Senin, 31 Oktober 2016

Gerindra usung Prabowo maju lagi Pilpres 2019, apa komentar PDIP?

Usung Prabowo lagi, Gerindra tak takut aturan main Pilpres 2019

Reporter : Randy Ferdi Firdaus | Jumat, 16 September 2016 10:34
Usung Prabowo lagi, Gerindra tak takut aturan main Pilpres 2019
Jokowi bertemu Prabowo. ©2015 merdeka.com/istimewa
Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanMerdeka.com - Partai Gerindra memastikan untuk kembali mencalonkan Prabowo Subianto sebagai presiden di Pilpres 2019. Optimis tak bakal mengalami kekalahan seperti 2014, Gerindra tak takut aturan main di Pemilu 2019 yang saat ini tengah disusun pemerintah dalam Revisi UU Pemilu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, partainya ikut saja kesepakatan partai-partai lain untuk menentukan aturan main pemilu 2019, khususnya soal threshold. Gerindra tak takut, kata dia, berapa pun syarat partai lolos ke parlemen dan bisa mencalonkan presiden.

"Ada yang mau 3,5 persen, ada yang mau 7 persen, Gerindra sih berapa pun oke," kata Fadli Zon saat berkunjung ke merdeka.com, Kamis (15/9) kemarin.

Soal partai yang berhak mengajukan calon presiden dan wakil presiden, Fadli melihat, dalam sistem serentak, parpol yang lolos parlemen 2014 berhak mengajukan calon presiden dan wakil presiden. Sehingga, ada kemungkinan 10 pasang calon presiden dan wakilnya di Pemilu 2019.

"Nanti terserah partai mau gabung atau nyalonkan (capres) sendiri," tambah Fadli.

Yang jelas, kata dia, Gerindra akan mengusung kembali Prabowo Subianto. Dia pun tak menutup peluang partai lain ingin bergabung mendukung mantan Danjen Kopassus tersebut.

"Nanti tinggal mencari wakilnya," jelas dia.

Hanya saja untuk legislatif, Fadli ingin dilakukan proporsional terbuka seperti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2008. Sebab jika proporsional tertutup, partai yang menentukan kadernya untuk masuk ke DPR.

"Nanti yang akan jadi (Caleg) nomor 1, meskipun yang kerja nomor 7 atau nomor 6. Karena suaranya akan ditampung nomor 1. Karena itu yang terbaik proporsional terbuka," jelas Fadli.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah menyiapkan draft revisi UU Pemilu. DPR sendiri telah menantikan draft RUU Pemilu tersebut diserahkan oleh pemerintah, sehingga bisa langsung membahasnya di Komisi II DPR.

Ini komentar PDIP bila Prabowo kembali maju di Pilpres 2019

Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah | Sabtu, 17 September 2016 02:32
Ini komentar PDIP bila Prabowo kembali maju di Pilpres 2019
MatahariMall dukung Nusantara Polo Club. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanMerdeka.com - Pemilu Presiden 2019 masih tiga tahun lagi. Partai Gerindra dikabarkan bakal kembali mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto, kembali maju. Langkah ini mendapat kritik. Mereka dianggap tidak mampu menerapkan regenerasi.

Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari mengaku mengapresiasi rencana Partai Gerindra. Namun, Eva mengatakan seharusnya ada regenerasi kepemimpinan nasional untuk bertarung di Pilpres 2019.

"Tentu kita menghormati pilihan tersebut, otoritas penuh di Gerindra. Walau menurutku tahun 2019 adalah sepatutnya pergantian generasi kepemimpinan nasional," kata Eva saat dihubungi merdeka.com, Jumat (16/9).

Dia berharap partainya akan melanjutkan strategi dengan mengusung kader-kader muda untuk menjadi presiden. Strategi tersebut telah terbukti dengan kemenangan Joko Widodo saat Pilpres 2014 silam.

"Saya berharap PDIP akan melanjutkan mengusung yang muda-muda untuk 2019, terbukti mengusung Jokowi direspon bagus oleh masyarakat. Partai Golkar juga tampaknya sepemikiran dengan mendukung Jokowi," terangnya.

Apabila PDIP kembali menjagokan Jokowi dan bertarung secara head to head, Eva mengklaim presentase kekalahan Prabowo akan semakin besar. Hal itu terlihat dari hasil survei kepuasan publik atas kinerja Jokowi-JK saat ini mencapai 61 persen.

"Kalau melawan Jokowi, gap kekalahan makin lebar kalau untuk kepuasan rakyat bisa dipertahankan setinggi saat ini 61 persen" klaim Eva.

PDIP, lanjutnya, sejauh ini sama sekali belum memikirkan proyeksi untuk memenangkan Pilpres. Sebab, PDIP masih fokus mengawal pemerintahan Jokowi hingga habis masa jabatan. "Belum, fokus pada kesuksesan Jokowi," pungkasnya.

Tidak ada komentar: