Kamis, 22 September 2016

Arema dan Aremania Tak Sejalan soal Pemakaian Stadion Gajayana

Iwan Setiawan
Para pemain Arema Cronus berlatih jelang laga menghadapi Sriwijaya FC pada Piala Jenderal Sudirman di Stadion Gajayana, Malang, Jumat (20/11/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)Aremania ingin Arema bermarkas di Stadion Gajayana. Bagaimana dengan Arema? (Bola.com/Iwan Setiawan)
Bola.com, Malang - Jelang pekan ke 21-Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, Arema Cronus dikabarkan bakal menggunakan Stadion Gajayana sebagai markas tim. Sebab, pertandingan melawan Mitra Kukar (30/9/2016) itu akan digelar pada jam 21.00 WIB.
Rencana menggunakan Gajayana sebagai kandang sementara menggantikan Stadion Kanjuruhan tidak lepas dari dorongan Aremania. Lewat media sosial, para suporter fanatik itu berhasrat Arema main di Gajayana jika kick-off larut malam.
Alasannya, lokasi Stadion Gajayana lebih strategis, yakni di tengah Kota Malang sedangkan Stadion Kanjuruhan lokasinya 45 menit dari pusat Kota Malang.
Pada beberapa pertandingan kandang terakhir Arema di Kanjuruhan, jumlah penonton yang datang tidak begitu banyak. Disinyalir Aremania malas ke Kanjuruhan karena faktor jarak dan pertandingan disiarkan langsung.
Namun, keinginan Aremania agar timnya bermain di Gajayana ternyata tidak sejalan dengan pemain dan pelatih Arema. Sebab, kondisi lapangan dinilai tidak layak, keras, dan banyak permukaan yang tidak rata. "Lapangan tidak bagus. Tidak menunjang permainan," kata Milomir Seslija.
Pemain Arema, Hendro Siswanto, yang kini tengah cedera lutut juga setuju dengan Milo. Saat latihan saja pemain sudah banyak yang mengeluh, apalagi saat pertandingan.
"Kalau dilihat detail, ada beberapa permukaan yang tidak ditumbuhi rumput dan bergelombang. Tanahnya juga keras, jadi kaki terasa sakit setelah latihan di sana. Bisa membuat pemain mudah cedera," ungkap Hendro.
Sementara kiper Arema, Kurnia Meiga, justru mempertanyakan kelayakan bangunan markas klub Persema Malang tersebut. Lantaran sudah lama tidak dipergunakan, Meiga khawatir bangunan tidak sekokoh dulu.
"Coba saja tanya kepada Aremania yang biasanya duduk di tribune. Kalau penuh, katanya di sekitar papan skor goyang-goyang bangunannya. Bahaya kalau Arema main di sana dan stadion penuh bisa roboh," kata kiper yang kini juga tengah cedera itu.
Sebelumnya, manajemen Arema sempat melakukan peninjauan untuk menilai layak atau tidaknya Stadion Gajayana untuk menggelar pertandingan TSC. Namun, hingga kini beberapa kendala seperti terbatasnya area parkir, lapangan, hingga beberapa ruangan untuk persyaratan pertandingan belum diperbaiki pengelola stadion

Tidak ada komentar: