saat pencanangan sensus ekonomi 2016 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Contoh lainnya adalah data produksi dan kebutuhan beras. Tiga data yang dipergunakan, pertama data Kementerian Pertanian (Kementan), kedua data Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan ketiga data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ketiga data instansi tersebut juga tidak ada yang sama. Sehingga menyulitkan pengambilan keputusan terkait dengan impor beras. Sementara masyarakat menunggu keputusan, agar harga bisa kembali stabil.

"Data mengenai misalnya produksi beras kita, beda-beda semua. bagaimana saya memutuskan untuk tidak impor, kalau datanya meragukan, Kementan seperti ini, Kemendag seperti itu, BPS seperti ini, lapangannya saya lihat berbeda lagi," paparnya.

Hal yang serupa juga terjadi pada data ketenagakerjaan. Data antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), dengan BPS juga berbeda jauh. Begitu juga dengan data potensi usaha dan data lainnya.

"Ini yang sering kita memutuskan tidak tepat," tukasnya.(mkl/wdl)

Tidak ada komentar: