Sabtu, 18 Juni 2016

Kemana Pun Tito Karnavian Pergi, Mobil yang Ditumpanginya Antipeluru

Sabtu, 18 Juni 2016 08:31 WIB
Kemana Pun Tito Karnavian Pergi, Mobil yang Ditumpanginya Antipeluru
KOMPAS IMAGES
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Tak ada yang berbeda dari Komjen Tito Karnavian setelah diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Badrodin Haiti yang akan pensiun 31 Juli 2016 nanti.
Tito yang selama ini mudah diwawancara wartawan, juga tetap terbuka. Namun kemana pun Tito pergi, mobil yang ia tumpangi adalah mobil anti peluru.
Nama Tito diumumkan menjadi calon tunggal Kapolri dilakukan Ketua DPR RI Ade Komaruddin saat melakukan sidak ke Stasiun Gambir mengecek kesiapan mudik Lebaran 2016, Rabu (15/6/2016).
Komjen Tito yang menjabat Kepala BNPT pada Kamis (16/6/2016) tiba-tiba muncul di ruang rapat Komisi III DPR RI.
Dengan penampilan tenang, Tito yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dengan celana bahan hitam begitu santai dicegat wartawan.
Tak ada pengawalan ketat untuk Komjen Tito yang tak lama lagi menjadi orang satu di tubuh Polri. Terlihat hanya empat pria berbadan tegap berambut pendek dengan seragam safari hitam lengan panjang mengawal Tito secara terpisah.
Lima menit lamanya Tito dengan ramah meladeni cecaran pertanyaan wartawan seputar penunjukannya menjadi calon tunggal Kapolri. Bagi Tito, penunjukkan ini adalah perintah Presiden yang harus dilaksanakan.
Tito lalu melangkah kaki menuju ruang pimpinan Komisi III DPR. Ternyata di ruangan tersebut telah hadir Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso (Buwas) serta anggota Komisi III DPR.
Buwas sebelumnya disebut-sebut sebagai calon kuat Kapolri menggantikan Badrodin.
Dua jenderal polisi yang kini sama-sama masih memiliki pangkat Komjen itu lantas saling bersalaman dan berpelukan hangat.
Keduanya terlihat berbincang akrab. Seperti Tito, Buwas juga mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu celana hitam.
Tak lama kemudian, Tito-Buwas mengikuti rapat membahas rencana anggaran kerja tahun 2017 antara BNN-BNPT dengan Komisi III DPR.
Sebelum rapat yang berlangsung 30 menit ditutup, pimpinan dan anggota Komisi III DPR RI bergantian memberikan ucapan selamat untuk Tito.
Buwas pun terlihat diam dan duduk tenang menyaksikan juniornya itu tak lama lagi akan menjadi Kapolri. Seperti diketahui, Buwas adalah alumni Akpol angkatan 1984. Sedangkan Tito angkatan 1987.
Meski dilangkahi juniornya, Buwas tetap gentleman. Ia mendukung pencalonan Tito menjadi Kapolri. Bahkan Buwas menilai Tito menjadi calon yang patut untuk duduk di kursi nomor satu di tubuh Polri.
Bahkan Buwas mengajak para senior di Polri untuk mendukung Tito menyelesaikan tugas yang berat sebagai Kapolri.
"Mari kita dukung Pak Tito sebagai Kapolri," tegas Buwas.
Antipeluru
Usai rapat, Tito yang dicegat wartawan lagi-lagi meluangkan waktunya untuk diwawancara. Tak ada perlakuan khusus untuk calon Kapolri ini.
Empat pria berbadan tegap yang notabene-nya adalah pengawal pribadi Tito memberikan ruang bagi awak media untuk mendekati 'bos' nya itu.
Bahkan, awak media bisa terus mewancarai Tito hingga memasuki mobil pribadinya warna hitam di depan lobi Gedung Nusantara III DPR.
"Sudah yah, yang pertanyaannya lain nanti saja saya jawab. Karena saya belum fit and proper test (calon Kapolri)," kata Tito saat memasuki mobilnya.
Sejumlah pejabat dan staf BNPT tampak memasuki tiga mobil terpisah saat Tito memasuki mobilnya. Keempat mobil itu berjalan meninggalkan komplek Gedung DPR beriringan. Tak tampak motor voorijder mengawal mobil yang ditumpangi oleh Tito.
Kepada Tribun, seorang petugas dari BNPT yang enggan disebutkan namanya menceritakan, sejauh ini belum ada perubahan ataupun tambahan pengamanan dan pengawalan kepada Tito kendati ia telah berstatus sebagai calon Kapolri.
Bahkan, pengawalan terhadap Tito saat mendatangi gedung dewan kali ini terbilang tidak terlalu ketat. Hanya saja minibus yang ditumpangi oleh Tito menggunakan kaca anti-peluru.
"Tapi, mobil anti-peluru itu sudah digunakan sejak bapak jadi Kapolda," tuturnya.
Pemandangan itu berbeda saat Tito awal kali menjadi Kepala BNPT pada Maret 2016 lalu.
Saat itu, mobil dinas Land Cruiser yang ditumpangi oleh Tito mendapatkan pengawalan dari motor voorijder yang dikemudikan seorang polisi lalu lintas dan satu motor balap dengan dua pengawal mengenakan seragam serba hitam dan membawa senjata api. (tribunnews/fer/coz)

Tidak ada komentar: