Senin, 08 Agustus 2016

Masuk Kabinet Kerja, Ini Celoteh Para Menteri Baru Jokowi

\HOT BISNIS: Masuk Kabinet Kerja, Ini Celoteh Para Menteri Baru Jokowi\
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pada Rabu 27 Juli 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perombakan kabinet kerja atau reshuffle. Setidaknya ada sembilan menteri atau kepala lembaga bidang ekonomi yang di-reshuffle Jokowi.
Visi, misi dan target dilontarkan para menteri baru ini untuk menjalankan roda pemerintahan sesuai keinginan Jokowi. Selain itu, celoteh-celoteh lucu juga terlontar dari mulut para menteri baru ini, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Ibu Ani sapaan akrab Sri Mulyani pun menyebut sangat enak menjadi menteri yang Presidennya Jokowi. Menurut Ani, kerjaannya akan menjadi ringan, karena sebagian besar Presiden sudah mengerjakan tugas tersebut.
"Saya pulang ke Indonesia enak banget punya Presiden Pak Jokowi. Tadinya saya pikir kerjaannya berat banget, tapi sebagian besar sudah dikerjakan Presiden. Jadi, saya pembantu Presiden," tutur Bu Ani di JIExpo Kemayoran, Senin 1 Agustus 2016.
Berbeda dengan Ibu Ani, Menteri ESDM Arcandra Tahar menyebut, namanya cukup aneh. Hal ini dikatakan Arcandra saat pengenalan dengan media di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 29 Juli 2016.
Dia mengatakan, sebagai orang baru di keluarga Kementerian ESDM, sudah selayaknya memperkenalkan diri. Untuk itu, pada hari ini Kementerian ESDM menyiapkan waktu bincang santai dengan para awak media.
"Saya berbahagia tentu hari ini. Boleh dibilang saya orang baru, maka selayaknya saya memperkenalkan diri. Nama saya Arcandra Tahar. Namanya emang aneh, karena saya orang Padang. Karena orang Padang itu namanya aneh-aneh," ujarnya.
Arcandra menambahkan, agar tidak salah dalam penulisan nama, maka perlu dipertegaskan soal nama menteri baru ini.
"Arcandra itu dalam ejaanya tidak ada huruf "H". Untuk Tahar, huruf "H" hanya di tengah dan tidak ada dua ya. Kalau di sana (Amerika Serikat) saya dipanggil Mr Tahar, kalau di rumah dipanggil Ar. Tapi secara umum saya dipanggil Candra. Seperti Pak Presiden panggil saya "Mas Candra," terangnya.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan yang baru Budi Karya Sumadi langsung tancap gas dan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan Ignasius Jonan di Kementerian Perhubungan.
Budi membeberkan program kerja 100 harinya. Ada beberapa program akan menjadi fokus mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini.
Pertama, Budi menjelaskan adalah soal proses kemandirian operasional terhadap Unit-Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Pasalnya, dengan UPT menjadi BLU praktis tidak akan ada lagi operasional yang berjalan secara sendiri-sendiri.
Kemudian, pihaknya akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pihak swasta untuk bisa mengelola dan bekerja sama dengan pemerintah.
Program lain yang akan diprioritaskan oleh dirinya dalam kurun waktu tiga bulan ke depan adalah terkait ide reaktivasi rel-rel kereta api.
(dni)

Tidak ada komentar: