Sabtu, 19 Agustus 2017

Bisikan Jokowi ke Ruth Purba Pembawa Baki saat Penurunan Bendera

Ahmad Romadoni
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi ternyata sempat kebingungan saat mengambil bendera yang dibawa anggota paskibraka. Hal itu terjadi saat Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Kamis, 17 Agustus sore.
Jokowi menceritakan kebingungannya itu dalam acara Silaturrahmi dengan Teladan Nasional dan Para Pendukung Upacara Hari Kemerdekaan di Istana Negara, Jumat (18/8/2017). Ia mengatakan, saat upacara pagi hari tidak menemui masalah karena sudah mengikuti geladi bersih bersama dengan anggota paskibraka pada 15 Agustus 2017.

Kebingungan mulai dirasakan ketika Upacara Penurunan Bendera Merah Putih. Saat itu, anggota Paskibraka sudah selesai menurunkan bendera. Kemudian, bendera kembali diserahkan kepada Presiden untuk diletakkan di sebuah kotak khusus.
Paskibraka yang bertugas membawa bendera adalah Ruth Celine Eglesya Purba dari Sumatera Utara. Ruth mulai menaiki satu per satu anak tangga sampai akhirnya tiba di hadapan Jokowi.
"Paginya saya ingat karena ikut geladi. Sorenya saya bingung bagaimana ini mengambilnya," ujar Jokowi.
Jokowi kemudian sempat berbisik kepada Ruth tentang cara memindahkan bendera Merah Putih ke dalam kotak khusus.
"Saya tanya, 'Ruth ini diangkat sama kuningnya atau benderanya saja?' Dijawab, benderanya saja, Pak. Ya sudah angkat benderanya," tutur dia.
"Ayo siapa yang tahu kemarin saya bisik-bisik? Pak Wapres saja yang dekat endak tahu," ujar Jokowi.
Atas pengalaman tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan pentingnya latihan dengan baik. Paskibraka yang sudah berlatih sebulan penuh saja masih ada yang tertinggal.
Meski belum sempurna, Jokowi menilai penyelenggaraan upacara berjalan dengan baik. Itu pula pentingnya latihan terus-menerus agar mencapai hasil yang maksimal.
"Itulah perlunya geladi. Sudah latihan satu bulan kemudian diulang-ulang, sehingga betul-betul baik. Tapi sudah mendekati sempurna itu saya rasa sudah sangat baik," ucap Jokowi.

Myanmar Tunggu Timnas Indonesia U-22 di Semifinal SEA Games

Harley.Ikhsan,
Liputan6.com, Shah Alam - Timnas Myanmar memastikan tiket semifinal cabang sepak bola putra SEA Games 2017 setelah meraih kemenangan ketiga. Mereka tanpa ampun menghajar Brunei 6-0 di UiTM Stadium, Shah Alam, Jumat (18/8/2017).
Hasil tersebut menempatkan Myanmar di puncak Grup A SEA Games 2017 dengan sembilan angka. Mereka tidak mungkin terkejar Singapura, Laos, dan Brunei.

Singapura menempati posisi tiga lewat perolehan tiga angka dari tiga laga. Mereka meraih nilai usai menumbangkan Laos 2-0 di Selayang Stadium. Sedangkan Laos dan Brunei belum menulai poin di dua penampilan.
Myanmar nantinya memperebutkan posisi puncak dengan tuan rumah Malaysia yang mengantongi enam nilai di dua laga. Kedua tim berduel di Shah Alam Stadium, Senin (21/8/2017).
Klasemen akhir nantinya menentukan lawan mereka di semifinal. Juara Grup A bertanding melawan runner-up Grup B, posisi yang saat ini ditempati Timnas Indonesia U-22. Sementara runner-up Grup A meladeni pimpinan Grup B.
Jika kondisi klasemen tidak berubah, Timnas Indonesia U-22 akan coba membalas kekalahan pada ajang sebelumnya. Timnas dikalahkan Myanmar 2-4 pada fase grup SEA Games 2015.
Hasil tersebut membuat timnas gagal menjuarai grup dan harus meladeni Thailand di semifinal. Indonesia dipermalukan 0-5 pada laga tersebut.

Timnas Indonesia U-22 Lumat Filipina, Angka Keramat Bermunculan

Liputan6.com'Perang Saudara' Tentukan Nasib Timnas Indonesia U-22Para pemain Timnas U-22 Indonesia merayakan gol Septian David Maulana saat melawan Filipina pada SEA Games 2017 di Malaysia, (17/8/2017). Timnas U-22 Indonesia menang 3-0. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Liputan6.com, Kuala Lumpur - Kemenangan atas Filipina di laga kedua babak penyisihan SEA Games 2017 tidak hanya membuat peluang Timnas Indonesia U-22 ke semifinal semakin terbuka. Di luar itu, hasil ini juga jadi kado indah bagi HUT RI ke-72 yang bertepatan dengan jadwal laga timnas.
Kebetulan duel Timnas Indonesia U-22 melawan Filipina di Stadion Shah Alam, memang berlangsung tanggal 17 Agustus 2017. Dalam duel ini, Indonesia menang telak 3-0.

Kemenangan ini semakin bernuansa HUT Kemerdekaan RI manakala, banyak pihak mengaitkannya angka-angka yang melekat pada dua dari tiga pencetak gol ke gawang Filipina, Saddil Ramdani dan M Hargianto. Kebetulan, Saddil bernomor punggung 17 dan Hargianto 8. Dan secara kebetulan juga, Hargianto mencetak gol di menit ke-45.
Bila angka-angka tersebut digabung, maka mirip dengan hari proklamasi, 17-8-(19)45.
Namun ternyata masih ada angka-angka menarik lainnya dari proses terciptanya tiga gol ke gawang Filipina. Menurut asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Bima Sakti, gabungan nomor punggung ketiga pemain itu justru seperti pertanda Indonesia bakal ke final.
"Septian bernomor punggung 29. Kemudian Hargianto bernomor punggung 8 dan Saddil Ramdani bernomor punggung 17. Secara berurutan menjadi 29, 8, dan 17," ujar Bima Sakti.
"Sama seperti tanggal apakah ketiga angka tersebut? Sama seperti tanggal laga final. Semoga tim ini benar-benar bisa ke final dan menjadi juara," lanjut mantan kapten timnas Indonesia itu berseloroh soal tanggal final sepak bola yang digelar pada 29 Agustus 2017.

Thailand Belum Bisa Lepas dari Tekanan Timnas Indonesia U-22

Thailand Belum Bisa Lepas dari Tekanan Timnas Indonesia U-22Photo :Istimewa Duel Timnas Indonesia U-22 vs Thailand
VIVA.co.id – Tim nasional Thailand yang turun berlaga di SEA Games 2017 Kuala Lumpur belum bisa memberikan penampilan memuaskan. Mereka cuma bisa menang 1-0 dalam pertandingan lanjutan Grup B melawan Timor Leste, Kamis 17 Agustus 2017.
Diakui manajer Thailand, Watanya Wongopasi, para pemainnya masih tertekan akibat pertandingan sebelumnya melawan Timnas Indonesia U-22. Ketika itu, kedua tim bermain imbang 1-1.

'Perang Saudara' Tentukan Nasib Timnas Indonesia U-22

'Perang Saudara' Tentukan Nasib Timnas Indonesia U-22Photo :ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
  • Skuat Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2017
VIVA.co.id – Timnas Indonesia U-22 wajib memetik poin penuh guna menjaga peluang melaju ke babak semifinal SEA Games 2017, dalam laga kontra Timor Leste. Kemenangan jadi harga mati bagi skuat besutan Luis Milla Aspas, meski harus bentrok dengan negara "mantan saudara."
Hasil imbang 1-1 kontra Thailand U-22, dan kemenangan 3-0 dalam laga melawan Filipina U-22, menempatkan Tim Garuda Muda di posisi kedua klasemen dengan poin 4. Catatan poin Timnas U-22 sama dengan yang diraih Thailand.
Poin yang dimiliki Timnas U-22 dan Thailand U-22, hanya terpaut 2 poin dari Vietnam U-22 yang bercokol di puncak klasemen. Oleh sebab itu, kemenangan jadi harga mati untuk Evan Dimas cs untuk menjaga peluang lolos ke semifinal SEA Games 2017.
Bukan tak mungkin, Timnas U-22 bisa memuncaki klasemen andai mampu mengalahkan Timor Leste. Dengan catatabm Thailand bermain imbang atau kalah dari Kamboja, dan Vietnam kalah dari Filipina.
Melihat kondisi ini, persaingan Grup B cabang olahraga SEA Games 2017 memang sangat panas. Oleh sebab itu, tak ada alasan bagi Timnas U-22 tidak memetik poin sempurna dalam laga nanti.
Perang Saudara
Duel kontra Timor Leste memang penuh gengsi dan dibumbui dengan sejarah kedua negara. Pasca Timor Leste merdeka dari Indonesia tahun 2002, dimulailah persaingan dua saudara. Memang, secara kualitas Indonesia jauh berada di atas Timor Leste. Hanya saja, semangat dan militansi  pasukan Fabio Magrao patut diwaspadai.

Timnas U-22 SEA GAMES MALAYSIA

Kamis, 17 Agustus 2017

Dapatkan Bek Papua, Arema FC Masih Berburu Striker Lokal

  • Arema FC baru saja mendapatkan tambahan amunisi anyar asal Papua, Marko Markus Kabiay.
  • Kini, Tim Singo Edan pun masih mencari sosok striker lokal untuk mempertajam lini depan.
Rabu, 16 Agustus 2017 14:44 WIB
Kontributor: Ian Setiawan | Editor: Ramadhan
© INDOSPORT/Herry Ibrahim
Caption Copyright: © INDOSPORT/Herry Ibrahim
Caption
Arema FC masih terus berupaya melengkapi kekuatan tim di sisa waktu transfer window kompetisi Liga 1. Tim asuhan Joko ‘Gethuk’ Susilo itu kini tinggal menambal slot striker lokal, pasca mengamankan tanda tangan Marko Markus Kabiay.
Seperti diketahui, tim berlogo kepala singa itu memang mengincar dua pos di belakang dan depan sebagai aktifitas transfer paruh musim. Dan kedatangan bek Papua yang orbit bersama Persipura itu, cukup menutupi kebutuhan di barisan pertahanan setelah juga mendapatkan Ahmet Atayev.
“Kami sudah deal dengan Marko Markus Kabiay. Dia akan melengkapi kebutuhan tim di lini pertahanan,” ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.
Ruddy Widodo Copyright: InternetRuddy Widodo.
Praktis, tugas Gethuk pun tinggal merapikan sektor depan untuk menambah ketajaman. Seperti yang dikeluhkan Aji Santoso sebelumnya, menipisnya stok striker lantaran Arema saat ini bergantung pada sosok Cristian Gonzales dan Dedik Setiawan sebagai target man, memang menjadi kebutuhan utama.
Tugas itu pun makin berat, lantaran dua bakat Papua juga dianggap belum mumpuni untuk bergabung bersama level Arema. Pasca kedatangan Kabiay, tim pelatih kedatangan Ronald Sesmot dan Lusianus (Lano) Uropmabin.
"Ronald Sesmot belum bisa bergabung. Sedangkan Lano level permainannya belum bisa masuk ke tim," tandas Gethuk.
Selebrasi pemain Arema. Copyright: Ian Setiawan/INDOSPORTSelebrasi pemain Arema.
Batalnya transfer dua talenta terbaik Papua itu terindikasi masalah teknis. Pasalnya, Arema membutuhkan sosok striker target man, sementara keduanya lebih bertipikal winger atau penyerang sayap.
“Kami sejak awal memang membutuhkan penyerang. Dan posisi mereka tidak sesuai kebutuhan tim. Pada putaran kedua (jeda transfer yang pendek) ini, kami membutuhkan pemain yang siap bertanding," ulasnya.

Arema FC Mulai Rindu Sosok Marquee Player Eks AS Monaco

  • Singo Edan butuh sosok gelandang serang.
  • Apakah Pino jadi jawabannya?
Kamis, 17 Agustus 2017 03:31 WIB
Kontributor: Ian Setiawan | Editor: Gregah Nurikhsani Estuning
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Juan Pablo Pino di sesi latihan bersama Arema FC. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Juan Pablo Pino di sesi latihan bersama Arema FC.
Inkonsistensi yang tengah melanda Arema FC memang dipengaruhi oleh banyak hal. Terlebih, tim berlogo kepala singa ini baru mengalami pergantian tampuk pimpinan kepelatihan dari masa Aji Santoso ke Joko Susilo.
Meski sebagian besar materi pemain masih sama, namun tetap saja ada yang berubah dari skema taktik maupun strategi permainan. Hal itulah yang membuat performa Arema belum semantap yang diinginkan, lantaran mengalami krisis kemenangan.
Sejak dibesut Joko "Gethuk" Susilo, Cristian Gonzales dkk belum mencicipi rasanya meraup kemenangan, dengan hanya meraih satu poin saat ditahan imbang Persib Bandung 0-0, dan kalah 1-2 saat melawat ke markas Bhayangkara FC.
Juan Pablo Pino di sesi latihan bersama Arema FC. Copyright: Ian Setiawan/INDOSPORTJuan Pablo Pino di sesi latihan bersama Arema FC.
Maka dari itu, Gethuk pun dituntut memutar otak lebih keras lagi agar Arema kembali ke jalur persaingan juara. Apalagi, Arema kembali bermain home saat kedatangan Persiba Balikpapan pada Jumat, 18 Agustus nanti.
"Penyelesaian akhir memang masih menjadi masalah di tim ini. Tapi itu sudah menjadi tugas kami (tim pelatih)," Gethuk memaparkan.
Dan seiring hal itu, problem Arema juga tampak di lini tengah. Absennya Juan Pablo Pino saat laga kontra Persib akibat akumulasi kartu kuning, diakuinya memberi pengaruh cukup siginifikan dalam hal distribusi bola.
"Absennya Pino tentu berpengaruh. Aliran bola menjadi berkurang karena tidak adanya attacking midfielder," ungkapnya.
Joko Susilo saat memberikan instruksi kepada Arthur Cunha dkk. Copyright: Ian Setiawan/INDOSPORTJoko Susilo saat memberikan instruksi kepada Arthur Cunha dkk.
Marquee player yang juga pernah bermain di AS Monaco itu kini memang mulai mendapatkan tempat di tim inti. Hal itu tak lepas dari kontribusi besarnya kala menghadapi Bhayangkara FC, 4 Agustus lalu.
Saat itu Pino bermain full 90 menit, dan nyaris mencetak gol perdananya bersama Arema di menit 28. Pino melepaskan shooting kerasnya, setelah melakukan aksi individu cantik melewati tiga pemain lawan.
Tendangan kerasnya berhasil diblok Awan Setho Raharjo, dan kemudian diteruskan Cristian Gonzales menjadi gol lewat heading akuratnya.

Jelang Hari H, Anggota Paskibra Meninggal

Rabu, 16 Aug 2017 08:20 | editor : Ilham Safutra
Postingan foto Aknes Yuriko di media sosial akun facebook sebelum akhirnya meninggal.
Postingan foto Aknes Yuriko di media sosial akun facebook sebelum akhirnya meninggal. (Facebook)
JawaPos.com - Menjelang hari H, perayaan HUT RI ke 72, pasukan pengibar bendera (paskibra) Kota Palu Aknes Yuriko tutup usia. Siswi SMAN 1 Palu tersebut mengembuskan napas terakhir pada Senin (14/8) sekitar pukul 20.30 di RSUD Undata Palu.
Dalam postingan terakhir di akun medsosnya pada 23 Juli lalu, Aknes sempat menuliskan kerinduannya untuk pulang. "PENGEN pulang ke rumah, Aknes rindu latihan. Saya tidak mau di rumah sakit. Ya Allah, cepat sembuhkan saya dari penyakit ini."
Tidak ada yang menyangka, gadis manis yang dikenal ceria itu begitu cepat kembali kepada Pemilik Semesta. Hanya berselang dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-16.Postingan Aknes Yuriko di media sosial akun facebook sebelum akhirnya meninggal.

Postingan Aknes Yuriko di media sosial akun facebook sebelum akhirnya meninggal. (Facebook)
Anak pasangan Maat Suprianto dan Cucu Yuningsi yang tinggal di Jalan Kakatua II, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, tersebut memang selalu bersemangat. Meskipun dalam keadaan sakit dan terbaring lemas di tempat tidur rumah sakit, Aknes tidak pernah terlihat seperti orang sakit.
Almarhumah dikebumikan siang kemarin (15/8). "Permintaan keluarga, almarhumah dikuburkan di tempat pemakaman di Kebun Kopi. Mengingat di sana banyak keluarga," ucap Dewi yang mewakili pihak keluarga.
Berdasar informasi dari pihak keluarga, almarhumah menderita radang tenggorokan. Ia dirawat di rumah sakit setelah lima hari mengalami sakit di gigi. "Awalnya sakit gigi. Setelah itu, orang tuanya membawa almarhumah ke rumah sakit," terangnya.
"Kami sekeluarga sedih. Keinginan Nenes (sapaan Aknes,red) sangat besar, ingin ada dalam anggota paskibra itu," tutur Dewi.
(kristina/c21/ami)

14 Penemuan Kreatif dari Jepang yang Bikin Geleng Kepala

Jepang memang gak ada duanya deh!
Jepang memang negara yang terkenal unik dan kaya akan budayanya. Selain budaya, inovasi-inovasi dari Jepang yang gak pernah ada habisnya. Bahkan mereka berhasil membuat penemuan serbaguna yang bisa dibilang gak pernah terpikir oleh orang sebelumnya dan kerap bikin geleng kepala!
Mau lihat seperti hasil penemuan Jepang yang bikin geleng kepala itu seperti apa? Nih contohnya!

1. Sandal Anti Kecoa

oldie-of-the-day-japanese-inventions-that-are-beyond-dumb-lj3cb-640-17-e17296faa562aa98b96457dc638cfb27.jpgizismile.com
Mau pukul kecoa tapi takut deket-deket? Tenang saja! Mereka telah menciptakan sandal khusus buat pukul kecoa, dengan gagang panjang di belakangnya! Bisa buat jaga-jaga nih.

2. Handphone case buat pada LDR.

weird-japanese-iphone-case-7e7a4c09ac53f0950c8e5d59779924c8.jpgenjitenjitsemut.wordpress.com
Kangen sama pacar yang nan jauh di sana? Belilah handphone case dengan genggaman tangannya. Niscaya kamu tidak akan pernah kesepian lagi. Jomblo wajib beli nih!

3. Mangkok bantu dengar.

japanese-inventions-10-afc0b56cb23a958f16cd41f3583d8106.jpgdailyonigiri.com
Suara teman-temanmu terlalu rendah? Atau kamu yang suka gak denger apa-apa. Dengan memakai mangkok khusus telinga yang mereka ciptakan, pendengaranmu bisa terbantu. Bahkan dengan alat ini kamu juga bisa mendengar orang yang ngomongin kamu di belakang, wow sangat canggih!

4. Helm tidur.

japanese-inventions-13-592dcc7639817473d77a128ea1c595c8.jpgdailyonigiri.com
Kadang pulang kerja memang sangat melelahkan dan bikin kamu tidur di transportasi umum. Dengan helm tidur ini, kamu bisa tidur dengan benar, tanpa harus bersandar di pundak yang salah. Lehermu juga gak sakit lagi.

5. Tripod tidur.

japanese-inventions-14-9c75b9768da5709e77180bc4532e10dc.jpgdailyonigiri.com
Tidak cukup dengan helm tidur? Mau tidur sambil berdiri? Mudah saja caranya! Pake aja tripod tidur ini, agar kamu bisa tidur dengan manisnya di manapun kamu berada walau gak kebagian tempat duduk!

6. Bando tisu.

japanese-inventions-7-cba4c1af39a185093d1db213318449a3.jpgdailyonigiri.com
Musim pancaroba ini adalah musim-musim flu di mana-mana. Dengan alat ini kamu tidak perlu repot-repot membawa tisu di tasmu! Wow!

7. Payung mandiri.

japanese-inventions-5-44e77ca4988c8a964c8ae77a4b4141b2.jpgdailyonigiri.com
Tangan kamu sibuk memegang barang-barang tapi kamu harus pegang payung? Alat ini adalah solusi paling pas!

8. Penggaris gincu.

japanese-inventions-12-7e0df9f72660693ae54f64f719c65b22.jpgdailyonigiri.com
Buat kamu wanita-wanita yang suka keluar garis pas pake lipstik, jangan sedih! Sekarang sudah diciptakan penggaris gincu yang bikin lipstik kamu makin cetar!

9. Pel otomatis.

japanese-inventions-16-59daba17bcda484a68e9e80dfcb66668.jpgdailyonigiri.com
Di rumah ada dedek bayi yang masih merangkak? Coba manfaatkan dengan baju pel ini! Dedek bayimu bisa berjalan kemana-mana dan lantai rumahmu bisa ikutan bersih. Wow efisien sekali!

10. Ramen anti rambut berantakan.

japanese-inventions-1-5f9bb02f8181268fd9c40214d97119cf.jpgdailyonigiri.com
Bete gak sih kalau makan ramen tapi rambut ikutan nyemplung? Santai saja, Jepang punya inovasi yang bantu kamu untuk mengatasi hal ini dengan alat di atas.

11. Kipas anti panas.

japanese-inventions-2-f975932f03cfc5f4b0e55dc6c6c44f9b.jpgdailyonigiri.com
Dengan kipas ini, kamu tidak perlu capek-capek tiup makanan. Lihatlah betapa mudahnya kamu bisa makan dengan alat praktis tersebut.

12. Payung sepatu.

japanese-inventions-3-b8a68627672666cd99f282e4cea45997.jpgdailyonigiri.com
Sepatu mahal? Baru beli? Gak mau kena hujan? Alat kreatif ini adalah solusi yang tepat!

13. Bantal anti kesepian.

an-legacy-pillow-21182ea6b2999ead6aa0b8757a63b9ed.jpgreddit.com
Apakah di kosan kamu kesepian? Atau kamu rindu pangkuan? Gak usah baper, alat ini bisa jadi penolongmu.

14. Rok kamuflase.

a9986af36dcddb5272da55948b8b91d4-4773b1343a9b309bca3f5d411f7f4ea7.jpgreddit.com
Rok kamuflase ini bisa membantumu menghindar dari masa lalu yang kelam~
Gimana, kamu pilih yang mana?

Rabu, 16 Agustus 2017

Kisah Badrun Mencari Pemilik Uang yang Ditemukannya 11 Tahun Lalu

Kompas.com - 16/08/2017, 11:39 WIB
Pertemuan antara Badrun dengan Iptu Sugeng Iryanto
Pertemuan antara Badrun dengan Iptu Sugeng Iryanto (SURYA/IST)
MALANG, KOMPAS.com - Setelah 11 tahun, akhinya Badrun Sinbad, guru SMKN 3 Kota Bima,  bisa mengembalikan amplop gaji Kanit Resmob Polres Malang, Iptu Sugeng Iryanto. Dia mengaku sengaja mencari cara untuk kembali ke Malang dan mengembalikan amplop yang ia temukan.
Badrun mengaku menemukan amplop tersebut di sebuah masjid di Jalan Polowijen, Malang, Jawa Timur, 11 tahun yang lalu.
"Saya dulu kuliah di STT Stikma Internasional Malang angkatan 2000. Saat 2006 itu saya sudah lulus dan mau kembali ke kampung halaman di Bima. Saat mau berangkat ke terminal pukul 17.00 WIB, saya sempatkan shalat asar meskipun agak terlambat. Saat saya akan meninggalkan masjid itulah saat saya menemukan sebuah amplop yang tertulis sejumlah nominal uang," ucapnya ketika dihubungi Surya.co.id,  Selasa (15/8/2017).
Badrun kebingungan karena saat itu hanya tinggal dirinya sendiri di dalam masjid. Guru Kejuruan Multimedia itu sempat menanyai beberapa orang di sekitar masjid tentang nama yang tertera di amplop gaji tersebut.
"Namanya jelas ada Brigadir Sugeng Iryanto. Tapi ketika saya tanyakan ke sana ke mari, tidak ada yang mengenal seseorang dengan nama itu," ujarnya.
Dalam keadaan kebingungan,  Badrun pun memutuskan untuk membawa amplop itu pulang ke Bima karena dia juga harus segera mengejar bus di terminal.
"Ketika sudah di Bima, setiap hari saya berpikir bagaimana caranya untuk bisa kembali ke Malang dan mengembalikannya pada pemilik amplop. Saya yakin saja akan kembali ke Malang dan akan bertemu dengan pemiliknya," kata dia.
Baca juga: Kisahnya Viral, Ini Kata Sopir Taksi Online yang Kembalikan Ponsel Penumpangnya
Badrun pun berkali-kali mencari di internet namun tidak juga ketemu. Dia yang saat itu belum familiar dengan Facebook juga terpaksa berselancar di dalamnya untuk menemukan Sugeng.
"Cara terakhir, saya berpikir untuk ikut pelatihan di Malang, di VEDC. Dengan begitu saya akan kembali ke Malang dan ada momen untuk mencari orangnya secara langsung," ucapnya.
Setelah 11 tahun, pada awal Agustus 2017 akhirnya Badrun kembali ke Malang untuk pelatihan keahlian ganda di VEDC. Badrun pun mencari waktu luang untuk menemukan pemilik amplop gaji tersebut.
"Saya cari di masjid itu lagi, saya juga cari di warung dekat situ tempat saya biasa makan, hingga saya cari di rumah kos saya dulu. Ibu kos pun mengarahkan saya pada seorang polisi yang merupakan tetangganya, yang mungkin bisa membantu," katanya.
Sayangnya, polisi bernama Hadi itu bertugas di Polres Batu. Namun anaknya yang juga polisi, bertugas di Polres Malang Kota. Hadi dan anaknya pun berjanji membantu Badrun.
"Esok harinya, jam 21.00 saya mendapat telepon dari Pak Hadi yang mengatakan bahwa dia menemukan Sugeng Iryanto yang saya cari. Beliau juga meminta saya segera ke rumahnya karena Pak Sugeng tidak bisa ditemui besok. Ya sudah saya langsung terburu-buru ke rumah Pak Hadi," katanya.

Saat itu akhirnya Badrun mengembalikan amplop gaji milik Sugeng dan mengaku merasa sangat lega.
"Setiap hari saya kepikiran, orang yang gajinya hilang ini pasti sangat membutuhkan uangnya. Apalagi pasti dia punya keluarga, punya anak yang membutuhkan uang itu. Setiap hari saya kepikiran," ungkapnya.
Badrun mengaku tidak pernah berpikir untuk menggunakan uang dalam amplop itu untuk kebutuhannya.
"Amplop itu tidak pernah saya apa-apakan, selalu saya simpan di dalam lemari. Istri saya juga tidak pernah bertanya. Pokoknya saya bertekad harus bisa mengembalikan uang itu," tuturnya.
Ia juga menolak ketika Sugeng akan memberikan uang itu padanya. "Buat apa saya simpan dan cari pemiliknya sampai 11 tahun lamanya jika uang itu malah buat saya," ujarnya lalu tertawa pelan.


Seperti diberitakan sebelumnya, seorang polisi bernama Iptu Sugeng Irwanto, dibuat takjub oleh kembalinya slip gaji miliknya yang hilang 11 tahun lalu.  Ternyata, uang itu jatuh di masjid saat dia menjalankan shalat Ahar.
Namun penemunya, Badrun Sinbad, harus segera pulang ke kota Bima, Nusa Tenggara Barat.  Karena itu, dia pun membawa serta amplop tersebut dan menyimpannya selama 11 tahun, sampai akhirnya dia punya kesempatan ke Malang dan mencari pemilik slip gaji ini. (Surya/Neneng Uswatun Hasanah)

"Subhanallah, 11 Tahun yang Lalu? Dan Uang Gaji Saya Kembali..."

Kompas.com - 16/08/2017, 07:21 WIB
Pertemuan antara Badrun dengan Iptu Sugeng Iryanto
Pertemuan antara Badrun dengan Iptu Sugeng Iryanto (SURYA/IST)
MALANG, KOMPAS.com – Ponsel Iptu Sugeng Iryanto bergetar menandakan adanya panggilan masuk. Panggilan itu berasal dari Brigadir Didik, anggotanya di Satresmob Polres Malang Kota.
Sugeng tak menyangka kalau panggilan saat jam istrahat kantor pada Kamis (10/8/2017) itu menjadi awal dimulainya kisah yang tak akan terlupakan oleh Sugeng.
Dalam pembicaraan di saluran telepon, Bripka Didik menanyakan ke Sugeng apakah dirinya pernah kehilangan uang gaji berserta slipnya di sebuah masjid.
Mendengar pertanyaan itu, ingatan Sugeng kembali pada tahun-tahun sekitar 2005 dan 2006. Sambil mengingat pasti tahunnya, Sugeng membenarkan kalau dirinya pernah kehilangan gaji dan slipnya.
"Iya, benar," kata Sugeng.
Didik lantas menyebutkan bahwa dirinya sedang bersama seorang pria paruh baya bernama Muhammad Badrun dan ingin bertemu dengan Sugeng. Badrun ingin bertemu dengan Sugeng lantaran ingin mengembalikan gaji dan slip gaji milik Sugeng yang sudah 11 tahun hilang.
“Subhanallah, 11 tahun yang lalu? Dan uang gaji saya kembali! Bukankah ini sebuah kebesaran Tuhan yang ditampakkan di depan saya?” ucap Sugeng.
Sugeng pun berupaya menemui Badrun saat itu juga.  "Saya harus menemui orang itu untuk mengucapkan rasa terimakasih,” ujarnya.

Ditemui di rumahnya di Pondok Mutiara Asri E8, Dusun Krajan, Desa Pandanlansung, Wagir, Kabupaten Malang, Sugeng bercerita ketika kehilangan gaji pada Oktober 2006 lalu, kondisinya saat itu sedang sulit.
“Waktu itu saya sedang sulit karena memang harapannya hanya dari gaji saja,” ujarnya.
Sugeng yang saat itu berpangkat Brigadir dan bertugas di Reskoba berangkat ke kantor untuk mengambil gaji. Selepas mengambil gaji yang nilainya Rp 2.077.500, dia melaksanakan tugas rutin.
Ketika ashar tiba, ia melintas di kawasan Polowijen, Blimbing, Kota Malang. Di situ Sugeng menyempatkan shalat di sebuah masjid. Slip gaji, sepanjang yang dia ingat, disimpan di saku kanan depan bersama dengan ponsel.
Saat akan shalat, Sugeng mengeluarkan ponsel dan menaruh di depannya. Setelah selesai salat, Sugeng melanjutkan pulang. Tiba di rumah, ia baru menyadari kalau uang gajinya hilang.
Dalam kondisi kebingungan, Sugeng mencoba kembali lagi ke masjid dan menanyakan kepada takmir apakah ada yang menemukan slip gajinya atau tidak.
Namun para takmir menjawab tidak tahu tentang barang yang dicari Sugeng.
Merasa sudah berupaya menemukan gajinya yang hilang, Sugeng akhirnya kembali ke rumah dan menceritakan kejadian itu kepada istrinya. “Istri saya menangis mengetahui slip gaji saya hilang,” kenangnya.
Sugeng juga merasakan perih yang mendalam akibat peristiwa itu. Bahkan dia mengaku sempat stress pasalnya ia merasa kalau gaji itu adalah haknya. “Saya bahkan sempat protes kepada Tuhan dan meminta agar dikembalikan. Doa itu terus saya panjatkan ketika salah tahajud,” tuturnya.
Uang itu rencananya akan digunakan untuk merenovasi rumah dan membayar tukang. Namun karena Sugeng tidak membawa uang saat pulang, dia pun harus berterus terang kepada tukangnya kalau dirinya belum bisa membayar karena baru saja dilanda musibah.


Butuh waktu tiga bulan bagi Sugeng untuk kemudian instropeksi diri dan mengikhlaskan apa yang telah hilang dari dirinya. Ia membangun pemikirian yang positif dengan mengatakan kalau uang itu mungkin saja bukanlah haknya dan sangat diperlukan oleh orang lain.
Lambat laun, Sugeng betul-betul sudah melupakan apa yang ia alami itu. Seiring berjalannya waktu, pada 2013 ia lolos seleksi perwira dan lulus dengan baik. Baginya itu sebuah kecukupan yang diberikan oleh Tuhan.
Di sisi lain, Badrun menemukan slip gaji yang dicari-cari Sugeng. Badrun sempat menanyakan kepada orang sekitar terkait orang yang bernama Sugeng. Namun ia tidak menemukan orang yang mengenal Sugeng.
Karena waktu yang mepet, Badrun terpaksa meninggalkan Kota Malang menuju Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Uang itu pun dia bawa ke Bima.
Waktu terus berlalu hingga akhirnya kini Sugeng menjadi Kanit Resmob di Polres Malang Kota dan dipertemukan dengan Badrun.
“Saya terharu bahkan hampir menangis mengetahui slip gaji saya masih utuh, bahkan ditambah isinya. Saya katakan saya ikhlas dan berniat menyerahkan kembali uang tersebut kepada Badrun. Namun, beliau menolak dengan halus dan akhirnya terjadi kesepakatan. Saya belikan saja kambing pada saat Idul Kurban nanti dari uang tersebut, agar kami bisa berbagi pahala dan menyerahkan urusan ini kepada Allah SWT,” katanya.
Sugeng juga tidak sungkan mengatakan kalau dirinya belajar banyak dari Badrun. Menurut dia, Badrun adalah sosok yang memiliki integritas.


Hal itu perlu ia contoh sebagai anggota Polri. Badrun tiba lagi di Kota Malang karena ia tengah mengikuti pelatihan. Badrun saat ini adalah Wakasek Kurikulum SMKN 3 Kota Bima.
“Saya harus mencontoh Integritas pak Badrun. Kalau pak Badrun tidak punya integritas, pasti gaji saya tidak akan kembali,” lelaki dua anak itu.
Baginya, sebagai seorang polisi yang kerap berhadapan dengan hukum, harus punya prinsip memegang amanah dan integritas agar tugas yang ia emban berjalan baik dan bermanfaat bagi orang lain. (Surya/Benni Indo)

Pesawat N219 Resmi Terbang Perdana

Reska K. Nistanto
Kompas.com - 16/08/2017, 09:33 WIB
Uji terbang pertama pesawat N219 di bandara Husein Sastranegara Bandung, Rabu (16/8/2017).
Uji terbang pertama pesawat N219 di bandara Husein Sastranegara Bandung, Rabu (16/8/2017).(Fauzi Rulandi Aviantara/PK-BDO)
KOMPAS.com - Hari ini, Rabu (16/8/2017), sekitar pukul 09.10 WIB, pesawat N219 hasil kerja sama LAPAN dan PTDI resmi melakukan uji terbang perdana. Penerbangan perdana N219 dilakukan di bandara Husein Sastranegara, Bandung.
N219 dengan nomor registrasi PK-XDT terbang dengan mulus, dan akan melakukan seragkaian uji coba terbang, seperti kontrol kemudi dan navigasi.
Sumber KompasTekno mengatakan N219 akan terbang selama 30 menit di langit Bandung, sebelum kembali mendarat di bandara Husein Sastranegara.
Sebelumnya, LAPAN dan PTDI telah melakukan serangkaian uji coba di darat sebelum melakukan uji terbang pertama kali. Pengujian termasuk run up mesin, short taxiing, long taxiing, high speed taxiing, dan hopping test.
Penerbangan perdana N219 sempat tertunda beberapa kali. Namun akhirnya, sehari sebelum peringatan 72 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, LAPAN dan PTDI sukses melakukan terbang perdana.
N219 adalah pesawat komersil turboprop (baling-baling) bermesin ganda dengan kapasitas 20 penumpang yang diklaim oleh Direktur Utama PTDI, Budi Santoso, dirancang dan dirakit oleh putra-putri bangsa di PTDI.
Baca: Menengok Teknologi Tiga Dimensi di Kokpit N219
Ads by AdAsia
Learn More
PenulisReska K. Nistanto
EditorReska K. Nistanto

Pilkada Jabar, PKS Klaim Direstui Prabowo Usung Deddy Mizwar-Syaikhu

Nabilla Tashandra
Kompas.com - 14/08/2017, 17:00 WIB
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/7/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/7/2017).
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), Hidayat Nur Wahid, mengklaim partainya telah mendapatkan restu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk mencalonkan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu pada Pilkada Jawa Barat 2018.
Adapun Syaikhu kini menjabat Wali Kota Bekasi sekaligus merupakan Ketua DPD PKS Jawa Barat.
"Sama Pak Prabowo sudah selesai ya. Untuk Demiz dan Syaikhu itu sudah tinggal konsolidasi ke dalam di masing-masing," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017).
"Itu proses yang saya kira tidak sulit untuk dijalankan," ujarnya.
Hidayat memastikan Gerindra dan PKS akan berkoalisi pada Pilkada Jabar. Kursi dua partai tersebut jika berkoalisi akan cukup untuk mengusung satu pasang calon.
Gerindra memiliki 11 kursi di Jabar dan PKS memiliki 12 kursi.
"Tentu kalau ada kawan-kawan dari partai lain akan mendukung kami welcome saja," tuturnya.
Hidayat berharap, pengumuman pasangan calon sudah dapat dilakukan pada bulan depan.
"Ya kami berharap mungkin pertengahan September 2017 kami sampaikan," ucap Wakil Ketua MPR RI itu.

Efek Aher
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan telah menjabat dua periode. Kader PKS itu tentu tak bisa lagi maju pada Pilkada Jabar 2018.
Meski begitu, PKS berharap efek Aher masih terbawa pada 2018 dan mampu mengantarkan PKS kembali menjadi pemenang.
"Tentu kami berharap bahwa efek dari Kang Aher juga akan berlanjut untuk pemenangan di Jawa Barat," ujar Hidayat.
Hidayat menambahkan, kepemimpinan Aher telah membawa sejumlah kesuksesan. Misalnya, mendapatkan penghargaan tiga kali berturut-turut sebagai provinsi yang paling inovatif. Ia berharap prestasi yang ditorehkan Aher dapat dilanjutkan.
"Dan tentu kemarin Pak Deddy Mizwar sudah menyertai beliau. Jadi sangat paham apa yang bisa dilakukan untuk berikutnya," kata dia.
(Baca juga: Partisipasi Masyarakat di Pilkada Jabar Masih Rendah)
Kompas TV Survei Elektabilitas Jelang Pilkada Jabar 2018
PenulisNabilla Tashandra
EditorBayu Galih

Mantan Gubernur BI Ungkap Pembicaraan Prabowo di Hambalang

Rabu, 16 Aug 2017 06:47 | editor : Imam Solehudin
JawaPos.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Burhanudin Abdullah siap terjun ke politik. Burhanudin mengaku tengah mempersiapkan diri maju di Pemilihan GUbernur Jawa Barat lewat parta Gerindra.
Hal itu diungkapkannya setelah menangkap sinyal dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang menginginkan calon Gubernur
dari kader internal, adalah merupakan putera daerah.
"Saya menangkap sinyal Prabowo subianto yang sangat memperhatikan aspirasi daerah, dan menjadi sangat logis bahwa masyarakat sunda
mempunyai kerinduan apabila pemimpinnya dari putera daerah, yang nantinya akan mengerti pada kearifan dan budaya orang-orang sunda,"
ungkap Burhanudin kepada RMOLJabar (Jawa Pos Grup), Selasa (15/8).
Mantan Menteri Perekonomian pada jaman Gusdur ini juga menceritakan, pada sabtu sore di bulan Juli, Prabowo menanyakan kepada dirinya
apakah sempat berfikir untuk menjadi Gubernur Jabar
"Pak Prabowo telepon saya. Saya bilang pernah 15 tahun yang lalu waktu itu berhenti jadi menteri nya gusdur saya nganggur dan diajak
teman untuk memikirkan itu, tapi kemudian awal 2003 saya mendapat berita dari Mensesneg dan saya dicalonkan jadi gubernur BI, karena
saya memang hidup dan dibesarkan itu di BI," ungkap Burhanudin.
Setelah itu, lanjut dia, Burhanudin merenungkan dan mempertimbangkan apa yang menjadi permintaan Prabowo.
"Apa yang menjadi keputusan dewan pembina saya akan ikut, apakah dicalonkan atau diajak untuk kontestasi atau tidak nantinya, saya
akan tetap siap apabila diminta untuk menjadi Cagub Jabar," terangnya.
Sehingga kata dia, menjadi sangat jelas bahwa dirinya dan Mulyadi yang akan mewakili dari Partai Gerindra dalam pemilihan Gubenur Jawa
Barat.
"Rabu kemarin kami mengobrol bertiga di Hambalang menjadi jelas. Saya dan Mulyadi yang coba dilontarkan ke publik untuk dipilih siapa
yang paling cocok (dicalonkan). Bahkan Prabowo mengatakan bahwa saya yang sudah mandiri dan berpengalaman dan senior (diminta) untuk
turun gunung," tandasnya.

Atas Nama Rakyat Indonesia, Ketua MPR Berterima Kasih kepada Jokowi

Kristian Erdianto
Kompas.com - 16/08/2017, 10:50 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan (kiri) menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8). Sidang tersebut beragendakan penyampaian pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo tentang kinerja lembaga-lembaga negara. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17.
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan (kiri) menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8). Sidang tersebut beragendakan penyampaian pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo tentang kinerja lembaga-lembaga negara. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17.
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan sempat memuji prestasi Pemerintahan Presiden Joko Widodo saat membacakan pidato pada Sidang Tahunan MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/8/2017).
Bahkan, dengan mengatasnamakan rakyat Indonesia, Zulkifli Hasan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas kinerja pemerintah selama dua tahun belakangan ini.
"Sebagai pimpinan MPR, kami atas nama rakyat Indonesia menyatakan terima kasih dan memuji prestasi, capaian, dan keberhasilan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi," ujar Zulkifli.
Zulkifli menuturkan, selama ini pemerintah telah menunjukkan prestasi dengan melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Mulai dari Aceh hingga Papua, dari Miangas hingga Pulau Rote.
Presiden Jokowi, lanjut Zulkifli, melakukan akselerasi pembangunan jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, bandara.
"Sebuah prestasi yang luar biasa dan sangat membanggakan kita semua. Ini semua membuat interkonektivitas antarkita menjadi makin mudah dan cepat," ucapnya.
(Baca juga: Sidang Tahunan MPR Digelar, Presiden Jokowi Sampaikan Pidato Tiga Kali)
Dalam kesempatan itu, Zulkifli juga mengungkapkan pengalamannya saat berkunjung ke sejumlah daerah dan mendengarkan pendapat di masyarakat. Menurut dia, ketimpangan dan kesenjangan sosial di tengah masyarakat semakin menurun.
"Selaku Ketua MPR, saya melakukan perjalanan keliling Indonesia. Berdialog dengan masyarakat, melihat hasil-hasil pembangunan, dan mendengarkan pendapat dan aspirasi masyarakat," tutur Zulkifli.
"Saya pergi ke Medan, mengunjungi Pasar Sentral dan bertemu Bu Zubaedah. Saya lihat di sana ekonominya berbasis rakyat. Ke Sulawesi Selatan, sektor perikanan juga berbasis rakyat. Kafe menjamur seperti di luar negeri. Kesenjangannya juga kecil karena ekonomi berbasis rakyat," kata dia.
Dalam Sidang Tahunan MPR, hadir Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan seluruh Menteri Kabinet Kerja serta pimpinan lembaga pemerintah.
Kompas TV Jelang HUT Ke-72 RI, Jokowi Kukuhkan Paskibraka 2017
PenulisKristian Erdianto
EditorBayu Galih

Pidato Lengkap Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR 2017

Liputan6.com, Jakarta - Sidang Tahunan MPR 2017 baru saja usai digelar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Dalam sidang tahunan dalam rangka HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato kenegaraannya.
Dalam pidatonya, Jokowi membeberkan hasil evaluasi kinerja pemerintah dan seluruh lembaga-lembaga negara sepanjang 2017. Berikut ini pidato lengkap yang disampaikan Presiden Jokowi:
PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DI DEPAN SIDANG TAHUNAN MAJELIS PEMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2017
Jakarta, 16 Agustus 2017
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Yang saya hormati, seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Majelis Pemusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-Lembaga Negara. Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja dan Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian. Yang saya hormati Bapak BJ Habibie, Presiden Republik Indonesia Ketiga. Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia Kelima.
Yang saya hormati Bapak Try Sutrisno dan Bapak Hamzah Haz. Yang saya hormati Bapak Boediono beserta Ibu Herawati Boediono. Yang saya hormati Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Yang saya hormati Ibu Karlina Umar Wirahadikusumah. Hadirin sekalian yang berbahagia, Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas rahmat-Nya, kita dapat menghadiri Sidang Tahunan Majelis Pemusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tahun 2017.
Di depan sidang yang terhormat ini, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh lembaga negara, atas kekompakan, sinergi dan kerjasama yang baik selama ini. Saya yakin dengan kekompakan, dengan sinergi, dengan kerja bersama itu, tidak akan memperlemah tugas dan tanggung jawab konstitusional yang dijalankan oleh setiap lembaga negara, tetapi justru memperkuat kita semua dalam memenuhi amanah rakyat.
Dalam semangat persatuan Indonesia itu, lembaga-lembaga negara justru bisa bekerja dengan lebih baik, bila saling mengingatkan, saling kontrol, saling mengimbangi dan saling melengkapi. Tidak ada satu lembaga negarapun yang memiliki kekuasaan absolut, memiliki kekuasaan yang lebih besar dari lembaga negara yang lain. Inilah jatidiri bangsa kita dalam bernegara. Inilah kekuatan bangsa kita dalam menghadapi setiap tantangan. Inilah keunggulan bangsa kita dalam menghadapi masa depan. Kekuatan yangjuga terefleksikan dalam 72 tahun perjalanan bangsa dan negara kita.
Kita harus menjadikan sejarah sebagai fondasi untuk menatap masa depan. Pelajaran yang sangat penting dari sejarah bangsa kita adalah kemerdekaan bisa kita rebut, bisa kita raih, bisa kita proklamasikan karena semua anak-anak bangsa mampu untuk bersatu, mampu untuk bekerjasama, mampu untuk kerja bersama.
Modal persatuan Indonesia yang kokoh itu harus terus kita jaga, kita rawat, kita perkuat. Dan harus jadi pijakan kita bersama dalam menghadapi ujian sejarah berikutnya yaitu memenuhi janji-janji kemerdekaan. Janji kemerdekaan untuk mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Saya percaya, tugas yang maha berat itu akan bisa kita tunaikan apabila kita semua mau bersatu, mau bekerjasama, mau kerja bersama.
Ke depan, bangsa kita menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kita akan mengarungi samudera globalisasi. Kita akan berhadapan dengan dinamika perubahan yang sangat cepat. Kita akan menghadapi kemajuan inovasi teknologi yang destruktif. Tapi, saya yakin dengan bersatu, kita akan bisa menghadapi semua itu. Karena bangsa kita adalah bangsa besar.
Bangsa kita adalah bangsa yang teruji. Bangsa kita adalah bangsa petarung. Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, Tujuh puluh dua tahun kita merdeka, kita bersyukur atas seluruh capaian yang kita raih. Ini semua atas kerja keras dari seluruh rakyat Indonesia, kerja bersama dari lembaga-lembaga negara. Namun, kita menyadari bahwa belum semua rakyat Indonesia merasakan buah kemerdekaan. Kita menyadari bahwa manfaat pembangunan belum sepenuhnya merata di seluruh pelosok tanah air.
Kita menyadari bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum sepenuhnya kita bisa wujudkan. Untuk itu, di tahun ketiga masa bakti Kabinet Kerja ini, Pemerintah lebih fokus untuk melakukan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Kita ingin rakyat-rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan, dan merasa bangga menjadi Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Keadilan sosial harus mampu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Rakyat di Aceh harus bisa merasakan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan sanitasi dan air bersih maupun pelayanan transportasi, sama baiknya dengan apa yang dirasakan oleh saudara-saudaranya yang lain di seluruh pelosok negeri.
Kita ingin rakyat di perbatasan Papua, bisa memiliki rasa bangga pada tanah airnya, karena  kawasan perbatasan telah dibangun menjadi beranda terdepan dari Republik. Kita ingin rakyat Papua di pegunungan juga bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok yang sama dengan saudaranya di wilayah lain Indonesia. Kita ingin rakyat Pulau Miangas bisa merasakan kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Program Kartu Indonesia Sehat, Program Kartu Indonesia Pintar, dan Program Pemberian Makanan Tambahan untuk balita dan ibu hamil. Kita ingin rakyat di Pulau Rote juga bisa merasakan manfaat pembangunan infrastruktur, lancarnya konektivitas dan turunnya biaya logistik.
Kita ingin kualitas hidup rakyat Indonesia semakin meningkat. Walaupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita naik dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,18 di tahun 2016 kita tidak boleh cepat berpuas diri. Kita juga harus terus berupaya menekan ketimpangan pendapatan, yang saat ini Indeks Gini Rasio bisa kita turunkan dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017.
Saya yakin hanya dengan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, kita akan semakin bersatu. Pembangunan yang merata akan mempersatukan Indonesia. Pembangunan yang berkeadilan akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi persaingan global. Tidak ada yang merasa menjadi warga negara kelas dua, warga negara kelas tiga. Karena semuanya adalah warga negara Republik Indonesia. Semuanya, setara mendapatkan manfaat dari pembangunan. Semuanya ikut terlibat mengambil tanggung jawab dalam kerja bersama membangun bangsa.
Kita ingin kerja bersama tidak hanya dalam pemerataan ekonomi yang berkeadilan tapi juga dalam pembangunan ideologi, politik, sosial dan budaya. Dalam bidang ideologi, kita harus terus memperkuat konsensus kebangsaan untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah telah menginisiasi pembentukan UKP-PIP untuk melakukan pembinaan ideologi Pancasila kepada seluruh lapisan rakyat, terutama generasi muda, penerus masa depan kita. Dalam bidang politik, kita harus menuntaskan agenda konsolidasi demokrasi sehingga semakin terlembaga. Kita bersyukur telah mampu menyelenggarakan proses demokrasi di level lokal, pilkada serentak di 101 daerah pada tahun 2017, dengan aman dan damai.
Selain pembangunan ideologi dan politik, kita tidak boleh melupakan pembangunan sosial dan kebudayaan. Kita harus mendidik anak-anak kita menjadi generasi pelanjut sejarah yang cinta pada tanah airnya, memiliki etika, budi pekerti dan sopan santun, mempunyai karakter yang kuat dan tangguh. Kita juga terus membangun kebudayaan bangsa yang berbhinneka. Ekspresi seni dan budaya dari berbagai daerah di Nusantara harus terus dibangkitkan untuk memperkaya ke-Indonesia-an kita.
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, saya percaya tugas sejarah untuk Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, tidak lepas dari dukungan dan partisipasi aktif Lembaga-Lembaga Negara.
Selama setahun terakhir, MPR terus berusaha untuk menjembatani berbagai arus perubahan, pemikiran, aspirasi masyarakat dan daerah, dan berbagai etika politik kebangsaan yang bertumpu pada nilai permusyawaratan dan perwakilan, kekeluargaan, gotong royong dalam bingkai NKRI.
Sebagai pengawal ideologi, MPR teguh menjaga Pancasila sebagai pemandu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Saya menyambut baik, sikap MPR yang berketetapan untuk bersinergi dengan Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila yang saya tetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 untuk sosialisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Terhadap tugas pengkajian sistem ketatanegaraan UUD 1945 serta pelaksanaannya, MPR telah berhasil memformulasikan Penataan Sistem Perekonomian Nasional, yang kita harapkan dapat mendukung suksesnya pemerataan pembangunan secara berkeadilan. Adapun terhadap tugas penyerapan aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD 1945, MPR telah memfasilitasi sejumlah kegiatan kebangsaan guna memperluas penerapan etika kehidupan berbangsa dan bernegara di segenap kalangan masyarakat. Sementara itu, DPR juga terus melanjutkan reformasi internalnya dan menjadi lembaga representasi rakyat yang makin modern dan dipercaya.
Terhadap fungsi legislasi, DPR antara lain telah menyelesaikan 14 RUU pada Prioritas Program Legislasi Nasional Tahun 2017. Beberapa di antaranya berkaitan langsung dengan dukungan kelancaran program Pemerintah selama tahun 2017 seperti peningkatan ekspor non-migas barang dan jasa yang bernilai tambah tinggi, penyederhanaan perizinan serta penyediaan layanan dan fasilitas untuk investasi.
Adapun terhadap fungsi pengawasan jalannya pemerintahan, DPR telah membentuk 46 panitia kerja di berbagai ranah pembangunan, serta menyelenggarakan uji kepatutan dan kelayakan atas usulan pengangkatan sejumlah pejabat publik. Uji kepatutan dan kelayakan itu antara lain terhadap Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan; Anggota Badan Pemeriksa Keuangan; Anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan  Pengawas Pemilu; serta Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia. DPR juga memberi pertimbangan dan persetujuan terhadap 23 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk negara-negara sahabat.
Yang tidak kalah penting adalah DPR juga melanjutkan diplomasi parlemen untuk memperkuat kerjasama Indonesia dengan negara-negara sahabat guna memperjuangkan kepentingan nasional dan pencarian solusi atas berbagai permasalahan internasional. Diplomasi itu dilakukan melalui Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR dengan Parlemen Negara-negara Sahabat. DPR saat ini telah membentuk 49 GKSB serta berperan aktif dalam forum kerja sama antar-parlemen internasional.
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-tanah Air, di sisi lain, DPD terus memantapkan peran konstitusionalnya sebagai penampung dan penyalur aspirasi masyarakat dan daerah. Sungguh kita berbesar hati karena DPD telah menunjukkan kinerja dan kematangannya dalam melewati masa-masa sulit konsolidasi internalnya.
Di tengah tantangan itu, kerja keras DPD hingga semester pertama tahun 2017 ini telah menghasilkan 10 pertimbangan terhadap RUU dan 5 pertimbangan berkaitan dengan anggaran serta 13 hasil pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang tertentu. Beberapa di antara pertimbangan itu ada yang sangat kita perlukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan di daerah-daerah, seperti pertimbangan atas RUU tentang Pengelolaan Kawasan Perbatasan Negara dan RUU tentang Kewirausahaan Nasional serta pengawasan atas pelaksanaan UU tentang Desa.
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, dalam pengawalan pengelolaan keuangan negara, BPK terus berupaya menempuh langkah terobosan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara di pusat maupun daerah. Kita bersyukur pada tahun 2016, untuk pertama kalinya dalam sejarah pembangunan nasional, BPK merilis opini Wajar Tanpa Pengecualian terhadap pengelolaan keuangan pemerintah. Terhadap pelaksanaan tugas itu, BPK antara lain telah bersinergi dengan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah. Melalui sinergi itu, dapat diatasi kondisi pemeriksaan yang tumpang tindih yang terjadi beberapa tahun terakhir.
BPK juga telah menerapkan Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan. Melalui penerapan sistem itu, BPK dapat memantau tindak lanjut hasil pemeriksaan di setiap Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, secara lebih akurat, efisien dan tepat waktu.
Kita juga apresiasi BPK yang sejak tahun lalu, terpilih menjadi auditor eksternal bagi Badan Energi Atom Internasional periode 2016-2020. Keterpilihan BPK itu bukan saja menjadi wujud pengakuan internasional atas kinerjanya, namun juga mengangkat nama baik dan reputasi bangsa Indonesia.
Pada pembangunan bidang hukum, Mahkamah Agung terus berupaya mempermudah masyarakat dalam perolehan keadilan dan layanan publik. Hingga semester pertama tahun 2017, MA telah berhasil menerapkan beberapa inovasi antara lain Sistem Audio Text Recording dan Mekanisme Penghitungan Biaya Perkara Sendiri secara elektronik guna makin memudahkan layanan peradilan. MA juga terus memperluas pelayanan masyarakat di wilayah terpencil, melalui program sidang keliling dan sidang di luar gedung pengadilan.
Selain inovasi peningkatan layanan publik, MA juga melanjutkan Akreditasi Penjaminan Mutu Badan Peradilan. Hingga bulan Juni 2017, telah berhasil mengakreditasi 186 pengadilan. Sementara itu, Mahkamah Konstitusi terus bekerja dan mengukuhkan perannya sebagai penjaga konstitusi.
Sampai pertengahan tahun 2017, dari 55 perkara yang diterima, seluruhnya telah diputuskan oleh MK. Beberapa di antaranya termasuk perselisihan hasil pemilihan kepala daerah. Keberhasilan MK dalam memutus perkara itu, telah mengantarkan MK meraih penghargaan Bawaslu Award Tahun 2017. Dalam melaksanakan perannya sebagai pengawal nilai-nilai demokrasi, pada tahun 2017 ini, MK berhasil mempertahankan kepercayaan komunitas internasional sebagai Sekretariat Tetap dari Mahkamah Konstitusi se-Asia.

Kita juga apresiasi upaya Komisi Yudisial dalam memajukan akuntabilitas peradilan di Tanah Air. KY telah menyelesaikan 8 kasus advokasi hakim serta melakukan pemantauan 89 persidangan atas laporan masyarakat. KY juga telah memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan Kode Etik dan Pedoman Perilaku bagi 277 hakim. Dalam pemeliharaan martabat peradilan, KY telah merekomendasikan penjatuhan sanksi kepada 33 hakim, mulai dari sanksi ringan hingga sanksi berat.

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Hadirin yang saya muliakan, Sekali lagi, semua capaian itu seharusnya tidak membuat kita cepat berpuas diri. Karena tantangan yang kita hadapi sekarang ini dan ke depan tidaklah ringan. Kita masih dihadapkan dengan kemiskinan dan ketidakadilan; kita masih dihadapkan dengan ketidakpastian ekonomi global, dan kita juga masih dihadapkan dengan gerakan ekstrimisme, radikalisme, dan terorisme.

Namun, dari sekian banyak tantangan itu, tantangan yang paling penting dan seharusnya menjadi prioritas bersama dari semua lembaga negara adalah mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari rakyat. Kepercayaan rakyat adalah jiwa dan sekaligus energi bagi lembaga-lembaga negara dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.

Saya mengajak kita semua, seluruh lembaga negara untuk menjadikan rakyat sebagai poros jiwa kita. Saya mengajak kita semua untuk selalu mendengar amanat penderitaan rakyat. Saya mengajak kita semua untuk bergandengan tangan, bekerjasama, kerja bersama untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Akhirnya dengan semangat persatuan Indonesia, saya yakin kita akan mampu menjalankan tugas konstitusional kita, menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang mandiri, berdaulat, dan berkepribadian.

Dirgahayu Republik Indonesia!
Dirgahayu Negeri Pancasila!
Terima kasih,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya.

Senin, 14 Agustus 2017

Demi Kalahkan Jokowi, Prabowo Mungkin Tak Maju di Pilpres 2019

Demi Kalahkan Jokowi, Prabowo Mungkin Tak Maju di Pilpres 2019
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko Maritim Luhut Panjaitan (kiri), dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai mengadakan pertemuan di kediaman Prabowo Subianto, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/2016). Pertemuan tertutup tersebut membahas berbagai macam persoalan, seperti masalah perekonomian, penegakan hukum, dan isu-isu yang tengah hangat saat ini. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Lembaga Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan Pilpres 2019 masih ada kemungkinan tidak mempertemukan kembali rivalitas Joko Widodo dan Prabowo Subianto seperti tahun 2014 lalu.
Ia mengungkapkan hal tersebut memungkinkan terjadi bila melihat karakter politik Prabowo Subianto. Hal tersebut tercermin pada Pilkada Jakarta 2017 lalu.
"Pilkada Jakarta lalu menunjukkan petahana kalah melawan pendatang baru, ada kemungkinan hal tersebut terulang di Pilpres 2019. Karena melihat karakter Prabowo Subianto yang mementingkan kemenangan dan kekompakan dia rela tidak maju langsung dalam kontestasi," ujar Ray.
"Itu juga terlihat dalam Pilkada Jakarta 2017 lalu saat posisi cagub diisi Anies Baswedan dan bukan dari kader Gerindra. Prabowo memang lebih mementingkan kemenangan dan kekompakan dibandingkan egonya," ujarnya saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).
Namun ada satu hal yang menghambat yakni ego politik Prabowo itu sendiri. Karena, menurut survei sementara elektabilitas Prabowo mencapai angka 35 persen atau berbeda 10 persen di bawah Jokowi.
"Tapi angka itu akan berhenti di situ saja. Karena nanti akan ada hantaman masa lalu seperti masalah HAM yang akan menghampiri."
"Yang kedua adalah isu pemain lama yang tidak menarik lagi bagi pemilih. Prabowo sudah empat kali tampil di panggung Pilpres dan itu akan mempengaruhi pandangan pemilih muda," terangnya.
Ia juga mengatakan akan sulit menemukan pengganti Prabowo jika ia benar-benar tak maju di Pilpres 2019.
"Mungkin Agus Harimurti Yudhoyono yang memang disiapkan ayahnya," terangnya.

Ini Penampakan Metal Jokowi Saat Nonton Konser Metallica

- detikNews
Jakarta - Gubernur Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat puas setelah menonton konser Band Rock Metallica. Saat menonton konser tersebut, Jokowi memang tampak sangat antusias.

Jokowi memang sudah sejak jauh hari menunjukkan antusiasme untuk menonton band rock asal Amerika Serikat itu. Dia bahkan meminta istrinya untuk mengirim kaos Metallica dari Solo.

Saat tiba di arena konser di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (25\/8\/2013) kemarin, Jokowi pun mengenakan kaos yang dikirim dari Solo tersebut. Dia dengan bangga memamerkan kaos bertuliskan Metallica itu kepada awak media.

Dia disambut hangat oleh para Metalheads (sebutan untuk fans Metallica-red). Para penonton yang sedang menunggu konser dimulai meneriakkan namanya, berebutan menyalami, dan minta foto bareng eks Wali Kota Solo itu.

Jokowi membeli tiket untuk kelas festival. Jadi disitulah dia berada selama konser berlangsung. Tepatnya Jokowi berada di pagar kiri tower mixer. Posisi itu cukup strategis karena dekat panggung utama.

Saat lagu-lagu cadas mulai dimainkan, pria 52 tahun ini tak canggung menggerakkan badan mengikuti irama lagu. Jokowi tak sungkan meski didekatnya ada bule-bule dan ada anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon.

Ketika tembang Enter Sandman dilantunkan, Jokowi mengangkat tangan kanannya yang membentuk salam metal dan mengayunkannya mengikuti irama lagu. Dia tersenyum sepanjang lagu. Mimik bahagia jelas terpancar dari wajahnya. Dia memang tak berjingkrak-jingkrak, namun jelas terlihat antusias. Sesekali kepalanya digoyang-goyang.

Usai konser, alumnus Fakultas Kehutanan UGM ini mengaku sangat puas dengan konser tersebut. \\\"Puaaas...\\\'a\\\'nya banyak,\\\" ujar Jokowi kepada wartawan begitu keluar dari stadion GBK, Minggu (25\/8\/2013) sekitar pukul 22.45 WIB.

Wajah Gubernur DKI itu juga terlihat sumringah. Sebab, sejumlah lagu yang menjadi favoritnya dibawakan Metallica dalam konsernya yang dipadati puluhan ribu fans fanatik.

\\\"Beberapa lagu kesukaan saya dibawain sama Metallica, pokoknya senang,\\\" tuturnya.
(trq/ndr)

Via Vallen Pa, Joss'

Jokowi: Zaman Saya Itu Led Zeppelin, Metallica. Netizen 'Via Vallen Pa, Joss'

Jokowi: Zaman Saya Itu Led Zeppelin, Metallica. Netizen 'Via Vallen Pa, Joss'
Tedy Indra via Facebook Presiden Jokowi | Instagram via Vallen
Kolase Presiden Jokowi saat nonton festival musik 
TRIBUNJOGJA.COM - Bukan rahasia lagi jika Presiden Jokowi jadi pengemar musik cadas era Glam Rock. Ya, Generasi Led Zeppelin hingga Metallica.
Nah apa jadinya jika Presiden Joko Widodo mampir lihat festival musik We The Fest 2017 di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).
Begini pengakuan Jokowi pada postingan di akun media sosial miliknya Presiden Jokow Widodo.
'Sesungguhnya ini tak terjadwal dalam agenda saya: menonton perhelatan festival musik We The Fest 2017. Tapi mumpung sedang di Kemayoran semalam, saya berbelok juga ke area yang dipenuhi anak-anak muda itu.
Kurang lebih sejam saya di sana, meyaksikan penampilan pemusik-pemusik seperti Shura, Charli XCX dan Kodaline.
Tapi jangan bertanya tentang mereka, saya sungguh tidak tahu nama-nama yang tenar di kalangan generasi milenial ini. Saya hanya ingin tahu, agar tak keliru tentang pasar, tak keliru membuat kebijakan.
Ya, zaman memang sudah berbeda. Zaman saya itu Led Zeppelin, Nazareth, Judas Priest, Metallica.
Hayo, ada yang masih ingat mereka?
Postingan foto dan keterangan itu jelas memancing komentar dari pengikutnya dari berbagai kalangan termasuk anak muda.
Sebagian besar suka dengan aksi Jokowi mampir ke festival yang dipenuhi generasi milenial.

Apa Gaya Jokowi Saat Dengar Musik Cadas?

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 19/07/2013, 08:14 WIB
Metallica(Dok wikimedia.org)
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai fans setia kelompok musik Metallica, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo punya cara sendiri setiap kali menikmati musik cadas. Selama ini, ada beragam gaya anak metal menikmati musik ini, dari hanya mengangguk-anggukkan kepala sampai dilemparkan oleh sesama penikmat musik itu. Apa gaya yang disukai Jokowi?"Ndak, ya jangan diangkat-angkatlah, jingkrak -jingkrak saja, hehehehe," ujar Jokowi, Kamis (18/7/2013). Ditemui di sela kesibukannya, dia pun mengaku telah membeli satu tiket konser band asal Los Angeles tersebut. Kelas VIP-kah?
Demi niat jejingkrakan mengikuti lagu Metallica, Jokowi mengaku hanya membeli tiket kelas festival yang menghadap panggung. "Yang festival saja. Agak depan, tapi nggak di depan sendiri, pokoknya agak depan," ujarnya.
Metallica, pelantun "Nothing Else Matters", itu dijadwalkan menyapa penyuka musik cadas Indonesia pada 25 Agustus 2013. Rencananya, James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammett, dan Robert Trujillo akan manggung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.
Selain ke Jakarta, Metallica dalam tur Asia 2013 juga akan manggung di Malaysia dan Singapura. Di Malaysia mereka dijadwalkan tampil di Stadium Merdeka, Kuala Lumpur, pada 21 Agustus 2013. Sementara di Singapura, mereka menggunakan panggung di Singapore Changi Exhibiton Centre pada 24 Agustus 2013.

PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorPalupi Annisa Auliani