Minggu, 12 Juni 2016

Lima Orang 'Ring 1' Presiden Mundur Jika Jokowi Calonkan Budi Gunawan Jadi Kapolri

Jokowi Lantik Budi Gunawan Kapolri Sebelum DPR Reses

JAKARTA - Bajirnya kritikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memperpanjang masa jabatan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti diyakini cukup mengusik pihak istana. Kritik ini menyebabkan Jokowi berpikir ulang untuk memperpanjang masa jabatan Badrodin Haiti.

Bahkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memprediksi Jokowi tidak berlama-lama untuk mencari pengganti Badrodin Haiti. Dia yakin, sebelum DPR memasuki masa reses Jokowi sudah melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri yang baru.

"Jokowi pilih Budi Gunawan. Sebelum DPR reses sudah ada Kapolri pengganti Badrodin," ujar Neta kepada Sindonews, Senin (13/6/2016).

Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun pada 24 Juli mendatang. Sejumlah perwira Polri yang disebut-sebut berpeluang menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti sebagai Kapolri adalah, selain Komjen Pol Budi Gunawan ada juga Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Pol Budi Waseso. (Baca: Budi Gunawan Pasrahkan Jabatan Kapolri ke Jokowi)

Kemudian Irwasum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno, Kepala Lemdikpol Komjen Pol Syafruddin dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Tito Karnavian.
Jumat, 10 Juni 2016 20:55 WIB
Lima Orang 'Ring 1' Presiden Mundur Jika Jokowi Calonkan Budi Gunawan Jadi Kapolri
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat kepolisian, Hermawan Sulistyo mengungkapkan, pencalonan Wakapolri Komjen Budi Gunawan (BG) yang pernah gagal menjadi kapolri karena tersandung kasus 'rekening gendut' di KPK, berpotensi menimbulkan pertentangan dan kegaduhan di Istana Negara dan DPR.
Informasi yang diperolehnya, lima orang pembantu atau Ring 1 Presiden akan mengundurkan diri jika Jokowi memaksakan mengajukan BG sebagai kapolri.
"BG memenuhi syarat normatif karena sudah lulus fit and proper test di DPR. Hanya saja potensi ini gaduh lagi nggak? Lalu, apakah lima pembantu presiden ini mau bekerjasama? Apa mereka tidak akan mundur? Saya kok pesimis," kata Hermawan dalam diskusi bertajuk "Mencari Sosok Kapolri: Senayan Versus Istana", di Jakarta, Jumat (10/6/2016).
"Karena saya teman-teman orang ini. Kalau presiden ngotot BG, mereka mundur. Jika mereka mundur, maka akan krisis politik. Power mereka lebih dari menteri," sambungnya.
Hermawan menolak siapa saja lima orang Ring 1 Presiden Jokowi yang akan mundur tersebut. Namun, sebelumnya dalam wawacara kepada Tribun, Hermawan menyebut sejumlah pegiat antikorupsi, seperti mantan pimpinan KPK Johan Budi SP dan Teten Masduki, menjadi beberapa orang pemberi masukan ke presiden.
Menurut Hermawan, Presiden Jokowi bakal diuji dalam pergantian Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang pensiun 24 Juli 2016 atau genap 58 tahun.
Pergantian kapolri kali ini tidak sebatas pemenuhan kriteria si calon, melainkan faktor akseptibilitas calon di lingkaran Istana Negara dan DPR.Hingga berita ini diturunkan, Tribun belum mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan oleh Hermawan.

Nama Wakapolri Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri terus didengungkan dari para anggota DPR dari PDI Perjuangan, dengan alasan kapabilitas dan telah lulus fit and proper test pada pencalonan di Senayan sebelumnya.
"Kalau (di Istana Negara) nggak gaduh dan BG diangkat, maka yang senang kan PDIP," ujarnya.
"Kalau Jokowi tidak pilih BG, apa nggak makin PDIP ngambek," sambungnya.
Menurut Hermawan, Presiden Jokowi selaku pemegang hak prerogatif penentu kapolri bisa saja mengesampingkan 'intervensi' elit partai pengusungnya, PDI Perjuangan, dan menentukan pilihan sendiri.
Hal itu bisa terjadi. Apalagi, saat ini Partai Golkar pimpinan Setya Novanto terang-terangan memberikan dukungan untuk Jokowi sebagai capres pada Pilpres 2019 mendatang.
Meski demikian, lanjut Hermawan, pergantian kapolri kali ini 'Hanya Jokowi dan Tuhan yang tahu'.
"Kalau mau putus (dengan PDIP), putus aja sekalian. Tapi, saya sulit nebak gaya Jawa Jokowi," akunya.

Tidak ada komentar: