Selasa, 26 September 2017

Metode Baru Penyembuhan Patah Tulang


Logam ringan Magnesium merupakan implant ideal bagi penyembuhan patah tulang, karena dapat terurai secara biologis. Operasi kedua kalinya untuk mengangkat kembali implant dalam tubuh tidak diperlukan.
Dalam teknik kedokteran, pemasangan implant atau organ tubuh artifisial dewasa ini sudah menjadi kelaziman. Mulai dari penanaman gigi palsu hingga sendi panggul buatan. Akan tetapi, juga terdapat implant yang tidak harus selamanya berada dalam tubuh, misalnya pelat penyangga tulang yang patah.
Dalam kedokteran ortopedi modern, penyembuhan kasus patah tulang semakin banyak memanfaatkan sekrup dan pelat-pelat penyangga dari logam nirkarat. Metodenya lebih unggul dibanding cara konvensional menggunakan bebatan gips. Tapi kerugiannya, harus dilakukan operasi kedua kalinya untuk mencabut kembali sekrup-sekrup dan pelat logam penyangga. Untuk menghindari hal itu, kini dikembangkan implant yang dapat terurai sendiri secara biologis.
Dengan menyekrup dan menahap tulang yang patah menggunakan lempengan logam baja tahan karat atau Titanium, tulang dapat pulih dan menyambung kembali dalam jangka waktu relatif lebih pendek. Namun dalam jangka waktu tertentu, implant logam yang merupakan benda asing dalam tubuh itu, harus diangkat kembali. Jika tidak, benda asing itu akan tumbuh terus bersama tulang dan jaringan ototnya. Artinya harus dilakukan  operasi sekali lagi. Juga operasi semacam itu tetap mengundang risiko.
Magnesium terurai secara biologis
Namun dengan metode yang dikembangkan sekolah tinggi kedokteran Hannover, dengan memasang implant penyangga dari logam ringan Magnesium, di masa depan tindak operasi semacam itu, diharapkan tidak diperlukan lagi.
Gipsbein Metode bebatan gips akan bertahap ditinggalkan.
Dr. Frank Witte dari sekolah tinggi kedokteran Hannover yang mengembangkan implant Magnesium itu menjelaskan : “Di satu sisi, hal ini menyangkut perekatan yang stabil ujung tulang. Di sisi lainnya, saya ingin, jika tulangnya sembuh, material implant-nya tidak perlu harus diangkat lagi. Berlatar belakang ini, sekrup kecil dan pelat penyangga dari campuran logam Magnesium, misalnya untuk tulang lengan yang patah, dapat digunakan.”
Akan tetapi, logam Magnesium untuk implant ortopedi, juga bukanlah material yang tanpa masalah. Sebab, logam Magnesium biasa, tidak bisa dikontrol seberapa lama hingga logam ringan ini terurai seluruhnya. Juga dipertanyakan, apakah logam yang terurai itu tertimbun dalam tulang atau otot, atau dibuang keluar tubuh bersama dengan air seni?
Juga pada penguraian Magnesium secara tidak terkontrol, terbentuk gas Hidrogen, Jika penguraiannya terlalu cepat, dapat terbentuk kista berisi gas, yang menyebabkan rasa sakit luar biasa pada pasien.
Campuran dengan mineral langka
Abbaubare Implantate Implant Magnesium terurai pada tulang binatan percobaan.
Menimbang kelemahan logam Magnesium itu, Dr.Frank Witte yang memimpin laboratorium untuk bio-mekanik dan bio-material ortopedi klinis, melakukan sejumlah eksperimen, untuk menemukan campuran logam Magnesium yang ideal. Persyaratan yang harus dipenuhi campuran logam itu, adalah, tidak terurai terlalu cepat, serta tidak mudah patah seperti logam Magnesium murni. Dengan begitu, tulang yang patah memiliki cukup waktu untuk tumbuh kembali.
“Kami meneliti campuran logam, yang mengandung mineral yang langka. Dalam kombinasi dengan Magnesium, mineralnya memicu sifat mekanis yang bagus. Campurannya juga mengembangkan sifat korosif yang memuaskan. Dengan itu kami memiliki penguraian yang relatif terkontrol dalam tubuh“, papar Witte.
Dalam bentuk campuran logam semacam itu, Magnesium menjadi materi yang amat menjanjikan, untuk dibuat implant pemulihan tulang patah, yang dapat terurai sendiri secara biologis. Uji coba pada binatang percobaan di laboratorium membuktikan, target dan harapan telah tercapai.
Dr.Frank Witte dalam penelitian di laboratoriumnya juga mengamati, oksida Magnesium yang terbentuk ketika logamnya terurai, bahkan mendorong penyembuhan tulang yang terluka. :“Jika kita cangkokkan tepung oksida Magnesium pada tulang, kami melihat pembentukan tulang amat positif pada empat minggu pertama.”
Stent Kardiologie Gefäßverengung Stent untuk membantu pelebaran pembuluh darah yang menyempit.
Penunjang pembuluh darah
Penelitian lebih lanjut akan menegaskan, seberapa besar tingkat penerimaan tubuh atas implant campuran logam Magnesium terbaru itu. Jika riset klinis menegaskan sifat positif dari campuran logam itu, maka di masa depan penggunaannya akan semakin rutin, untuk menggantikan implant dari baja tahan karat atau logam Titanium.
Selain digunakan sebagai implant bagi penyembuhan tulang yang patah, logam Magnesium terbaru itu juga digunakan sebagai jaringan penunjang pembuluh darah yang menyempit. Dengan memasang pembuluh darah artifisial dari Magnesium berbentuk selang jaringan atau Stents, pembuluh darah yang menyempit dapat diperlebar.
Jaringan penunjang dari Magnesium mencegah terjadinya kembali penyumbatan. Juga dalam waktu beberapa bulan, jaringan penunjang itu akan terurai sendiri secara biologis. Yang tersisa adalah pembuluh darah yang kembali lancar dan terbuka.
Hellmuth Nordwig/Agus Setiawan
Editor : Luky Setyarini

OPERASI DI USIA SENJA ? SIAPA TAKUT !!!!

Hasil gambar untuk pemasangan pen patah tulangKalau mendengar kata “OPERASI” yang ada dalam benak pikiran kita adalah  rasa takut, entah takut karena di sayat, takut disuntik, takut setelah dibius tak bangun lagi dan lain-lain.
Disisi lain usia yg sudah lanjut yang terbesit dalam pikiran untuk apa operasi kan sudah tua, nanti resiko operasinya berbahaya , percuma toh kan kalau orang sudah tua tidak perlu jalan2 , cukup di rumah saja.
Padahal kenyataannya saat ini angka harapan hidup manusia umumnya  di dunia dan khususnya di negara kita sudah semakin meningkat, untuk negara kita AHH (Angka Harapan Hidup) mencapai usia rata2 68 thn, dan tidak sedikit usia mencapai lebih dari rata2, BPS melaporkan penelitian pada 7 propinsi di negara kita termasuk Jakarta, ada sekitar 17,9 % usia lanjut, cukup besar ini jadi masalah serius karena usia lanjut diharapkan berkualitas , tidak lagi hanya di kursi roda, atau di rumah saja.
Sebenarnya apa sih “operasi“, operasi adalah suatu prosedur  tindakan yang dilakukan di kamar operasi , baik dengan sayatan atau , sayatan kecil, atau tanpa sayatan, dilakukan dengan pembiusan umum atau bius sebagian (epidural,spinal,blok) pasien sadar selama berlangsung operasi.
Sebelum orang menjalani tindakan operasi , ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan seperti darah, foto rontgen rekam jantung yang bertujuan untuk screening ,bila dijumpai kelainan maka dilakukan perbaikan agar persiapan operasi lbh baik dan resiko akibat tindakan pembiusan kita bisa hindari.
Dengan kemajuan ilmu kedokteran dan perkembangan farmasi saat ini obat2an untuk pembiusan sangat aman meskipun pada orang tua. Khususnya kasus2 bidang orthopedi ( berkaitan dengan tulang, sendi, urat) banyak berkaitan dengan usia senja, prinsip penanganannya adalah aktifitas sehari bebas dari nyeri dan hidup berkualitas.
Masalah tindakan operasi jg tdk seheboh yang dibayangkan, saat ini orang beranggapan kalau di operasi ada yang dipotong lah, di amputasi lah, itu tdk benar, tindakan medis saat ini relatif aman, krn ada tindakan yang tdk perlu menyayat (Reposisi), hanya sayatan kecil (minimal invasif), atau dengan bantuan kamera (endoskopi).
Pada gambar ini tampak kasus2 pada usia lanjut yang telah kami lakukan operasi 2 pada bidang Orthopedi, seperti

operasi ganti panggul sebagian (Hemiartroplasty), atau ganti panggul seluruhnya. pada foto ini tampak manula usia 83 thn yg mengalami patah tulang panggul kanan dan kiri, dan

telah dilakukan operasi penggantian sendi sebagian sekaligus , dgn pembiusan spinal dan hanya butuh operasi 2,5 jam  .Jadi operasi pada usia senja  ?? SIAPA TAKUT!!!!!!!!!!!!!!

PASANG PEN SEBAIKNYA DI BUKA ???

Pada tulisan ini kami ingin melaporkan tentang kasus dimana pen yang terpasang terlalu lama  dan tidak dilepas dapat menyebabkan masalah. Pemasangan pen pada kasus patah tulang umum dilakukan oleh dokter bedah tulang. Banyak orang yang belum tahu apa sih  “PEN”.
Sebenarnya istilah “PEN” kami dapat dari obrolan 2 dimasyarakat yang dimaksud adalah  implant yang dipasang pada tulang dengan maksud untuk mempertahankan kedudukan tulang dalam posisi  yang benar (anatomis) sampai proses penulangan terjadi .
Tujuan pemasangan pen agar penderita lebih cepat melakukan aktifitas sehabis operasi dengan bantuan atau tanpa bantuan alat bantu. Banyak jenis pen yang dipakai di bidang Orthopedi, tergantung dari jenis tulang dan jenis patahan  tulangnya, oleh sebab itu pada kasus yang berbeda sudah pasti jenis pen yang dipasang berbeda.
Di pasaran yang ada saat ini pen terbuat dari stainless steel atau titanium, sudah terbukti bahwa titanium lebih bagus dari stainless steel , karena reaksi penolakan tubuh hampir tidak ada dibanding stainless , lebih ringan dan lebih kuat, daya adhesi terhadap kuman lebih rendah dibanding stainless,sehingga memang Titanium lebih baik dari pada stainless, cuma saja harganya cukup mahal, dan stock di pasaran sedikit sehingga harus di pesan dulu, sehingga untuk kasus emergensi agak sulit kita lakukan.
Kalau untuk kasus patah jari tangan dan kaki memang  di pasaran sudah banyak digunakan.
Di bawah ini contoh jenis pen yang di pasang pada operasi tulang
Pada pen yang seperti contoh pada gambar umumnya terbuat dari stainless, dimana sifat reaksi penolakan tubuh lebih banding titanium dan daya adhesi kuman pada permukaan lebih tinggi,sehingga di anjurkan bila tulang sudah menyambung pen di lepas saja.
Keuntungan pelepasan pen adalah : membuat daya elastis tulang yang terpasang pen kembali seperti semula, tulang lbh kuat,mencegah terjadinya reaksi penolakan tubuh terhadap pen. Pada gambar ini kami laporkan contoh kasus rekasi penolakan setelah dipasang pen 17 tahun , dimana terjadi infeksi pada kulit di daerah sekitar pen yang dipasang.(pada kasus patah tulang kering)
Jadi kesimpulan sebaiknya pen dilepas setelah tulang menyambung (rata2 1 tahun),apalagi pada anak2 harus dilepas segera karena dapat mengganggu pertumbuhan tulang , khusus pada orang lanjut usia bila tidak ada keluhan tidak perlu, tapi lebih baik di lepas bila ada keluhan.

Patah Tulang, Harus Dioperasi ?

Cidera
1. Cidera

2. pemasangan Velpeau
Kasus patah tulang sering dijumpai, apalagi pada penderita usia lanjut yang tulangnya sudah mengalami pengeroposan tulang. Umumnya orang takut berobat ke dokter tulang, karena pasti di OPERASI  katanya, sebenarnya namanya saja dokter bedah tulang, karena ada kata BEDAH , tidak selalu kasus patah tulang di operasi.
Pada kasus ini dilaporkan penderita patah tulang lengan atas, usia 63 thn, yang tidak dilakukan operasi hanya di pasang Velpeau dan diberikan obat nyeri, kalsium dan vitamin D3, hasilnya setelah 2 bulan pasien sudah bisa mengangkat tangan kembali dan tulangnya sudah menyambung.

3. setelah 1 bulan

4. setelah 2 bulan
Pada foto2 ini kami lampirkan foto saat pertama jatuh (gambar 1), lalu setelah di lakukan pemasangan Velpeau (gambar 2), foto setelah 1 bulan , sdh ada penyambungan tulang (gambar 3).

Foto setelah 2 bulan, perhatikan posisi tulang saat lengan atas ke samping, tampak patahan ikut bergerak, artinya tulang sdh menyambung kuat (gambar 4, 5, 6), foto klinis  sdh bisa mengangkat lengan ke samping dan ke depan.Jadi jangan takut berobat ke dokter tulang, belum tentu di OPERASI !!!

gambar 5

gamabar 6

Teknologi Untuk Mengatasi Gangguan dan Kelainan pada Tulang

1. PEMASANGAN PEN 
Pemasangn pen kian sering dijadikan pilihan untuk menangani kasus patah tulang.Dengan dipen, diharapkan tulang kembali tersambung tersambung dengan lebih baikTujuan pemasangan pen adalah fiksasi agar posisi tulang tidak berubah setelah reposisi. Penyembuhan tulang yang baik perlu posisi tulang yang baik juga,” tutur dr Nario Gunawan SpOT.
Spesialis ortopedi dan traumatologi RS Mitra Keluarga itu menambahkan, dalam memperbaiki cedera tulang, gips bisa juga dijadikan pilihan. Tindakan tersebut merupakan fiksasi eksternal. Sedangkan penggunaan pen merupakan fiksasi internal. “Pen dipasang lewat tindakan operasi,” tuturnya.
Kelebihan pen untuk menangani patah tulang, papar Nario, reposisi tulang lebih bagus. Bila pakai gips, jelas dia, kadang tulang jadi bengkok karena reposisi dilakukan dari luar. “Tapi, harus dilihat pula kondisi tulang yang cedera,” ungkap dokter yang akrab dipanggil Rio itu
2  PEMBIDAIAN
Penanganan patah tulang yang paling utama adalah dengan melakukan pembidaian. Pembidaian adalah berbagai tindakan dan upaya untuk mengistirahatkan bagian yang patah. Di bawah ini adalah beberapa macam teknik penyembuhan patah tulang dengan pembidaian.
1.Bidai keras : umumnya terbuat dari kayu, alumunium, karton, plastik atau bahan lain yang kuat dan ringan. Pada dasarnya merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam keadaan darurat. Kesulitannya adalah mendapatkan bahan yang memenuhi syarat di lapangan.Contoh : bidai kayu, bidai udara, bidai vakum.
2.Bidai traksi : bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya, hanya dipergunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha. Contoh : bidai traksi tulang paha
3.Bidai improvisasi : bidai yang dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan ringan untuk penopang. Pembuatannya sangat tergantung dari bahan yang tersedia dan kemampuan lain-lain.improvisasi si penolong. Contoh : majalah, koran, karton dan
     4.Gendongan/Belat dan bebat : pembidaian dengan menggunakan pembalut, umumnya dipakai mitela (kain segitiga) dan memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera. Contoh : gendongan lengan.
3 VESSELPLASTY
Dr Bambang Darwono, SpB, SpOT, menyatakan metode tersebut memang bisa menangani jenis patah tulang stabil atau yang tidak menekan saraf. Dalam teknik ini, ia menyebutkan tindakan pembedahan tanpa pisau dengan bius lokal ini menggunakan zat semacam semen yang bisa mengeras dengan cepat ke dalam rongga pada bagian tulang yang patah. Teknik vesselplasty ini masih tergolong konsep baru untuk mengatasi patah tulang belakang. Meski ditemukan pertama kali di Prancis pada 1984, teknik ini dikembangkan dan disempurnakan di Amerika Serikat pada 1995. Tindakan minimal invasif ini dilakukan dengan cara menyuntik tulang patah dengan menggunakan jarum khusus dengan pembiusan lokal.
Melalui jarum, dimasukkan semacam balon yang terbuat dari polietilen dengan pori-pori sebesar 80 mikron ke dalam ruas tulang belakang yang patah. Selanjutnya, ke dalam balon disuntikkan semen tulang khusus dengan tekanan yang bisa diatur. Sebagian semen keluar lewat pori-pori mengisi jaringan sekitar atau ruang kosong pada ruas tulang yang patah. Efek ini bisa mendongkrak tulang belakang ke bentuk semula. Selanjutnya, jarum ditarik dan balon tinggal di tulang belakang. Semen tulang menjadi keras dalam waktu 20-30 menit. Dengan kepadatan gradual, di dalam balon semen makin padat, konstruksi ini relatif lentur sehingga aman bagi tulang di sekitarnya, terutama bagi penderita osteoporosis.
4.  KOMPERESI
Kompresi adalah dengan menciptakan ruangan di dalam ruas tulang belakang dan memasukkan bahan pengisi tulang atau bone filler material (BFM), sehingga ruas tulang belakang yang mengalami patah tulang kembali normal seperti sebelumnya. Namun, risiko dari cara ini adanya kebocoran dari bahan pengisi tulang tadi.
5.  STIMULASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK TERHADAP PE NYEMBUHAN PATAH TULANG
Stimulasi Medan Elektromagnetik merupakan salah satu terapi  tambahan pada usaha untuk mempercepat  proses penyembuhan  patah tulang pada keadaan pascamenopause, akan tetapi prosesnya belum dapat dijelaskan secara keseluruhan karena masih dalam proses pendalaman dan peninjauan. Penelitian ini ditujukan untuk membuktikan proses penyembuhan patah tulang pascaovariektomi oleh stimulasi medan elektromagnetik. Ada tiga indikator penyembuhan patah tulang yang dipakai, yaitu :
  • Jumlah osteoblas yang mengekspresikan TGF kalus, jumlah osteoblas itu sendiri, dan ketebalan kalus.
Dan percobaan ini diujicobakan pada tikus putih, setiap kelompok tikus putih terdiri dari sepuluh tikus. Kelompok 1 adalah kelompok yang tidak mendapatkan stimulasi medan elektromagnetik. Kelompok 2 adalah kelompok yang mendapatkan stimulasi medan elektromagnetik selama 6 jam sehari selama 4 minggu. Semua tikus kemudian diperiksa secara histologis dan imunohistokimia untuk mengetahui jumlah osteoblas yang mengekspresikan , jumlah osteoblas, dan tebal kalus. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah osteoblas, sehingga dapat disimpulkan stimulasi medan elektromagnetik dapat merangsang penyembuhan patah
tulang pada keadaan pascaovariektomi , melalui peningkatan jumlah osteoblas yang mengekspresikan TGF osteoblas dan tebal kalus. Pada akhirnya diharapkan stimulasi medan elektromagnetik dapat merangsang penyembuhan patah tulang pada penderita osteoporosis pascamenopause.
6.  LIMB SALVAGE (Memuat Kemoterapi dan Amputasi juga)
Sekarang dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan cara lain yang lebih “terhormat” yaitu menggunakan metode teknik baru limb salvage, dimana teknik terapi baru ini telah dikembangkan di hampir semua pusat penyembuhan kanker di seluruh dunia. Tujuan operasi adalah untuk menghilangkan tumor lokal pada tulang yang terkena.
Menurut Prof. Errol, operasi ini dibagi menjadi dua:
1. Limb salvage yaitu tulang yang terkena tumor ganas disambung dengan bekas kaki pasien lain yang baru saja meninggal dunia atau tulang yang terkena tumor pada stadium dini dimatikan dulu dengan radiasi kemudian dipasanglagi.
2. Limb ablation yaitu tulang yang terkena tumor ganas di amputasi.Sekarang sebelum dilakukan pembedahan, diberikan kemoterapi yang biasanya akan menyebabkan tumor mengecil. Kemoterapi juga penting karena akan membunuh setiap sel tumor yang sudah mulai menyebar.Kemoterapi yang sekarang dianut adalah neo ajuvant therapy, pada metode ini diberikan terlebih dahulu 3 siklus kemoterapi pra operasi dan kemudian diberikan lagi kemoterapi pasca bedah 3 siklus. Kemoterapi yang biasa diberikan adalah metotreksat dosis tinggi dengan leukovorin, Doxorubicin (adriamisin), Cisplatin, Cyclophosphamide (sitoksan), dan Bleomycin.
7 . CORAL DAN GAMPING
Kabar baik bagi penderita kanker tulang atau patah tulang. Penderita penyakit tersebut kini mempunyai alternatif pengobatan yang lebih murah, yakni dengan menggunakan biokeramik hidroksiapatit dari bahan coral atau gamping. “Selama ini mahalnya biaya operasi tulang karena bahan-bahan yang diperlukan masih diimpor, contohnya material tulang buatan biokeramik hidroksiapatit yang harganya dapat mencapai 1 juta rupiah per gram,” kata Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material Marzan Aziz Iskandar, di Jakarta, Kamis.
Proses pembuatan coral atau gamping sebagai hidroksiapatit tersebut, ujarnya, sederhana saja yakni dengan membakar material itu dengan suhu 900 derajat Celcius untuk menghilangkan zat organiknya, penambahan unsur fosfat, penyaringan, pencucian dan pembakaran berikutnya dengan suhu 600 derajat Celcius.
Material biokeramik hidroksiapatit baik berbahan dasar komersial atau bahan mineral alam yang memenuhi standar medis, urainya, berbentuk serbuk, bahan berpori, bahan padat atau bahan komposit. Bahan komposit memiliki kelebihan bisa dimasukkan obat sebelum ditanam ke tulang penderita. Dalam tiga minggu, menurut dia, hidroksiapatit dengan bahan coral atau gamping ini mulai menyatu sebagai tulang, sehingga tak diperlukan operasi berikutnya untuk mengeluarkan bahan asing tersebut.
8 . TRANSPLANTASI SUMSUNG TULANG
Untuk dapat menngetahui bagaimana transplantasi sumsum tulang itu, hendaknya kita mengetahuai apa itu sumsum tulang. Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang ditemukan pada rongga interior tulang yang merupakan tempat produksi sebagian besar sel darah baru. Ada dua jenis sumsum tulang: sumsum merah (dikenal juga sebagai jaringan myeloid) dan sumsum kuning. Sel darah merah, keping darah, dan sebagian besar sel darah putih dihasilkan dari sumsum merah. Sumsum kuning menghasilkan sel darah putih dan warnanya ditimbulkan oleh sel-sel lemak yang banyak dikandungnya.
Kedua tipe sumsum tulang tersebut mengandung banyak pembuluh dan kapiler darah.
Transplantasi sumsum tulang merupakan prosedur dimana sumsum tulang yang rusak digantikan dengan sumsum tulang yang sehat. Sumsum tulang yang rusak dapat disebabkan oleh dosis tinggi kemoterapi atau terapi radiasi. Selain itu, transplantasi sumsum tulang juga berguna untuk mengganti sel-sel darah yang rusak karena kanker. Transplantasi sumsum tulang dapat menggunakan sumsum tulang pasien sendiri yang masih sehat. Hal ini disebut transplantasi sumsum tulang autologus. Transplantasi sumsum tulang juga dapat diperoleh dari orang lain. Bila didapat dari kembar identik, dinamakan transplantasi syngeneic. Sedangkan bila didapat dari bukan kembar identik, misalnya dari saudara kandung, dinamakan transplantasi allogenik. Sekarang ini, transplantasi sumsum tulang paling sering dilakukan secara allogenik.
Efek samping transplantasi sumsum tulang tetap ada, yaitu kemungkinan infeksi dan juga kemungkinan perdarahan karena pengobatan kanker dosis tinggi. Hal ini dapat ditanggulangi dengan pemberian antibiotik ataupun transfusi darah untuk mencegah anemia. Apabila berhasil dilakukan transplantasi sumsum tulang, kemungkinan pasien sembuh sebesar 70-80%, tapi masih memungkinkan untuk kambuh lagi. Kalau tidak dilakukan transplantasi sumsum tulang, angka kesembuhan hanya 40-50%.
9 . PENGGANTIAN SENDI
Operasi penggantian sendi adalah suatu jenis operasi yang dilakukan untuk mengganti sendi yang telah rusak dengan sendi buatan yang disebut prostesis. Operasi ini telah dilakukan pada ratusan ribu pasien yang mengalami kerusakan, khususnya sendi lutut dan pinggul, dengan hasil yang sangat memuaskan selama sekitar 35 tahun terakhir. Penyebab utama kerusakan di lutut dan pinggul adalah pengapuran (osteoartritis).

Melacak Penyakit dengan CT Scan

Pemindaian dengan teknologi computerized tomography atau biasa disebut CT scan, muncul pada awal tahun 1970-an. Sejak itu CT scan menjadi alat yang penting untuk pencitraan medis. Lalu apa manfaatnya?
CT Scan menggabungkan serangkaian pemindaian X-ray yang diambil dari berbagai sudut yang berbeda. Kemudian komputer akan memproses sehingga menghasilkan gambar tulang dan jaringan lunak di dalam tubuh.
Melacak penyakit dengan CT Scan - alodokter

Membantu Proses Diagnosis

CT scan adalah mesin pemindai berbentuk lingkaran yang besar, cukup untuk dimasuki orang dewasa dengan posisi berbaring. Alat ini dapat digunakan untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan. Kemungkinan dokter akan merekomendasikan CT scan untuk dilakukan pada saat-saat tertentu, seperti:
  • Melakukan diagnosis kelainan otot dan tulang, seperti tumor atau retak pada tulang.
  • Menentukan lokasi tumor, infeksi, atau bekuan darah.
  • Memandu prosedur medis ketika melakukan operasi, biopsi, atau terapi radiasi.
  • Mendeteksi dan memonitor kondisi dan penyakit tertentu, seperti kanker, sakit jantung, nodul pada paru-paru, dan massa pada hati.
  • Mencari tahu cedera atau pendarahan internal.
Penggunaan CT scan kini juga makin banyak digunakan sebagai pemindaian penyakit atau sebagai langkah preventif. Misalnya CT scan pada usus besar bagi pasien yang memiliki risiko tinggi terkena kanker usus besar atau pemindaian jantung secara lengkap pada pasien dengan risiko tinggi penyakit jantung.

Bagian Tubuh yang Dipindai 

Selama pemeriksaan dengan CT scan, Anda akan diminta untuk berbaring di atas sebuah tempat tidur yang dapat bergerak masuk dan keluar secara otomatis. Petugas bagian radiologi atau radiografer yang membantu pemeriksaan akan menempatkan posisi Anda dengan tepat hingga bagian tubuh yang diperiksa dapat terpindai dengan jelas.
Beberapa bagian tubuh berikut sering diperiksa menggunakan CT scan untuk mengetahui kondisi-kondisi khusus, seperti:
  • Kepala. CT scan biasanya digunakan di bagian kepala untuk mendeteksi jaringan yang mati akibat stroke, tumor, jaringan yang mengeras akibat tumpukan kalsium, pendarahan, dan trauma pada tulang.
  • Paru-paru. Pemindaian dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya perubahan akut atau kronis pada bagian dalam paru-paru. CT scan yang dapat dilakukan dari berbagai sudut dapat lebih akurat dibandingkan pemindaian X-ray dua dimensi.
  • Jantung. Dengan kemampuan rotasi per detik yang dikombinasikan dengan potongan gambar dengan resolusi dan kecepatan tinggi, CT scan mampu memberikan hasil pencitraan arteri koroner yang baik.
  • Rongga perut dan panggul. Pemindaian dengan CT scan merupakan metode sensitif yang dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit pada organ-organ di rongga perut. Dokter sering memanfaatkan untuk menentukan tingkat kanker dan perkembangannya. Juga dapat dilakukan untuk memeriksa penyebab sakit perut akut.
  • Tulang. CT scan sering digunakan untuk memindai kondisi patah tulang kompleks, terutama di sekitar sendi, karena kemampuannya untuk merekonstruksi lokasi dari berbagai sudut. Patah tulang, cedera ligamen, dan dislokasi dapat ditemukan dengan mudah.

Mempertimbangkan Faktor Risiko

Selama proses CT scan, Anda akan terpapar oleh tingkat radiasi yang lebih tinggi dibandingkan pemindaian X-ray biasa. Radiasi ini kemungkinan akan sedikit meningkatkan risiko kanker. Meski demikian, CT scan memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan dengan tingkat risiko yang tergolong kecil.
Dokter akan menggunakan tingkat radiasi serendah mungkin. Mesin dan teknik terbaru dapat membuat radiasi yang Anda peroleh makin sedikit. Konsultasikan kepada dokter mengenai manfaat dan risiko yang ada sebelum melakukan CT scan.
Paparan radiasi dari CT scan sebaiknya dijauhi oleh ibu hamil. Pertimbangkan kembali jika Anda memiliki kemungkinan hamil pada saat akan melakukan CT scan. Kemungkinan dokter akan menyarankan jenis pemindaian lain, seperti ultrasound atau magnetic resonance imaging (MRI) guna menghindari risiko pada janin.
Selain itu, anak-anak juga memiliki risiko yang lebih besar terhadap paparan radiasi dibandingkan orang dewasa. CT scan hanya dapat dilakukan jika memang sangat diperlukan pasien anak-anak.

Langkah-langkah Persiapan

Sebelum menjalani proses CT scan, Anda akan ditanyai mengenai kondisi kesehatan pada saat ini, konsumsi obat tertentu, dan kemungkinan memiliki alergi. Berikut ini langkah-langkah yang perlu diketahui sebelum menjalani CT scan.
  • Saat akan menjalani CT scan, Anda akan diminta untuk mengganti baju dengan pakaian khusus yang disediakan pihak rumah sakit. Anda juga akan diminta untuk melepas semua perhiasan sebab logam dapat mengganggu proses pemindaian.
  • Jika CT scan dilakukan pada bagian kepala, sebelumnya Anda sudah diinformasikan untuk melepaskan gigi palsu. Selain itu, alat bantu dengar dan jepit rambut juga harus dilepaskan.
  • Bicarakan terlebih dahulu pada radiografer jika Anda merasa tegang atau memiliki fobia berada di ruang tertutup sebab hal itu dapat menghalangi proses CT scan. Petugas tersebut kemungkinan dapat membantu Anda untuk merasa lebih tenang. Jika diperlukan, Anda bisa bicarakan dengan ahli medis untuk mengonsumsi obat penenang.
  • Untuk CT scan pada bagian otak atau perut, kemungkinan Anda akan diberikan cairan kontras sebelumnya. Cairan tersebut berisi pewarna aman yang akan membantu memperjelas gambar. Tergantung bagian tubuh mana yang akan dilakukan CT scan, cairan kontras dalam diberikan dalam bentuk minuman atau disuntikkan ke dalam aliran darah. Cairan itu kemudian akan dikeluarkan tubuh melalui urin.
  • Meski jarang terjadi, cairan kontras dapat mengakibatkan reaksi alergi pada sebagian orang. Konsultasikan terlebih dahulu kepada radiografer jika memiliki reaksi alergi terhadap iodin atau cairan kontras sebelumnya.
Sementara proses CT scan sedang dilakukan, Anda harus berbaring dan tidak diperbolehkan bergerak. Atur napas seperti normal untuk mendapatkan kualitas gambar yang diperoleh. Cincin besar yang berada pada mesin CT scan akan berputar mengelilingi tubuh Anda. Tiap kali berputar akan menghasilkan gambar pindai yang baru. Tempat Anda berbaring akan bergerak sedikit tiap kali cincin tersebut selesai berputar.
Radiografer akan menjalankan mesin CT scan dari ruang sebelah, terpisah dari ruang pemeriksaan. Sementara itu, Anda dapat mendengar instruksi dan berbicara dengan petugas tersebut melalui interkom.
Usai menjalani proses CT scan, tidak berarti hasilnya akan langsung tersedia. Komputer akan memproses seluruh informasi yang kemudian akan dianalisis oleh seorang dokter spesialis radiologi. Laporan hasil tes kemudian akan dikirimkan kepada dokter Anda.
Risiko radiasi dari CT scan memang ada namun kecil. Dokter hanya akan menyarankan CT scan ketika kondisi Anda benar-benar memerlukannya. Hindari CT scan jika Anda memiliki kemungkinan tengah mengandung. Minta saran alternatif terbaik dari dokter.

Apa itu Kolonoskopi: Gambaran Umum, Keuntungan, dan Hasil yang Diharapkan

Ringkasan dan Definisi

Kolonoskopi adalah tindakan rawat jalan dimana bagian dalam usus besar Anda (kolon dan saluran pembuangan/rektum) diperiksa dan diselidiki. Sebuah proses peneropongan usus besar umumnya dilakukan untuk menilai masalah pencernaan seperti sakit perut dan pendarahan pada dubur. Biasanya dilakukan oleh seorang ahli pencernaan, dengan menggunakan alat yang disebut teropong usus atau kolonoskop.
Kolonoskop berbentuk tabung panjan, tipis, dan lentur, yang melekat pada kamera video kecil dan terhubung ke layar TV. Dengan menggunakan berbagai kontrol yang terdapat pada perangkat, seorang ahli saluran pencernaan (gastroenterologis) memandualat tersebut untuk menentukan kemungkinan penyebab gejala penyakit saluran pencernaan. Ada varian yang lebih pendek dari kolonoskop, yang disebut sigmoidoskop, yang digunakan untuk masalah yang terbatas pada bagian bawah usus besar.

Penggunaan Kolonoskopi

Kolonoskopi adalah salah satu tindakan pemeriksaan standar yang digunakan untuk menentukan penyebab dari gejala berikut:
  • Kehilangan darah
  • Perdarahan usus besar
  • Diare berkepanjangan/kronis
  • Perubahan kebiasaan buang air besar
  • Nyeri perut atau dubur
Kolonoskopi juga merupakan proses umum yang digunakan untuk menyelidiki lebih lanjut kelainan yang telah dikenali sebelumnya melalui rontgen atau CT scan padausus. Lebih penting lagi, digunakan untuk secara tepat dalam mengenali kanker usus dan mengobati polip usus besar, yang merupakan pertumbuhan abnormal dari lapisan dalam dinding usus. Pasien yang memiliki riwayat polip usus besar, radang usus atau kolitis ulseratif, dan kanker usus besar biasanya disarankan untuk menjalani tindakan Kolonoskopi secara berkala.
Spesialis juga melakukan tindakan non-bedah ini untuk menghilangkan pertumbuhan yang tampak mencurigakan tanpa rasa sakit untuk pengambilan contoh jaringan (biopsi) dan analisis lebih lanjut.

Kapan membutuhkan Kolonoskopi

Jika Anda mengalami ketidaknyamanan, rasa sakit atau gejala-gejala penyakit saluran pencernaan tersebut, adalah penting bagi Anda untuk memeriksakan ke dokter umum segera. Tergantung pada sifat dan tingkat keparahan gejala, dokter mungkin akan mengarahkan Anda ke spesialis pencernaan, yang kemudian dapat melakukan penyelidikan untuk menilai penyebab gejala Anda. Kolonoskopi biasanya dianjurkan pada gejala penyakit saluran pencernaan sedang hingga yang parah. Seberapa sering seseorang memerlukan tindakan ini akan tergantung pada tingkat keparahan kelainan atau tingkat resiko yang ditemukan pada peneropongan.
Sementara itu, untuk pasien yang sehat, Kolonoskopi sebenarnya tidak terlalu perlu, kecuali jika Anda memiliki faktor resiko, riwayat polip usus besar atau riwayat keluarga dengan kanker usus besar. Pemeriksaan kanker usus besar biasanya disarankan dimulai dari usia 50 tahun dan setiap 10 tahun sesudahnya.

Sebelum Kolonoskopi

Untuk memastikan hasil yang akurat, penting untuk mengosongkan usus Anda sehingga spesialis akan mendapatkan tampilan yang lebih jelas melalui teropong usus besar. Dokter akan memberikan instruksi untuk pembersihan dan persiapan pada usus yang harus diikuti secara ketat atau pemeriksaan akan memberikan hasil yang kurang memuaskan dan mungkin harus diulang lagi. Instruksi biasanya terdiri dari:
  • Minum cairan pembersih khusus dalam jumlah besar
  • Pola makan cair selama beberapa hari sebelum tindakan
  • Asupan obat pencahar
  • Melakukan satu atau dua kali enema / perangsang usus besar untuk bergerak sebelum pemeriksaan
Kolonoskopi biasanya dilakukan dengan obat penenang. Tidak aman untuk mengemudi dalam waktu delapan jam setelah proses dilakukan, sehingga segala sesuatunya perlu diatur sebelumnya.
Juga penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter tentang obat yang sedang Anda minum atau jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus yang mungkin menjadi perhatian sebelum, selama atau setelah tindakan dilakukan.

Apa yang terjadi Selama Proses Kolonoskopi

Seluruh tindakan biasanya berlangsung setidaknya 30 hingga 60 menit. Ahli Pencernaan akan memastikan bahwa Anda merasa senyaman mungkin selama proses. Jalur infus (IV) akan digunakan untuk membuat Anda merasa rileks dan mengantuk tapi masih terjaga dan bekerjasama. Setelah sepenuhnya santai, dokter terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan dubur, lalu teropong yang telah dilumasi akan dimasukkan ke dalam saluran pembuangan.
Biasanya hanya sedikit atau sama sekali tidak ada ketidaknyamanan ketika alat dimasukkan, meskipun Anda mungkin merasa ingin buang air besar dan kram kecil. Alat ini sangat lentur dan dapat bergerak mengitari lengkungan usus besar. Anda mungkin sesekali akan diminta untuk mengubah posisi yang itu diperlukan untuk membantu mendorong alat lebih lanjut. Jika terdapat kelainan yang dilihat melalui teropong, sejumlah kecil jaringan dapat diambil untuk analisis (biopsi), atau dalam kasus polip jinak, dapat sepenuhnya diambil. Dalam kasus pendarahan anus, situs perdarahan dikenali dan contoh jaringan akan diambil untuk penilaian dan pengobatan. Tindakan peneropongan sering memberikan diagnosis dan pengobatan sangat akurat tanpa membutuhkan tindakan bedah.

Setelah Peneropongan Usus Besar

Setelah tindakan, Anda akan dibawa ke area pemulihan sampai efek dari obat penenang telah hilang sepenuhnya. Pasien sering merasa kram atau terasa adanya gas yang biasanya berlalu dengan cepat. Obat-obat tertentu, seperti pengencer darah, sebaiknya dihindari jika contoh jaringan atau polip telah dihilangkan.
Pendarahan kecil mungkin terjadi di tempat di mana polip atau contoh jaringan diambil, tapi ini biasanya hilang dalam beberapa hari.
Kecuali disarankan lain, Anda dapat kembali ke pola makan normal Anda segera setelah peneropongan. Namun, alkohol, mengemudi, kegiatan rutin di luar ruangan, dan mengendalikan mesin-mesin berat harus dihindari sampai 24 jam setelah peneropongan.

Kemungkinan Komplikasi dalam Kolonoskopi

Kolonoskopi merupakan tindakan yang aman, meskipun komplikasi kecil dapat terjadi dalam kasus langka, seperti menusuk atau memotong dinding usus. Anda harus segera memberitahu dokter Anda jika mengalami perdarahan dubur yang berlebihan dan berkepanjangan, sakit perut yang parah, demam dan menggigil dalam waktu 2 minggu setelah tindakan. Komplikasi ini jarang, tapi mungkin terjadi. Pastikan untuk mendiskusikan dengan dokter Anda jika memiliki masalah tertentu mengenai peneropongan. Tindak lanjut pemeriksaan juga mungkin diperlukan tergantung pada hasil dari peneropongan.
Saat ini Kolonoskopi merupakan metode yang paling akurat untuk mendeteksi, mendiagnosa dan mengobati kelainan dalam usus besar. Tes ini memiliki sedikit ketidaknyamanan, tetapi umumnya aman. Telah terbukti untuk deteksi awal penyakit usus dan telah menyelamatkan banyak jiwa.
Bagikan informasi ini:

Khawatir Kanker Usus? Lakukan Kolonoskopi

Jika tidak segera ditangani, kanker usus adalah kondisi yang dapat membahayakan nyawa. Untuk mencegah kondisi ini berkembang, umumnya pasien disarankan menjalani kolonoskopi.
Kolonoskopi adalah pemeriksaan untuk mendeteksi ketidaknormalan pada usus besar dan anus. Proses ini dilakukan dengan memasukkan kolonoskop atau selang yang ujungnya ada kamera ke dalam dubur. Dokter kemudian dapat melihat ke dalam usus besar dengan kamera video yang menampilkan gambar pada layar. Prosedur ini juga dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan dari usus besar, sekaligus dapat juga mengangkat polip atau jaringan tidak normal di dalamnya.
Kolonoskopi, Alodokter
Kolonoskopi umumnya berperan dalam pemeriksaan awal kanker usus besar. Dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur ini untuk dilakukan 10 tahun sekali jika Anda berusia 50 tahun ke atas dan berisiko mengidap kanker usus. Selain itu, proses ini dapat menjadi panduan bagi dokter untuk menentukan penyebab gejala-gejala gangguan pada usus, seperti konstipasi kronis, diare, atau pendarahan pada anus. Meski demikian, selain kolonoskopi, dapat juga dijalankan prosedur lain.

Kondisi Apa Saja yang Membutuhkan Kolonoskopi?

Umumnya seseorang merasa perlu menjalani kolonoskopi karena beberapa alasan berikut:
  • Terdapat darah pada tinja.
  • Nyeri perut yang tidak tertahankan.
  • Diare yang tidak kunjung sembuh.
  • Adanya ketidaknormalan pada hasil CT scan usus.
  • Terdapat riwayat kanker usus pada anggota keluarga sehingga risiko dirinya untuk mengalami kanker usus menjadi lebih besar.
  • Mengalami anemia defisiensi besi.
  • Mengalami penurunan berat badan secara drastis dan mendadak.
Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami satu atau beberapa kondisi di atas. Jika memang dokter merekomendasikan prosedur ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Usus besar yang bersih sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan kolonoskopi karena kotoran dapat menghalangi tampilan dalam usus besar:
  • Dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi obat pencahar pada malam sebelum kolonoskopi.
  • Informasikan jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat untuk menangani tekanan darah tinggi, gangguan jantung, diabetes, suplemen apa pun yang mengandung zat besi, aspirin, atau obat untuk menangani stroke. Anda mungkin dianjurkan untuk berhenti mengonsumsinya beberapa waktu.
  • Pada umumnya, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan padat pada hari sebelum menjalani kolonoskopi.
  • Hindari mengonsumsi air mineral 7-8 jam sebelum kolonoskopi.
Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu, karena seperti prosedur yang lainnya, kolonoskopi juga membawa risiko.

Hasil dan Risiko yang Mungkin Timbul dari Kolonoskopi

Obat bius akan membuat pasien tidak sadarkan diri dan tidak merasakan apa pun. Sebuah prosedur kolonoskopi akan berjalan setidaknya selama 20 menit. Setelah itu pasien memerlukan kurang lebih 60 menit untuk pulih dari obat bius. Pasien akan merasa kembung dan sering kentut selama beberapa jam setelah prosedur ini untuk mengeluarkan gas dalam usus. Jika kolonoskopi ditujukan untuk mengangkat polip, maka setelah operasi, pasien perlu menjalani diet tertentu selama beberapa lama.
Umumnya pasien perlu tinggal selama 1-2 jam di rumah sakit sebelum diizinkan pulang. Selama waktu ini, pasien mungkin disarankan untuk mengonsumsi air mineral secukupnya. Pada beberapa kasus, pasien akan mengalami kram dan diare. Dokter akan menyarankan pasien untuk tidak mengonsumsi aspirin maupun obat anti peradangan selama dua pekan pascaoperasi.
Jika hasil kolonoskopi bersifat normal, maka usus akan tampak berwarna merah muda. Tidak ada pendarahan, peradangan, maupun kantung. Namun jika terdapat gangguan, maka usus akan tampak berkantung, merah, meradang dan bengkak.
Jika tidak disarankan untuk menjalani pemeriksaan ulang, maka bisa jadi pasien akan dianjurkan untuk memeriksakan diri 10 tahun kemudian. Sebaliknya, jika ditemukan kelainan pada usus besar, maka hasil kolonoskopi akan disebut positif. Polip yang telah diangkat akan diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi apakah bersifat kanker, prakanker, atau tidak bersifat kanker. Hanya sebagian kecil polip yang bersifat kanker.
Jika dalam usus besar ditemukan polip berdiameter kurang dari 1 cm, maka mungkin pasien dapat mengulang kolonoskopi 10 tahun kemudian. Namun pemeriksaan perlu dilakukan pada 3-5 tahun sekali jika ditemukan polip dengan diameter lebih besar atau jumlah lebih banyak.
Pada kasus tertentu, kolonoskopi dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut:
  • Robeknya dinding anus atau usus besar.
  • Reaksi yang berlawanan dari obat penenang yang digunakan saat prosedur dijalani.
  • Pendarahan pada area dilakukannya biopsi atau dari lokasi jaringan abnormal diangkat.
Jika hanya sedikit darah yang keluar setelah operasi, berarti masih dianggap hal normal. Namun pasien perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami demam tinggi, perut bengkak dan kencang, sangat pusing, nyeri perut yang tidak tertahankan, serta pendarahan parah pada anus.

Proses Kateterisasi Jantung


By | 8 September 2015

Apa itu kateterisasi jantung?

Kateterisasi jantung (cardiac cath atau heart cath) lebih umum dikenal kateter jantung adalah prosedur untuk memeriksa seberapa baik fungsi jantung bekerja. Sebuah alat tipis dan panjang berupa pipa hampa yang dikenal Kateter Jantung dimasukkan ke dalam bilik atau pembuluh darah besar yang mengarah ke jantung. Lihat ilustrasi kateterisasi jantung.
 ilustrasi kateter jantung
  • Proses kateterisasi jantung dilakukan untuk mengetahui apakah pasien memiliki penyakit jantung, arteri katup atau koroner (jantung) arteri.
  • Selama prosedur kateterisasi jantung, tekanan dan aliran darah di jantung dapat diukur.
  • Angiografi koroner atau Arteriografi koroner juga dilakukan selama proses kateterisasi jantung. Cairan berwarna kontras yang hanya terlihat pada sinar-X disuntikkan melalui kateter. Gambar pewarna pada sinar-X akan menunjukkan aliran yang melalui arteri jantung. Hal ini menunjukkan bagian mana dari arteri yang tersumbat.
  • Kemungkinan akan timbul masalah selama proses kateterisasi jantung sangat rendah.

Mengapa harus melakukan prosedur kateterisasi jantung?

Sebelum melakukan operasi jantung pasang ring ataupun operasi jantung bypass, proses kateterisasi jantung wajib dilakukan karenan proses kateter akan memberi informasi tentang seberapa baik fungsi jantung, mengidentifikasi masalah dan memungkinkan untuk dilakukan pembukaan arteri yang tersumbat. Selama prosedur kateterisasi jantung dokter dapat melakukan beberapa hal, seperti:
  • Mengambil sinar-X menggunakan pewarna kontras yang disuntikkan melalui kateter untuk mencari menyempit atau sumbatan arteri koroner. Ini disebut angiografi koroner atau arteriografi koroner.
  • Melakukan percutaneous coronary intervention (PCI) seperti angioplasti koroner dengan stent (ring) untuk membuka penyempitan atau sumbatan bagian arteri koroner.
  • Memeriksa tekanan pada empat bilik jantung.
  • Mengambil sampel darah untuk mengukur kadar oksigen pada empat bilik jantung.
  • Mengevaluasi kemampuan ruang pompa untuk berfungsi.
  • Mencari cacat pada katup atau ruang jantung.
  • Mengambil potongan kecil jaringan jantung untuk diperiksa di bawah mikroskop (biopsi).

Apa resiko dari kateterisasi jantung?

Kateterisasi jantung biasanya sangat aman, hanya sebagian kecil orang yang memiliki masalah selama proses ini. Beberapa kasus kateterisasi jantung menimbulkan memar pada bagian tubuh tempat kateter dimasukkan (tempat tusukan). Cairan pewarna kontras yang dimasukkan ke kateter jantung sehingga gambar arteri muncul di sinar-X menyebabkan beberapa orang merasakan sakit perut, atau menimbulkan gatal-gatal.

Berapa biaya kateterisasi jantung atau kateter jantung?

Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kateterisasi jantung tergolong lumayan mahal berkisar antara 7 juta s/d 12 juta rupiah, tergantung kelas rumah sakit tempat akan melakukan kateter jantung. Jika hasil kateterisasi jantung mengharuskan untuk pasang ring ataupun harus operasi bypass jantung (umumnya jika penyumbatan sudah 80% keatas), maka biaya yang dibutuhkan akan bertambah banyak. Biaya untuk operasi pasang ring jantung membutuhkan kisaran 90 juta s/d 120 juta rupiah, untuk operasi jantung bypass membutuhkan biaya berkisar 185 juta s/d 250 juta.

Perihal persiapan kateterisasi jantung persiapan kateterisasi jantung

  • Anda akan diberi petunjuk tentang apa yang harus dimakan dan minum selama 24 jam sebelum tes.
  • Biasanya, Anda diminta untuk tidak makan atau minum apa pun selama enam sampai delapan jam sebelum proses kateterasi jantung.
  • Jelaskan pada dokter semua obat-obatan yang Anda konsumsi, termasuk obat OTC (Over The Counter), herbal dan vitamin. Dokter mungkin meminta untuk menghentikan konsumsi iru semua sampai proses kateterisasi selesai. Jangan berhenti minum obat sampai dokter memberitahu hal itu.
  • Beritahu dokter atau perawat jika Anda alergi terhadap sesuatu, terutama yodium, kerang, lateks atau karet produk, obat-obatan seperti penisilin, atau pewarna sinar-X.
  • Siapkan seseorang mengantar Anda pulang setelah proses kateterisasi selesai.
  • Jika Anda biasanya memakai alat bantu dengar, pakailah selama prosedur Anda. Jika Anda mengenakan kacamata, bawa saja dengan memberitahukan dokter terlebih dahulu.

Apa yang terjadi selama kateterisasi jantung?

Dokter dengan pelatihan khusus melakukan proses kateter dengan tim medis dan teknisi. Proses ini dilakukan di laboratorium kateterisasi (kateter) rumah sakit jantung.

proses kateterisasi jantung

  • Sebelum proses kateter, perawat akan menempatkan intravena (IV) baris ke pembuluh darah di lengan sehingga Anda akan diberi obat penenang, namun Anda akan tetap terjaga dan bisa mengikuti petunjuk tim medis selama proses kateter.
  • Perawat akan membersihkan dan mencukur daerah di mana dokter akan bekerja. Biasanya di daerah selangkangan.
  • Anestesi lokal biasanya diberikan untuk mematikan rasa area tusukan jarum.
    Dokter akan menusukkan jarum melalui kulit ke dalam pembuluh darah besar. Sebuah pipa kecil berukuran jerami (disebut selubung) akan dimasukkan ke dalam pembuluh. Secara perlahan dokter akan menempatkan kateter (selang tipis panjang) ke pembuluh darah melalui selubung tersebut. Sebuah layar monitor akan menunjukkan posisi kateter seperti yang berulir melalui pembuluh darah utama dan ke jantung. Anda mungkin akan merasakan beberapa tekanan di pangkal paha, tetapi Anda tidak akan merasa sakit.
  • Berbagai instrumen akan ditempatkan di ujung kateter. Termasuk instrumen untuk mengukur tekanan darah di setiap ruang jantung dan pembuluh darah yang terhubung ke jantung, memeriksa interior pembuluh darah, mengambil sampel darah dari berbagai bagian jantung, atau memotong sampel jaringan (biopsi) dari dalam jantung.
  • Ketika proses kateter berlangsung, akan disuntikkan cairan pewarna yang dapat terlihat pada sinar-X, proses ini disebut angiografi.
  • Ketika kateter digunakan untuk membersihkan arteri yang menyempit atau tersumbat, proses ini disebut angioplasty atau intervensi koroner perkutan (IKP).
  • Ketika kateter digunakan untuk melebarkan penyempitan mulut katup jantung, proses ini disebut valvuloplasty.
  • Ketika dokter akan melepas kateter dan sarungnya. Perawat akan menekan area kateter untuk mencegah perdarahan. Terkadang dibutuhkan perangkat penutupan khusus. Proses berlangsung sekitar satu jam.

Apa yang terjadi setelah kateterisasi jantung?

Anda akan dibawa ke ruang pemulihan selama beberapa jam. Selama waktu proses pemulihan, Anda diharuskan untuk tetap berbaring.
  • Menekan area tusukan untuk menghentikan pendarahan.
  • Menjaga kaki agar tetap lurus dan tidak boleh turun dari tempat tidur.
  • Detak jantung dan tanda-tanda vital lainnya (nadi dan tekanan darah) akan diperiksa selama pemulihan.
  • Melaporkan setiap pembengkakan, nyeri atau perdarahan di lokasi tusukan, atau jika merasakan nyeri dada.
  • Sebelum meninggalkan rumah sakit, akan diberi petunjuk tertulis tentang apa yang harus dilakukan di rumah.

Apa yang terjadi setelah saya pulang?

Pastikan untuk hati-hati mengikuti semua petunjuk. Hal ini penting seperti ketika mengkonsumsi obat sesuai dengan arahan tim medis. Umumnya orang dapat kembali ke kegiatan normal sehari-hari setelah proses kateter tergantung pada setiap intervensi tambahan yang dilakukan selama kateterisasi jantung.
Memar kecil di lokasi tusukan merupakan hal normal. Jika lokasi tusukan mulai berdarah, berbaringlah dan berikan tekanan pada bagian atasnya selama beberapa menit. Kemudian, periksa kembali untuk memastikan apakah perdarahan telah berhenti.
Hubungi dokter jika:
  • Kaki yang diberi tusukan menjadi mati rasa atau tingles, atau kaki terasa dingin atau berubah biru.
  • Daerah sekitar tempat tusukan terlihat memar tidak normal.
  • Pembengkakan area tusukan atau cairan mengalir terus menerus.

Apa itu Kateterisasi Urine? Gambaran Umum, Manfaat, dan Hasil Pengobatan

Apa itu Kateterisasi Urine?Hasil gambar untuk apa itu kateter 

Kateterisasi urine adalah prosedur untuk memasukan kateter – sebuah tabung yang terbuat dari silikon, lateks, atau polyurethane – ke kandung kemih melalui lubang kencing untuk mengeluarkan air seni dan/atau memasukkan cairan ke lubang kencing atau kandung kemih untuk mengobati masalah yang menyerang saluran kencing.


Dalam prosedur ini, ada beberapa jenis kateter yang bisa digunakan. Di antaranya:
  • Kateter balon : Jenis ini juga dikenal dengan sebutan kateter Foley atau kateter tetap atau kateter in-dwelling, biasanya terbuat dari silikon atau karet alami. Kateter ini memiliki ujung seperti balon yang diisi dengan air steril.
  • Kateter sementara : Jenis ini dikenal dengan sebutan kateter Robinson, biasanya diresepkan pada pasien yang hanya membutuhkan kateter untuk masa singkat. Tidak ada balon yang menempel di ujungnya, sehingga tidak bisa digunakan untuk membuang urin. Dapat menggunakan penutup atau tidak. Kateter berpenutup memiliki penutup hidrofilik yang siap digunakan sehingga pasien bisa melakukan kateterisasi sendiri. Namun, penting bagi pasien untuk mengikuti panduan guna menjaga kebersihan kateter dan area sekitar, juga termasuk instruksi untuk memasukkan kateter dengan benar.
  • Kateter Coude – Kateter ini dilengkapi dengan ujung melengkung sehingga mudah dimasukkan ke uretra prostatik.
  • Kateter Hematuria – Ini merupakan jenis kateter Foley yang diresepkan bagi pasien yang menderita hematuria atau telah menjalani hemostasis. Kateter ini juga bisa digunakan dalam prosedur bedah endoskopi.
  • Kateter kondom – Kateter eksternal ini biasanya diresepkan bagi pasien pria yang menderita inkontinensia urin. Dibandingkan dengan kateter Foley, kateter ini memiliki risiko infeksi yang lebih rendah .

Siapa yang Perlu Menjalani Kateterisasi Urine & Hasil yang Diharapkan

Pasien dengan masalah di bawah ini, biasanya perlu melakukan kateterisasi urin untuk mengosongkan kandung kemihnya.
  • Pasien dengan inkontinensia urine, atau saat pasien tidak dapat mengendalikan keluarnya urin. Sehingga, sering keluar tanpa disengaja.
  • Retensi urin, atau ketidakmampuan untuk mengeluarkan urin
  • Kondisi kesehatan seperti demensia, cedera tulang belakang, atau multiple sclerosis
Pasien yang menjalani prosedur pembedahan pada area kelamin atau prostat biasanya perlu menggunakan kateter pasca operasi untuk membantu mengeluarkan urin, karena organ sedang dalam masa penyembuhan.

Cara Kerja Kateterisasi Urine

Metode yang digunakan tergantung jenis kateter yang dipilih.
Kateter tetap umumnya dimasukkan melalui uretra. Namun, ada juga yang dimasukkan melalui lubang kecil yang dibuat di perut. Jika demikian, maka perlu dilakukan di lingkungan yang steril untuk mencegah infeksi.
Sedangkan kateter sementara dan kateter kondom dapat digunakan sendiri. Namun, harus diganti setiap hari karena alasan kebersihan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Kateterisasi Urine

Karena kateter perlu dimasukkan ke dalam tubuh dan bersentuhan langsung dengan limbah tubuh, infeksi cukup sering terjadi pada uretra, kandung kemih, dan ginjal (namun jarang terjadi). Infeksi lebih sering menyerang pasien yang menggunakan kateter dalam waktu lama. Infeksi ini dikenal dengan sebutan infeksi saluran kemih dan dapat diobati dengan antibiotik.
Masalah lainnya yang sering muncul adalah spasme kandung kemih, dengan gejala serupa seperti kram perut, cedera pada uretra, kencing batu, adanya darah pada urin, dan sumbatan uretra.
Pasien yang alergi pada lateks akan merasakan efek negatif, jika menggunakan kateter dengan bahan tersebut.
Ada juga komplikasi parah yang dapat dialami akibat kateterisasi urin, seperti:
  • Kerusakan ginjal, akibat penggunaan kateter tetap dalam jangka panjang
  • Infeksi pada darah, atau septikemia
  • Kencing batu
Jika pasien merasakan gejala di bawah ini, maka ia harus segera berkonsultasi dengan dokter. Di antaranya:
  • Kambuhnya spasme urin yang terasa semakin nyeri dari waktu ke waktu
  • Panas dingin atau demam
  • Pendarahan di dalam dan sekitar kateter
  • Adanya batu atau endapan pada kateter urin atau kantung kateter
  • Urin berbau menyengat
  • Urin kental dan keruh
  • Uretra di sekitar kateter membengkak
  • Peradangan kulit
  • Urin tidak keluar, meskipun pasien minum cukup banyak air
Di saat konsultasi, dokter akan melepaskan atau mengganti kateter, atau meresepkan bentuk pengobatan lainnya.

Rujukan:
  • Resnick NM. Incontinence. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Goldman’s Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 25.

7 Fakta Tentang Mesin Pencetak 3 Dimensi

Masa depan yang ada di depan mata kita adalah sebuah masa depan dimana inovasi, dan teknologi baru bermunculan. Salah satu teknologi tersebut adalah sebuah printer.
Printer yang dimaksud disini bukanlah sebuah printer biasa dimana kita memasukkan sebuah kertas lalu kemudian kertas itu diproses menjadi sebuah kertas dengan tulisan, atau gambar sesuai dengan yang diinginkan oleh orang yang memasukkan kertas tersebut ke dalam printer.
Printer yang dimaksud disini adalah printer 3 Dimensi yang dapat membuat sesuatu benda berwujud 3D seperti obat-obatan, makanan, bahkan hingga furnitur rumah tangga.
Namun, bagi kebanyakan orang, mungkin cara kerja printer 3 dimensi ini masih merupakan misteri. Oleh karena itu, penulis disini akan mengungkapkan beberapa fakta tentang printer tersebut yang dilansir oleh Mashable.

1. Teknologi Print 3 Dimensi Dimulai Dari Laser
Pertama kali ditemukannya teknologi pencetakan adalah pada awal tahun 1980-an, dimana komputer akan mendeteksi pola yang direndam pada cairan polimer. Pola yang sudah sudah dilacak itu kemudian dikeraskan menjadi sebuah lapisan dengan menggunakan laser untuk kemudian dibentuk menjadi sebuah objek yang terbuat dari plastik.
Teknik ini diberi nama Stereolitography.

2. Printer 3D Modern Bekerja Seperti Printer Yang Umumnya Digunakan Publik
Sudah banyak terjadi proses evolusi perubahan dari Stereolitography. Dan pada tahun 2013, metode baru yang digunakan untuk mencetak objek 3D diberi nama Material Extrusion.
Dengan metode ini, sebuah printer membentuk sebuah objek dari bahan-bahan yang ditekan dari sebuah alat mekanik, sama seperti bagaimana sebuah printer biasa mencetak warna pada sebuah kertas.

3. Printer 3 Dimensi Hampir Dapat Membuat Segalanya
Printer 3D di zaman sekarang dapat membuat sebuah objek dari berbagai bahan konkrit, seperti membuat batu sintetis, keramik bahkan hingga coklat dan keju.
Bahkan pada beberapa printer 3D, dapat membuat sebuah objek seperti organ tubuh manusia, struktur tulang manusia, dan mesin jet generasi terbaru.

4. Printer 3D Mengurangi Limbah Produksi
Di masa lalu, untuk membuat sesuatu, setiap orang pasti melakukan sebuah proses dimana dari satu bahan, hanya diambil sebagiannya saja. Sementara sisa bahan yang tidak dibutuhkan, dibuang sehingga menjadi limbah.
Sedangkan pada printer 3D, proses yang dilakukan untuk membuat, atau mencetak suatu barang adalah prose additive. Dimana sebuah objek dibuat dibentuk, atau dibuat dari bahan-bahan dasarnya tanpa menyisakan limbah.

5. Resiko Produksi Berkurang
Dengan menggunakan printer 3D, semua tahapan-tahapan suatu produksi berubah. Dari yang asalnya menempatkan sebuah cetakan pada setiap mesin untuk setiap objek, printer 3D hanya harus mengganti program untuk membuat sesuatu dengan menggunakan komputer.
Sehingga akan mengurangi resiko secara finansial, dan keselamatan pegawai.

6. Semua Orang Mendapatkan Apa yang Mereka Mau
Sebuah manufaktur mobil bahkan dapat membuat sebuah komponen yang paling diinginkan oleh konsumennya seperti sebuah dashboard, atau kabin tanpa harus memusingkan tentang pesanan setiap orang yang berbeda-beda.
Karena dengan menggunakan printer 3D pengukuran dapat dilakukan secara mudah dengan menggunakan komputer.

7. Hasil Produksi Dari Printer 3D Dapat Menjadi Tren Bisnis Lokal
Memproduksi suatu objek dengan menggunakan printer 3D, mungkin saja akan menjadi sebuah bisnis yang mainstream di kalangan masyarakat lokal. Setidaknya, pada 10 tahun ke depan, proses pembuatan objek dengan menggunakan printer 3D akan menjadi sebuah hal yang tidak aneh lagi.
Namun, walaupun jenis produksi seperti ini tidak akan menghilangkan keseluruhan proses manufaktur selain melalui printer 3D. Secara tidak langsung, proses manufaktur 3D ini akan mengganggu, dan merubah paradigma dari proses produksi sebuah objek, atau benda.[FM]
Via Mashable

Teknologi Cetak Tulang 3D di Australia Bisa Merevolusi Kedokteran Gigi

Sebuah studi baru yang menggunakan pencetakan 3 Dimensi (3D) untuk membuat jaringan dan tulang bisa merevolusi kedokteran gigi dan memberikan manfaat bagi kesehatan gigi bagi masyarakat terpencil.
Periodontis (dokter gigi spesialis gusi dan struktur lain yang mengelilingi gigi) Profesor Saso Ivanovski, dari Institut Menzies di Universitas Griffith, telah merintis kerja yang berencana untuk menggunakan "bio-printer" untuk menumbuhkan tulang dan jaringan yang hilang dari sel pasien sendiri.
Teknologi baru ini akan menjadi peningkatan yang signifikan pada metode tradisional, di mana tulang dan jaringan diambil dari bagian lain dari tubuh seperti pinggul dan kadang-kadang tengkorak, jelas Profesor Saso.
"Prosedur ini sering dikaitkan dengan nyeri yang signifikan, kerusakan saraf dan bengkak pasca operasi," sebutnya.
Jika penelitian ini berhasil, pasien akan bisa mengirim CT scan dari wilayah yang rusak ke ‘bio-printer’ (mesin pencetak) 3D untuk memproduksi bagian pengganti.
Ini berarti bahwa pasien jarak jauh bisa melakukan CT scan di kota-kota besar daerah yang kemudian bisa dikirim ke bagian pencetakan, ketimbang mengunjungi rumah sakit besar untuk prosedur ini.
"Sel-sel, matriks ekstraselular dan komponen lainnya yang membentuk jaringan tulang dan gusi, tersebut semuanya termasuk dalam pertumbuhan dan bisa diproduksi dengan tepat sesuai dengan tulang dan gusi yang pada individu tertentu," terang Profesor Saso.
Hasil cetakan baru tak bisa dibedakan dengan yang lama
Menggunakan struktur yang ditumbuhkan dari sel-sel pasien juga mengurangi resiko penolakan dan memungkinkan struktur baru tumbuh ke dalam jaringan sekitarnya.
"Pada akhir dari keseluruhan proses, Anda tak akan mampu mengidentifikasi mana tulang lama dan mana yang baru," kata sang Profesor.
Teknologi ini adalah pertama kalinya di Australia dan mengikuti terobosan sejenis dalam pencetakan jaringan manusia hidup yang dilakukan pencetakan 3D di luar negeri kanguru.
Studi berdurasi tiga tahun ini telah mendapat hibah senilai 650.000 dolar (atau setara Rp 6,5 miliar) dari Dewan Penelitian Kesehatan dan Medis Nasional Australia, dan para penelitinya bertujuan untuk mengadakan uji pra-klinis pada tahun depan.
"Pada akhir tahun, kami ingin mulai mengimplan beberapa konstruksi di beberapa proses yang lebih mudah," ujar Profesor Saso.

Aneka Kontak Lensa Canggih, Bisa Deteksi Gula Darah

Liputan6.com, Jakarta Inovasi Google kembali membuat tercengang. Jika tahun lalu, perusahaan multinasional asal Amerika ini telah mengajukan permohonan paten untuk lensa kontak pintar yang dapat memeriksa kadar glukosa pada penderita diabetes. Kini mereka kembali mengembangkan lensa kontak lainnya.
Raksasa teknologi ini memiliki rencana yang lebih besar, membuat lensa kontak yang digunakan dengan cara disuntikkan dan disambungkan ke perangkat pintar untuk menggantikan lensa alami mata. Lensa kontak pintar inilah yang akan membantu orang-orang dengan gangguan penglihatan kembali memfokuskan cahaya pada retina mata.
"Teknologi ini telah paten termasuk lensa, sensor, baterai, dan komponen radio," India Times melaporkan, Selasa (3/5/2016).
Sony juga baru-baru ini mengajukan paten untuk lensa kontak cerdas yang mampu merekam dan memutar video, dengan sekejap mata. Perusahaan yang berbasis di Tokyo ini tengah mengajukan permohonan paten, yang diterbitkan awal bulan ini.

Begini Nih Geng Sosialita Nia Ramadhani-Jedar Berkebaya Ria Merayakan Hari Kartini, Ayu Tenan Rek!

By Fhai
Pada tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memeringati Hari Kartini, seorang pahlawan perempuan nasional Indonesia yang telah berjasa membuka pikiran para wanita lainnya tentang hak-hak mereka dalam bidang pendidikan. Buku kumpulan surat-suratnya yang sangat terkenal berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang pun menjadi warisan penting bagi perkembangan intelektual Indonesia, khususnya bagi perempuan.
Oleh karena itu, sebagian perempuan Tanah Air ikut merayakan Hari Kartini ini dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengenakan pakaian khas yang digunakan R.A Kartini pada saat itu, yaitu kebaya. Dan ternyata nggak sedikit artis-artis yang ikut berpakaian layaknya Kartini. Di antara para artis tersebut, ada Girl Squad Nia Ramadhani yang ikutan merayakan Hari Kartini dengan melakukan pemotretan. Nia dan kawan-kawan menggunakan atasan kebaya putih dan bawahan batik. Dengan rambut yang disanggul, mereka terlihat begitu cantik. Penasaran dengan hasil foto-foto mereka? Cekidot!

1. Nia Ramadhani dan geng sosialitanya kembali melakukan pemotretan bersama beberapa waktu lalu

Kayak Puteri Keraton via www.instagram.com

2. Kali ini tema pemotretan mereka menggunakan atasan kebaya dan bawahan batik

Merayakan hari Kartini via www.instagram.com

3. Pemotretan ini sekaligus sebagai perayaan Hari Kartini

Cantik via www.instagram.com

4. Foto-foto inipun diberi tagar #KartiniSquad

Menawan via www.instagram.com

5. Sama seperti foto-foto sebelumnya, Girl Squad-nya Nia-Jedar ini terlihat anggun dan menawan

Anggun via www.instagram.com

6. Mereka bahkan berfoto tanpa menggunakan alas kaki, seperti perempuan-perempuan zaman dahulu

Girl Squad via www.instagram.com

7. Jessica Iskandar dan kawan-kawannya terlihat ayu dan njawani

Cantik banget via www.instagram.com

8. Apalagi dengan efek hitam putih, foto mereka udah kayak putri keraton zaman dulu

9. Foto-foto yang diunggah ini nggak lupa dikasih caption dengan quotes dari R.A Kartini

Kartini Squad Nia-Jedar via www.instagram.com

10. Kalau kayak begini, fotonya mirip kumpulan putri raja ya

Vintage mode on via www.instagram.com

11. Meskipun gengnya Nia Ramadhani ini termasuk sosialita, tapi setidaknya mereka turut menyebarkan energi positif

Wanita-wanita anggun via www.instagram.com

12. Wajar saja kalau Girl Squad satu ini jadi idola persahabatan-persahabatan cewek lainnya

#KartiniSquad via www.instagram.com

13. Selamat Hari Kartini bagi semua perempuan-perempuan Indonesia!Kartini Squad via www.instagram.com

Wah, kompak dan cantik ya. Boleh ditiru sih jalinan persahabatan mereka, asal bukan sosialitanya ya. Takut nggak mampu, hihihi.

Kumpul Bareng Geng Sosialita Nia Ramadhani, Jessica Iskandar Dibandingkan Dengan Ayu Ting Ting

Jessica Iskandar mengikuti acara baby shower kehamilan ketiga anak Nia Ramadhani. | Instagram Jessica Iskandar
Grid.ID - Jessica Iskandar kembali berkumpul dengan geng sosialitanya.
Kali ini, mereka berkumpul untuk merayakan kehamilan anak ketiga dari Nia Ramadhani.
Di antara teman-temannya, ada juga yang berprofesi sebagai artis, seperti Chacha Frederica dan Jennifer Bachdim.

Jessica bersama teman-temannya ini, memang kerap menggunakan pakaian serba putih jika berkumpul.
Pada acara baby shower kemarin pun, mereka lagi-lagi menggunakan tema putih.


undefined
Jessica Iskandar mengikuti acara baby shower kehamilan ketiga anak Nia Ramadhani. (Foto: Instagram Jessica Iskandar)
Melihat hal ini, netizen pun berkomentar menyindir Ayu Ting Ting yang juga pernah menggunakan pakaian serba putih ketika berekreasi bersama keluarganya ke Ancol, yang dianggap meniru gaya geng Jessica ini.

che_icaem: "Ini baru geng sosilata,tutur bahasay juga high class,penampilany walaupun udh punya buntut dikontrol,mang @ayutingting92 group sosial media anggota gak ad yg high class nyinyir semua,uapa lagi antek2y balajaer,bae2 ka jedar,tar ka jedar ama temen2y yg sosialita diserang ama balajaer yg idupy dijamban.."
yatsya.putri: "Temen2nya sosialita semuuaa.. beda sama yang...."Gambar terkait
Reporter : Violina Angeline
Editor : Okki Margaretha

Setara: Panglima TNI Cari Momentum Politik, Jokowi Mesti Hati-hati

Fajar Pratama - detikNews
Setara: Panglima TNI Cari Momentum Politik, Jokowi Mesti Hati-hati Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Isu mengenai pembelian 5.000 senjata yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berbuntut panjang. Menko Polhukam Wiranto sampai turun tangan untuk memberikan penjelasan. Meski begitu, Jokowi diminta hati-hati dalam mengambil sikap terkait Jenderal Gatot.


Gatot menyampaikan isu pembelian 5.000 senjata oleh institusi nonmiliter ini dalam forum internal di hadapan para purnawirawan. Meski apa yang disampaikan Gatot hanya untuk internal, inti dari apa yang dia sampaikan itu bocor ke media sosial dan ramai dibicarakan.

Gara-gara hal itu, Wiranto pada Minggu (24/9) menggelar konferensi pers khusus untuk menjelaskan duduk perkara mengenai isu tersebut. Dijelaskannya, lembaga yang memesan senjata adalah BIN, dan jumlahnya 500, untuk keperluan sekolah intelijen.

Wiranto juga menyatakan pembelian senjata ke Pindad oleh instansi resmi merupakan hal yang biasa. Dia heran mengapa pembelian itu begitu mengundang polemik.
Ketua Setara Institute Hendardi angkat bicara terkait isu panas itu. Ia menyarankan Presiden Jokowi hati-hati menyikapi polemik yang bermula dari pernyataan Gatot ini. Ada hal-hal lain yang harus dipertimbangkan.

"Presiden Jokowi mesti berhati-hati mengambil sikap atas Panglima TNI. Karena Panglima TNI sedang mencari momentum untuk memperkuat profil politik bagi dirinya, maka tindakan atas Gatot Nurmantyo haruslah merupakan tindakan normatif dan biasa-biasa saja, sehingga cara-cara politik yang tidak etis yang sedang diperagakannya secara perlahan menjadi layu sebelum berkembang," ujar Hendardi dalam keterangannya, Senin (25/9/2017).

Hendardi juga menyatakan apa yang disampaikan Gatot merupakan bentuk pelanggaran karena dianggap membocorkan informasi intelijen.

"Pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tentang isu pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi nonmiliter, rencana penyerbuan ke BIN dan Polri, merupakan bentuk pelanggaran serius Pasal 3 dan Pasal 17 UU 34/2004 tentang TNI, yang menegaskan bahwa kebijakan pengerahan dan penggunaan kekuatan angkatan perang adalah otoritas sipil. Selain itu, menyampaikan informasi intelijen di ruang publik juga menyalahi kepatutan, karena tugas intelijen adalah mengumpulkan data dan informasi untuk user-nya, yakni presiden," kata Hendardi.

Terkait dengan pernyataannya itu, Gatot menyebut apa yang dia sampaikan bukan untuk dikonsumsi publik. Menurutnya, itu hanya disampaikan kepada purnawirawan.

"Saya tidak pernah press release. Hanya saya menyampaikan kepada purnarwirawan berikut itu keluar. Sehingga saya tidak menanggapi hal itu. Benar itu omongan saya, itu kata-kata saya, itu benar. Tapi saya tidak pernah press release, maka tidak perlu menanggapi itu," kata Jenderal Gatot kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/9/2017).

"Saya nggak pernah omong itu, jelas rekaman saya, ada kan itu. Dengarkan saja itu, benar itu omongan saya, 1.000 persen. Tapi karena saya tidak press release, saya tidak menanggapi itu," sambung Gatot.