Minggu, 16 Oktober 2016

7 Pemain Haus Gol Pendukung Skema Ofensif Timnas Indonesia

Bola.com, Jakarta - Keluhan soal minimnya striker haus gol sempat dilontarkan Alfred Riedl beberapa bulan silam saat mengiyakan tawaran PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia buat kepentingan tampil di Piala AFF 2016. Pelatih asal Austria menyebut opsi pilihan di lini depan Tim Merah-Putih amat sedikit.
 8 Pemain Kartu As Alfred Riedl di Timnas Indonesia Proyeksi AFF
Berlimpahnya pemain-pemain asing berposisi sebagai penyerang di pentas kompetisi kasta elite membuat striker-striker lokal tersudut. Banyak di antara mereka kehilangan kesempatan bermain karena pelatih di klubnya memilih cara aman.
Dihadapkan tuntutan beban berat kewajiban berprestasi dari manajemen klub, para pelatih akhirnya pragmatis memilih bomber-bomber impor.
Sejatinya jumlah striker lokal dengan standar kualitas di atas rata-rata di Indonesia terhitung sedikit. Hal itu bisa terlihat dari barisan nama pemain yang jadi pencetak gol terbanyak di pentas kompetisi kasta elite di hampir tiap musim.
Praktis hanya seorang Boaz Solossa yang bisa menerobos persaingan elite pemain tertajam. Ia tercatat sebagai Top Scorer Indonesia Super League musim 2008-2009, 2010-2011, dan 2013.
Ada nama lain yang juga unjuk ketajaman yakni Cristian Gonzales yang jadi pemain paling tajam pada musim 2005, 2006, dan 2007-2008. Akan tetapi awalnya ia berstatus sebagai pemain asing asal Uruguay, sebelum akhirnya dinaturalisasi jelang Piala AFF 2010.
Nama terakhir penyerang lokal yang masih aktif menjadi top scorer kompetisi adalah Bambang Pamungkas di Liga Indonesia 1999-2000 serta Ferdinand Sinaga di ajang Indonesia Primer League 2012.
Bambang Pamungkas jadi satu-satunya pemain paling stabil soal produktivitas mencetak gol di Timnas Indonesia. Pada periode 1999–2012 ia mengoleksi 37 gol buat Tim Merah-Putih. Belum ada pemain lain yang terlihat bisa stabil seperti Bepe, yang memutuskan pensiun pasca Piala AFF 2012.
Agak ironis rasanya karena di era-era sebelumnya Timnas Indonesia tidak pernah kekurangan striker-striker berkelas. Ramang, Bambang Nurdiansyah, Sucipto Suntoro, Ricky Yakobi, Widodo C. Putro, Rochy Putiray, Miro Baldo Bento dan Kurniawan Dwi Yulianto adalah sederet penyerang yang jadi macan gol Tim Garuda dari masa ke masa.
Namun, kekhawatiran Alfred Riedl pelan-pelan mulai terpinggirkan. Ia mulai menemukan figur-figur predator yang diandalkan untuk mendukung strategi menyerang. Mereka itu tak semua di posisi sebagai penyerang tengah, tapi juga winger atau gelandang serang.
Bola.com mencatat ada tujuh pemain berkarakter menyerang yang berpotensi menjadi pemain paling produktif di Timnas Indonesia. Siapa-siapa saja mereka?

Tidak ada komentar: