Sabtu, 03 September 2016

Massa Desak KPK dan Kejagung Usut Skandal Korupsi Sandiaga Uno

Massa Desak KPK dan Kejagung Usut Skandal Korupsi Sandiaga Uno
Warta Kota
Stefanus sudah jadi tersangka, mengapa Sandiaga, yang sudah diperiksa juga belum ditetapkan sebagai tersangka, mengapa sampai saat ini, kasus tersebut mangkrak, demikian alasan demonstrasi yang dilakukan massa. 
WARTA KOTA, PALMERAH -- Ratusan orang, yang tergabung dari Gerakan Masyarakat dan Kader HMI Jakarta berunjuk rasa di Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka mendesak agar lembaga tersebut segera menangkap Sandiago Uno yang diduga terlibat korupsi Pembangunan Depo Minyak di Banten yang merugikan negara US $ 6,4 juta.

Kordinator Aksi, Aziz mempertanyakan kedua lembaga tersebut kenapa belum juga menuntasakan kasus dugaan korupsi. Padahal, dugaan kasus korupsi yang melibatkan Komisaris PT Pandanwangi Sekaratji (PWS), Stefanus Ginting. Dan Sandiaga menurut yang waktu itu sebagai Direktur Utama juga pernah diprosea

"Stefanus sudah jadi tersangka, kenapa Sandiaga yang sudah diperiksa juga belum ditetapkan sebagai tersangka. Kenapa sampai saat ini, kasus tersebut mangkrak," kata Aziz saat orasi di Kejaksaan Agung, Kamis (1/9/2016).


Korupsi sebesar itu lanjut Aziz kenapa didiamkan oleh penegak hukum. Padahal, warga Jakarta butuh kejelasaan karena Sandiaga Uno merupakan calon gubernur yang akan diusung oleh Partai Gerindra.

"Waktu itu juga, Sandiaga kerap dipanggil oleh penyidik bareskrim. Tapi yang bersangkutan kerap mangkir. Padahal jelas, berbagai saksi mengarah ke nama Sandiaga Uno," tegasnya.

Dalam tuntutannya Kader HMI ini meminta agar Ketua KPK dan Jaksa Agung untuk segera keluarkan surat perintah penyidikan kepada Sandiaga Uno dalam dugaan kasus korupsi yang merugikan negara US $ 6,4 juta.

"Jaksa Agung barua harus segera melanjutkan kasus korupai yang jelas jelas melibatkan Sandiaga. Kami juga mendesak agar Sandiaga segera ditangkap. Aparat hukum, jangan pernah takut dengan oknum pejabat yang melindungi Sandiaga Uno," ujar Aziz.

Tidak hanya itu, Aziz juga meminta kepada Partai Gerindra untuk mempertimbangkan lagi pencalonan Sandiaga Uno. Karena jika dipaksakan, akan berakibat buruk bagi populeritas partai.

"Sebaiknya Gerindra membatalkan pencalonan Sandiaga, karena masih banyak calon-calon lain yang bersih dan punya trackrecord bagus," ungkapnya.

DKI Jakarta sebagai barometer politik nasional, maka sudah sepantasnya partai untuk mengusung calon yang benar-benar bersih tidak terlibat korupsi apalagi pengempalang pajak.

"Sandiaga adalah sosok muda, tapi sayang trackrecordnya buruk. Tidak pantas dirinya memimpin Jakarta. Kami mendesak, agar Gerindra membatalkan Sandiaga sebagai bakal calon gubernur," lanjut Aziz.
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota

Tidak ada komentar: