Minggu, 17 April 2016

Musa (7 tahun) Hafal 30 Juz Alquran, juara lomba menghafal Quran Tingkat Internasional (Musabaqah Hifzil Quran Internasional) di Mesir.

Mengenal Musa, Hafiz Cilik yang Hafal 30 Juz Alquran

Menghafal Delapan Jam Sehari, Full Main Empat Hari SekaliFoto: Fedrik Tarigan/Jawa PosFoto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos

TINGKAHNYA tidak berbeda dengan layaknya anak yang belum genap berusia enam tahun. Suka bermanja-manja dan kadang-kadang rewel. Sepintas orang tak akan menyangka bocah asal Bangka Barat, Bangka Belitung, tersebut sudah tuntas menghafal 30 juz Alquran. Saat dia kali pertama tampil di panggung, seisi studio RCTI menangis haru menyaksikan kemampuannya. Prof Amir Faishol, pakar tafsir Alquran yang menjadi salah seorang juri, sembari berlinang air mata mendatangi Musa, lalu mencium tangannya.
Musa sebetulnya sangat pemalu. Dia jarang bertemu banyak orang sehingga saat kali pertama tampil di panggung sangat gugup. ”Saat itu dia sudah mau menangis,” ujar La Ode Abu Hanafi, ayah Musa. Setelah ditenangkan, perlahan Musa mulai bisa menyesuaikan diri. Untuk memudahkan adaptasi, Hanafi membaurkan Musa dengan para peserta lainnya.
Minat Musa terhadap Alquran sudah tampak sejak dirinya belum genap berusia dua tahun. ”Setiap kali saya perdengarkan kaset murottal (pembacaan) Alquran anak, dia senang dan sangat antusias menirukan,” ungkap pria 33 tahun itu. Melihat kondisi tersebut, Hanafi pun makin sering memperdengarkan kaset murottal kepada Musa.
Tidak lama setelah ulang tahun kedua Musa, Hanafi memulai bimbingan Alquran untuk anaknya itu. Karena Musa belum bisa membaca Alquran, Hanafi membimbingnya dengan metode talqin atau membacakan hafalan. Musa diminta menirukan pelafalan sang ayah. Mengingat usia sang anak, Hanafi mengajarinya dengan perlahan. Satu sesi belajar hanya berlangsung lima sampai sepuluh menit.
Bukan hal mudah mengajarkan Alquran kepada bocah yang ketika itu berusia dua tahun. Proses Musa untuk menjadi hafiz, beber Hanafi, tidak seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. Bagian pertama yang diajarkan kepada Musa adalah surat terakhir Alquran, yakni An Naas.
”Saya ajarkan qul saja, butuh dua sampai tiga hari dia ikuti,” kenangnya. Kemudian, menyambungkan kata qul dengan a’udzu juga butuh waktu.
Durasi Musa untuk menghafal Qul a’udzu birobbinnaas (ayat pertama surat An Naas yang berarti Katakanlah, aku berlindung dari Tuhan manusia) butuh setidaknya satu pekan.
Kemudian, saat berhasil menghafal ayat kedua,Musa lupa bagaimana bunyi ayat pertamanya sehingga hafalan harus diulang dari awal. ”Jadi, surat An Naas itu mungkin bisa ratusan kali diulang sama saya,” ungkapnya.

Jokowi Bangga Prestasi Musa Bocah Hafal Quran Juara 3 Dunia

By Musa dari Indonesia memperoleh juara 3 lomba hafal quran tingkat internasional. (@jokowi)
Liputan6.com, Jakarta - Musa, bocah 7 tahun asal Bangka menyabet juara 3 di ajang lomba menghafal Quran tingkat internasional di Mesir. Momen tersebut direkam oleh sang ayah, La Ode Abu Hanifa dan diunggah dalam jejaring sosial Facebook.
Dikutip dari Iqna.ir yang disiarkan menggunakan bahasa Arab, Musa berhasil meraih juara setelah memperoleh nilah 91,17.
"Adapun di perlombaan kategori menghafal al Quran tingkat internasional di Mesir, Duduk di peringkat pertama Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah dengan nilai 98,58. Selanjutnya diikuti peringkat kedua Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun) dan dilanjutkan dengan peringkat ketiga Musa (7 tahun) dari Indonesia dengan nilai 91,17." Demikian kutipan pemberitahuan juri yang diterjemahkan oleh akun Facebook Al-Faqir dalam laman komentar status La Ode Abu Hanifa.
Prestasi Musa itu mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Termasuk dari Presiden Joko Widodo.
"Kita bangga dg prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz 7 tahun di Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir -Jkw," tulis Jokowi dalam akun twitter, @jokowi yang dikutip Liputan6.com, Minggu (17/4/2016).
Bocah Musa lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik merupakan seorang penghafal Alquran (hafizh) dari Indonesia. Selain menghafal Alquran, ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya.
Namanya mulai mencuat ke publik dalam negeri maupun Malaysia dan Singapura setelah mengikuti dan meraih juara pertama pada program Hafiz Indonesia 2014 di sebuah stasiun televisi swasta.
Ia menjadi pusat perhatian karena meski kala itu berusia sangat belia, yakni 5,5 tahun, namun telah mampu menghafalkan 29 juz dari total 30 juz Alquran. Iapun dikirim untuk mengikuti perlombaan hafalan Alquran tingkat Internasional di Jeddah, Arab Saudi.
Musa menjadi peserta termuda dalam ajang tersebut dan menduduki peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut bertanding. Musa juga mendapatkan nilai mumtaz atau istimewa yakni 90,83 poin dari 100 nilai sempurna.
Pascaperlombaan, Musa berhasil menuntaskan hafalannya menjadi keseluruhan 30 juz Alquran. Hal ini dapat terlaksana karena sebelum mengikuti acara sebenarnya ia hanya kurang dua surah saja.
Pada bulan Agustus 2014, Musa memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional dari MURI sebagai Hafiz Al-Quran 30 Juz termuda di Indonesia.

Tidak ada komentar: