Selasa, 11 Oktober 2016

Pelatih Arema Milomir Seslija sangat mengecewakan, strateginya monoton sudah mudah terbaca



Aremania Mulai Kecewa pada Milomir Seslija

Iwan SetiawanMilomir Seslija asyik berjoged dandut dengan biduan cantik dalam acara perayaan juara Torabika Bhayangkara Cup 2016. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Bola.com, Malang - Kekalahan 0-1 yang ditelan Arema Cronus di kandang Persegres Gresik United, Sabtu (7/10/2016), memantik kekecewaan Aremania. Kekecewaan tersebut pun dilampiaskan lewat sebuah kritikan kepada sang pelatih Milomir Seslija.
Menurut Aremania, dengan komposisi pemain lebih mentereng, tim kesayangannya tidak bisa menang dari tim papan bawah. ”Kami jauh-jauh datang dengan perjalanan menguras tenaga tapi hasilnya justru dibuat malu dengan sebuah kekalahan. Aremania kecewa bukan kepada pemain, tapi pelatihnya,” kata salah satu pentolan Aremania, Achmad Ghozali.
Sang pelatih dituding terlalu banyak memberikan janji bahwa tim Singo Edan akan tampil lebih baik setiap laga demi laga. Tapi justru pada putaran kedua TSC 2016 permainan Hamka Hamzah dkk. menurun dan produktivitas yang kian seret.
”Kami banyak dengar Milo sering menyamakan Arema dengan tim besar seperti Real Madrid atau Barcelona. Sekarang jangan terlalu banyak berjanji. Justru permainan Arema mudah terbaca dan monoton. Ini jadi salah satu faktor menurunnya Aremania yang datang ke Stadion,” lanjutnya.
Sebagai bentuk kekecewaan, Aremania berencana membuat berbagai spanduk berisi kritikan kepada Milo saat pertandingan terdekat lawan PSM Makassar di Stadion Gajayana Malang pada 14 Oktober mendatang. ”Ini kritikan membangun karena kami akan tetap mendukung pemain untuk berjuang di lapangan,” tegas dia.
Pada pertandingan selanjutnya, Arema melawan mantan pelatih yang pernah mempersembahkan gelar juara ISL 2010, Robert Alberts yang kini membesut PSM. ”Tidak ada salahnya kalau Milo harus belajar dari Robert karena dia tidak banyak berjanji tapi bisa memberikan bukti,” cetusnya.
Sebelumnya, Milomir Seslija memberikan dua gelar dalam turnamen Bali Island Cup dan Bhayangkara Cup pada awal 2016. Namun hal itu dinilai Aremania belum cukup.
Untuk ukuran gelar turnamen, pelatih sebelumnya, Suharno (alm) justru lebih banyak memberikan gelar. Pada era Suharno, hampir semua gelar turnamen didapat Arema. Mulai Trofeo Persija, Inter Island Cup, Piala Menpora, SCM Cup, SoJC, Bali Island Cup dan beberapa lagi yang lainnya.

Pelatih Arema Milomir Seslija Jawab Kritikan Aremania

Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija sesumbar timnya bisa mengalahkan Mitra Kukar di Stadion Gajayana, Malang, Jumat (30/9/2016). (Bola.com/Iwan Setiawan)Pelatih Arema, Milomir Seslija, memberikan tanggapan atas kritikan Aremania yang diarahkan kepadanya. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Bola.com, Malang - Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija, jadi sasaran kritik Aremania usai menelan kekalahan di kandang Persegres Gresik United (7/10/2016). Pelatih asal Bosnia ini dianggap menerapkan pola permainan yang monoton sehingga di putaran kedua taktiknya mudah terbaca. Imbasnya, perolehan poin dan gol Singo Edan mulai seret.
Namun, Milo tetap tenang menerima kritikan itu. Pelatih 52 tahun itu mencoba bijaksana.
"Kritikan akan membuat kita lebih baik dan kuat. Tapi, saya tetap berharap Aremania memberikan dukungan penuh kepada tim. Bukan untuk Milo, tapi ditujukan kepada pemain yang berjuang keras di lapangan," kata mantan direktur teknik Barito Putera itu.
Milo juga mengomentari tentang kritikan kepada Gonzales. "Saya lihat (di medsos) banyak tulis Gonzales "out" karena tidak cetak gol di dua pertandingan terakhir. Tapi, bagi saya dia masih pemain fantastik," tandasnya.

Di pertandingan terdekat, Arema akan menjamu PSM Makassar di Stadion Gajayana, Malang (14/10/2016). Aremania mulai membandingkan Milo dengan pelatih PSM, Robert Alberts, yang pernah membawa Arema juara ISL 2010.
Milo dituntut untuk menang melawan PSM sebagai pembuktian kalau dia masih lebih baik dari Robert. Meski, di putaran pertama TSC 2016 sebenarnya Milo sudah membawa Arema menang 1-0 di kandang PSM.
"Dalam sepak bola ini (dibandingkan dengan pelatih lain) hal biasa. Terkadang kritik datang dengan luar biasa. Seperti saat melepas Kiko Insa di Bali lalu. Tapi hasilnya, Arema lebih baik. Sekarang, ketika banyak pemain cedera tim ini sebenarnya masih di papan atas. Tapi, kami akan coba jadi lebih tangguh lagi," tegasnya.
Dalam persiapan melawan PSM, Milo terlihat lebih serius. Maklum, beban kini berada di pundaknya. Jika sampai kalah melawan PSM, jabatannya sebagai pelatih kepala Singo Edan akan goyah karena target dari manajemen Arema kepadanya adalah menjadi juara TSC 2016.

Tidak ada komentar: