Kamis, 29 September 2016

Rupiah Menguat Tembus ke Kisaran Rp 12.900 Per Dollar AS, Ada Apa?

Selasa, 27 September 2016 | 13:55 WIB
Thinkstock Ilustrasi rupiah
JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah hingga perdagangan siang ini, Selasa (27/9/2016), menguat ke kisaran Rp 12.900 per dollar AS. Di pasar spot, rupiah diperdagangkan pada level Rp 12.936 per dollar AS.
Nah, apa yang terjadi hingga rupiah menguat cukup signfikan? Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual mengungkapkan, penguatan rupiah pada hari ini tidak lepas dari faktor regional.
Menurut David, beberapa mata uang di kawasan regional Asia mengalami penguatan terhadap dollar AS. Ia menyebut, sebagai contoh mata uang won Korea Selatan dan baht Thailand mengalami penguatan, tetapi rupiah merupakan salah satu yang mengalami penguatan tertinggi.
"Ini sebenarnya faktor regional. Rupiah yang salah satunya penguatan tertinggi, di bawah won Korea," kata David saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/9/2016).
David menjelaskan, salah satu faktor penguatan mata uang negara-negara berkembang di kawasan Asia adalah rilis data perekonomian AS. Ia menyatakan, data penjualan ritel dan perumahan di AS yang dilaporkan mengalami penurunan membuat dollar AS melemah.

Selain itu, debat capres AS yang dilangsungkan pada Senin (26/9/2016) malam waktu setempat juga mendorong penguatan mata uang negara-negara emerging markets.
David menyebut, investor sudah melakukan perhitungan bahwa Hillary Clinton unggul dibandingkan rivalnya, Donald Trump.
"Ada juga faktor debat capres AS. Investor sudah price in Clinton yang akan menang," jelas David.
Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Tidak ada komentar: