Rabu, 06 April 2016

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia, terus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya, disingkat PLTS, adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi listrik. Pembangkit listrik ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan energi matahari (energi surya) menjadi salah satu sumber energi alternatif yang ramah lingkungan (energi terbarukan).
Indonesia, sebagai negara yang terletak di kawasan katulistiwa, memiliki potensi energi surya yang melimpah. Dengan matahari yang bersinar sepanjang tahun, diperkirakan energi surya dapat menghasilkan hingga 4.8 KWh/m2, atau setara dengan 112.000 GWp. Sayangnya pemanfaatan salah satu jenis energi terbarukan ini masih belum maksimal. Indonesia baru mampu memanfaatkan sekitar 10 MWp.
ADVERTISEMENT
Umumnya pemanfaatan energi matahari melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya  digunakan pada daerah pedesaan dengan skala kecil yakni menggunakan Solar Home System (SHS). Solar Home System adalah pembangkit listrik skala kecil yang dipasang secara desentralisasi (satu rumah satu pembangkit). Listrik harian yang dihasilkannya berkisar antara 150-300 Wp.
Sedangkan untuk untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya skala besar, jumlahnya masih sangat sedikit. Dan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Indonesia yang telah beroperasi tersebut hanya mampu memproduksi puluhan hingga ratusan kiloWattpeak (kWp) listrik. Dua Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Indonesia, yakni di Karangasem dan Bangli (Bali) masing-masing kapasitasnya hanya 1 MW.
PLTS Kabaena (Sulawesi Tenggara)
PLTS Kabaena (Sulawesi Tenggara) dengan kapasitas 200 kWp. Gambar : trooperpergikp.wordpress.com
PLTS Karangasem Bali
PLTS Karangasem Bali dengan kapasitas 1 MW. Gambar : kompas.com
Diantara beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Indonesia tersentralisasi yang memiliki skala besar antara lain adalah :
  1. PLTS di Kabupaten Karangasem, Bali dengan kapasitas 1 MW.
  2. PLTS di Kabupaten Bangli, Bali dengan kapasitas 1 MW.
  3. PLTS di Pulau Gili Trawangan (NTB) berkapasitas 600 kWp.
  4. PLTS di Pulau Gili Air (NTB) dengan kapasitas 160 kWp.
  5. PLTS di Pulau Gili Meno (NTB) dengan kapasitas 60 kWp.
  6. PLTS di Pulau Medang, Sekotok, Moyo, Bajo Pulo, Maringkik, dan Lantung dengan total kapasitas 900 kWp.
  7. PLTS Raijua (Kabupaten Sabu Raijua, NTT) dengan kapasitas 150 kWp.
  8. PLTS Nule (Kab. Alor, NTT) dengan kapasitas 250 kWp.
  9. PLTS Pura (Kab. Alor, NTT) dengan kapasitas 175 kWp.
  10. PLTS Solor Barat (Kab. Flores Timur, NTT) dengan kapasitas 275 kWp.
  11. PLTS Morotai (Maluku Utara) dengan kapasitas 600 kWp.
  12. PLTS Kelang (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
  13. PLTS Pulau Tiga (Maluku) dengan kapasitas 75 kWp.
  14. PLTS Banda Naira (Maluku) (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
  15. PLTS Pulau Panjang (Maluku) dengan kapasitas 115 kWp.
  16. PLTS Manawoka (Maluku) dengan kapasitas 115 kWp.
  17. PLTS Tioor (Maluku) (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
  18. PLTS Kur (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
  19. PLTS Kisar (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
  20. PLTS Wetar (Maluku) dengan total kapasitas 100 kWp.
  21. PLTS Kabaena (Sulawesi Tenggara) dengan kapasitas 200 kWp.
Indonesia, melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun masih berusaha menambah jumlah Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Indonesia. Baik menambah jumlah pembangkitnya maupun kapasitas listrik yang dihasilkannya. PLTS-PLTS baru tersebut akan dibangun di pulau-pulau kecil Indonesia.

Jokowi Resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Indonesia

Angga Aliya - detikfinanceMinggu, 27/12/2015 18:28 WIB
Jokowi Resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Indonesia
Jakarta -Tepat pukul 15.50 WITA, Minggu, 27 Desember 2015, Pesawat Kepresidenan Indonesia -1 yang membawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta rombongan, mendarat di Bandar Udara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setiba di Bandara El Tari, Jokowi dan rombongan langsung menuju lokasi peresmian Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Surya (IPP PLTS) 5 MWp, di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. PLTS berkapasitas 5 MWp ini dibangun oleh PT LEN Industri (Persero) yang bertindak sebagai IPP. Dalam sambutannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyampaikan bahwa ini merupakan PLTS terbesar yang pernah dibangun di Indonesia.

Seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (27/12/2015), Sudirman juga menyampaikan, meski hanya 5 MWp, bagi Kupang ini merupakan tambahan yang cukup signifikan, mengingat daya efektif listrik di Kupang adalah 68 MW, yang sebenarnya sudah memasuki situasi krisis karena reserve margin-nya sangat minimal.

Selain itu, saat ini juga masih terdapat antrian yang pemasangan listrik hingga 64 MW. Kawasan industri terpadu Kupang juga sebenarnya sudah siap. Hanya saja terkendala pasokan listrik. Untuk itu, PLN dan Pemerintah Daerah Kupang berencana untuk mengembangkan PLTS seluas 7 hektar ini.

PLTS dengan total investasi US$ 11,2 juta ini diharapkan juga dapat menjadi milestone bagi pembangunan energi baru dan terbarukan yang merupakan komitmen pemerintah.Sistem PLTS Grid-Connected yang digunakan pada PLTS ini memungkinkan pembangkit tenaga surya ini bekerja secara paralel dan terhubung langsung dengan jaringan listrik utama sehingga tidak menggunakan sistem baterai karena listrik yang dihasilkan langsung dialirkan ke jaringan listrik eksisting pada siang hari.

Sistem ini terdiri dari rangkaian panel modul surya, sistem inverter, sistem proteksi elektrik, dan perangkat interkoneksi jaringan. Sistem PLTS Grid-Connected ini sudah dibangun di dua lokasi yaitu Bangli dan Karangasem, Bali dengan total daya masing-masing sebesar 1 MWp.

Dalam dua minggu ini telah dilakukan uji coba IPP PLTS Oelpuah, dan berhasil memasok listrik yang sebesar 4 MWp. Di musim hujan seperti sekarang ini, PLTS ini tetap mampu menyalurkan listrik sebesar 27% dari kapasitas normal. PLTS Kupang ini mulai dibangun pada Januari 2015. Secara kontrak seharusnya baru selesai pada Juni 2016. Dengan demikian, pembangunan ini selesai 6 bulan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.(ang/ang)

Tambah Pasokan Listrik, Jokowi Resmikan 7 PLTS di Indonesia Timur

Michael Agustinus - detikfinance Selasa, 05/04/2016 17:12 WIB
Tambah Pasokan Listrik, Jokowi Resmikan 7 PLTS di Indonesia Timur Foto: Michael Agustinus
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini berkeliling memantau kondisi kelistrikan di Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Ada 7 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 1 Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) di lokasi tersebut.

Delapan proyek tersebut merupakan bagian dari realisasi penyediaan listrik 35.000 Megawatt (MW). Total investasi proyek infrastruktur mencapai Rp 61 miliar."Di sini listriknya byar-pet? Terus terang saja, ayo? Kalau hidup terus, alhamdulillah. Tapi saya nggak yakin," kata Jokowi sambil terkekeh saat menyampaikan pidato di Desa Wamama, Morotai, Maluku Utara, Selasa (5/4/2016).
"Hidup matinya (listrik) sehari banyak sekali?" tanya Jokowi kepada warga.
"Itu harus dibenahi secepat-cepatnya," tambah Jokowi.
Berikut ini daftar pembangkit listrik yang diresmikan Jokowi hari ini.

  • PLTS Hybrid, Maluku, Maluku Tenggara Barat (MTB), Pulau Selaru, Desa Adaut, 100 KW
  • PLTS Hybrid, Maluku, MTB, Nirunmas, Tutukembong, 250 KW
  • PLTS Hybrid, Maluku, MTB, Pulau Tanimbar Selatan, Bomaki, 100 KW
  • PLTS Hybrid, Kepulauan Morotai, Morotai Selatan, Wawama, 350 KW
  • PLTS Terpusat, Papua Barat, Raja Ampat, Misool Selatan, Kampung Harapan Jaya, 15 KW
  • PLTMH, Papua Barat, Maybrat, Ayamaru Jaya, Temel, 280 KW
  • PLTS Hybrid, Papua, Boven Digul, Waropko, Waropko, 100 KW
  • PLTS Hybrid, Papua, Merauke, Sota, Kampung Sota, 100 KW
(ang/hns)

Tidak ada komentar: