Jumat, 13 Mei 2016

Penampakan Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Yang Dikebut Jokowi

Penampakan Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Yang Dikebut Jokowi Foto: Muhammad Idris
Kapuas Hulu -Semak setinggi dada orang dewasa di kiri kanan jalan jadi pemandangan dominan sepanjang jalan darat dari Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau. Wilayah terakhir sebelum menyeberang ke wilayah Lubok Antu, Sarawak, Malaysia. Semak tersebut merupakan sisa-sisa hutan yang dibabat untuk pembukaan lahan oleh masyarakat setempat, maupun perusahaan sawit. Sesekali, pemandangan juga disuguhi tegakan hutan yang masih tersisa dan rumah Betang, rumah panggung memanjang khas Suku Dayak. Selama 3,5 jam perjalanan, dari Putussibau, detikFinance ikut dalam perjalanan darat peninjauan pembangunan 3 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Provinsi Kalimantan Barat.

Jalanan beraspal mulus bisa dinikmati 2 jam pertama dari perjalanan sejauh 179 kilometer (km) tersebut. Namun setelah itu, mulai ditemui beberapa titik kerusakan jalan. Sebelum tahun 2012, jalan tersebut masih berupa jalan tanah. Wajar jika dulunya warga Badau lebih suka menggunakan transportasi air lewat anak Sungai Kapuas untuk pulang pergi ke Putussibau.



Jalan penghubung Putussibau-Badau sendiri hanyalah jalan sempit selebar sekitar kurang lebih 6 meter. Tanjakan dan tikungan tajam, serta banyaknya 'jebakan' lubang menganga membuat perjalanan jadi sangat melelahkan.  Setelah melewati setengah perjalanan, di ruas tersebut akan ditemui Danau Sentarum yang memiliki panorama sangat indah. Lokasi danau yang menjorok ke hutan, membuatnya hanya bisa dilihat saat pengendara melintas tepat di atas bukit, setelah berjuangan dalam tanjakan cukup curam.

Danau Sentarum sendiri merupakan bagian dari Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Dengan luas 132.000 hektar, danau tersebut terbagi atas genangan rawa seluas 89.000 hektar, dan 43.000 daratan basah.

Lepas dari Danau Sentarum, banyak ditemui 'jembatan darurat'. Jembatan tersebut merupakan jembatan baja, namun mengalami kerusakan parah, sehingga bantalannya menggunakan penopang kayu ulin.

Mendekati PLBN Nanga Badau, ada beberapa pengerjaan pelebaran jalan yang mulai dilakukan sejak tahun lalu. Pelebaran jalan ini merupakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membenahi jalan di kawasan perbatasan Indonesia.

Di beberapa lokasi, pelebaran jalan tersebut dilakukan dengan membelah perbukitan dan menguruk lembah. Di kiri kanan jalan, tampak para pekerja dan alat berat yang tengah meratakan jalan tersebut.

Targetnya, pelebaran jalan hingga 2 kali lipat serta perbaikan jembatan ini akan rampung pada 2018 mendatang. Jalan Negara ini akan menjadi jalur utama menuju PLBN Nanga Badau, alternatif selain PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau.

SPBU Buka 4 Jam

Di wilayah perbatasan ini, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) buka selama 24 jam. Tak demikian halnya dengan yang terjadi di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat.

Di wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sarawak ini, SPBU Pertamina hanya buka selama 4-5 jam dalam sehari. Seperti yang berlaku di Kabupaten Kapuas Hulu.

"Kalau SPBU di perbatasan bukanya sangat singkat. Jam 08.00 buka, jam 11.00 sudah tutup itu, paling banter jam 12.00. Tak ada SPBU buka sampai sore, apalagi malam," kata Udin, pekerja konstruksi yang ditemui detikFinance, di Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (12/5/2016).
Dia mengungkapkan, jam operasi SPBU yang singkat tersebut terjadi lantaran sepinya kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Selain jam buka yang mepet, jumlah SPBU yang ada di Kapuas Hulu juga bisa dihitung dengan jari.

"Yang beli kan sepi. Tak sampai antre kok, paling yang beli truk besar isi solar. Jarang ada motor atau mobil, kalau mau beli bensin tunggu besok jam 07.00 pagi," tutur Udin. Dari pentauan detikFinance, jalanan yang menghubungkan Ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Putussibau, menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau, sepi dari lalu lintas kendaraan.

Meski daerah tersebut telah banyak dibuka perkebunan sawit, tak banyak kendaraan roda empat yang melintas. Hanya ada sesekali motor yang lalu lalang.Afrizal, warga Kabupaten Sanggau yang biasa wara-wiri menyeberang perbatasan ke Kuching, Sarawak, mengungkapkan jam operasi SPBU yang singkat hampir terjadi di semua wilayah yang berbatasan dengan Malaysia.

"Tak hanya di Kapuas Hulu, tapi juga di Sanggau dan Sambas. Jalurnya kan memang sepi kendaraan. Paling ramai di pintu perbatasan Entikong (Kabupaten Sanggau)," jelas Afrizal. Di Kalimantan Barat, ada 3 PLBN untuk menyeberang ke wilayah Malaysia. Ketiganya yakni Entikong di Sanggau, Nanga Badau di Kapuas Hulu, dan Arau di Sambas.(wdl/wdl)

Tidak ada komentar: