Jumat, 28 Oktober 2016

Jokowi Bakal Gelar 11 Pertunjukan di Pesta Sumpah Pemuda

Jum'at, 28 Oktober 2016 | 10:20 WIBJokowi Bakal Gelar 11 Pertunjukan di Pesta Sumpah Pemuda   
Sembilan anggota Komisi Kejaksaan Republik Indonesia periode 2015-2019 saat acara pelantikan di Istana Merdeka, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Agustus 2015. Pengangkatan itu sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 55 tahun 2015. TEMPO/Subekti.
TEMPO.COJakarta - Istana Presiden bakal menggelar 11 pertunjukan seni bertajuk “Pesta Sumpah Pemuda” pada Jumat malam, 28 Oktober 2016.  Ada tiga panggung untuk menampilkan atraksi yang diadakan pada pukul 19.30-22.00 WIB itu.

"Idenya langsung dari Presiden Joko Widodo, dipersiapkan sejak sebulan yang lalu," ujar Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala kepada Tempo di kantornya, Kamis, 27 Oktober 2016.

Pertunjukan seni dan budaya itu dilakukan untuk memperingati 88 tahun Sumpah Pemuda.

"Presiden ini orangnya nyeni banget. Passion beliau memang di situ. Sejak disampaikan pertama kali ide pesta ini, Presiden sudah ingin menonjolkan seni dan budaya untuk Sumpah Pemuda," katanya.

Presiden, tutur Djumala, ingin merayakan Sumpah Pemuda dengan pesta karena, dalam pandangannya, Sumpah Pemuda adalah benih dari berdirinya Indonesia.

Tanpa pernyataan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa kala itu, kata Djumala, menurut Presiden, tidak akan pernah terbentuk Indonesia. Karena itu, Sumpah Pemuda pun patut dirayakan dengan meriah.
Istana Kepresidenan dipilih sebagai lokasi pesta karena Presiden Joko Widodo tidak ingin Istana dikenal angker.

Djumala berkata Presiden ingin menunjukkan kepada publik bahwa Istana bukan hanya sebagai institusi politik, kenegaraan, ataupun administrasi pemerintahan semata, tapi juga sebagai tempat berkembangnya kebudayaan dan peradaban Indonesia. "Kalau dipikir, orang biasanya juga melihat citra sebuah negara dari gedung pemerintahannya. Orang ke Amerika, pasti mau ke White House. Presiden ingin hal serupa di Indonesia. Makanya juga pergantian jaga sekarang terbuka untuk publik," ucapnya.

Djumala menambahkan bahwa Presiden tidak ingin perayaan Sumpah Pemuda hari ini sekadar pesta. Presiden, kata dia, ingin pesta yang berkonsep jelas. Dengan demikian, dipilihlah konsep pesta Sumpah Pemuda yang menekankan pada pertunjukan seni dan budaya. Djumala berkata konsep seni, budaya, dan sumpah pemuda itu tertuang hampir di semua unsur pesta malam nanti. Sebagai contoh, Istana memakai desain tiga panggung, yaitu kanan, kiri, dan tengah karena Sumpah Pemuda terdiri atas tiga hal, yaitu satu nusa, bangsa, dan bahasa.

Contoh lain, pertunjukan seni yang ditampilkan akan mewakili seluruh wilayah Indonesia untuk menekankan lagi unsur satu nusa dan bangsa tersebut. Berdasarkan pantauan Tempo, geladi resik 11 pertunjukan itu sudah dilakukan sejak Kamis malam, meski tidak dihadiri Presiden langsung. ISTMAN MP

Tidak ada komentar: