Kamis, 14 April 2016

Kartini gunung Kendeng........ oh Kartini

Belenggu Semen di Kaki "Kartini Kendeng" Dibuka atas Permintaan Jokowi

Kristian Erdianto Kepala staf kepresidenan Teten Masduki memeluk salah satu petani perempuan asal pegunungan kendeng yang sejak rabu siang (13/4/2016) melakukan aksi protes di seberang Istana Negara. Sembilan perempuan tersebut memprotes keberadaan pabrik semen di wilayah Rembang, Pati dan Grobogan karena dinilai merusak sumber daya alam.
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menemui sembilan petani perempuan dari Pegunungan Kendeng yang melakukan aksi protes di seberang Istana Negara dengan mengecor kakinya dengan semen, Rabu (13/4/2016).
Dalam kesempatan itu, Teten mengatakan bahwa Presiden sudah mengetahui aksi protes dan tuntutan yang diajukan oleh petani-petani di Pegunungan Kendeng.
Menurut penuturan Teten, Presiden Jokowi khawatir akan kondisi kesehatan sembilan petani perempuan tersebut. Jokowi pun meminta agar belenggu semen yang melingkar di kaki itu dibuka.
Permintaan Jokowi itu pun dipenuhi. Belenggu semen di kaki Kartini Kendeng itu dibuka.
"Kami khawatir ibu-ibu sakit. Bapak Presiden juga khawatir," ujar Teten di seberang Istana Negara, Rabu.
"Sekarang sudah dibuka dan saya berjanji akan agendakan pertemuan Ibu-ibu dengan Pak Presiden," kata dia.
Lebih lanjut, Teten mengatakan bahwa pemerintah sudah mengetahui dan memahami persoalan yang ada di Pegunungan Kendeng.
Dalam waktu dekat, Teten berjanji akan mempertemukan sembilan "Kartini asal Kendeng" tersebut dengan Presiden Joko Widodo.

"Saya atas nama pemerintah memahami betul permasalahan dari sedulur-sedulur di Kendeng," kata Teten.
Sebelumnya, sembilan petani perempuan yang kerap disebut "Kartini Kendeng" mendatangi Jalan Medan Merdeka Barat, seberang Istana Negara, pada pukul 13.00 WIB.
Panas terik matahari tidak menyurutkan niat Yu Sukinah, Martini, Siyem, Karsupi, Sutini, Surani, Ngatemi, Ngadinah, dan Ripambarwati untuk menunggu Presiden Joko Widodo menemui mereka.
Mereka duduk berjajar, lengkap dengan busana kebaya dan topi caping. Kaki mereka masih dicor semen sejak kemarin saat melakukan aksi protes di tempat yang sama.

Menurut Joko Prianto, pendamping sembilan Kartini sekaligus petani asal Rembang, aksi pengecoran kaki dengan semen ini merupakan simbol penegasan kepada pemerintah bahwa hadirnya semen di wilayah pertanian Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, dapat memasung dan merusak sumber kehidupan.
Kompas TV Petani Protes Pembangunan Pabrik Semen

Tidak ada komentar: