Minggu, 09 Oktober 2016

Kongres PSSI di Yogyakarta, Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi calon ketua umum PSSI


PSSI/DOK. PR
JAKARTA, (PR).- Polemik baru timbul. Pasalnya, Markas Besar Polri akhirnya tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan Kongres Pemilihan PSSI di Makassar pada 17 Oktober mendatang dan justru memberikan izin kongres di DI Yogyakarta, sesuai yang direkomendasikan oleh pemerintah.
Padahal, sesuai dengan hasil rekomendasi pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta 3 Agustus lalu, yang kemudian di putuskan oleh Komite Eksekutif (exco) PSSI, tempat pelaksanaan kongres pemilihan diputuskan di Makassar. Namun, pemerintah menilai jika pemilihan Makassar sarat dengan kepentingan salah satu calon Ketua Umum PSSI yang berasal dari sana, hingga mereka pun meminta agar penyelenggaraan Kongres Pemilihan dilakukan di Yogyakarta.
Bahkan Kemenpora mengeluarkan surat bernomor S.2844/MENPORA/IX/2016 perihal rekomendasi untuk menekan PSSI. Jika tidak dituruti maka, surat rekomendasi sebagai persyaratan untuk izin keamanan pun tidak akan diberikan.
"Sudah keluar izinnya dari Mabes kalau kongres PSSI di Yogyakarta. Untuk selengkapnya silakan hubungi Polda Yogyakarta," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Frans Barung Mangera saat dihubungi wartawan, Sabtu, 8 Oktober 2016.
Pemerintah lewat Deputi IV Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan jika telah berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri. Pihaknya menegaskan jika tetap kepada keputusan semua yakni hanya akan memberikan rekomendasi jika kongres di gelar di Yogyakarta.
"Mabes tentu akan mengikuti sesuai rekomendasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, yakni di Yogyakarta. Kita sudah lakukan komunikasi secara intens," imbuhnya.
Meski kabarnya Mabes telah mengeluarkan izin untuk Yogyakarta, tapi Bidhumas Polda DIY Kompol Sri Sumarsih mengatakan jika pihaknya belum menerima surat izin tersebut dari Mabes Polri. Hingga dia pun tidak bisa menjawab apakah kongres akan dilaksanakan di Yogyakarta atau tidak.
Sekretaris Jenderal PSSI Azwan Karim menegaskan jika Kongres Pemilihan yang juga Kongres Tahunan tetap akan dilakukan di Makassar. Kata dia, keputusan Exco PSSI tak bisa dianulir. Mengingat keputusan tuan rumah kongres tersebut, sudah melewati proses yang sah. "Kami meminta agar Menpora tidak mencampuri kewenangan exco PSSI untuk menentukan lokasi kongres," tegasnya.
Menurutnya, saat ini mereka telah menyebarkan undangan agenda Kongres Pemilihan kepada para anggota PSSI. Dalam undangan PSSI bernomor 712/AGB/124/IX-2016, tertanggal 19 September 2016 itu mencantumkan lokasi kongres adalah Hotel Novotel Makassar Grand Shayla.
Sementara itu, anggota PSSI dari kubu K-85 lewat juru bicaranya Gatot Haryo Sutedjo, memastikan jika pihaknya akan hanya akan menghadiri kongres PSSI yang digelar di DI Yogyakarta pada 17 Oktober nanti. Pihaknya mengaku sangat menghormati keputusan pihak kepolisian.
"Kami voter K-85 memutuskan Kongres PSSI 17 Oktober 2016 di Jogyakarta karena kami tinggal di NKRI dan kami hormat keputusan Menpora/ Pemerintah Indonesia," tuturnya.***

Kongres di Yogya, Letjen Edy Optimistis Pimpin PSSI

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani,Antara/Wahyu Putro A
Presdir PS TNI yang juga Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi memberikan keterangan ketika peluncuran PS TNI di Makostrad, Jakarta, Selasa (19/4).
Presdir PS TNI yang juga Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi memberikan keterangan ketika peluncuran PS TNI di Makostrad, Jakarta, Selasa (19/4).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera menyatakan, Kongres Tahunan PSSI tidak dilaksanakan di Makassar. Alasannya, Mabes Polri telah mengeluarkan izin kongres di Yogyakarta. “Sudah keluar (izinnya) dari Mabes. Di Yogya,” kata Frans, kepada Republika, Jumat (7/10).
Salah satu calon ketua umum PSSI, Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi tidak menyoal pemindahan lokasi kongres dari Makassar ke Yogyakarta. Calon yang diusung Kelompok 85 (K-85) ini menegaskan, pemindahan itu tidak akan mempengaruhinya sebagai PSSI-1. “Bagi saya tidak masalah di Makassar atau di Yogyakarta. Sama saja,” ujar dia, Jumat (7/10).
Izin dari Mabes Polri itu sebenarnya berlawanan dengan keputusan PSSI. Komite Eksekutif (Exco) PSSI, sejak 11 Agustus lalu sudah memutuskan agar Kongres Tahunan, mengambil tempat di Makassar. Akan tetapi, Menpora Imam Nahrawi mendesak Exco PSSI menganulir keputusan tuan rumah tersebut. Lewat suratnya pada 9 September, Kemenpora meminta agar Kongres Tahunan PSSI, digelar di Yogyakarta.
Surat Kemenpora tersebut, pun menegaskan ancaman tak bakal memberikan rekomendasi jika PSSI tetap di gelar di Makassar. Namun rekomendasi Kemenpora tersebut, dipandang PSSI sebagai intervensi. Sekjen PSSI, Azwam Karim, pada Senin (3/10) mengatakan, Kongres Tahunan tetap di Makassar.

Tidak ada komentar: