Kamis, 06 Oktober 2016

Sosok Dimas Kanjeng di Mata Mahfud Md: 'Kurang Ajar Itu Orang!'

Sosok Dimas Kanjeng di Mata Mahfud Md: 'Kurang Ajar Itu Orang!'
Repro/Kompas TV
Mahfud MD (dua kiri) bersama Dimas Kanjeng Taat Pribadi (dua kanan) dan Marwah Daud Ibrahim (kiri) pada masa kampanye pemilihan presiden lalu di padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md beberkan sosok Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang dikenalnya di acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (5/10/2016).
Dalam acara tersebut pula, Mahfud Md juga menyudutkan Marwah Daud Ibrahim yang membela sosok Dimas KanjengTaat Pribadi.

Menurut Mahfud, dirinya kenal dengan Taat Pribadi karena diajak oleh Marwah selaku Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi."Saya kenal Taat Pribadi ini, karena diajak ibu Marwah. Katanya (Marwah), ada seorang yang besar. Santrinya puluhan ribu. Tempatnya di Probolinggo," ujar Mahfud.
Mahfud mengaku tahu seluruh pesantren, namun dirinya tidak pernah mendengar pesantren yang dipimpin oleh Kiai Taat Pribadi.

Lantaran Marwah bilang santrinya puluhan ribu, Mahfud pun memutuskan untuk datang ke Probolinggo dan menyambangi padepokan itu."Saat itu memang sekitar 10 ribu santri berkumpul di situ. Yang menyambutnya saya itu Taat Pribadi. Tapi saya kira dia (Taat) tidak seperti kiai. Pakai celak kayak ludruk begitu, apa ini kiainya?" tutur Mahfud. 

"Bu Marwah kenapa sebut Nabi Sulaeman, bukan setan-setannya Firaun, kan kejadian gaib juga," ujar Mahfud kepada Marwah.Pernyataan Mahfud langsung dijawab oleh Marwah Daud, "Jangan kita mengklaim bahwa saya benar. Saya tidak mengatakan itu, maksud saya ayo kita lakukan proses pencarian bersama."
"Bu Marwah dalam setiap acara televisi, selalu mengambil contoh Nabi Sulaeman, padahal di Al Quran ada pula cerita tentang Firaun dan ular-ularnya. Itu ada yang datang dari setan, ada pula yang datang dari Tuhan," ujar Mahfud.Marwah pun menyanggah, "Makanya kita buktikan bersama. Kalau sudah tahu itu karena setan dan jin, dari awal saya sudah berhenti."

Dengan emosi, Mahfud mengecam Marwah yang memakai nama Nabi untuk pembenaran aksi Taat atau ilmunya mendatangkan uang. Aksi Taat itu, menurut Mahfud, sama sekali tidak mencerminkan sikap Nabi.
"Kalau bagi saya ini pasti dari setan," kata Mahfud. (*)

 "Apalagi, saya ngobrol sejenak, namun istilah tentang agamanya itu sangat lemah. Nggak ngerti dia," ujar Mahfud.Lalu tiba-tiba, imbuh Mahfud, Taat Pribadi naik ke panggung dan malah memperkenalkan Mahfud sebagai santrinya.Mahfud pun meradang, "Kurang ajar juga nih orang, dia bilang 'saya perkenalkan pak Mahfud Md santri saya', kurang ajar nih orang, kata saya dalam hati. Kapan saya nyantri ke dia, kenal saja baru setengah jam."Lalu, Mahfud pun bertanya kepada orang, "Orang itu bilang 'hebat itu orang (Taat) pak, bisa menggandakan uang."

Mahfud pun mengatakan kegaiban di dalam Islam itu sebetulnya ada.Dalam Islam, menurut penuturan Mahfud, ada kejadian luar biasa yang datang dari Tuhan dan yang datang dari setan.
Kemudian, Mahfud pun menyinggung Marwah yang sebelum ini selalu berkata bahwa keajaiban memang bisa terjadi menurut agama, karena di jaman Nabi Sulaeman istana bisa dipindahkan, apalagi cuma uang dan perhiasan.

Tidak ada komentar: