Jumat, 21 April 2017

Menanti Realisasi Janji Anies KJP, KJS Plus dan Tunjangan Lansia

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
6 6. KJP, KJS Plus dan Tunjangan Lansia
Menanti Realisasi Janji Anies Setop Reklamasi dan Tutup Alexis Anies-Sandi (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Di bidang pendidikan dan kesehatan, Anies dan Sandiaga berjanji tidak akan menghapus KJP dan KJS. Keduanya akan meneruskan lewat KJP Plus dan KJS Plus. Selain itu, pasangan no 3 ini memberikan program tunjangan bagi lansia.

KJP Plus adalah integrasi dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai program nasional dengan KJP. KJP Plus akan dibagikan kepada anak usia sekolah 6-21 tahun, baik di dalam maupun luar sekolah.

Semua anak di Jakarta akan mendapat tambahan fasilitas berupa kunjungan ke museum hingga kesempatan mendapatkan beasiswa. Terhadap warga kurang mampu, akan ada tambahan bantuan dalam bentuk tunai.

"Semua anak mendapatkan fasilitas dasar, yang miskin dapat tunai dan nontunai. Yang berprestasi, miskin maupun tidak, pun bisa dapat berdasarkan prestasinya. Dan yang manfaat ini juga dapat digunakan tidak hanya di sekolah formal, tetapi berbagai lembaga kursus serta pelatihan yang ditunjuk. Semangat KJP Plus adalah adil bagi semua. Semua anak mendapat fasilitas dasar. Yang miskin dapat hak lebih, tunai, dan nontunai," demikian keterangan dari tim Anies-Sandi.

Peserta didik penyandang disabilitas dan yatim mendapatkan manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Selain itu, KJP Plus bisa digunakan oleh semua anak untuk mendapatkan akses diskon belanja pendidikan, gratis museum, dan wahana pendidikan.

Sementara itu, program KJS Plus akan diperluas cakupannya yang ditanggung pemerintah, yakni kepada tokoh-tokoh agama, yaitu guru mengaji, pengajar Sekolah Minggu, penjaga rumah ibadah, khatib, penceramah, dan seluruh pemuka agama lainnya.

Untuk tokoh-tokoh agama, pendataan akan dilakukan melalui yayasan dan organisasi keagamaan di DKI Jakarta untuk memastikan ketepatan sasaran penerima tunjangan.

"Hari ini saya akan lebih bicara layanan kesehatan BPJS. Hari ini kita meluncurkan program KJS Plus, yang ditujukan bagi yang belum mendapatkan layanan kesehatan, termasuk guru mengaji, marbut, penunggu rumah ibadah, dan kalangan yang belum tersentuh," kata Sandiaga.

Menurutnya, program KJS Plus terinspirasi oleh keluhan warga soal program kesehatan. Sandiaga menjanjikan pelayanan kesehatan kelas I bagi guru mengaji, guru Sekolah Minggu, penjaga rumah ibadah, kader PKK, dan kader posyandu.

"Kita akan gabungkan dan masukkan mereka dalam program kesehatan plus," tuturnya.

Sementara itu, beberapa terobosan Anies-Sandi untuk lansia juga dapat dilihat di website mereka, www.jakartamajubersama.com, dengan sebutan program khusus lansia tunjangan hari tua. Pasangan ini menjanjikan layanan kesehatan pencegahan untuk lansia seperti layanan deteksi kanker gratis, di rumah sakit negeri dan swasta.

Kemudian memperbanyak ruang terbuka hijau ramah dan aman untuk lansia yang dapat digunakan untuk kegiatan lansia (senam lansia, dan sebagainya), memberikan transportasi umum gratis dan publik area ramah dan aman bagi lansia. Lalu melengkapi unit darurat untuk memberikan pertolongan pertama pada pasien di setiap puskesmas dengan standar motor gawat darurat (selain mobil ambulans), untuk masuk ke jalan-jalan sempit.

Anies-Sandi juga mengajak masyarakat terlibat aktif dan peduli terhadap lansia melalui kegiatan bersama lansia dengan memaksimalkan peran komunitas yang sudah ada atau membentuk komunitas baru. Cawagub Sandiaga pun berjanji memberikan yang terbaik bagi warga lansia. Ia juga menyoroti soal KJL yang akan diluncurkan oleh Ahok-Djarot.

"Kita akan berikan yang terbaik kepada warga Jakarta, termasuk kaum lansia. Sah-sah saja menurut kami (peluncuran KJL). Biar warga Jakarta yang menilai apakah bagian dari varian abuse of power atau abuse of authority. Harus kita cermati sama-sama," ucap Sandiaga seusai makan malam bersama pengurus Kadin DKI Jakarta di gedung Recapital, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Selasa (21/3).

Tidak ada komentar: