Rabu, 02 November 2016

Agus Yudhoyono: Aksi 4 November Jangan Dianggap Angin Lalu

Agus Yudhoyono: Aksi 4 November Jangan Dianggap Angin Lalu Cagub Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono meminta pemerintah menanggapi serius rencana demo pada 4 November nanti. (Detikfoto/Ari Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono meminta pemerintah untuk menanggapi serius isi dari rencana unjuk rasa besar-besaran pada 4 November nanti.

Pemerintah, menurut Agus, sudah seharusnya memperhatikan dengan seksama rencana aksi yang digelar oleh sejumlah ormas Islam yang ditujukan pada calon petahana gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Bijaknya pemerintah menanggapi dengan serius, tak boleh dianggap angin lalu," kata Agus saat ditemui di Cakung, Jakarta, Senin (31/10).

Agus menyatakan Indonesia merupakan negara demokrasi dan setiap warganya memang berhak untuk menyampaikan aspirasinya terkait isu apapun.

Oleh sebab ada harapan dalam aspirasi masyarakat tersebut, Agus menegaskan bahwa pemerintah harus mendengarkan itu semua.

Meski begitu, Agus menegaskan apapun unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat harus dilakukan sesuai batas dan koridor hukum yang berlaku di Indonesia karena tetap saja "panglima tertinggi" di Indonesia adalah hukum dan bukan politik.

Dengan begitu, kata Agus, kinerja aparat keamanan dalam mengamankan rencana unjuk rasa Jumat besok harus diapresiasi lebih baik lagi.

"Kita harus apresiasi segala upaya aparat keamanan, semua kegiatan dilakukan sesuai aturan tata tertib," ujar anak sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta unjuk rasa besar bertajuk 'Aksi Bela Islam' mendatang (4/11) berjalan tertib tanpa anarkis. Jokowi mengatakan, pemerintah menjamin hak menyampaikan pendapat dengan berlandaskan ketertiban umum.

"Demonstrasi adalah hak demokratis warga tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak," kata Jokowi.

Demo ini diprakarsai kelompok Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GPNF MUI). Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atas ucapan yang dianggap menistakan agama Islam.

Rencananya aksi dimulai dengan long march dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara. Jokowi mengatakan, ia bakal berada di Indonesia saat aksi dilakukan.

Hal ini merupakan tindak lanjut aksi yang digagas Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah ormas lain pada 14 Oktober lalu. Mereka saat itu berjalan dari Masjid Istiqlal menuju Bareskrim Polri dan berakhir di depan Balai Kota Jakarta. (obs)

Tidak ada komentar: