Selasa, 17 Oktober 2017

Penjelasan Anies Baswesan Terkait Istilah Pribumi dalam Pidatonya

Nursita Sari, Kompas.com - 17/10/2017, 11:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno memberikan sambutan usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno memberikan sambutan usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, kata " pribumi" yang dia sampaikan dalam pidato politiknya terkait dengan masa penjajahan Belanda di Indonesia, termasuk Jakarta. Dia tidak merujuk penggunaan kata tersebut di era sekarang.
"Oh, istilah itu (pribumi) digunakan untuk konteks pada era penjajahan karena saya menulisnya juga pada era penjajahan dulu," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (17/10/2017).
Anies mengatakan, Jakarta adalah kota yang paling merasakan penjajahan Belanda di Indonesia. Sebab, penjajahan itu terjadi di Ibu Kota.
"Yang lihat Belanda jarak dekat siapa? Jakarta. Coba kita di pelosok-pelosok itu, tahu ada Belanda, tapi lihat depan mata? Enggak. Yang lihat depan mata itu kita yang di kota Jakarta," kata Anies.
 Ketika ditanya mengenai adanya Undang-undang dan Instruksi Presiden yang melarang penggunaan kata " Pribumi", Anies menjawab "sudah ya..."
Baca: Ternyata, Ada UU dan Inpres yang Larang Penggunaan Kata Pribumi
Pada saat menyampaikan pidato politik, Senin (16/10/2017) malam, Anies menceritakan sejarah panjang Republik Indonesia yang terjadi di Jakarta, seperti Sumpah Pemuda, perumusan garis besar Republik Indonesia, hingga proklamasi kemerdekaan.
Anies mengatakan, setiap sudut di Jakarta menyimpan sejarah, sejak era Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga Jakarta yang merupakan kisah pergerakan peradaban manusia.
Menurut Anies, berakhirnya penjajahan yang pernah terjadi di Jakarta selama ratusan tahun harus dijadikan momentum bagi pribumi melakukan pembangunan dan menjadi tuan rumah yang baik.
Baca: Faktanya, Semua Orang Indonesia Imigran, Tidak Ada yang Pribumi
"Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan (dijajah). Kini telah merdeka, saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Anies, Senin malam.
Kemerdekaan di Indonesia, kata Anies, direbut dengan usaha sangat keras sehingga alam kemerdekaan harus dirasakan semua warga.

Prilly Latuconsina Rayakan Ulang Tahun ke-21 tanpa Pria Spesial

Tri Susanto Setiawan Kompas.com - 15/10/2017, 13:38 WIB
Prilly Latuconsina meresmikan gerai toko Bebelly Bakery di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Minggu (15/10/2017).
Prilly Latuconsina meresmikan gerai toko Bebelly Bakery di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Minggu (15/10/2017).(KOMPAS.com/Tri Susanto Setiawan)
DEPOK, KOMPAS.com - Artis peran Prilly Latuconsina merayakan hari ulang tahunnya yang ke-21 pada Minggu, 15 Oktober 2017.
Meski mendapatkan kejutan dari teman-teman tepat pada pukl 00.00 WIB, Prilly mengaku pada usia ke-21 ini tidak ada lelaki spesial yang mengucapkan selamat ulang tahun.
"Yang spesifik enggak ada. Alhamdulillah semuanya support," ujar di sela meresmikan toko Bebelly Bakery di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Minggu (15/10/2017).
Meski demikian, Prilly tak terlalu memikirkan mana ucapan yang spesial ataupun tidak. Bagi Prilly, mendapatkan ucapan dari teman-teman terdekat saja sudah lebih dari cukup.
[Baca juga: Prilly Latuconsina Ingin Anies-Sandi Kembangkan Seni di Jakarta]
"Semalam teman-teman sekolah, teman shooting, keluarga, mereka semua ngucapin dan bikin surprise. Yang lain aku juga tanya mana yang lain (ucapannya)? Ternyata mereka sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Mereka enggak datang, tapi pada ngucapin," kata dia.
Hari ini, Prilly mendapatkan ucapan selamat dari para penggemarnya yang datang ke toko roti miliknya. Mereka memberikan hadiah dan juga kue kepada Prilly.

PenulisTri Susanto Setiawan
EditorKistyarini

Memuji Anies-Sandi Luar Biasa, Ini yang Diminta Prilly Latuconsina Pada Pemimpin Baru Jakarta

Memuji Anies-Sandi Luar Biasa, Ini yang Diminta Prilly Latuconsina Pada Pemimpin Baru Jakarta
instagram
Prilly Latuconsina outfit 
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Gubernur DKI Jakarta baru, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan dilantik menggantikan posisi Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dan Djarot do kursi DKI 1.
Rencananya, Anies dan Sandi akan dilantik di Balaikota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2017).
Tentu peresmian Gubernur DKI Jakarta baru mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Jakarta, dan juga beberapa kalangan selebritas yang mendukungnya saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu.
Bintang film dan penyanyi Prilly Latuconsina (21) yang mendukung Anies dan Sandi saat Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung beberapa bulan lalu, mengaku senang pasangan itu bisa menang.
Prilly menjelaskan, kemenangan Anies dan Sandi tersebut sesudah melewati pemilihan yang dianggapnya sangat luar biasa mengundang perhatian banyak pihak, hingga masyarakat di luar Jakarta.
"Alhamdulillah sudah terpilih Gubernur DKI Jakarta baru, pak Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kemarin setelah melewati kehectican dan juga keluar biasaan Pilkada lali," kata Prilly Latuconsina ketika ditemui saat jumpa fans di toko kuenya 'Bebelly Bakery', di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Minggu (15/10/2017) pagi.
Pastinya masyarakat Jakarta menginginkan Gubernur yang bisa merakyat dan memiliki birokrasi yang terbuka untuk rakyatnya sendiri.
Prilly pun berharap demikian kepada Anies dan Sandi dalam periode lima tahun kedepan.
Bintan film 'Danur' dan 'Insya Allah Sah' ini berharap Anies dan Sandi bisa lebih memikirkan aspirasi anak muda Jakarta, yang nantinya menjadi penerus Ibu Kota untuk memajukan Indonesia.
"Aku berharap pak Anies dan Sandi bisa mendengarkan aspirasi masyarakat Jakarta khususnya anak muda yang diinginkan mereka karena anak muda harus didengar karena mereka kan penerus," ucapnya.

Prilly Latuconsina Dapat Kejutan Ultah Dari Maxime Boutier, Jadian?

Prilly Latuconsina Dapat Kejutan Ultah Dari Maxime Boutier, Jadian? Prilly Latuconsina dan Maxime ©KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Sudah beberapa waktu lamanya rumor hubungan istimewa antara Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier berhembus ke publik. Dan nampaknya kabar itu mulai menampakkan kebenarannya.
Ketika Prilly merayakan ulang tahunnya, Minggu (15/10) ia mendapatkan beberapa kejutan dari orang-orang terdekatnya. Salah satunya adalah surprise dari Maxime yang memberikan sebuah kalung dengan liontin cantik.
Prilly dapat kalung dari Maxime ©instagram/prillylatuconsina96Prilly dapat kalung dari Maxime ©instagram/prillylatuconsina96
Prilly terlihat amat bahagia ketika Maxime memasangkan kalung itu di lehernya. Dengan sabar, Maxime menunggu Prilly membetulkan letak rambutnya dan memasang kalung itu dengan manis.
Ketika digoda oleh teman-temannya, Prilly hanya menjulurkan lidah dan tertawa. Sementara Maxime mengaku malu karena terus digoda dan namanya disebut oleh teman-teman Prilly di Live Instagram mereka.
Mereka jadian? ©instagram/prillylatuconsina96Mereka jadian? ©instagram/prillylatuconsina96
Tahun ini Prilly genap berusia 21 tahun, dan ia merayakan hari bahagianya bersama sahabat-sahabat terdekat. Soal Maxime, Prilly nampaknya masih malu-malu mengakui hubungan mereka.
Dalam postingan Instagramnya, Prilly men-tag akun Maxime dan ia mengaku bingung mau diberi caption apa. Prilly pun menutup kolom komentar, mungkin karena tak mau kebahagiaannya dipenuhi banyak pertanyaan dari netizen.

Segera Digelar, Ini 6 Wakil Indonesia di Dangdut Academy Asia 3

Puji Astuti HPS,
Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi dangdut terbesar tingkat Asia kembali akan digelar Indosiar. Tak lama lagi, Dangdut Academy Asia yang tahun ini akan memasuki edisi ketiganya akan hadir menyapa pemirsa setia. Lantas, sudah sampai mana persiapan Indonesia yang lagi-lagi bakal jadi tuan rumah?
Tak banyak yang berubah di Dangdut Academy Asia 3 (DA Asia 3). Seperti tahun sebelumnya, Indonesia masih akan mengirim enam orang perwakilannya. Beberapa waktu lalu, bocoran para wakil Indonesia sendiri sudah terungkap di media sosial Instagram keenam akademia tersebut. Siapakah saja mereka?

Menyandang gelar juara pertama dan kedua di Dangdut Academy 4, Fildan dan Putri secara otomatis langsung masuk daftar. Begitupun dengan Tia eks juara AFI 2 yang memenangkan ajang Dangdut Academy Celebrity 2 tempo hari. Meski harus puas jadi juara 2, Gabriel Harvianto ternyata ikut menyusul Tia menjadi salah satu wakil Indonesia di DA Asia 3.
Melengkapi jatah enam wakil dalam kuota per-negara, Indonesia akhirnya juga mengikut sertakan Aulia sang juara 3 Dangdut Academy 4 dan Reza juara 4 di Dangdut Academy 2. Di tahun sebelumnya, Reza harus mengubur mimpinya menjadi salah satu wakil Indonesia di Dangdut Academy Asia 2. Ini lantaran saat itu ia kalah dalam perebutan tempat terakhir di Grand Final Pilihan Indonesia.
Keenam akademia terbaik ini sendiri nantinya akan menghadapi para biduan dari enam negara. Seperti diketahui, DA Asia 4 kembali akan diikuti oleh enam negara. Selain Indonesia; Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Timor Leste kembali mengirim jagoan mereka untuk berkompetisi.
Sementara itu, kabar terakhir menyebut Dangdut Academy Asia 3 akan mulai tayang di Indosiar pada Senin, 23 Oktober 2017 mendatang. Dangdut Academy Asia 3 bakal hadir setelah berakhirnya kompetisi Stand Up Comedy Academy 3 yang saat ini sudah memasuki Babak 8 Besar.

Dangdut Academy Asia 3 Indosiar, Indonesia

DAA3 - Dangdut Academy Asia Season 3 Indosiar Siap digelar


D'Academy Asia 3 adalah acara realitas musik dan ajang pencarian bakat penyanyi dangdut tingkat Asia musim ke 3 yang diciptakan oleh Indra Yudhistira dan diproduksi oleh Indonesia Entertainmen Produksi, acara ini ditayangkan langsung di Indosiar dan Vidio.com. Selain itu, acara ini juga membangkitkan rasa cinta terhadap musik dangdut di negara-negara tetangga Asia. Program tersebut bakal berlangsung selama kira-kira tiga bulan sehingga peringkat akhir.

Dangdut sempat mati suri di Malaysia, tetapi karena acara ini, lagu dangdut mulai diputar di radio-radio dan dibuatnya program serupa Dangdut Star yang pemenangnya akan mewakili negaranya. Kondisi serupa juga dialami oleh Brunei Darussalam yang semula musik dangdut hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu, tetapi sekarang musik dangdut mulai digemari oleh anak-anak muda. Tak jauh berbeda di Singapura pun mulai melirik keberadaan lagu dangdut, bahkan dangdut didaulat menjadi opening act dalam ajang Anugerah Planet Muzik di sana.

Menghadapi DAA3, Sebanyak 24 peserta di Malaysia menjalani uji bakat kedua saringan kelayakan demi mengikuti program realiti nyanyian Dangdut Academy Asia musim ke 3 yang bakal berlangsung di Indosiar pada bulan Oktober. Pengurus Besar Indosiar, Ekin Gabriel berkata, hanya enam peserta yang mempunyai suara terbaik bakal dipilih mewakili Malaysia dalam pertandingan berkenaan. Pada awalnya pihak kami menerima sebanyak 70 penyertaan dan memilih 30 peserta pada peringkat saringan ini. Namun hari ini hanya 24 peserta sahaja yang datang uji bakat.

Ekin ditemui bersama wakil dari Malaysia iaitu komposer Datuk Suhaimi Mohd Zain atau Pak Ngah dan Zul 2 by 2 yang bertindak sebagai juri pada uji bakat yang berlangsung di pejabat Pak Ngah Productions, di Setapak, pada Selasa. Pertandingan nyanyian tersebut bakal menyaksikan seramai 36 peserta dari enam buah negara iaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand dan Timor Laste. Menurut Suhaimi, enam peserta yang layak akan diberi latihan selama sebulan bagi menyiapkan diri sebelum ke pentas pertandingan.

Sementara itu, beberapa artis terkenal di Malaysia turut kelihatan mencuba nasib pada saringan tersebut antaranya ahli kumpulan Forteen iaitu Wan, Akma (Akademi Fantasia 3), Mohd (Mentor) dan Sarah Fazny. Sebelum ini penyanyi Shiha Zikir pernah menduduki tempat ketiga pada program Academy Asia musim pertama. D'Academy Asia adalah suatu ajang kompetisi menyanyi dangdut terbesar di Asia. Musim ketiga dari program ini disiarkan secara langsung di Indonesia melalui stasiun televisi Indosiar dan live streaming di Vidio.com. Lagu yang akan dibawakan oleh peserta di kompetisi ini bergenre dangdut dan melayu.

"Munajat Cinta" Ahmad Dhani Tutup Acara Syukuran Anies-Sandi

Alsadad Rudi,Kompas.com - 16/10/2017, 22:58 WIB
Musisi Ahmad Dhani saat tampil mengisi acara syukuran rakyat atas dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (16/10/2017).
Musisi Ahmad Dhani saat tampil mengisi acara syukuran rakyat atas dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (16/10/2017). (Kompas.com/Alsadad Rudi)
JAKARTA, KOMPAS.com - Musisi Ahmad Dhani menjadi pengisi acara terakhir yang tampil dalam acara syukuran atas dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (16/10/2017) malam. Pada kesempatan tersebut, Sandi tampil membawakan satu lagu berjudul "Munajat Cinta".
Selain Dhani, sang istri, Mulan Jameela dan duo Mahadewi juga ikut tampil. Mereka tampil menyumbang lagu sebelum Dhani naik ke atas panggung.
Acara syukuran pelantikan Anies-Sandi terpantau usai sekitar pukul 22.17. Sementara itu, Anies dan Sandi meninggalkan Balai Kota saat acara syukuran belum usai.
Anies terlihat meninggalkan Balai Kota lebih dulu dengan menggunakan mobil Toyoa Innova berwarna hitam miliknya sekitar pukul 20.47.

Sebelum pergi, ia sempat meladeni warga yang meminta untuk berfoto bersama.
Sementara itu, Sandi terpantau meninggalkan Balai Kota sekitar pukul 21.10. Seperti Anies, Sandi juga pergi dengan mobil pribadinya, Nissan Xtrail.
Sebelumnya pada sekitar pukul 19.00-20.00, Anies dan Sandi menyapa ribuan warga yang datang ke Balai Kota. Keduanya sempat menyampaikan pidato.
Setelah itu, Anies dan Sandi masuk ke Balai Kota dan terus berada di dalam sampai akhirnya bertolak meninggalkan Balai Kota.

PenulisAlsadad Rudi
EditorDian Maharani

Hari Pertama Menjabat, Anies-Sandi Tiba Semobil di Balai Kota Pukul 07.30

Jessi Carina Kompas.com - 17/10/2017, 08:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur  Sandiaga Uno memulai hari pertamanya berkantor di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (17/10/2017).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno memulai hari pertamanya berkantor di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (17/10/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA )
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno memulai hari pertamanya berkantor di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (17/10/2017). Datang semobil, Anies dan Sandiaga tiba di Balai Kota sekitar pukul 07.30 WIB.
Pagi ini, Anies dan Sandiaga sudah mengenakan pakaian dinas berwarna coklat. Keduanya keluar dari mobil Toyota Innova dengan nomor pelat B 2507 BKU.
"Tadi saya janjian sama Pak Anies buat berangkat bareng pukul 06.00 WIB," ujar Sandiaga.

Saat tiba di Balai Kota, Anies dan Sandiaga melakukan sesi wawancara dengan awak media terlebih dulu.
Setelah itu, Anies dan Sandiaga sama-sama berkeliling Kompleks Balai Kota DKI Jakarta.
Anies dan Sandiaga dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (16/10/2017) sore.
Anies Beri Pidato Pertama sebagai Gubernur Jakarta(Kompas TV)
PenulisJessi Carina
EditorIndra Akuntono

Hari Pertama Berkantor di Balai Kota, Anies-Sandi Kumpulkan Pejabat DKI

Nursita Sari,Kompas.com - 17/10/2017, 09:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengumpulkan jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/10/2017) pagi.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengumpulkan jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/10/2017) pagi.(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

JAKARTA, KOMPAS.com -
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengumpulkan jajaran pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa (17/10/2017) pagi.
Hari ini merupakan hari pertama Anies-Sandi berkantor di Balai Kota setelah dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Senin (16/10/2017) sore.
Anies mengatakan, kegiatan yang digelar di ruang pola ini merupakan bagian dari perkenalan dengan birokrat di lingkungan Provinsi DKI Jakarta.
"Pagi ini kami akan pertemuan dulu dengan semuanya. Kami ingin kenal," ujar Anies sebelum mengumpulkan jajaran pejabat DKI.

Menurut Anies, sebelum dia dan Sandi memimpin Ibu Kota, mereka harus mengenal setiap orang yang membantunya.
"Bagaimana bisa kami bekerja bersama dengan organisasi sebesar ini jika kami tidak kenal dengan individu-individunya," kata Anies.
Pantauan Kompas.com, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengenalkan satu per satu jajaran pejabat DKI Jakarta, mulai dari kepala dinas, deputi dan asisten gubernur, direksi badan usaha milik daerah (BUMD), hingga direksi rumah sakit umum daerah (RSUD).
Saat mengenalkan para pejabat DKI, Saefullah pun sesekali bergurau.
"(Direktur Utama) Bank DKI, siapa? Pak Kresno. Enggak pernah lapor jadi lupa, he-he-he," kata Saefullah.
Setelah mengenalkan jajaran pejabat DKI, Saefullah pun memaparkan program kerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI Jakarta dan serapan anggarannya. Hingga pukul 08.30 WIB, pemaparan Saefullah masih berlangsung.
Anies Beri Pidato Pertama sebagai Gubernur Jakarta(Kompas TV)
PenulisNursita Sari
EditorIndra Akuntono

Anies: Hari Pertama, Kami Ekstra Semangat!

Jessi Carina,Kompas.com - 17/10/2017, 09:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (17/10/2017).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (17/10/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA )
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sangat semangat menjalani hari pertamanya menjabat, Selasa (17/10/2017). Saking semangatnya, Anies dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno datang bersama-sama ke Balai Kota.
"Hari pertama, kami ekstra semangat. Tadi berangkat pagi bareng-bareng, sampai di sini persis pukul 7.29 WIB," ujar Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (17/10/2017).
Hari ini, Anies ingin mengetahui kantor dan lingkungan sekitarnya terlebih dulu. Oleh karena itu, dia dan Sandiaga berkeliling untuk melihat-lihat suasana Balai Kota.
Setelah itu, Anies dan Sandiaga diantar Sekretaris Daerah DKI Saefullah untuk berkenalan dengan para pejabat Pemprov DKI.
"Hari ini kami akan mengenal orangnya, kemudian situasi kantornya, lalu yang ketiga laporan beberapa hal-hal mendasar yang kami anggap penting," ujar Anies.

Saefullah mengajak Anies dan Sandi berkumpul di ruang pola Blok G untuk berkenalan dengan semua pejabat DKI, mulai dari asisten Sekda, kepala dinas, kepala badan, dan Direktur BUMD berkumpul untuk berkenalan dengan Anies-Sandi.
Anies-Sandi dilantik Presiden Jokowi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Senin (16/10/2017) sore.
Anies Beri Pidato Pertama sebagai Gubernur Jakarta(Kompas TV)
PenulisJessi Carina
EditorIndra Akuntono

Pesan Ryaas Rasyid ke Anies Baswedan, Jangan Ulangi Kesalahan Ahok

Estu Suryowati Kompas.com - 17/10/2017, 03:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno memberikan sambutan usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno memberikan sambutan usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Ryaas Rasyid menitipkan pesan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tak mengulangi kesalahan yang sama seperti gubernur-gubernur sebelumnya, khususnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Dia (Anies) menang itu bukan dengan kotak kosong. Dia menang atas suatu kepemimpinan yang tidak disukai oleh rakyat. Jangan dia mengulangi kesalahan yang sama," kata Ryaas ditemui usai diskusi "Partisipasi Perempuan dalam Mendukung Agenda Demokrasi Pemilu Serentak Tahun 2019", di Jakarta, Senin (16/10/2017).
"Periksa kembali apa hal-hal yang membuat Ahok tidak disukai sehingga tidak dipilih. Nah, itu jangan diulangi," ucap dia.

Saat dikonfirmasi bahwa ada survei yang menyebutkan tingkat kepuasan terhadap Ahok cukup tinggi, Ryaas tidak percaya.
Menurut Ryaas, kalau tingkat kepuasan warga DKI Jakarta memang tinggi, seharusnya hal itu tercermin dalam suara yang diperoleh Ahok.
"Kita jujur saja, ada ketidakpuasan terhadap Ahok. Dan ketidakpuasan itu jangan diulangi oleh penggantinya. Kan sederhana," ucap Ryaas.
Menurut dia, etika politik yang paling parah dari Ahok adalah sikapnya yang kasar. Terlebih lagi, lanjut Ryaas, Ahok pernah sangat tegas menegur seorang perempuan yang dianggapnya mencurangi Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Dia mengusir perempuan dan mengatakan sebagai maling, hanya karena Kartu Jakarta Pintar yang dia perjuangkan untuk anaknya itu. Menurut saya itu berlebihan-lebihan. Apa ruginya kalau jadi orang halus? Apa ruginya kalau berbahasa baik? Tidak rugi kan?," ucap Ryaas.
Menakar Ekonomi Jakarta di Bawah Gubernur Baru(Kompas TV)
PenulisEstu Suryowati
EditorBayu Galih

Sandiaga: Bu Iriana Colek Pak Prabowo, Minta Foto Bareng

Ihsanuddin Kompas.com - 16/10/2017, 19:07 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) disaksikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) disaksikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.(ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
JAKARTA, KOMPAS.com - Sandiaga Uno senang pelantikan dirinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta berlangsung penuh keakraban.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang merupakan tokoh oposisi turut menghadiri pelantikan di Istana Negara.
Usai pelantikan, Prabowo turut berbincang santai di satu meja dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Iriana Jokowi dan Ibu Wapres Mufidah Kalla.
Bahkan, menurut Sandi, Iriana sempat mengajak Prabowo untuk foto bersama.
"Suasananya sangat cair terutama Pak Jokowi, ada Pak JK. Dan menarik setelah itu ada Ibu Negara Hajjah Iriana colek Pak Prabowo minta foto bareng," kata Sandiaga usai pelantikan.
"Ini luar biasa ini sebuah keakraban yang sangat-sangat baik," ujar Sandiaga, yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.
(Baca juga: Jokowi, Prabowo, Novanto Duduk Satu Meja Usai Pelantikan Anies-Sandi)
Sandiaga berharap suasana keakraban yang terjadi saat pelantikan ini menjadi sebuah awalan dan bekal yang baik bagi dirinya dan Anies membangun ibukota dalam 5 tahun ke depan.
"Kita terus bekerja karena warga Jakarta sudah merekat kembali. Kita fokus saja tunaikan realisasi janji-janji kami, rencana kerja kami," kata Sandiaga.
Tantangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta(Kompas TV)

PenulisIhsanuddin
EditorBayu Galih

Jawaban Anies Baswedan Saat Ditanya Penutupan Alexis hingga Reklamasi

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 16/10/2017, 22:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan tiba di Balai Kota DKI Jakarta untuk melakukan serah terima jabatan (sertijab), Senin (16/10/2017). Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan tiba di Balai Kota DKI Jakarta untuk melakukan serah terima jabatan (sertijab), Senin (16/10/2017). Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum bisa berkomentar banyak mengenai janjinya semasa kampanye, yakni menutup Hotel Alexis dan perihal proyek reklamasi.
Usai dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Senin (16/10/2017), wartawan bertanya kepada Anies soal kapan penutupan Hotel Alexis dilakukan.
Anies pun menjawab, "Nanti kalau sudah diumuminlah".
Menurut Aniues, akan menimbulkan kegaduhan jika penutupan hotel itu digembar-gemborkan di media massa.
"Ramai nanti," ujar dia.

Sementara, saat ditanya soal kelanjutan proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta, Anies lebih irit bicara.
"Nantilah. Pokoknya lihat janji saja," ujar Anies.
Anies menegaskan, saat ini adalah waktu untuk bekerja menunaikan apa yang telah ia janjikan semasa kampanye Pilkada Ibu Kota.
"Kami akan serius mulai bekerja langsung. Harapannya apa yang sudah direncanakan, bisa dilaksanakan," ujar Anies.

Janji kampanye
Anies Baswedan pertama kali menyuarakan niatnya untuk menutup hotel Alexis di Jakarta Utara pada debat publik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, 13 Januari 2017 lalu.
Saat itu, Anies menyinggung calon gubernur pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama, yang dianggap lebih tegas menggusur warga ketimbang menindak prostitusi.
"Untuk urusan penggusuran tegas, tetapi urusan prostitusi Alexis lemah. Prostitusi kelas tinggi aturannya a, b, c, enggak bisa bertindak. Di mana pegangan nilainya?" tanya Anies kepada Basuki atau Ahok, kala itu.
Sehari setelah debat publik, Anies kembali mempertegas niatnya untuk menutup hotel Alexis sebagai bentuk menindak tegas prostitusi. Anies menjanjikan untuk mewujudkan rencananya itu jika memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Ya, ya (ditutup). Saya sampaikan kita sudah kerja susah-susah, narkoba dibiarkan begitu saja. Rusak semuanya. Karena itu, kita serius kemarin," ujar Anies saat ditemui pewarta pada 14 Januari 2017.
(Baca juga: Anies Akan Tutup Alexis jika Terpilih Jadi Gubernur)
Sementara itu, soal isu reklamasi, Anies-Sandi dengan tegas menyatakan bahwa mereka menolak reklamasi, pada masa kampanye Pilkada DKI 2017.
"Mengapa kita menolak reklamasi, karena memberikan dampak buruk kepada nelayan kita dan memberikan dampak kepada pengelolan lingkungan," kata Anies saat debat putaran kedua Pilkada DKI 2017 pada 12 April 2017.
Dalam beberapa kesempatan selama masa kampanye itu, Anies sering mengungkapkan niatnya menghentikan reklamasi dan menyelamatkan nelayan di Jakarta Utara. Menurut Anies, jika reklamasi tetap dilanjutkan, lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya.
Menutup tempat hiburan malam menjadi janji yang diutarakan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat kampanye.(Kompas TV)
PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorBayu Galih

Bagaimana Kasus Choirul Huda Beri Pelajaran tentang "Hypoxia"?

Gloria Setyvani Putri,Kompas.com - 16/10/2017, 16:57 WIB
Penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda mendapatkan perawatan medis saat laga melawan Semen Padang dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10/2017). Choirul Huda meninggal dunia karena mengalami cedera usai berbenturan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues pada laga tersebut. ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra/mrh/aww/17.
Penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda mendapatkan perawatan medis saat laga melawan Semen Padang dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10/2017). Choirul Huda meninggal dunia karena mengalami cedera usai berbenturan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues pada laga tersebut. ANTARA FOTO/Rahbani Syahputra/mrh/aww/17.(ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

KOMPAS.com - Hypoxia atau kekurangan oksigen disebut menjadi penyebab kematian kiper Persela Lamongan, Choirul Huda.
Seperti diberitakan Kompas.com, Pihak RSUD dr Soegiri Lamongan, dokter Yudistiro Andri Nugroho, spesialis Anestesi menyebut benturan yang dialami Huda dengan pemain lain  menyebabkan henti napas dan henti jantung.
"Choirul Huda mengalami trauma benturan sesama pemain sehingga terjadi apa yang kita sebut henti napas dan henti jantung," kata dokter Andri.
Hypoxia akibat benturan bukan hanya bisa terjadi pada atlet. tetapi juga kita semua. Aktivitas sehari-hari, kurang hati-hati, dan olahraga yang kita lakukan pun bisa mengantarkan pada benturan yang berujung hypoxia.
Dokter Dyah Wijayanti selaku koordinator kesehatan KONI Jatim mengungkapkan, hypoxia atau keadaan kekurangan oksigen bahkan bisa terjadi akibat wajah tertutup bantal.
"Kalau enggak ditutup bantal, kejadian itu bisa terjadi karena kecelakaan, benturan, atau tenggelam, sehingga terjadi trauma saluran napas. Saluran napas seperti hidung dan leher tertutup," papar dokter Dyah saat dihubungi Kompas.com Senin (16/10/2017).

Karena bisa terjadi pada siapa pun, penanganan pertama pada orang yang diduga hypoxia harus jadi pengetahuan umum.
Dyah mengatakan, penanganan pada seseorang yang mengalami hypoxia akibat tersumbatnya jalan napas adalah Resusitasi Jantung Paru (RJP), terdiri dari tahapan A-B-C.
A singkatan dari Airway control, atau penguasaan jalan napas. Ini merupakan hal pertama yang dilakukan.
"Empat menit dicek ada oksigen masuk atau enggak. Ini yang harus dicek pertama kali, kalau patah atau yang lain dapat menyusul," jelas dia.
Pada tahapan pertama, waktu terlama melihat korban yang mengalami gangguan napas hanya empat menit. Lewat dari itu, akan terjadi kerusakan jika tidak ada oksigen yang masuk. "Batas terlama hanya empat menit," tegas dia.
Cara sederhana untuk melihat apakah jalan napasnya berfungsi normal atau tidak adalah berkomunikasi dengan korban. Seperti menanyakan nama, yang dirasa sakit mana saja.
"Kalau bisa ngomong berarti oke. Kalau enggak bisa, harus segera dilakukan penanganan jalan nafas. Dinaikkan kepalanya, angkat dagu tekan dahi," ujar Dyah
Tahapan selanjutnya ada B, yakni Breathing Support (Bantuan Pernapasan) yang dilakukan menggunakan mulut penolong. C, Circulatory Support (Bantuan Sirkulasi) adalah pijatan jantung luar.
Dengan memahami langkah-langkah itu, siapa pun berpotensi menyelamatkan orang terkasih dari meninggal akibat hypoxia.
Kasus Choirul Huda
Jika seksama melihat video detik-detik Huda berbenturan dengan pemain lainnya, nampak lidah Huda tertelan. Dyah mengungkapkan, memang lidah juga paling sering menyebabkan sumbatan jalan nafas pada kasus korban dewasa.
Saat korban hilang kesadaran, otot-otot akan melemas, termasuk otot dasar lidah yang jatuh ke belakang sehingga jalan napas tertutup. "Contoh sederhana seperti saat orang ngorok, itu ada sumbatan. Itu salah satu tanda ada pembuntuan jalan napas," katanya.
Dyah menuturkan, benturan yang terjadi sangat mungkin berujung pada tersumbatnya jalan napas.
Dalam kasus Choirul, penyelamatan menjadi tantangan tersendiri. Pengecekan kemungkinan atlet mengalami gagal napas dan hypoxia harus dilakukan sesegera mungkin. Namun, pengecekan kadang bisa terhambat.
"Saat (korban) blek (jatuh), kita enggak bisa langsung ke lapangan, harus tunggu perintah dari wasit," tukasnya.
Dia menyebut, trauma saluran napas adalah salah cedera yang membuat atlet rentan memgalami kematian.
PenulisGloria Setyvani Putri
EditorYunanto Wiji Utomo

Selamat Datang Gubenur Baru Jakarta. Terimakasih Jokowi, Ahok, & Jarot

Mulai hari ini, Senin (16/10/2017), warga DKI Jakarta akan memiliki pemimpin baru. Selama 5 tahun ke depan, pasangan Anis Baswedan dan Sandiaga Uno akan menjadi pemimpi mereka. Sore nanti, keduanya akan dilantik di istana, lansung oleh Presiden Joko Widodo. Harapan tertinggi dari Pemimpin baru DKI Jakarta adalah harapan agar Ibukota ini semakin maju dan semakin terdepan. Bagaimanapun, DKI Jakarta adalah Ikonnya Indonesia. Orang bisa menilai Indonesia, dengan melihat Jakarta. Jikalau Jakarta berjalan sebagaimana mestinya; ekonominya bagus, kondusif, aman, dan teratur, dan tertib, maka itu artinya Indonesia berada dalam kondisi yang baik. Jikalau justru yang terjadi sebaliknya, maka itu artinya Indonesia sedang “sakit.”
Pelantikan ini adalah awal. Jangan menjadikannya sebagai tujuan. Jangan larut dan kesenangan dan kebahagiaan. Sebab, begitu banyak Pekerjaan yang ada di hadapan. Ingat lagi janji-janji yang dahulu diucapkan, yang mampu “menyihir” massa agar suara mereka mau diberikan. Mereka akan terus menagihnya dan memintanya. Tidak usah marah, sebab memang itu adalah hak mereka. Pemimpin itu bukan “boss”. Pemimpin adalah pelayan, yang bertugas melayani rakyatnya dengan sebaik-baiknya. Jikalau ada satu saja rakyat Jakarta yang kelaparan, maka yang salah adalah pemimpinnya. Jikalau ada jalanan Jakarta yang bolong, yang salah adalah pemimpinnya. Jikalau ada kejahatan yang ada di jakarta, yang salah adalah pemimpinnya. Intinya, setiap celah keburukan yang ada di DKI Jakarta, maka yang bertanggungjawab adalah pemimpinnya. Sebagaimana setiap kebaikan yang ada di DKI Jakarta, maka itu adalah prestasi pemimpinnya.
Ingat-Ingat Lagi Janji Anis-Sandi
Janji jangan sekadar janji, apalagi janji pemimpin. Jangan hanya sekadar retorika untuk menarik suara massa. Nah, sekarang mari kita lihat lagi janji-janji yang pernah diucap Anis-Sandi selama masa kampanye mereka, yang nantinya berguna untuk melihat kinerjanya; apakah dijalankan atau tidak? Ada sekitar 11 janjinya yang layak ditagih oleh Rakyat Jakarta.
1. Memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar Plus, sehingga bisa digunakan pula oleh orang berusia 6-21 tahun yang tak sekolah, tapi memiliki keinginan mengikuti pelatihan keterampilan dan kursus.
2. Memperluas manfaat Kartu Jakarta Sehat dalam bentuk Kartu Jakarta Sehat Plus, dengan menambahkan fasilitas khusus untuk para guru mengaji, pengajar Sekolah Minggu, penjaga rumah ibadah, khatib, penceramah, dan pemuka agama.
3. Membuka 200 ribu lapangan kerja baru dengan membangun dan mengaktifkan 44 pos pengembangan kewirausahaaan warga. Targetnya menghasilkan 200 ribu pewirausaha baru, selama lima tahun.
4. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan dengan mengintegrasikan dunia usaha ke dalamnya, sehingga menghasilkan lulusan yang langsung terserap ke dunia kerja dan berwirausaha.
5. Menghentikan reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup, serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir, dan segenap warga Jakarta.
6. Memberi Kredit Usaha Perempuan Mandiri untuk memberdayakan perempuan di Jakarta.
7. Membangun sistem transportasi umum yang terintegrasi dalam bentuk interkoneksi antar-moda, perbaikan model manajemen layanan transportasi umum, perluasan daya jangkau transportasi hingga menjangkau seluruh warga, pengintegrasian sistem transportasi umum dengan pusat-pusat permukiman, pusat aktivitas publik, dan moda transportasi publik dari luar Jakarta.
8. Mengatasi kesenjangan ibu kota dengan menjadikan Kepulauan Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Mandiri dengan menyediakan infrastruktur, lapangan kerja, fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi segenap warganya, serta menjadikannya sebagai pusat inovasi konservasi ekologi.
9. Memperbaiki kesejahteraan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
10. Memberdayakan para pengembang kelas menengah untuk merealisasikan pembangunan kampung susun, kampung deret dan rumah susun, serta mempermudah akses kepemilikan bagi warga tidak mampu.
11. Meningkatkan bantuan sosial untuk rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, lembaga sosial, Sekolah Minggu, dan Majelis Taklim berbasis asas proporsionalitas dan keadilan.

Anis-Sandi itu Gubenur Jakarta, bukan Gubenur Pendukungnya
Ini yang harus diingat dengan baik, baik oleh Anis-Sandi sendiri maupun oleh orang-orang yang tidak mendukungnya dalam pilkada kemaren. Anis Sandi harus paham bahwa warganya adalah seluruh warga Jakarta, bukan hanya para pendukungnya dalam pilkada kemaren saja. Artinya, siapapun mereka, Anis-Sandi harus memberikan pelayanan terbaiknya, tanpa memandang partai, ras, agama, dan kelompok. Selama warga Jakarta, maka ia berhak mendapatkan pelayanan. Kemudian bagi yang dahulu tidak mendukung Anis-Sandi dalam pilkada, mereka harus move on segera. Jangan larut dalam kekalahan. Pilkada sudah usai. Sekarang, sudah ada Gubenur baru. Mereka adalah pemimpin Jakarta saat ini, yang sah secara hukum; legal. Dukunglah kerja baiknya. Jikalau ada yang salah, kritiklah.
Terimakasih kepada Ahok dan Jarot, serta Jokowi
5 Tahun ke belakang, DKI Jakarta memiliki 3 Gubenur. Mulai dari Jokowi, yang meninggalkan jabatannya sebagai Gubenur Jakarta karena terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia. Kemudian naiklah Ahok, yang terpaksa juga harus mundur dari jabatan Gubenur karena bermasalah dengan hukum dalam kasus penistaan agama. Kemudian naiklah Jarot. Tidak diragui, selama 5 tahun kepemimpinan DKI Jakarta yang lalu, banyak kebaikan yang sudah mereka persembahkan. Tidak ada yang mengingkari itu. Walaupun ada yang mungkin perlu dikoreksi. Namun yang namanya kerja dan usaha manusia, tidak ada yang sempurna, pasti ada kurangnya. Maka, terimakasih selayaknya dan seharusnya dihaturkan kepada Jokowi, kepada Ahok, dan kepada Ahok.
Akhirnya, selamat kepada Anis-Sandi yang menjadi pemimpin baru Jakarta. Semoga Jakarta semakin Maju. Kemudian, terimasih kepada Jokowi yang pernah menjadi pemimpin Jakarta, kemudian Ahok, kemudian Jarot.
Tabik
Denis Arifandi Pakih Sati

Jokowi ke Walkot Medan: Benahi Jalan atau Saya Duluan Kerjakan!

Ray Jordan - detikNews
Jokowi ke Walkot Medan: Benahi Jalan atau Saya Duluan Kerjakan! Jalanan rusak di Medan yang dilalui Jokowi. Foto: Ray Jordan/detikcom
Medan - Presiden Joko Widodo geram dengan buruknya jalanan di Kota Medan, Sumatera Utara. Jokowi mengingatkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin untuk segera membenahi.

Jokowi mengatakan, dirinya sengaja mengecek langsung jalanan di Kota Medan. Pasalnya dia banyak mendapat masukan buruknya jalanan di pusat kota Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara tersebut.

"Saya mendapat keluhan banyak sekali. Mengenai jalan rusak itu. Oleh sebab itu pagi-pagi saya lihat beberapa lokasi," kata Jokowi saat ditemui di kawasan Huta Ginjang, Desa Dolok Martumbur, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (14/10/2017).

Jokowi pun memerintahkan Dzulmi Eldin untuk segera membenahi jalanan di Kota Medan. Jangan sampai dia duluan yang mengerjakan.

"Ya segera dikerjakan. Kalau nggak segera dikerjakan, duluan saya kerjakan nanti," tegas Jokowi.

"Benar itu. Jangan (tidak dikerjakan-red). Tugasnya wali kota untuk menyelesaikan," tambah Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi melihat-lihat kota dan melintas di jalananan becek dan berlubang Kota Medan pagi tadi.

Pantauan detikcom, Presiden Jokowi meninggalkan hotel tempat menginap di Jalan Diponegoro, Medan, Sumatera Utara, pukul 07.50 WIB tadi pagi. Jokowi menumpangi mobil jenis jip warna hitam.

Dari Jalan Diponegoro, Jokowi masuk ke Jalan S Parman. Kecepatan rata-rata 30 km/jam.

Mobil yang membawa Jokowi kemudian melintas di Jalan Glugur-Gatot Subroto-Nibung Raya-Jalan Ibus Raya. Aspal jalanan ini tidak begitu mulus. Tidak terlihat juga trotoar di kiri-kanan jalan yang laik untuk pejalan kaki.

Jokowi kemudian melintas di depan Pasar Petisah. Jalan di lokasi ini rusak berat, berlubang dan becek. Bahkan mobil jip yang ditumpangi Jokowi terlihat sedikit bermanuver mencari jalan yang mulus.

Jokowi kemudian melintas di Jalan Nibung Utama-Rasak Baru-kembali ke Gatot Subroto-Maulana Lubis-Imam Bonjol. Di jalan jni juga masih terdapat beberapa lubang.

Selanjutnya, Jokowi melintas di depan Kantor DPRD-Letjen Soeprapto-Brigjen Katamso-Jalan Mesjid Raya-Jalan Mahkamah. Di Jalan Mahkamah, median jalannya rusak dan becek. Banyak lubang dan sampah. Bahkan ada titik tempat pengumpulan sampah yang masuk ke badan jalan.

Mobil yang membawa Jokowi kemudian tembus ke Jalan Letjen Soeprapto-Jalan Imam Bonjol- masuk ke Pangakalan TNI AU Soewondo.

Sekira pukul 08.30 WIB, Jokowi tiba di landasan helikopter. Jokowi hendak bertolak ke Sinabung. Tak ada komentar yang disampaikan Jokowi terkait jalan-jalan pagi yang dilakukannya ini.
(jor/bag)

Ini Isi Pembicaraan Jokowi dan Anies Usai Pelantikan

Fabian Januarius Kuwado, Kompas.com - 16/10/2017, 17:23 WIB
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto serta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Istana Negara, Senin (16/10/2017).
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto serta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Istana Negara, Senin (16/10/2017).(Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan)
JAKARTA, KOMPAS.com - Anies Baswedan berbincang cukup lama dengan Presiden Joko Widodo usai prosesi pelantikan Gubernur DKI, Senin (16/10/2017) sore.
Proses pelantikan Anies dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Jokowi dan Anies berbincang di meja oval Istana Negara. Di meja itu duduk pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Setya Novanto dan Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang.
(baca: Video Detik-detik Pelantikan Anies-Sandi di Istana)
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) disaksikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) disaksikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.(ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Usai berbincang, Jokowi berfoto bersama Anies-Sandi. Wapres Kalla juga ikut di dalam foto bersama tersebut. Kepada wartawan, Anies mengaku, mendapatkan wejangan dari Presiden Jokowi. Ia dan Sandi akan menghadap Presiden Jokowi lagi dalam waktu dekat.
"Presiden tadi menyampaikan, dalam satu dua hari ini, untuk bertemu, dan Insya Allah kami siap untuk bertemu Presiden," ujar Anies.

Selain soal rencana pertemuan, menurut Anies, tidak ada hal serius lainnya yang dibicarakan dengan Presiden Jokowi.
Ia dan Jokowi malah saling melontarkan 'jokes' yang mengundang tawa.
"Ya kan namanya juga kenal lama. Jadinya kami bercanda macam-macam. Guyon guyon tentang prosesi yang kita jalani," ujar Anies.

Jumat, 13 Oktober 2017

Putaran Final Piala Asia U-16 2018 di Malaysia Termasuk Indonesia

Ini Dia 16 Negara yang Lolos ke Putaran Final Piala Asia U-16 2018 di Malaysia Termasuk Indonesia
the-afc.comDaftar negara yang lolos ke putaran final Piala Asia U-16 2018 di Malaysia. 
TRIBUNNEWS.COM - Laga pamungkas Grup H Kualifikasi Piala Asia U-16 2018 telah berakhir.
Dengan demikian tuntas sudah 16 negara yang berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U-16 2018 di Malaysia.

Laga terakhir babak kualifikasi Grup H mengukuhkan Korea Selatan sebagai jawara grup.
Pada laga yang berlangsung di Stadion Thuwanna, Yangon, Myanmar, negara yang dikenal dengan bintang K-pop-nya ini berhasil menang tipis atas lawannya.
Korea Selatan menaklukkan salah satu raksasa Asia, China dengan skor 1-0, Jumat (29/9/2017).
Hasil ini sekaligus meresmikan kegagalan China dan keberhasilan Afghanistan menempati satu tempat di 5 runner-up terbaik.

Berikut 16 negara yang berhasil lolos sebagai juara dan runner-up terbaik ke putaran final Piala Asia U-16 2018 di Malaysia:
1. Malaysia, tuan rumah
2. Yordania, juara Grup A

3. Tajikistan, juara Grup B
4. Iran, juara Grup C
5. Irak, juara Grup D
6. Yaman, juara Grup E
7. Korea Utara, juara Grup F
8. Indonesia, juara Grup G
9. Korea Selatan, juara Grup H
10. Australia, juara Grup I
11. Jepang, juara Grup J

12. India, runner-up
13. Oman, runner-up
14. Thailand, runner-up
15. Vietnam, runner-up
16. Afghanistan, runner-up (*)

Datang Tanpa Pengawalan, Pelayan Restoran di Bogor Ini Tak Sadar Tamunya Putri Presiden Jokowi

Datang Tanpa Pengawalan, Pelayan Restoran di Bogor Ini Tak Sadar Tamunya Putri Presiden Jokowi
instagram
Kahiyang Ayu, putri dari Presiden Ke-7 Indonesia 
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Pengunjung dan pramusaji salah satu restoran cepat saji Jepang di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, tidak menyadari kedatangan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan tunangannya, Bobby Nasution, Selasa (10/10/2017) siang.
Kahiyang dan Bobby tiba untuk makan siang di restoran itu sekitar pukul 14.39. Keduanya tidak dikawal dan tidak mendapat perlakuan istimewa.

Saat itu, putri orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut mengenakan baju kemeja kotak-kota warna hitam dan krim dengan celana panjang warna hitam, serta menenteng tas warna cokelat.
Kahiyang menggerai rambutnya, hanya menguncir rambut bagian atas dengan penjepit ukuran kecil warna hitam.
Sementara sang calon suami terlihat lebih santai lagi menggunakan kaos T-shirt bertuliskan Lego dan celana jins. Bobby datang menyetir sendiri kendaraannya Fortuner hitam dengan nomor polisi B 8857 T.
Tidak satupun pengunjung restoran yang menyadari bahwa yang sedang makan berdua adalah putri presiden dengan calon suaminya.
Termasuk Hamdani petugas yang menghantarkan Jasmine Tea pesanan Bobby Nasution ke meja.
Sampai akhirnya keduanya pergi meninggalkan restoran, Hamdani masih tidak menyadari bahwa yang bersangkutan adalah putri presiden.
"Wah saya nggak tahu mbak kalau itu Mbak Kahiyang, putrinya Presiden, karena kurang hapal wajahnya," katanya.

Jadwal Timnas Indonesia U-19 di Kualifikasi Piala Asia

Edu Krisnadefa,
Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 tampil gemilang di laga uji coba lawan Thailand, Minggu (8/10/2017). Tim Negeri Gajah Putih itu dihantam dengan skor 3-0.
Tentu, ini bisa jadi modal bagus bagi tim asuhan Indra Sjafri sebelum tampil di kualifikasi Piala Asia U-19, akhir Oktober mendatang. Memang, di ajang itu, hasil laga timnas Indonesia U-19 tak akan dihitung karena sudah memastikan diri lolos dengan status tuan rumah putaran final.
Namun, hasil positif tentu tetap jadi incaran Garuda Nusantara. Nantinya ini bisa dijadikan bekal saat tampil di ajang sesungguhnya, 2018 mendatang.
Maka itu, sebelum tampil di kualikasi Piala Asia U-19 yang akan digelar di Korea Selatan (Korsel), Timnas Indonesia U-19 rencananya akan kembali menggelar laga uji coba lawan tim lokal.
Di kualifikasi Piala Asia U-19 nanti, Indonesia sendiri akan berada di Grup F. Egy Maulana dan kawan-kawan bergabung bersama Malaysia, Timor Leste, Brunei Darussalam, dan tuan rumah Korsel.
Berikut jadwal timnas Indonesia U-19 di kualifikasi Piala Asia.31/10 Indonesia vs Brunei
02/11 Indonesia vs Timor Leste
04/10 Korsel vs Indonesia
06/10 Malaysia vs Indonesia

Kamis, 12 Oktober 2017

Borneo FC U-19 Tundukkan Timnas Thailand U-19

Hasil gambar untuk timnas U-19Tujuh gol mewarnai kemenangan dramatis Borneo U-19 atas tim juara Piala AFF U-18 2017 itu.

OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN
Borneo FC U-19 sukses menuai kemenangan atas tim nasional (timnas) Thailand U-19, pada laga uji coba di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/10) malam. Pada laga itu, Borneo U-19 secara dramatis menang dengan skor 4-3 atas juara Piala AFF U-18 2017 itu.
Thailand sempat unggul lebih dulu ketika laga baru berjalan dua menit lewat gol Pongsakorn. Namun Borneo berhasil membalas melalui gol yang dicetak A. Hamid.
Skor 1-1 membuat pertandingan semakin berjalan sengit. Thailand kembali unggul lewat gol Saengthopho. Skor 2-1, bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Borneo mencoba bangkit. Mereka akhirnya berhasil membalikkan kedudukan lewat dua gol yang dicetak N. Fadhil pada menit ke-49 dan 68.
Thailand sempat menyamakan kedudukan kembali pada menit ke-71, melalui gol yang dilesakkan K. Ornchaiphum. Ketika laga diyakini bakal berakhir imbang, Borneo justru mampu mencetak gol pada menit ke-90, melalui Nurdiansyah. Skor 4-3 menutup laga ini.
Dengan demikian, Thailand menderita dua kekalahan dalam dua laga uji coba yang mereka lakoni di Indonesia. Sebelumnya, skuat yang dilatih Marc Alavedra Palacios itu ditaklukkan timnas Indonesia U-19 dengan skor 3-0 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (8/10) lalu.