Sabtu, 08 Oktober 2016

Eks personil One Direction, Zayn Malik dilanda 'kecemasan parah'

7 Oktober 2016  Image caption Olly Murs mengatakan, Zayn akan menjadi penyanyi hebat jika ia mampu melewati tahapan-tahapan dalam sebuah pertunjukkan.
Penyanyi Olly Murs memberikan dukungan kepada mantan personil grup musik One Direction, Zayn Malik yang menarik diri dari sejumlah konser karena menderita "ansietas yang parah".
"Jelas ini merupakan salah satu ketakutan terburuk saya dan hati saya bersama Zayn," kata Murs kepada BBC News.
Sang bintang menjalin pertemanan dengan anggota One Direction tersebut lewat acara ajang pencarian bakat X Factor, di mana secara berturut-turut mereka meraih posisi kedua.
Ia mengatakan, Malik mengalami ansietas atau kecemasan berlebihan sejak dirinya memutuskan menjadi penyanyi solo awal tahun ini.
"Saya bersimpati padanya, karena ia sudah menggelar tujuh atau delapan tur di seluruh dunia dan ia selalu dikelilingi oleh teman-temannya," kata Murs.
"Kini, ia didera ansietas yang menakutkan sehingga dirinya harus mundur dari pentas tanpa kehadiran teman-temannya."
Tahun ini saja, Malik telah membatalkan pertunjukannya di Autism Rocks Arena di Dubai dan Summertime Ball di Stadion Wembley.
"Sayangnya, rasa cemas yang saya alami telah menghantui saya selama beberapa bulan terakhir sehingga takut tidak mampu tampil baik," kata Malik kepada para penggemarnya mundur dari pertunjukan terakhir.
"Saya tahu orang-orang yang menderita ansietas akan memahami dan saya berharap mereka yang tidak mengalaminya, bisa berempati dengan situasi saya.".
Murs mengatakan bahwa besarnya konser bisa jadi merupakan akar dari ketakutan Malik.
"Ia harus mulai dari teater-teater atau acara-acara yang lebih kecil di mana ia dapat membangun rasa percaya dirinya lagi. Jika ia berhasil melewatinya dan mulai untuk pentas lagi, maka ia akan menjadi penyanyi yang hebat,"katanya.
Malik bukanlah satu-satunya bintang pop yang menderita kecemasan berlebihan. Penyanyi Selena Gomez, baru-baru ini membatalkan tanggal yang tersisa dari tur dunianya, setelah menderita kecemasan dan depresi yang merupakan efek samping dari Lupus, penyakit yang disebabkan oleh reaksi kekebalan tubuh.
Justin Bieber juga mengatakan jadwal turnya membuat ia "lelah secara mental dan emosional hingga ke titik depresi". Ia kemudian membatalkan sesi "perjumpaan" dengan para penggemarnya sebelum dan sesudah pertunjukannya.
"Anda harus bersimpati dan jujur kepada orang-orang itu," kata Murs. "Anda harus ingat mereka masih muda dan menghadapi tekanan yang begitu besar.
"Orang-orang telah membeli tiket dan mereka ingin Anda menghibur mereka. Ini bisa membuat Anda tertekan."
Penyanyi itu juga mengakui bahwa ia punya pengalaman yang "sulit" saat tur, tetapi ia mencoba untuk mengatasinya.
"Saya tidak mengeluh tentang hal itu karena ini adalah pekerjaan kita. Kita dibayar untuk pertunjukkan," katanya, sambil menunjuk sebuah poster di dinding kantor manajemen perusahaannya yang berbunyi: "Tidak merengek".
"Merengek dan merengek, Anda tidak boleh merengek," lanjutnya. "Anda hanya harus melakukannya."

Tidak ada komentar: