Kamis, 06 Oktober 2016

Survei Terbaru LSI Mengejutkan, Ahok Berpotensi Tersingkir di Pilkada DKI

Survei Terbaru LSI Mengejutkan, Ahok Berpotensi Tersingkir di Pilkada DKI
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, seusai upacara kesaktian pancasila, di Monas, Senin (3/10/2016).
BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Hasil survei LSI terbaru, cukup mengejutkan. LSI mencatat dukungan untuk Ahok menurun sejak survei Maret 2016, Juli 2016 dan Oktober 2016.
Juru Bicara Tim pemenangan Anies-Sandi, Anggawira menilai bahwa posisi Ahok berada dititik rawan, dan berpotensi tersingkir di putaran pertama di Pilkada DKI Februari 2017.
“Survei LSI menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan. Ketika bulan Maret 2016 lalu tingkat elektabilitas Ahok begitu tinggi mencapai 59.3%. Saat itu elektabilitas Ahok paling besar dibanding 10 calon gubernur lain. Namun di bulan Oktober 2016 ini, elektabilitas Ahok merosot drastis hingga hanya mencapai 31,1%. Ini menunjukkan bahwa posisi Ahok berada dititik rawan, dan bisa tersingkir diputaran pertama Pilkada 2017 mendatang,” ujar Anggawira, Selasa, (4/10/2016).
Ahok sendiri menganggap santai hasil survei tersebut.
"Terima kasih ya. Artinya saya enggak perlu keluar duit, sudah ada hasil survei. Tinggal sekarang Teman Ahok sama partai-partai kerja lebih keras saja," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2016).
Menurut Ahok, pihaknya pun tidak akan menggandeng lembaga survei. Ia lebih memilih melihat hasil survei dari lembaga yang telah melakukannya.
"Enggak lah. Kaya gini gratisan mulu enak kan. Gratisan saja. Mungkin mereka (tim pemenangan mau). Saya sih enggak mau keluar duit Gratisan saja," tegasnya.
Seperti diketahui, LSI menyebut, elektabilitas Ahok merosot dari 59,3 persen pada Maret menjadi 31,4 persen pada Oktober.
Salah satu penyebabnya adalah adanya polemik Rumah Sakit Sumber Waras dan isu suap reklamasi.
Berdasarkan survei terbaru LSI, saat ini, posisi Ahok memang masih berada diatas Agus pribadi sebesar 22,30 persen dan Anies pribadi sebesar 20,20 persen.
Namun, hanya Anies ditambah Agus (42,5 persen) sudah mengalahkan Ahok (31,1 persen) dengan selisih 11,4 persen. Selisih ini marginnya double digit, diatas 10 persen.
“Jika dipasangkan, Ahok-Djarot, juga mash unggul tipis dibanding pasangan lainnya. Ini jelas menunjukan elektabilitas Ahok dan kesukaan masyarakat terhadap dirinya sudah menurun. Dalam hal ini kami sangat optimis bahwa pasangan Anies –Sandi akan mampu mengejar Ahok- Djarot dan juga mengungguli Agus-Sylviana. Meskipun untuk mengejar angka tersebut tidak bisa instan, namun kami yakin dengan kerja keras dan kekompakan dari seluruh tim dan relawan yang solid akan mampu mencapai nilai presentase tertinggi,” paparnya.
Lebih lanjut Anggawira menyatakan bahwa presentase Anies – Sandi berpotensi akan terus bertambah dan dapat mengungguli Ahok-Djarot dan Agus-Sylviana.
“Kami optimis bahwa angka tersebut berpotensi akan berubah. Memang belum ada yang unggul mutlak diatas 50% namun kami yakin bahwa dukungan terhadap Anies-Sandi akan terus bertambah dan mengungguli pesaing- pesaingnya karena pasangan duet ini begitu potensial dan mereka merupakan sosok yang dikenal dekat dengan generasi muda yang merupakan kelompok mayoritas pemilih dalam Pilkada DKI 2017 mendatang, “pungkasnya.

Tidak ada komentar: