Selasa, 25 April 2017

Tanpa Replik dan Duplik, Ahok Divonis 9 Mei 2017



Liputan6.com, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah menjadwalkan pembacaan putusan atau vonis perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Rencananya, sidang putusan akan digelar pada Selasa, 9 Mei 2017.
"Sesuai jadwal, putusan akan kami ucapkan pada 9 Mei 2017. Diperintahkan terdakwa hadir dalam persidangan tersebut," ujar Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017).

Persidangan dengan agenda pembacaan putusan akan lebih cepat karena tidak ada pembacaan replik dan duplik. Pihak jaksa penuntut umum (JPU) tetap pada tuntutannya, sehingga tidak perlu mengajukan replik. Begitu juga Ahok dan penasihat hukumnya, tetap pada pembelaannya atau pleidoinya.
Ahok sebelumnya dituntut JPU hukuman 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan. Dalam tuntutannya, JPU menyatakan Ahok bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP. Sementara Pasal 156a KUHP digugurkan karena ucapan Ahok tak memenuhi unsur niat menodai agama.
Sementara dalam pleidoinya, Ahok menyatakan dirinya tidak bersalah dan hanya menjadi korban fitnah. Tim penasihat hukum Ahok pun meminta majelis hakim agar kliennya dinyatakan bebas karena terbukti tak bersalah.

Khofifah Indar Parawansa mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial?

Hasil gambar untuk Khofifah Indar Parawansa mengundurkan diri dari jabatan Menteri SosialJAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo membantah bahwa Khofifah Indar Parawansa mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial.Bantahannya ini menanggapi isu yang beredar beberapa hari terakhir.

"Ndak, ndak ada seperti itu. Sampai saat ini tidak ada," ujar Jokowi, di sela kunjungan kerjanya di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (25/4/2017).

Sebelumnya, beredar kabar Khofifah berkirim surat kepada Presiden Jokowi. Surat itu berisi pengunduran dirinya sebagai Mensos.
(Baca: Muslimat NU: Risma Menang 82 Persen, Khofifah Harus Menang 99 Persen di Pilkada Jatim)

Pengunduran itu karena Khofifah yang hendak maju sebagai bakal calon kepala daerah Jawa Timur dalam Pilkada serentak 2018 mendatang.

Advertisment
Mensos Perhatikan Keberadaan Suku Terpencil (Bag 2)(Kompas TV) 
PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Kenapa Ahok Tak Sudi Melepas Saham DKI di Produsen Bir Anker

Image
Liputan6.com, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah menjadwalkan pembacaan putusan atau vonis perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Rencananya, sidang putusan akan digelar pada Selasa, 9 Mei 2017.
"Sesuai jadwal, putusan akan kami ucapkan pada 9 Mei 2017. Diperintahkan terdakwa hadir dalam persidangan tersebut," ujar Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017).

Persidangan dengan agenda pembacaan putusan akan lebih cepat karena tidak ada pembacaan replik dan duplik. Pihak jaksa penuntut umum (JPU) tetap pada tuntutannya, sehingga tidak perlu mengajukan replik. Begitu juga Ahok dan penasihat hukumnya, tetap pada pembelaannya atau pleidoinya.
Ahok sebelumnya dituntut JPU hukuman 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan. Dalam tuntutannya, JPU menyatakan Ahok bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP. Sementara Pasal 156a KUHP digugurkan karena ucapan Ahok tak memenuhi unsur niat menodai agama.
Sementara dalam pleidoinya, Ahok menyatakan dirinya tidak bersalah dan hanya menjadi korban fitnah. Tim penasihat hukum Ahok pun meminta majelis hakim agar kliennya dinyatakan bebas karena terbukti tak bersalah.

Sandiaga Bakal Lepas Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir


Ika Defianti
Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur Terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bakal melepas saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di perusahaan produsen bir, PT Delta Djakarta (produsen bir), setelah pelantikannya pada Oktober 2017 nanti. Dia mengaku untuk tetap menjalankan komitmen bersama Anies Baswedan saat masih berkampanye.
"Saya sudah sampaikan kepada Pak Anies mohon didukung, karena itu janji dan sudah sampaikan jauh-jauh hari," ucap Sandiaga di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (23/4/2017).
Sandiaga mengaku sudah sering menjelaskan rencana penjualan saham tersebut sejak tahun lalu. "Itu sudah dari satu tahun yang lalu, mungkin antara Maret-Juni 2016. Keluarga juga inget janji itu," tutur dia.
Menurut Sandiaga Uno, kepemilikan saham di perusahaan produsen minuman keras tidak memiliki esensi bagi sebuah pemerintahan provinsi.
"Kepemilikan saham di perusahaan tersebut juga tidak mempunyai kepentingan untuk hajat hidup orang banyak. Saat ini baru saham itu aja, yang lain belum pernah saya sampaikan lagi pendapatnya," papar dia.
Hal tersebut menurut Sandiaga, masih dalam bagian rekonsiliasi yang nantinya akan lebih dimatangkan kembali.
"Nanti akan kita tunjuk investment banker yang mumpuni, mungkin dari Dana Reksa atau Bahana milik pemerintah yang biasa mengkaji proses penjualan. Banyak yang berminat karena perusahaan untung dan bagus, tapi ini enggak cocok dimiliki Pemprov DKI," jelas Sandiaga.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini Pemprov DKI Jakarta memiliki saham sebesar 23,34 persen di perusahaan pemilik merek Anker Bir, Carlsberg, Dan Miguel dan Stout.
Sebelumnya saat masih berkampanye Sandiaga menegaskan dirinya tidak akan memberikan toleransi peredaran minuman keras (miras) ilegal, narkotika, atau pun praktik prostitusi di ibu kota.
Menurut Sandi, nilai-nilai kaidah Islami maupun agama lainnya, secara tegas melarang praktik maksiat yang sering muncul dan terjadi di tengah masyarakat.
"Salah satu prioritas saya untuk menghilangkan dan meminimalisir peredaran itu (minuman keras) adalah dengan menjual saham BUMD PT Delta Djakarta (produsen bir) ke publik," ungkap Sandi di Kebon Melati, Tanah Abang tahun lalu.
Penjualan saham dari produsen peredaran miras ini, kata Sandiaga Uno, tidak akan mengganggu sektor pariwisata, di mana peredarannya hanya diperbolehkan di tempat-tempat tertentu seperti bar ataupun hotel berbintang lima.
"Selain miras, saya dan mas Anies juga sangat menentang peredaran narkotika, prostitusi ilegal, perjudian, yang tidak bisa ditolerir karena merusak moral generasi muda ibu kota," Sandi menegaskan.

Ribut saham di perusahan bir dan rencana Anies

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berbincang bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman (kiri) dan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) usai menyampaikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/4).
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berbincang bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman (kiri) dan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) usai menyampaikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/4).
© Puspa Perwitasari /ANTARA FOTO
Calon gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno tetap bakal mewujudkan niatnya menjual saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta. Di perusahaan yang memproduksi bir ini Pemprov DKI punya 26,25 persen saham. Perusahaan ini merupakan produsen dari sejumlah merek bir ternama, seperti Anker, Carlsberg, dan San Miguel.
"Saya dari pertama kali komitmen (saham bir) dijual. Itu karena nggak nyambung banget dengan visi membahagiakan warganya," kata Sandiaga seperti dikutip detikcom, Sabtu (22/4/2017).
Perusahaan bir, kata Sandi, bukan merupakan investasi hajat hidup orang banyak. Sehingga penjualan saham tidak akan berpengaruh ke pendapatan daerah. "Saya kan yang paham investasi," ujarnya.
Saat berkampanye pasangan Anies-Sandi memang menjanjikan akan menjual kepemilikan Pemprov DKI di PT Delta Djakarta itu. Seperti saat Anies berkampanye di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat, (20/1/ 2017).
Menurut Anies, berdasarkan data yang dimilikinya, konsumsi warga Jakarta terhadap bir rendah. Selain itu, Anies ingin menjaga anak-anak tidak mengonsumsi minuman beralkohol. "Ada orang tua ingin anak-anaknya minum bir, nggak ada pasti," ujarnya.
Sebagai gantinya, kata Anies, uang hasil penjualan itu nantinya akan dipakai untuk mendirikan usaha di bidang peyediaan air minum dan membangun fasilitas publik.
Riuh pembicaraan saham Pemprov DKI di perusahaan yang memproduksi minuman bir ini sebenarnya sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Polemik itu berawal dari pertanyaan yang diajukan Kementerian Dalam Negeri perihal proyeksi pendapatan Rp1,3 triliun dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta 2015. Proyeksi pendapatan itu berasal dari PT Delta Djakarta.
Pertanyaan itu muncul karena Menteri Perdagangan saat itu Rachmat Gobel mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.
Berdasarkan hal tersebut, semestinya pemerintah daerah tidak diperbolehkan lagi menerima retribusi dan pendapatan dari izin tempat penjualan minuman keras atau beralkohol.
Polemik itu membuat Ahok bertanya-tanya. "Kenapa sama gubernur dulu enggak pernah ribut? Dari tahun 1970 loh sahamnya, kok tiba-tiba sekarang ribut sama saya," kata Basuki di Balai Kota, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (9/4/2015).
Ahok bercerita, selama ini PT Delta Djakarta termasuk BUMD yang sehat karena memberi laba bagi kas daerah DKI Jakarta. Bahkan, berulang kali BUMD tersebut menyumbang banyak pemasukan dibanding dengan BUMD besar lainnya, seperti PD Pasar Jaya dan PT Jakarta Propertindo.
Ia mencontohkan, pada 2012, PT Delta Djakarta masuk ke dalam tiga besar BUMD penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) DKI sebesar Rp48.346.161.000. Pada 2014, PT Delta Djakarta menyumbang sebanyak Rp50 miliar kepada kas daerah. Sedangkan PT Jakpro, BUMD yang dimiliki Pemprov DKI, memiliki 99 persen saham mayoritas, hanya menyumbang Rp25 miliar.
Sejarah kepemilikan
Soal asal muasal kepemilikan saham Pemprov DKI di perusahaan bir itu, Ahok menyimpan cerita. Menurut dia, saat Jakarta dipimpin Ali Sadikin, Jakarta mengalami kesulitan pasokan beras. Akhirnya Bang Ali -sapaan akrab Ali Sadikin--memutar otak. Ia kemudian mendirikan Food Station Tjipinang dengan tujuan agar kebutuhan warga DKI terpenuhi.
Namun Food Station yang didirikan Bang Ali ini tidak berbentuk PT melainkan hanya gudang. "Nah terus Ali Sadikin kasih izin CopaCabana di Ancol dulu asal dia bisa bangun puskesmas, bangun sekolah. Maka, Pemprov Jakarta berpikir kenapa tidak bangun pabrik bir saja di sini," ujar Ahok seperti ditulis Bisnis.com.

Muasal saham perusahaan bir milik Pemprov DKI

Foto sekadar ilustrasi bir, minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Bir adalah minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan berpati tanpa melalui proses penyulingan setelah fermentasi.
© Quinn Dombrowski/CC BY-SA 2.0 /Flickr
Pemenang Pilkada DKI 2017 (versi hitung cepat), Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, berjanji akan menjual saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di PT. Delta Jakarta.
Pasalnya, kepemilikan saham di perusahaan produsen bir itu dianggap tak mewakili kepentingan orang banyak. "Banyak banget yang berminat karena perusahaannya untung dan bagus, tapi enggak cocok dimiliki oleh Pemprov. Karena itu bukan hajat hidup orang banyak," ujar Sandi, dilansir detikcom (23/4).
Rencana penjualan saham, kata Sandi, sesuai dengan janjinya semasa kampanye--sudah disampaikan sejak Maret-Juni 2016. Pun, semasa kampanye, Anies Baswedan pernah melontarkan dua alasan pokok di balik gagasan penjualan ini.
"Pertama karena memang konsumsi warga Jakarta terhadap bir juga rendah," kata Anies (24/1). "Kedua, kita ini memproduksi sesuatu yang kita ingin anak-anak kita minum. Ada orang tua ingin anak-anaknya minum bir, enggak ada pasti."
Lantas, dari mana muasal saham milik Pemprov DKI Jakarta di perusahaan bir itu?
Merujuk sejarahnya, Delta Jakarta sudah berdiri sejak 1932 dengan nama Archipel Brouwerij, NV, yang tercatat sebagai perusahaan milik Jerman. Sejak saat itu, Anker jadi salah satu jenama bir kesohor yang diproduksi.
Pada fase awal perang dunia kedua, kendali perusahaan diserahkan kepada Belanda. Pada 1942, beriring dengan pendudukan Jepang, kendali perusahaan berpindah ke negeri matahari terbit itu. Tiga tahun kemudian Belanda kembali menguasainya, beriring kekalahan Jepang dalam perang dunia.
Kondisi berubah pada 1967, ketika saham perusahaan diserahkan ke Pemerintah DKI Jakarta, sesuai dengan Undang-Undang penanaman modal asing No.1/1967.
Kemudian, pada 1970, perusahaan itu resmi menggunakan nama PT. Delta Jakarta. Cerita di balik perubahan nama ini pernah disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.
Menurut Ahok, keberadaan perusahaan bir itu merupakan buah kerja Ali Sadikin sebagai gubernur DKI Jakarta (1966-1977). Mulanya, Bang Ali memberi izin pembangunan kasino di kawasan Ancol. Guna menambah semarak, kasino itu menyediakan bir impor dari Filipina dan Belanda.
Belakangan, lahir ide membangun pabrik bir sendiri demi memaksimalkan keuntungan--tak perlu mengimpor. "Jadi Jakarta mengundang perusahaan dari Filipina untuk membangun pabrik bir di sini," kata Ahok, dikutip SindoNews (10 April 2015).
Ketika itulah terjadi perubahan nama perusahaan bir milik Pemprov DKI menjadi PT. Delta Jakarta (1970).
Adapun Bang Ali dikenal dengan ide-idenya mengisi pundi-pundi keuangan ibu kota melalui bisnis kontroversial, macam judi, bir, dan prostitusi. Namun, menurut Ahok, pengoperasian kasino dan pabrik bir itu juga beriring dengan pembangunan infrastruktur untuk kemaslahatan warga ibu kota.
Misalnya, seiring pembangunan kasino didirikan pula puskesmas dan sekolah di Cipinang. Sebelumnya, Bang Ali juga mendirikan Food Station Tjipinang sebagai gudang beras di Cipinang--guna menjaga ketahanan pangan. "Dia (Bang Ali) izinkan (membuat kasino) supaya bisa bangun puskesmas sama sekolah. Enggak ada yang protes," kata Ahok.
Sejak saat itu, bisnis Delta Jakarta moncer. Pada 1984, Delta Jakarta mencatatkan namanya di bursa efek, sekaligus menguatkan posisinya sebagai pemain utama produsen bir di tanah air.
Memasuki era 1990-an, kepemilikan saham mulai beralih ke San Miguel Corporation, perusahaan multinasional asal Filipina. Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap menjadi salah satu pemegang saham utama.
Pada 1997, Delta Jakarta memulai ekspansi dan memindahkan fasilitas produksi bir dari Jakarta Utara ke Bekasi, Jawa Barat, dengan fasilitas yang lebih modern dan lebih luas.
Sejauh ini, Delta Jakarta memproduksi pelbagai merek bir, macam Anker Bir, Anker Stout, Carlsberg, San Miguel Pale Pilsen, San Mig Light, San Miguel Cerveza Negra, dan Kuda Putih. Pun ada produksi bir untuk kebutuhan ekspor dengan jenama, Batavia. Tak hanya bir, mereka juga bikin minuman non-alkohol, seperti Sodaku dan Soda Ice.
Catatan dividen Delta Jakarta untuk Pemprov DKI terbilang bagus. Sumbangannya ke kas daerah mencapai puluhan miliar per tahun. Sepanjang 2010-2014 saja, total dividennya untuk Pemprov DKI mencapai Rp203,64 miliar.
Merujuk Laporan Tahunan Delta Jakarta (2015), Pemprov DKI punya saham 26,25 persen di produsen minuman fermentasi bahan berpati itu. Rinciannya, 23,34 persen milik Pemprov DKI, dan 2,92 persen milik Badan Pengelola Investasi dan Penyertaan Modal DKI Jakarta (BP IPM Jaya).
Adapun sisa saham Delta Jakarta dimiliki San Miguel Malaysia (L) Pte, Malaysia sebesar 58,33 persen, dan publik sebesar 15,41 persen.
Sepanjang Ahok menjabat gubernur, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen tidak menjual saham Delta Jakarta, sebab performanya dinilai "sangat-sangat bagus".

Perseru Serui 2-1 Persiba Balikpapan

Perseru Serui
Perseru berhasil menuai poin penuh pada laga kandang perdana mereka di Liga 1 2017.

OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN
Perseru Serui berhasil menuai poin penuh pada laga kandang perdana mereka di Liga 1 2017. Itu setelah, mereka menaklukkan Persiba Balikpapan dengan skor tipis 2-1 di Stadion Marora, Serui, Selasa (25/4) petang.
Babak pertama
Bertindak sebagai tuan rumah, Perseru langsung menampilkan permainan menyerang sejak menit awal pertandingan. Beberapa kali ancaman mampu diberikan para penggawa Perseru ke gawang Persiba yang dikawal Dedi Haryanto.
Persiba juga memberikan perlawanan. Namun upaya mereka juga berhasil diredam skuat tuan rumah.
Perseru akhirnya mampu unggul pada menit ke-22', lewat sepakan keras Silvio Escobar yang menyambut umpan Septinus Alua. Skor pun berubah 1-0.

Unggul satu gol, Perseru tak mengendurkan serangan mereka. Tapi Persiba juga tetap memberikan perlawanan.

Perseru akhirnya mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-38', melalui sepakan Tonny Roy Ayomi. Skor 2-0, bertahan hingga babak pertama berakhir.
Babak kedua
Memasuki babak kedua, Persiba mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Anmar akhirnya berhasil memecah kebuntuan tim tamu lewat golnya pada menit ke-50'. Skor berubah menjadi 2-1, masih untuk keunggulan Perseru.
Pertandingan semakin berjalan menarik. Jual-beli serangan terjadi, dan pertandingan juga berlangsung cukup keras.
Persiba terus mencoba mengejar ketertinggalan mereka. Ancaman diberikan lewat sundulan Ridho Nurcahyo dan juga tendangan Marlon Da Silva. Tapi belum ada yang bisa membobol kembali gawang Perseru.
Skor 2-1, bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan Pemain
Perseru Serui
Pelatih:
Yusak Sutanto
20 Sukasto Efendi; 38 Tonny Roy Ayomi, 5 Boman Bi Irie Aime, 2 Mochammad Zaenuri, 95 Kalvin Wopi; 14 Ronaldo Meosido, 26 Septinus Alua, 10 Omar Zeinedine, 12 Lukas Mandowen; 99 Mariando Djonak Uropmabin, 9 Silvio Escobar
Cadangan: 30 Hendra Mole, 18 Bilibig Dian Mahrus, 92 Jhon Alex Wayoi, 3 Reksa L Satata, 6 Fransiskus X Mumpo, 13 Franklin Rumbiak, 97 Gamalia Brien Imbiri, 17 Irfan Yunus Mofu, 21 Petrus Paitoni Towolom
Persiba Balikpapan
Pelatih:
Timo Scheunemann
89 Dedi Haryanto; 11 Fengky Turnando, 26 Dirkir Kohn Glay, 6 Alfath Faathier, Ardi Yuniar; 10 Masahito Noto, 77 Anmar Almubaraki, 29 Tedi Hasanuddin, 8 Bryan Cesar; 9 Marlon Da Silva, 20 Melcior Leideker Majefat
Cadangan: 23 Yoewanto Stya Beny, 5 Absor Fauzi, 18 Jemmy Lakengke, 19 Iqbal Samad, 87 Muhammad Ilhamul Irhaz, 22 Siswanto, 94 Heri Susanto, 14 Bijahil Chalwa, 15 Ridho Nurcahyo

Persija Jakarta 1–1 Barito Putera

luiz Junior mencetak gol penyeimbang bagi Persija Jakarta
luiz Junior mencetak gol penyeimbang bagi Persija Jakarta

OLEH   DONNY AFRONI
Persija Jakarta gagal mendapatkan angka penuh kala bermain di hadapan pendukungnya setelah harus puas bermain imbang 1-1 melawan Barito Putera di Stadion Patriot Bekasi, Sabtu (22/4) sore WIB.
Raihan satu angka ini membuat Persija dan Barito Putera gagal memuncaki klasemen sementara. Persija bertengger di peringkat dua dengan koleksi nilai empat. Sedangkan Barito Putera di posisi ketiga, karena kalah selisih gol.
Babak pertama
Persija dan Barito Putera mengawali pertandingan dengan lamban. Kedua tim mencoba membaca permainan lawan masing-masing, sehingga tidak ada peluang berbahaya sepanjang sepuluh menit pertama.
Selepas itu, Persija mulai melakukan tekanan kepada pertahanan Barito Putera. Kans diperoleh Muhammad Rasul pada menit ke-20. Setelah memperdayai pemain belakang lawan, Rasul melepas tendangan, tapi melayang di atas mistar.
Barito Putera merespons agresivitas Persija. Kendati sempat membentur pertahanan solid lawan, tim besutan Jacksen F Tiago ini nyaris membuka keunggulan pada menit ke-35. Sayangnya, tendangan kaki kiri Rizky Pora membentur tiang gawang.
Peluang itu membuat Persija terkejut, dan membalasnya selang satu menit kemudian. Namun tandukan Luiz Junior ditepis kiper Shahar Ginanjar. Tak lama berselang, tandukan William Pacheco menyambut sepak pojok menyamping di sisi kiri gawang.
Menjelang babak pertama berakhir, Pora kembali mengancam gawang Persija, namun tendangannya dapat diamankan penjaga gawang Andritany Ardhiyasa sambil terbang, sehingga skor imbang tanpa gol tetap bertahan.
Babak kedua
Persija mencoba meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan Bruno Lopes di paruh kedua ini. Di lain sisi, Barito Putera juga memperagakan permainan agresif. Peluang diperoleh Nazarul Fahmi, tapi sepakannya ditepis Andritany.
Di lain sisi, kehadiran Bruno membuat lini pertahanan Barito Putera sedikit bekerja keras. Bruno sempat mendapatkan peluang, tapi sepakannya bisa diamankan kiper Shahar Ginanjar.
Pendukung tuan rumah terbungkam ketika Barito Putera mampu memecahkan kebuntuan pada menit ke-69. Tendangan bebas Pora disambut tandukan Thiago Cunha yang tidak bisa dicegah Andritany.
Persija yang tersentak dengan gol itu meningkatkan agresivitas mereka. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-73. Tendangan bebas Luiz Junior tak berhasil diantisipasi Shahar.
Tuan rumah mendapatkan peluang pada menit ke-81, tapi sepakan Rezaldi Hehanusa dapat dimentahkan Shahar. Skor 1-1 ini akhirnya bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang.
Berikut susunan pemain kedua tim:
Persija: Andritany Ardhiyasa; William Pacheco, Maman Abdul Rahman, Ismed Sofyan, Sandi Darma Sute, Irfandi Zein, Muhammad Rasul, Rezaldi Hehanusa, Luis Junior, Rohit Chand, Rudi Widodo.
Cadangan: Muhammad Rizky Darmawan; Vava Mario Yagalo, Gunawan Dwi Cahyo, Jefri Kurniawan, Pandi Lestaluhu, Abrizal Umanailo, Sutanto Tan, Bambang Pamungkas, Bruno Da Silva Lopes.
Pelatih: Stefano Cugurra
Barito Putera: Shahar Ginanjar; Rizky Pora, Valentino Telaubun, Ambrizal, Aaron Michael Evans, Dandi Maulana Abdulhak, Fajar Handika, Matias Cordoba, Nazarul Fahmi, Thiago Cunha, Agi Pratama.
Cadangan: Aditya Harlan; Muhammad Rifqi, Daniel Tata, Hanif Anshori, Syahroni, Amirul Mukminin, David Laly, Dedy Hartono, Dimas Ardika Agus Selamet.
Pelatih: Jacksen F Tiag

Mitra Kukar 1–1 PSM Makassar

Mitra Kukar bermain imbang saat menjamu PSM Makassar
Mitra Kukar bermain imbang saat menjamu PSM Makassar
Goal / Abi Yazid
Eksekusi penalti Santos menjelang laga berakhir menghindari Mitra Kukar dari kekalahan di kandang.

OLEH   DONNY AFRONI
Rekrutan anyar Marclei Santos tampil sebagai pahlawan Mitra Kukar setelah tendangan penaltinya di menit akhir memaksa laga melawan PSM Makassar di Stadion Aji Imbut, Senin (24/4) malam WIB, dituntaskan dengan skor 1-0.
Pada laga ini, mantan penggawa Liverpool dan Juventus Mohamed Sissoko menjalani debutnya bersama Mitra Kukar. Sedangkan PSM menurunkan rekrutan terbaru Marc Klok.
Babak pertama
Bermain di kandang, Mitra Kukar mengawali laga dengan hati-hati dan lamban. Sedangkan PSM terkesan menunggu untuk mencari celah di pertahanan tim besutan Jafri Sastra itu.
Melihat Mitra Kukar tidak juga menekan, PSM mulai mengambil inisiatif serangan lebih dulu selepas laga berjalan sepuluh menit, dan beberapa kali memaksa barisan belakang tuan rumah bekerja keras.

Kubu tuan rumah terbungkam ketika laga memasuki menit ke-22. Umpan terobosan Wiljan Pluim disambut Ridwan Tawainella yang menusuk dari sisi kanan serang, dan selanjutnya menaklukkan Gerru Mandagi.
Mitra Kukar berusaha bangkit untuk mengejar ketertinggalan. Namun permainan mereka mudah dibaca tim tamu. Bahkan, serangan Mitra Kukar lebih sering kandas di lini tengah, sehingga praktis tidak ada ancaman berbahaya di pertahanan PSM.
Di lain sisi, PSM tetap menekan Mitra Kukar, dan mengandalkan serangan dari sektor kanan pertahanan Naga Mekes. Kendati demikian, upaya mereka menambah pundi-pundi gol belum membuahkan hasil, sehingga babak pertama ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan PSM.
Babak kedua
PSM tidak mengendurkan permainan agresif mereka, dan nyaris menggandakan keunggulan saat babak kedua baru berjalan satu menit. Namun tendangan Reinaldo Elias da Costa masih menyamping tipis di sisi kiri gawang Gerri.
Mitra Kukar merespons agresivitas PSM, dan mulai menekan pertahanan Juku Eja. Peluang diperoleh pemain pengganti Anindito Wahyu pada menit ke-50, tapi sepakannya menghajar tiang kanan gawang.
Serangan silih berganti dilakukan kedua tim. PSM memperoleh peluang untuk mengubah papan skor, tapi tendangan Reinaldo yang tidak mendapatkan pengawalan dari pemain belakang lawan berhasil diblok Gerri pada menit ke-64.

Selepas laga berjalan 75 menit, PSM mulai mengendurkan serangan, dan berusaha mengamankan keunggulan. Kondisi ini membuat Mitra Kukar mendominasi permainan, tapi mereka mengalami kesulitan mendekati gawang Rivki Mokodompit.
Di lain sisi, serangan balik PSM nyaris membuahkan gol di menit ke-83. Sayangnya, pemain pengganti Ghozali Siregar tidak bisa memaksimalkan umpan Pluim, walau berdiri bebas melepaskan tendangan.
Mitra Kukar akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjelang laga berakhir melalui eksekusi penalti Marclei Santos. Hadiah penalti diberikan wasit menyusul pelanggaran Steven Paulle kepada Septian David Maulana. Laga pun ditutup dengan skor imbang 1-1.
Berikut susunan pemain kedua tim:
Mitra Kukar: Gerri Mandagi; Muhammad Rizky Ramadhan (Zulham 64'), Saepuloh Maulana, Jorge Gotor, Wiganda Pradika, Mohamed Sissoko, Oh Inkyun, Bayu Pradana, Septian David Maulana, Yogi Rahadian (Anindito 47'), Marclei Santos.
Cadangan: Joko Ribowo; Seftia Hadi, Zulchrizal Abdul Gamal, Muhammad Bahtiar, Abdul Rohim, Dhika Pratama Putra Husin, Anindito Wahyu, Zulham Zamrun, Aldino Herdianto.
Pelatih: Jafri Sastra
PSM: Rivki Mokodompit; Zulkifli Syukur, Reva Adi Utama, Hamka Hamzah, Steven Paulle, Marc Klok, Muhammad Arfan (Pellu 71'), Ridwan Tawainella (Ghozali 46', Tibo 85')), Wiljan Pluim, M Rahmat, Reinaldo Elias Da Costa.
Cadangan: Deny Marsel; Ardan Aras, Hendra Wijaya, M Abdullah Syafii, Rizky Pellu, Syamsul Chaeruddin, Ghozali Muharam Siregar, Titus Bonai, Romario Rumpaisum.
Pelatih: Robert Rene Alberts

8 Fakta Menarik PBFC Vs PSM Makassar

Liputan6.com, Jakarta - Pusamania Borneo FC (PBFC) bakal menghadapi PSM Makassar di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (21/10/2016) di lanjutan pekan ke-25 Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo. Tekad dari kedua tim melahirkan beberapa fakta menarik sebagai pemanas jalannya laga nanti.

Jelang bentrok, Pesut Etam bisa dibilang tengah dilanda inkonsistensi bermain. Bukan tanpa sebab, mereka hanya berhasil meraih dua kemenangan dalam lima partai terakhirnya, tapi setelah itu harus puas menelan dua kekalahan.Tentu, laga ini bisa dijadikan PBFC untuk membangkitkan semangat bermain. Apalagi, mereka pernah mengalahkan PSM pada putaran pertama lalu.

Di sisi lain, PSM Makassar, cukup diunggulkan melawan dalam laga ini. Mereka datang ke Samarinda dengan kepala tegak usai mengandaskan 2-1 kandidat juara, Sriwijaya FC pekan lalu.

Apalagi, Juku Eja pernah dua kali meraih kemenangan pada laga tandang. Pastinya, PSM datang ke Samarinda bukan untuk kalah. Mereka ingin meraih poin penuh.

Fakta Menarik

Berikut delapan fakta menarik muncul dalam duel ini yang dirangkum Liputan6.com.

1. PSM sudah dua kali bertandang ke Kalimantan. Mereka belum pernah kalah. Pertama, saat bertandang ke markas Mitra Kukar (31/07) imbang 2-2, kemudian menang 2-1 di kandang Barito Putera 1 Oktober lalu.

2. PBFC memang baru sekali kalah dalam 12 pertandingan kandangnya. Namun, lima di antaranya harus berakhir imbang. Bahkan, mereka sudah tiga kali gagal cetak gol di markas sendiri.

3. PBFC tak akan didampingi oleh Dragan Djukanovic. Sebab, pelatih asal Montenegro itu dihukum oleh GTS karena komentarnya kepada wasit.

4. PSM belum pernah mengalahkan PBFC dalam dua pertemuan. Bahkan, mereka kalah di markas sendiri pada putaran pertama lalu.

5. PSM memang duduk di posisi ke-8. Namun, mereka jadi yang ketiga soal urusan mencetak gol. Dalam 24 pertandingan, merkea sudah koleksi 36 gol.

6. Dari 12 pertandingan terakhir, skuat arahan Robert Alberts baru sekali menelan kekalahan, yakni lawan Arema Cronus (14/10).

7. Juku Eja juga tengah haus gol. Ini dilihat dalam 10 laga terakhir, mereka sukses mencetak 18 gol. Artinya per laga 1,8 gol diciptakan oleh Ferdinand Sinaga cs.

8. Bicara soal gol, PBFC juga lumayan impresif di kandang sendiri, Dari 12 pertandingam, 24 gol sudah bersarang di gawang lawan. Artinya setiap pertandingan kandang, Pesut Etam minimal cetak dua gol.

(I. Eka Setiawan)

Minggu, 23 April 2017

8 Alasan Mengapa Reklamasi Teluk Jakarta Harus Dihentikan

Reklamasi Teluk JakartaPenangkapan KPK terhadap salah satu direktur pengembang yang menjalankan proyek reklamasi pulau Jakarta menarik perhatian masyarakat. Pasalnya, Ahok dan gubernur lain suspect terlibat korupsi. Salain itu, ada hal-hal lain yang mencurigakan dan terkesan dipaksakan berikut:

1. Harga Tanah

Tahu kenapa developer ngotot banget reklamasi? Karena biayanya murah. Untuk mereklamasi pantai jadi pulau itu hanya butuh 2-3 juta/meter. Bandingkan harga tanah di Jakarta, bisa 10-15 juta/meter. Developer itu pintar banget, ngapain beli tanah? Mending bikin pulau saja.
Nilai jual hasil pulau buatan di pantai utara Jakarta itu paling sial adalah 20 juta/meter. Ini angka sekarang, 10 tahun lagi, saat pulau-pulau itu siap, boleh jadi sudah 40 juta/meter. Ada total 50.000 hektare, dari puluhan pulau buatan. Itu total 50.000 x 10.000 m2 = alias 500 juta m2. Belum lagi besok jika bangunannya bertingkat, maka itu bisa lebih banyak lagi. Berapa nilai reklamasi ini? Kita hitung saja paling simpel, 20 juta x 500 juta m2= 10.000 triliun rupiah.

2. Tanah Air dan Singapura

Untuk 500 juta meter persegi reklamasi, berapa tanah yang dibutuhkan? Milyaran kubik, coy. Dari mana itu tanah didatangkan? Gunung-gunung dipotong, pasir-pasir dikeruk, diambil dari mana saja, yang penting ada itu tanah.
Dulu, kita ngamuk minta ampun saat Singapore mereklamasi pantainya, ambil pasir dari Riau. Sekarang? Kenapa kita tidak ngamuk. Singapore sih masuk akal dia maksa reklamasi, lah tanahnya sedikit. Jakarta? Masih luas lahan yang bisa dikembangkan, apalagi pembangunan belum merata di Indonesia.

3. Mengubur Harta Karun

Dengan harga tanah yang bisa 40 juta/meter, siapa yang akan membeli pulau buatan ini? Apakah nelayan yang kismin? Apakah anak2 betawi asli macam si doel? Apakah rakyat banyak? Tidak! Itu hanya akan dinikmati oleh segelintir orang yang super kaya di Indonesia. Kalau situ cuma berpenghasilan 10 juta/bulan aja, berarti cuma bisa mimpi beli properti di pulau buatan ini, apalagi yang dibawah itu.
Dengan nilai total 10.000 triliun, siapa yang paling menikmati uangnya? Apakah UMKM? Apakah koperasi? Apakah pengusaha kecil? Bukan, melainkan raksasa pemain properti, yang kita tahu sekali siapa mereka ini. Pemiliknya akan super tajir, sementara buruh, pekerjanya, begitu-gitu saja nasibnya.

4. Alasan Bencana Alam

Salah satu senjata pamungkas pembela reklamasi itu adalah: besok lusa Jakarta akan tenggelam, kita perlu benteng berupa pulau luar biar menahan air laut. Kalau mau bangun benteng, ngapain harus pulau? Belanda saja tidak selebay itu, padahal negara mereka di bawah permukaan laut.
Oke, terserahlah namanya juga argumen, yang mau tetap belain reklamasi silakan. Saat pulau-pulau afabet buatan ini sudah megah begitu indah, pastikan anak-cucu kita tidak hanya jadi tukang sapu, tukang pel kaca di hotel-hotelnya, mall, pusat bisnis di sana. Di luar sana banyak yang bersedia pasang badan mati-matian menggunakan logika reklamasi ini. Tapi pastikan, kalian dapat apa?
Kalian dapat berapa sih dari belain reklamasi? Heheh… jangan sampai deh, kalian mengotot, memaki orag lain, demi membela reklamasi ini. 20 tahun lagi, saat pulau-pulau buatan itu jadi, kalian mau menginap di hotelnya semalam saja tidak kuat bayar.
Sudah pernah ke Marina Bay Sand Singapore, yang hasil nimbun laut juga? Semalam harga hotelnya bisa 5-6 juta rupiah. Situ berbusa belain reklamasi, 20 tahun lagi, cuman pengin numpang lewat ke pulaunya saja tidak mampu bayar!. Nginep semalam di sana, setara gaji 2 bulan kita? Sementara yang punya, sudah semakin super tajir, menyuap sana-sini, membantu dana kampanye ini-itu, dll, demi melancarkan bisnisnya.
Ketika alam sebagai alasan, seharusnya tidak ada ekosistem lain yang terganggu. Tidak boleh, motto “Untuk mendapatkan sesuatu, harus kehilangan sesuatu.” Pertanyaan selanjutnya, berapa jumlah ikan, burung, hewan yang terusir dari wilayah yang direklamasi?

5. Bisnis Eksklusif


Ada sebuah rumah, dengan harga 4 milyar. Berapa banyak sih orang bisa membelinya? Berapa gaji kita sekarang? 10 juta per bulan? Tetap impossible membeli rumah tersebut. Mari saya hitungkan. Gaji 10 juta x 12 bulan = 120 juta/tahun. Butuh berapa tahun untuk dapat 4 milyar? 33 tahun. Baru terkumpul uangnya, itupun berarti kita tidak makan, minum, dsb… karena seluruh gaji ditabung. Sialnya, persis di tahun ke-33, ketika uang itu telah terkumpul, rumah tersebut sudah bernilai 10 milyar!
Hanya orang-orang kaya lah yang mampu beli rumah ini. Orang-orang yang punya uang banyak, dan jelas, mereka memang membutuhkan tempat tinggal yang “aman”. Kenapa komplek-komplek elit di kota kalian tertutup? Ada gerbang di depannya, dijaga penuh oleh satpam? Silakan jawab sendiri. Tidak cukup dengan perumahan elit, muncul ide brilian, kenapa kita tidak bikin pulau terpisah saja? Wow, itu kan menarik sekali. Kelompok super elit akan terbentuk di sana. “Tinggal angkat jembatannya”, siapapun tidak bisa lagi masuk dengan mudah. 3 Milyar adalah harga paling murah rumah setapak di pulau reklamasi.

6. Butir Ke-5 Pancasila

Maka, izinkan lah kami bertanya, Bung yang selama ini berteriak soal keadilan sosial, kenapa Bung tidak tergerak hatinya berdiri di depan sana protes keberatan? Lautan akan diuruk dengan tanah hasil mengeruk, dibangun dengan milyaran kubik pasir yang diambil dari milik rakyat. Banyuwangi, Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Lombok, milyaran kubik pasir akan diangkut kapal-kapal besar, menunggu apakah pemerintah setempat setuju atau tidak daerahnya jadi tambang pasir.
Bung, bukankah Anda dulu marah besar saat Singapore mengangkut milyaran kubik pasir dari Riau? 25 kapal lebih bolak-balik membawa pasir, menimbun pulau reklamasi, yang sekarang di atasnya berdiri hotel-hotel super mewah, yang harganya tak terjangkau kalangan proletar. Atau definisi keadilan sosial milik Bung hanya abal-abal saja aka KW2?
Kami, tidak anti 100% reklamasi. Tidak. Dalam beberapa kasus, untuk pembangunan bandara, pembangunan pelabuhan, demi kepentingan umum, reklamasi itu masuk akal. Tapi untuk membangun mall, hotel, apartemen, kondotel, komplek super elit? Wah, itu membuat jurang kesenjangan sosial semakin lebar,
Bung. Kita bahkan belum bicara soal dampak lingkungan. Omong kosong jika reklamasi itu tidak berdampak pada ekosistem. Itu sama dengan orang yang bilang, “merokok baik untuk kesehatan.” Sekecil apapun, reklamasi pantai membawa dampak pada ikan, udang, dan burung.

7. Kontra

Sekarang, apakah kita bisa menahan soal reklamasi ini? Bagaimana kita akan menahan Tuan Tanah dari bangsa sendiri? Bagaimana mungkin kita bisa mencegah godaan uang ratusan milyar? Itu susah. Produk pulau super elit ini jelas punya pembeli, uangnya ada, ada demand-nya, maka susah menolaknya. Dalam kasus tertentu saya bahkan pernah berpikir, baiklah, silahkan saja reklamasi, tapi seluruh pulaunya milik pemerintah pro rakyat. Yang mau beli di sana cuma nyewa. Itu ide bagus juga.
Tapi hari ini, setelah saya pikir ulang, saya kembali optimis. Kita bisa menghentikan reklamasi ini! Bisa. Sepanjang ada kemauan dari penguasa. Sekali kita punya pemimpin yang berani, yang mau memihak pada rakyat banyak, kita bisa membuat aturan main monumental, menghentikan total reklamasi. Ini jaman sudah berubah, ketika sebuah isu bisa dibicarakan dengan cepat, tambahkan kasus tertangkapnya bos developer oleh KPK. Wah, itu seharusnya membuka mata semua orang, betapa “jeleknya” permainan pulau-pulau rekayasa ini.

8. Tanah Surga Katanya

Tanah Indonesia itu luasnya masih buaaanyak. Kita bukan Singapore, bukan Hong Kong. Negeri ini diberkahi lahan yang luas. Suruh itu developer mengembangkannya. Gelontorkan uang ribuan triliun itu di darat! Berhentilah bangun pulau-pulau egois. Pulau jawa saja lebih luas dari Korea dengan perbandingan 126.700 KM2 : 100.210 KM2.
Lebih dari 10.000 ribu pulau dimiliki Indonesia, dengan mayoritas penduduknya tinggal di pulau Jawa. Jadi tidak ada lagi alasan sempit. Kalau mau bangun negara, bangunlah pemerataan di pulau lain seperti Kalimantan, Sumatra dan daerah lain. Itu akan jauh lebih baik. Minimal, jika di darat sini, kelompok super elit itu bisa sedikit bergaul dengan rakyat banyak. Mereka tidak perlu bikin pulau sendiri. Tenang saja, wahai kelompok super elit, dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, kaum proletar itu adalah tetangga yang oke punya.

Anies Tegaskan Akan Setop Reklamasi Teluk Jakarta

Reklamasi Teluk Jakarta
Reklamasi Teluk Jakarta (Foto: Muhammad Adimaja/antara foto)
Menghentikan reklamasi Teluk Jakarta mungkin menjadi janji yang cukup berat bagi Anies Baswedan-Sandiaga Uno, usai terpilih dalam Pilgub DKI versi quick count. Apakah akan tetap melaksanakan janji itu?
"Janji kampanye apa kemarin, kita jalankan sesuai janji kampanye," ucap Anies kunjungan ke Masjid Jami As Sa’adah, Jalan Swakarsa, Duren Sawit, Jaktim, Minggu (23/4).Anies hadiri Tasyakuran di Pondok Kelapa.
Anies hadiri Tasyakuran di Pondok Kelapa. (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Anies enggan menanggapi lebih lanjut soal janji-janji kampanyenya itu, karena proses penghitungan suara resmi saat ini masih berlangsung. KPU baru akan mengumumkan pasangan calon terpilih pada 4 Mei, dan pelantikannya Oktober 2017.
"Pilkada seminggu saja belum. Jadi saya sampaikan saya ini belum jadi gubernur, KPU belum mutusin. Jadi nanti kalau mau komunikasi sama gubernur saja, gubernurnya baru dilantik Oktober," ujar Anies. 


Dalam kesempatan saat kampanye, Anies pernah bicara reklamasi akan dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang bisa dimanfaatkan warga DKI, seperti pariwisata dan lainnya, lantaran pulau di sana sudah terbangun.Demo Komunitas Nelayan Tradisional
Nelayan berharap hakim kabulkan gugatan reklamasi. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
Rekonsiliasi Warga
Anies menyatakan saat ini dia sedang fokus mempersatukan warga terlebih dahulu, pasca Pilgub DKI yang melelahkan karena terpecah kepada dua dukungan.
"Saya enggak mau ngomong program dulu sampai betul-betul ada keputusan KPU," ujar Anies di lokasi kunjungan berikutnya, 'Tabligh Akbar dan Tasyakuran kemenangan Anies-Sandi' di Masjid Al-Barkah As Syafiiyah, Tebet, Jakarta.Anies menunjukan surat suara usai mencoblos.
Anies menunjukan surat suara usai mencoblos. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Anies mengapreasiasi perayaan kemenangan Anies-Sandi yang dilakukan di banyak tempat dengan berbagai cara tidak hanya dari tim, tetapi juga simpatisan. Menurutnya, kemenangan Anies-Sandi merupakan sebuah amanah besar yang harus dijaga.
"Ada yang dengan berkumpul bersama, ada pedagang-pedagang yang menggratiskan dagangannya, ada yang membeli kambing, memotong ayam, berbagai macam. Kami merasa terharu betapa banyak warga yang merakan ini sebagai bagian dari kemenangan mereka," ucap Anies.

Anies Baswedan
Anies Baswedan menyapa warga di Kampung Nelayan (Foto: Wandha Hidayat/kumparan)
Anies juga menyampaikan, sudah menjadi kewajiban pihak yang menang untuk ikut merangkul dan membangun suasana damai. Ia mengaku inhin menyapa semua pihak agar tercipta suasana yang sejuk dan tenang sebagaimana mestinya.
"Jadi kita ingin agar semuanya justru membangun suasana yang tenang, yang damai, yang sejuk, dan sudahi sudah tidak ada lagi yang milik nomor dua, milik nomor tiga, nomor satu, sekarang kita salam persatuan," ujar Anies.

Sandiaga Berkomitmen Ikuti Putusan PTUN soal Reklamasi

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Sandiaga Berkomitmen Ikuti Putusan PTUN soal Reklamasi Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berkomitmen terhadap penolakan reklamasi Teluk Jakarta. Sandiaga berjanji akan menjalankan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Kita sudah mulai (diskusikan dengan tim transisi), kita akan menjalankan sesuai keputusan PTUN," ujar Sandiaga di Jalan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (21/4/2017).

Meski demikian, Sandiaga mengaku belum dapat menjalankan komitmennya mengenai reklamasi dalam waktu dekat. Dirinya mengatakan masih akan berfokus pada rekonsiliasi.

"Tapi tadi sudah diputuskan bahwa pembicaraan mengenai (reklamasi) itu kan dilakukan setelah mulai menjabat. Kita gunakan untuk membuat event-event yang membangun rekonsiliasi, pembicaraan dengan tim transisi. Dan kita fokuskan rekonsiliasi dan saya minta juga media-media menghormati ini," katanya.

Sandiaga mengaku tidak ingin berandai-andai sebelum ada keputusan resmi mengenai kemenangannya dalam Pilgub DKI. Ia mengatakan akan terus berupaya fokus dalam rekonsiliasi terlebih dahulu.

"Tim memastikan kita fokus dulu, kita tidak berbicara dan tidak mau mendahului dan sok tahu, padahal belum ada keputusan resmi. Jadi saya minta dihormati itu. (Masalah anggaran) nanti dibicarakan, nanti setelah dilantik. Sekarang ini saya diingetin untuk rekonsiliasi," katanya.
(fdu/jor)

Tipikal Menteri seperti Ini Dijamin Tak Akan Di-"reshuffle" Jokowi...

Fabian Januarius Kuwado Kompas.com - 18/10/2016, 08:05 WIB
Presiden Joko Widodo(Fabian Januarius Kuwado)
JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tahun menjalankan roda pemerintahan, Presiden Joko Widodo sudah tiga kali melakukan reshuffle kabinet.
Dalam acara " Satu Meja" yang dipandu Budiman Tanuredjo di Kompas TV, Senin (17/10/2016), Jokowi memberikan bocoran mengenai kriteria menteri idamannya.
Kriteria menteri idaman Jokowi ini dijamin tak akan di-reshuffle.
"Yang saya inginkan, menteri itu (seperti) apa sih? Menteri itu satu, cepat mengeksekusi suatu masalah. Dua, mengambil risiko. Karena apapun, pimpinan itu harus berani mengambil risiko," ujar Jokowi.
"Yang ketiga, memiliki kemampuan manajerial yang baik sehingga harus menguasai lapangan, bisa mengidentifikasi masalah yang ada sehingga gampang mengeksekusinya. Itu saja," lanjut Jokowi.
Orientasi dalam setiap reshuffle, lanjut Jokowi, yakni kinerja. Sebab, rakyat menunggu hal itu.
Apalagi, ketika rakyat sedang menunggu gebrakan yang dilakukan pemerintah, sang menteri justru ribut sendiri alias membuat kegaduhan-kegaduhan yang tidak produktif.
"Kerja kita (kabinet) ini kerja tim. Jangan justru malah timnya enggak bisa bekerja sama atau gaduh sehingga dilihat rakyat harusnya bekerja kok ramai terus, ini yang saya tidak mau," ujar Jokowi.
Lantas, apakah artinya akan ada perombakan kabinet yang keempat?
Teka-Teki Lengsernya Sang Menteri - AIMAN Eps 79 Bagian 5(Kompas TV)
"Ya bisa saja. Ini kan melihat kebutuhan saja," jawab Jokowi.

Saat Jokowi Singgung "Reshuffle"...

Fabian Januarius Kuwado,Kompas.com - 22/04/2017, 17:32 WIB
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas membahas proyek LRT Jakarta dan Palembang di Kantor Presiden, Senin (6/2/2017).(Fabian Januarius Kuwado)
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyinggung soal perombakan kabinet atau reshuffle dalam Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (22/4/2017).
Awalnya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan 5 juta sertifikat harus dibagikan kepada masyarakat pada 2017. Target itu meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
"Tahun depan (2018) saya berikan target 7 juta sertifikat harus keluar. Tahun depannya lagi, 9 juta sertifikatnya harus dikeluarkan, untuk rakyat, petambak kecil, petani, nelayan, tukang becak," ujar Jokowi.
"Saya bekerja memang selalu memakai target," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Soal target itu yang mungkin dinilai menteri terlalu tinggi, Jokowi tidak mempersoalkannya.
"Itu urusannya menteri. Setahu saya, target itu harus dapat diselesaikan," ucap Jokowi.
Jika sang menteri tak mampu mencapai target, pergantian atau pergeseran posisi menteri alias reshuffle adalah jawabannya.
"Kalau memang tidak selesai, pasti urusannya akan lain. Bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot dan yang lain-lainnya. Ya saya blak-blakan saja. Dengan menteri juga seperti itu," ujar Jokowi.

Reshuffle itu merupakan cara Presiden untuk mencapai target program yang telah ditentukan.
Tentang sertifikasi tanah, pemerintahan sebelum Jokowi- Jusuf Kalla hanya mengeluarkan sekitar 400.000 sertifikat setiap tahunnya. Sementara, catatan Jokowi, ada 126 juta bidang tanah di Indonesia yang mesti diberikan sertifikat.
"Kalau tidak diberikan target-target yang konkret, ya selalu sampai kapan pun, kalau setiap tahun hanya 400 ribu, akan berapa puluh tahun pensertifikatan ini bisa diselesaikan?" ujar Jokowi.
Macetnya sertifikasi lahan itu pun menyebabkan masyarakat tak dapat mengakses ke permodalan atau layanan keuangan lainnya. Sebab, sertifikat lahan tersebut dapat menjadi salah satu penjamin peminjaman modal di lembaga keuangan.

Janji Anies-Sandi, Stadion untuk Persija Mirip Wembley

Sandi yakin stadion tersebut menjadi yang termegah di Asia Tenggara.
Stadion yang dijanjikan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.Janji Anies-Sandi, Stadion untuk Persija Mirip Wembley
Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat berkampanye di Cakung (VIVA.co.id/Irwandi Arsyad)VIVA.co.id – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, kembali berkampanye di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Dalam kampanyenya, Anies-Sandi mengumbar janji akan membangun stadion untuk Persija Jakarta.
Dalam kampanyenya, Anies-Sandi sempat mendapat keluhan dari salah seorang Jakmania bernama Ahmad Zaky. Lewat kesempatan tersebut, Zaky mengaku sudah bosan melihat klub kesayangannya bermain di luar Jakarta.Pak, apa program buat Persija. Kami sudah bosan, capek, tak punya stadion sendiri. Main di luar terus. Kami sudah capek dengan janji-janji selama ini," kata Zaky, Kamis 17 November 2016.Sandi pun menjawab pertanyaan Zaky. Mereka berjanji akan membangun stadion untuk Persija.Stadion untuk Persija, disebut Sandi, akan bertaraf internasional. Dia mengklaim fasilitas stadion tersebut mirip dengan yang dimiliki oleh Manchester United, Old Trafford, dan Bayern Munich, Allianz Arena."Hari ini kami luncurkan rencana kerja, bukan janji. Kami akan buat stadion bertaraf internasional seperti yang dimiliki MU. Tempat duduknya seperti stadion di Jerman, punya Bayern," kata Sandi.Pria berkacamata itu yakin, andai programnya terealisasi, stadion tersebut akan menjadi yang paling megah di Asia Tenggara.

"Sudah ada rancangannya. Kami luncurkan lewat instagram. Ikuti saja instagram Anies Baswedan dan Sandi Uno. Di sana, ada desain stadionnya. Kami persembahkan ini untuk warga Jakarta, Persija, dan Jakmania," ujar Sandi.Rancangan stadion dibuat oleh Rizeki Raharjo, arsitek yang menjadi relawan Anies-Sandi. Dalam rancangannya, stadion tersebut tak mirip dengan Old Trafford.Allianz Arena, jauh dari kata serupa. Justru, stadion tersebut sepintas seperti Wembley Stadium, kandang Timnas Inggris.Stadion ini diperkirakan bisa menampung maksimal 85 ribu penonton. Luasnya mencapai 76 ribu meter persegi.Di sekitar stadion akan dihiasi berbagai fasilitas umum seperti fasilitas latihan, memorabilia legenda sepakbola Jakarta, museum, dan lainnya.Nasib Persija memang benar-benar miris. Mereka kini tak memiliki kandang setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno mengalami renovasi. Jangankan kandang, lapangan untuk berlatih saja, mereka harus menumpang dan berpindah-pindah. (one)

Gandeng Erick Thohir, Sandiaga mau bikin stadion mewah buat Persija

Sandiaga Uno di lapangan futsal. ©2016 Merdeka.com
Merdeka.com - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, nampaknya semakin memantapkan diri untuk melawan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) di Pilgub DKI 2017 mendatang. Sejumlah janji manis pun dilayangkan Sandiaga, salah satunya akan membangun stadion bertaraf Internasional untuk Persija Jakarta.

"Saya dengar dari beberapa warga, bahwa mereka ingin Persija punya stadion yang bertaraf internasional. Setuju nggak? Setuju ya saya buat?," kata Sandiaga saat memenuhi undangan pertandingan futsal oleh pemuda Tunas Indonesia Raya (Tidar) Partai Gerindra di Maestro Futsal Kemayoran, Minggu (27/3).

Sandiaga yang datang bersama sang istri ini pun mengungkapkan, mencoba merealisasikan stadion tersebut, jika berhasil kalahkan Ahok tahun depan. Bahkan dia akan menggandeng bos Inter Milan Erick Thohir untuk menyiapkan stadion internasional buat Persija.

"Kebetulan Mas Erick Tohir, dia kawan sekaligus sahabat saya lagi membangun stadion di Washington DC, nanti diusahakan. Tentunya kita juga ingin hadirkan stadion yang sekelas internasional yang ada di Eropa dan Amerika untuk dibangun di Jakarta," ujarnya.

"Kita kan ekonomi nomor 16 terbesar di dunia, sudah sepatutnya kita punya sarana olahraga bertaraf internasional," tambahnya.

Sandiaga memaparkan alasan dibangunnya stadion internasional bukan lain karena dirinya menganggap olahraga lah salah satu yang membawa nama baik bangsa.

"Ini yang saya rasakan beberapa olahraga, seperti renang atletik dan sepak bola juga. Tentunya akan membawa semangat untuk anak muda, untuk lebih berkreasi dan untuk melakukan hal-hal yang postif," tuturnya.

Selain berupaya membangun stadion internasional, Sandiaga juga ingin merenovasi semua fasilitas olahraga yang ada di Jakarta.

"Renovasi itu nggak cukup di Senayan saja. Di level RW, Kelurahan, Kecamatan, kita juga harus lihat bagaimana fasilitas olahraga itu harus terus ditingkatkan. Sehingga antusiasme anak muda ini bisa tertampung supaya mereka melakukan hal - hal yang positif," tutupnya. [rnd]