Selasa, 25 Oktober 2016

Dimas Kanjeng Taat Pribadi Punya Tiga Istri

laila-istri-kedua-dimas-kanjeng-berfoto-dengan-dua-anak-mereka
laila-istri-kedua-dimas-kanjeng-berfoto-dengan-dua-anak-mereka.
KRAKSAAN – Dimas Kanjeng Taat Pribadi, pembina Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, dikenal punya banyak istri. Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Bromo, Dimas Kanjeng memiliki tiga istri. Istri pertama, Rahma Hidayati tinggal di Padepokan yang berada di Desa Wangkal, Kecamatan Gading.
Istri kedua, yaitu Laila, 32, tinggal di Perumahan Jatiasri Nomor G-9, Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan. Lalu istri ketiga, yaitu Mafeni, tinggal di Dusun Karangdampet, Desa Kebonagung,  Kecamatan Kraksaan.
Rahma sendiri berasal dari Desa Wangkal, Kecamatan Gading. Sedangkan Laila, berasal dari Desa Nogosaren, Kecamatan Gading. Kemudian Mafeni adalah warga Desa/Kecamatan Krejengan. Semuanya masuk wilayah Kabupaten Probolinggo.
berkunjung ke rumah istri ketiga Dimas Kanjeng, Mafeni. Namun, rumah  mewah  berukuran besar di Dusun Karangdampet, Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, itu tampak  tak berpenghuni.
Gerbang rumah pun terkunci. Berdasarkan penjelasan tetangga sekitarnya, rumah itu mulai kosong atau ditinggal oleh Mafeni sejak kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi mencuat. Suyanti, tetangga Mafeni mengatakan, sudah dua tahun Mafeni menjadi warga Dusun Karangdampet.
Namun, selama dua tahun itu, tetangga kurang mengenal sosok Mafeni. Sebab, Mafeni hampir tidak pernah bergaul atau bermain ke rumah tetangga sekitar. Bahkan, sebagian tetangganya tidak pernah mengenal atau mengetahui wajah Mafeni seperti apa.
”Mulai kosong tidak ada penghuninya, setelah kasus Dimas Kanjeng itu ramai. Ya, dalam bulan-bulan sekarang ini,” katanya. Namun, suasana berbeda terlihat di rumah istri kedua Dimas  Kanjeng Taat Pribadi, Laila. Gerbang rumah mewah di Perumahan Jatiasri, Kebon Agung, itu  dalam keadaan tidak terkunci.
Bahkan, pintu utama rumahnya terbuka setengah. Menunjukkan,  rumah itu ada penghuninya.  Jawa Pos Radar Bromo pun bertamu ke rumah itu. Laila, istri ke dua Dimas Kanjeng dengan terbuka mempersilahkan koran ini masuk ke ruang tamu dan berbincang-bincang.
Laila mengungkapkan, dirinya menikah  dengan Dimas Kanjeng pada tahun 2006. Saat itu, dia dikenalkan oleh saudaranya pada Dimas Kanjeng.  Laila mengaku, saat itu dirinya tahu bahwa Dimas Kanjeng sudah punya istri bernama Rahma Hidayati.
Saat awal menikah, dia tinggal di Perumahan Kebonagung di belakang Stadion Kraksaan. Kemudian, tahun 2009 pindah ke Perumahan Jatiasri yang sampai   saat ini ditempati. ”Istri sahnya hanya saya sebagai istri kedua dan Bu Rahma sebagai istri pertama. Kalau Mafeni itu, istri siri. Saya tidak pernah tahu Mafeni itu kayak apa,” katanya.
Laila sendiri mengaku, bersedia menikah dengan Dimas Kanjeng karena lelaki itu dinilainya tampan. Lebih dari itu, Laila banyak mendengar dan mengenal bahwa Dimas Kanjeng adalah pribadi yang baik. Dimas Kanjeng dikenal suka  memberi santunan pada orang   tidak mampu dan membutuhkan.
”Bapak sering mengajarkan untuk memberikan santunan dan sedekah. Itu yang diutamakan untuk bisa membantu sesama,”  ujarnya. Karena itu, Laila menganggap, apa yang terjadi saat ini adalah  sebuah ujian dari Allah.
Dia pun  meyakini, Allah memberikan ujian ini karena hambanya di-anggap mampu menghadapi ujian tersebut. Laila juga menilai, semua yang terjadi berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah juga. Tidak ada satu orang pun yang  tahu apa yang akan terjadi, termasuk dirinya dan peristiwa yang dialami suaminya saat ini.
”Saya percaya kalau Bapak itu  bisa mengeluarkan uang. Karena saya pernah lihat langsung di rumah ini. Tapi, sangat jarang.  Yang sering itu di Padepokan.  Tapi, saya tidak pernah tahu kalau di Padepokan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kebonagung Widi Purwanto saat ditemui di ruang kerjanya membenarkan dua istri Dimas Kanjeng Taat Pribadi tercatat sebagai warga di desanya. Mereka tinggal di dusun yang  berbeda.
Tetapi, dirinya hanya mengenal Laila, istri kedua Dimas Kanjeng. Sementara dengan Mafeni, Widi mengaku tidak pernah bertemu atau kenal. ”Semua tercatat sah secara administrasi kependudukan sebagai warga desa sini (Kebonagung). Mereka sudah mengurus semua dan memiliki kartu keluarga (KK). Tapi, tidak ada nama Dimas Kanjeng di KK itu,” terangnya.
Sejauh ini, dikatakan Kades, dirinya mengenal Laila sebagai warga yang baik dan bermasyarakat. Bahkan, tidak jarang  sering berpartisipasi dalam kegiatan desa. Selain itu, tiap Hari Raya Idul  Fitri, Laila biasa memberi 2 kuintal beras untuk dibagikan  pada warga tidak mampu.
”Kalau Laila itu tinggal di sini sudah 5 tahun lebih. Untuk Mafeni ini baru sekitar 2 tahunan tingal di sini,” ujarnya. (radar)

Tidak ada komentar: