Kamis, 29 September 2016

Arema Cronus vs Mitra Kukar: Peluang Besar Mencuri Poin di Gajayana


Mampukah Mitra Kukar memberikan Arema Cronus kekalahan lagi? Atau Arema akan membalas dendam di Gajayana nanti? Renalto Setiawan memberikan previewnya...
Jumat (30/9/16) malam, dalam gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A pekan ke-21, akan terjadi pertandingan menarik antara Arema Cronus melawan Mitra Kukar di Stadion Gajayana, Malang. Apalagi, kedua tim sedang berada dalam performa terbaiknya. Pasalnya, dalam tiga pertandingan terakhir di ISC A baik Arema maupun Mitra Kukar tak pernah sekali pun menelan kekelahan. Sementara Arema Cronus berhasil meraih dua kali kemenangan dan satu kali hasil imbang, Naga Mekes, julukan Mitra Kukar, selalu berhasil meraih angka penuh.
Dalam pertandingan nanti, Arema mungkin masih tak bisa diperkuat beberapa pemain andalan mereka. Hendro Siswanto masih menepi karena cedera. Sementara itu, kendati sudah mulai berlatih, Kurnia Meiga dan Kadek Wardana, dua penjaga andalan gawang Arema, masih diragukan untuk tampil pada hari Jumat nanti. Dengan situasi seperti itu, Milomir Seslija, pelatih Arema, kemungkinan besar masih akan mengandalkan Achmad Kurniawan untuk menjaga gawang Singo Edan, julukan Arema Cronus. Meski demikian, ada angin segar yang seharusnya bisa membuat Seslija semringah: Johan Alfarzi dan Raphael Maitimo, dua pemain andalan Arema yang absen saat menghadapi Bhayangkara FC pada pekan ke-20 lalu, dipastikan bugar saat menghadapi Mitra Kukar Nanti.

Sementara itu, Mitra Kukar datang ke Malang dengan skuat terbaiknya. Bayu Pradana dan Septian David Maulana, dua pemain andalan Mitra Kukar, dipastikan merapat ke Malang setelah menjalani pemusatan latihan tim nasional di Solo. Kepastian tersebut membuat Jafri Sastra lega. Hal ini terjadi karena pelatih asal Sumatera Barat tersebut membutuhkan jasa kedua pemain tersebut guna memenuhi targetnya untuk mencuri angka di Malang. Di lini depan, Marlon da Silva yang baru saja mencetak hattrick ke gawang PS TNI juga dalam kondisi prima dan dipastikan siap untuk membongkar rapatnya pertahanan Arema.
Dengan karakter kedua pelatih yang mirip, di mana keduanya sering mengutamakan kedisiplinan para pemainnya, organisasi permainan yang apik, dan transisi dari menyerang ke bertahan yang sempurna, pertandingan nanti sepertinya tidak akan berlangsung secara terbuka. Konsentrasi para pemain dan kesalahan-kesalahan kecil akan sangat memengaruhi hasil akhir pertandingan. Meski demikian, sebagai tuan rumah, Arema tentu saja akan berusaha untuk mendominasi permainan sejak awal-awal pertandingan. Alfarizi akan memberikan tambahan opsi serangan dari sisi kiri. Sementara itu, keberadaan Maitimo di lini tengah akan memberikan kebebasan bagi Kalmar Nicholas, gelandang Arema, untuk lebih sering membantu serangan Arema dari lini kedua. Pada pekan ke-20 lalu, assist ciamik gelandang asal Australia tersebut sukses membuat Cristian Gonzales mencetak gol kemenangan Arema atas tuan rumah Bhayangkara FC. Visi permainan Kalmar akan sangat berguna bagi Esteban Viscarra dan Marcio Teruel, dua gelandang serang Arema, yang kemungkinan akan dijaga ketat oleh Bayu Pradana dan Asri Akbar.
Kemudian, hal yang patut diwaspadai Arema Cronus dari Mitra Kukar pada pertandingan nanti adalah gaya permainan Bayu Pradana dkk. yang seperti anti-taktik bagi Arema. Mitra Kukar sering menggunakan kombinasi pemain sayap yang cepat dan cerdas. Di sisi kiri, Septian David Maulana mempunyai kesadaran akan ruang, sedangkan di sisi kanan, Hendra Bayauw memiliki kecepatan dan kemampuan individu yang mumpuni. Menghadapi Septian David, Benny Wahyudi, full-back kanan Arema yang biasanya lemah dalam positioning, harus selalu berkonsentrasi penuh. Sedangkan Alfarizi harus selalu berhati-hati dalam membantu serangan jika posnya di sisi kiri pertahanan Arema tidak ingin dianeksasi oleh Bayauw. Perlu diketahui, kecepatan dan aksi individu yang dimiliki Bayauw berperan besar terhadap dua gol Mitra Kukar ke gawang PS TNI pada pekan ke-20 lalu.
Selain mengandalkan para pemain sayap, di mana Arema cenderung lemah di posisi tersebut, Mitra Kukar juga bagus dalam memanfaatkan umpan silang. Hampir semua gol yang diciptakan Mitra Kukar dalam tiga pertandingan terakhir mereka terjadi melalui tandukan-tandukan para pemainnya – tandukan Bayu Pradana menghasilkan satu gol dan tandukan Marlon da Silva menghasilkan dua gol. Dengan pendekatan seperti itu, meskipun mahir dalam duel udara, Goran Ganchev dan Hamka Hamzah, duet center-back Arema, harus selalu hati-hati saat pemain-pemain Mitra Kukar melakukan umpan silang ke dalam kotak penalti Arema. Jika tidak, Marlon da Silva kemungkinan besar akan membuat mereka tertunduk lesu saat wasit mengakhiri jalannya pertandingan.
image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/20160515-gts-tsc-week4-wm-mitra-kukar-arema-cronus_3_0.jpg?itok=PzSFvAx_
Arema memang diunggulkan, tetapi Mitra Kukar bisa saja mencuri perhatian pada akhir pertandingan nanti. Bagaimanapun tiga kekalahan yang diderita Arema Cronus di ISC A sejauh ini, salah satunya disebabkan oleh perlawanan sengit Mitra Kukar.
Prakiraan susunan pemain
Arema (4-2-3-1)
Achmad Kurniawan; Beny Wahyudi, Goran Ganchev, Hamka Hamzah, Johan Alfarizi; Raphael Maitimo, Kalmar Nicholas, Esteban Viscarra, Marcio Teruel, Okto Maniani; Cristian Gonzales
Mitra Kukar (4-2-3-1)
Gerri Mandagi; Michale Orah, Dedi Gusmawan, Arthur Cunha, Saepuloh Maulana; Bayu Prandana, Asri Akbar, Hendra Bayauw, Septian David Maulana, Anindito Wahyu; Marlon da Silva

Tidak ada komentar: