Selasa, 12 April 2016

Proyek TOl Terbengkalai

Jokowi Jajal Jalan Tol yang 20 Tahun Sempat Terbengkalai

Senin, 11 April 2016 | 10:41 WIB
Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat meninjau proyek tol Pejaagan-Pemalang, Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4/2016).
BREBES, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meninjau jalan tol Pejagan-Pemalang, Seksi I dan II, Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4/2016). Presiden dan rombongan sempat menjajal tol tersebut.
Presiden didampingi Ibu Negara Iriana datang ke jalan tol pukul 09.45 WIB. Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Direktur Utama PT Waskita Karya M. Choliq juga turut mendampingi Presiden.
Secara bergantian, Basuki, Rini dan Choliq sempat memberikan pemaparan singkat soal proyek tol itu.
Usai pemaparan, Presiden mengapresiasi jalan tol yang rampung dalam 14 bulan. (baca: Jokowi: Saya Ini Presiden Kurang Urusan, "Ngecek" Tol Enam Kali)
"Ya, intinya tidak ada masalah. Ini sudah dua puluh tahun terhenti karena masalah pembebasan lahan. Nah, sekarang ini baru rampung," ujar Jokowi kepada wartawan.
Total panjang jalan tol ini, yakni 58 kilometer. Adapun, proyek yang sudah rampung sepanjang 21 kilometer.
Jokowi ingin tol sepanjang 21 kilometer itu bisa digunakan untuk jalur mudik pada Hari Raya Idul Fitri 2016.
Presiden juga telah mewanti-wanti Basuki, Rini dan Choliq untuk dapat menyelesaikan seluruh proyek tol itu dalam waktu satu tahun kedepan.
Selama ada uang untuk pembebasan lahan, Jokowi yakin para menterinya mampu mewujudkan proyek tersebut.
Selain untuk mudik, Jokowi juga ingin agar operasional tol itu mampu menekan harga komoditas pangan di Brebes.
"Sudah sering saya sampaikan, dengan adanya tol, pelabuhan, jalur kereta, itu mempercepat distribusi barang dan mobilitas orang. Dua-duanya, berguna untuk itu," ujar Jokowi.
Setelah itu, Presiden dan rombongan berkesempatan menjajal jalan tol itu. Presiden menggunakan jalan tol itu untuk menuju ke Terminal Agrobisnis, Desa Larangan, Brebes untuk meluncurkan Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat.
Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Sandro Gatra

Tidak ada komentar: