Senin, 13 Juni 2016

Ini Buktinya Tol Laut Jokowi Bukan Sekadar Dongeng

Oleh
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, mengungkap dampak positif dari peluncuran enam trayek tol laut. Harga-harga kebutuhan pokok di Indonesia bagian timur sudah berangsur-angsur turun secara signifikan, sehingga ini menjadi bukti nyata implementasi tol laut Jokowi.
“Cita-cita Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim lewat pembangunan trayek enam tol laut bukan sekadar dongeng. Ini sudah menjadi kenyataan. Selama 1,5 tahun terakhir, pelabuhan kecil dan menengah dibangun di Indonesia Timur,” ujar Rizal saat rapat kerja dengan Banggar DPR RI, Jakarta, Senin (13/6/2016).
Adapun 6 trayek tol laut Jokowi, antara lain:
- Tanjung Perak (Jawa Timur)-Tual (Maluku)-Fak-fak (Papua Barat)-Kaimana (Papua)-Timika (Papua)-Kaimana-Fak-fak-Tual-Tanjung Perak
- Tanjung Perak-Saumlaki (Maluku)-Dobo (Maluku)-Merauke (Papua-Dobo-Saumlaki-Tanjung Perak
- Tanjung Perak-Reo (Nusa Tenggara Timur/NTT)-Maumere (NTT)-Lewoleba (NTT)-Rote (NTT)-Sabu (NTT)-Waingapu (NTT)-Sabu-Rote-Lewoleba-Maumere-Reo-Tanjung Perak
- Tanjung Priok (DKI Jakarta)-Biak (Papua)-Serui (Papua)-Nabire (Papua)-Wasior (Papua Barat)-Manokwari (Papua Barat)-Wasior-Nabire-Serui-Biak-Tanjung Priok
- Tanjung Priok-Ternate (Maluku Utara)-Tobelo (Maluku Utara)-Babang (Maluku Utara)-Tobelo-Ternate-Tanjung Priok
- Tanjung Priok-Kijang (Kepulauan Riau)-Natuna (Kepulauan Riau)-Kijang-Tanjung Priok.
Lebih jauh Rizal mengatakan enam trayek tol tersebut sudah dilalui kapal laut berjadwal dari Indonesia bagian barat menuju bagian timur dan sebaliknya.
“Pemerintah masih harus mensubsidi Pelni untuk melewati jalur ini karena belum masuk hitungan ekonomis. Tapi punya manfaat besar untuk mengurangi gap antara Indonesia bagian barat dengan timur sesuai arah pembangunan Presiden Jokowi, tidak lagi berpusat di Jawa,” ucap Rizal.
Dari datanya, Menko Maritim Rizal Ramli mengatakan, harga beras sampai triplek dan semen yang dijual di Indonesia bagian timur sudah mengalami penurunan puluhan persen sebagai dampak positif dari jaringan enam trayek tol laut. Dia menyebut, harga beras dengan angkutan tol laut sudah turun 22 persen menjadi Rp 10.100 dibanding bila menggunakan angkutan swasta sebesar Rp 13.000 per Kg.
Harga bawang merah dengan angkutan swasta mencapai Rp 50.000 per kg, sementara dengan tol laut harganya lebih murah 20 persen menjadi Rp 40.000 per kg. Harga jual gula pasir turun 28 persen dari harga Rp 15.000 dengan angkutan swasta menjadi Rp 10.800 per kg dengan tol laut. Minyak goreng curah pun demikian dari Rp 15.000 menjadi Rp 12.700 per kg atau turun 15 persen.
Adapula tepung terigu yang harganya susut sampai 29 persen dari Rp 11.000 menjadi Rp 7.850 per kg apabila diangkut melalui tol laut. Kemudian daging ayam ras dari Rp 50.000 menjadi Rp 36.000 per kg atau turun 28 persen. Telur ayam ras, harganya menurun 49 persen dengan angkutan tol laut, sehingga menjadi Rp 23.000 dari sebelumnya Rp 45.000 per kg dengan angkutan swasta.
“Sedangkan harga triplek dan semen dengan angkutan tol laut menjadi masing-masing Rp 54.000 per lembar dan Rp 56.000 per sak atau turun 17 persen dan 22 persen. Sementara jika pakai angkutan swasta, harga kedua bahan ini masing-masing Rp 65.000 per lembar dan Rp 72.000 per sak,” kata Rizal.

Tidak ada komentar: