Minggu, 12 Juni 2016

Penampakan "Tiga Matahari" Muncul di Langit Rusia

KAZAN - Fenomena penampakan “tiga matahari” muncul di langit Kota Kazan, Rusia. Penampakan tiga matahari itu merupakan ilusi optik akibat pantulan dari kristal es ke lapisan atmosfer di Kota Kazan. Fenomena penampakan “tiga matahari” itu biasa disebut sebagai ilusi “sundog”. Pemandangan itu terekam video yang dilansir Daily Telegraph pada 17 Maret 2016 lalu. Langit di Kota Kazan pada saat itu terlihat ada matahari asli bersinar dan “diapit” dua matahari ilusi di sisi kanan dan kiri.  Kejadian “sundog” bisa dibuat ketika cahaya dari matahari dipantulkan oleh kristal es di lapisan atmosfer.Penampakan langka seperti terjadi pada bulan Januari. Namun, penampakan yang jauh lebih besar pernah terjadi pada bulan Desember di Kanada, tepatnya di Winnipeg, Manitoba, menyusul badai salju besar yang melanda kota itu.
 Hasil gambar untuk matahari di Rusia
Liputan6.com, Kazan - Sebuah fenomena alam unik memicu penampakan 3 'matahari' ketika dipandang dari suatu kota di Rusia. Seorang warga kemudian merekam penampakan langka tersebut.
Disimak dari video Newsflare pada Jumat (18/3/2016), warga kota Kazan di Rusia merekam fenomena langka tersebut pada pertengahan bulan Januari lalu.Penjelasan video menyebutkan bahwa fenomena unik itu langka dan hanya bisa terjadi pada musim dingin ketika kristal-kristal es berada di atmosfer.
Tidak seperti gerhana matahari, fenomena 3 matahari ini tidak bisa diramalkan. Namun demikian, penampakan itu bisa terjadi beberapa kali selama musim dingin.
Sementara itu, dikutip dari laman University of Illinois, terdapat penjelasan tentang matahari ‘palsu’ ini, yang kerap dikenal dengan istilah parhelia.
Parhelia adalah titik berwarna cerah, baik di satu sisi ataupun dua sisi matahari. Parhelia terjadi ketika sinar matahari dibelokkan oleh kristal-kristal es gepeng bersegi enam (heksagonal) mendatar yang berukuran lebih dari 30 mikrometer.

Matahari ‘palsu’ ini terlihat ketika matahari berada di dekat ufuk dan pada bidang mendatar yang sama dengan seorang pengamat serta kristal-kristal es di atmosfer.
Ketika sinar matahari melintasi kristal es, cahaya itu dibelokkan 22 derajat sebelum tiba di mata kita, sehingga seakan terlihat ada matahari ‘lain’.
Berbeda dengan pendar ‘halo’ pada matahari, cahaya matahari pada fenomena ‘halo’ dibelokkan 22 derajat oleh kristal-kristal es yang tidak seluruhnya dalam posisi mendatar (horizontal).

Tidak ada komentar: