Minggu, 16 Oktober 2016

Profil Rival Piala AFF 2016 (2): Filipina dan Ambisi Besarnya untuk Menjadi Juara


Filipina bertekad menjadi tuan rumah yang sukses pada tiga tahun mendatangSemifinal dalam tiga edisi Piala AFF terakhir, bukan keberuntungan        
Sejak tahun 2010, Filipina muncul sebagai kekuatan yang tak bisa terbantahkan di Asia Tenggara. Pada tahun 2010, Filipina memulai kebesaran mereka dengan memukau. Pada babak grup mereka tak terkalahkan dalam tiga pertandingan dan salah satunya mampu menaklukkan Vietnam. Namun pada babak semifinal The Azkals harus takluk dari Indonesia. Memang Filipina boleh saja berdalih jika kekalahan itu terjadi karena mereka tak bermain di kandang sendiri. Tapi secara keseluruhan di edisi 2010 mereka telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Pada edisi 2012, Filipina tergabung dalam grup berat bersama Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Tapi mereka berhasil lolos ke babak semifinal setelah mengoleksi enam poin dari kemenangan atas Myanmar dan Vietnam, serta satu kekalahan dari Thailand. Di babak semifinal mereka bertemu Singapura – yang kelak menjadi juara – dan hanya kalah dengan skor 1-0 di dua leg pertandingan. Di leg pertama saat bermain di kandang, Filipina bahkan mampu menahan imbang tanpa gol Singapura. Edisi ini semakin menunjukkan jika Filipina sudah berada di atas Indonesia dalam level Asia Tenggara.
Pada edisi Piala AFF 2014, Filipina mampu kembali menunjukkan kekuatan mereka. Di dua laga awal babak grup, mereka berhasil menang besar atas Laos dengan skor 4-1 dan atas Indonesia dengan skor 4-0. Walau di laga ketiga mereka kalah atas Vietnam, namun mereka berhak melaju ke babak semifinal. Ujian sesungguhnya mereka hadir di babak ini karena harus bertemu dengan tim kuat, Thailand. Di leg pertama, The Azkals berhasil menahan Thailand dengan skor 0-0. Namun saying mereka  harus gugur setelah kalah 0-3 di leg kedua. Pelatih Filipina kala itu, Thomas Dooley, mengaku jika timnya sudah menunjukkan permainan bagus dan hanya kurang beruntung sehingga tak lolos ke final.

Pada edisi 2016 kelak, Filipina masih dilatih oleh Dooley. Mereka pun tergabung dalam grup berat bersama Thailand, Indonesia, dan Singapura. Namun Dooley mengaku jika target The Azkals kali ini adalah untuk meraih gelar juara. Mereka pun memiliki ambisi untuk bisa membalas dendam atas tiga negara yang telah menaklukkan mereka di semifinal dalam tiga edisi terakhir. Di Piala AFF 2016, Filipina juga lebih diuntungkan karena status mereka sebagai tuan rumah. Target sebagai juara pun bukan tidak mungkin akan berhasil mereka wujudkan.
image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/philippines_mbskdf5a2vkr1wc4jy69276iw_0.jpg?itok=qvWfVbgy
Kerja keras yang berbuah: tiga kejuaraan, tiga semifinal. Impresif.
Peringkat FIFA tertinggi di Asia Tenggara
Bulan September lalu, Filipina merupakan negara dengan peringkat FIFA tertinggi di Asia Tenggara. The Azkals saat ini berada di peringkat ke-125 dengan total 297 poin atau unggul 10 peringkat dari Thailand. Di bulan Mei 2016 lalu bahkan Filipina mampu menembus peringkat FIFA tertinggi sepanjang sejarah sepak bola mereka dengan berada di peringkat ke-115. Padahal satu dekade lalu atau tepatnya pada September 2006, mereka berada di peringkat terendah dalam sejarah yakni peringkat 195.
Pada 2014 lalu, The Azkals bahkan menjalani 22 laga internasional di sepanjang tahun, termasuk 10 di antaranya merupakan laga persahabatan
Selain secara konsisten mampu menembus babak semifinal Piala AFF dan sudah secara rutin berkompetisi di kompetisi-kompetisi internasional, lalu apa kunci sukses lain Filipina mampu menjadi yang terbaik di Asia Tenggara? Jawabannya adalah; rajinnya mereka melakoni laga uji coba internasional. Pada 2014 lalu, The Azkals bahkan menjalani 22 laga internasional di sepanjang tahun, termasuk 10 di antaranya merupakan laga persahabatan. Di tahun 2015, mereka melakoni delapan laga internasional. Dan pada 2016 ini mereka telah melakoni enam laga internasional di mana empat di antaranya merupakan laga uji coba.
Perlu dicatat, tak seperti Indonesia yang lawan uji coba biasanya hanya sebatas negara-negara di Asia Tenggara saja, Filipina beruji coba dengan negara-negara lain di seluruh kawasan Asia. Bahrain, Kirgistan, dan Korea Utara adalah tiga negara terakhir yang menjadi lawan mereka sebagai persiapan menjelang Piala AFF 2016 kelak. Belum lagi ada Azerbaizan, Nepal, hingga Maladewa di laga-laga sebelumnya. Rajinnya mereka melakoni laga uji coba inilah yang membuat peringkat mereka di FIFA melonjak. Apalagi beberapa dari lawan-lawannya itu merupakan negara dengan peringkat lebih baik dari mereka. Karenanya, tak heran jika di samping membuat peringkat mereka naik, permainan mereka juga semakin berkembang dan para pemainnya semakin kaya pengalaman.

Tidak ada komentar: